Strategi Berinvestasi Jangka Panjang

15 AUG 2011   DIBACA:3337   OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Investasi - twps2 - pendulangforexpastinya anda sudah mengetahui betapa pentingnya bagi kita untuk melakukan investasi demi masa depan yang lebih baik. Namun yang menjadi permasalahannya, ada begitu banyak peluang investasi, tapi belum tentu semua jenis investasi tersebut cocok untuk kita. Rajin-rajin membaca mengenai peluang investasi pun belum cukup kalau anda tidak menguasai pasar. Oleh karena itu kita haruslah mengerti mengenai strategi yang harus kita gunakan dalam memilihjenis investasi yang baik untuk diri kita.

Pada masa krisis finansial global yang telah berdampak pada pasar keuangan secara global. Kepercayaan para investor semakin menurun. Bursa saham diberbagai negara pun berguguran, tak terkecuali Indonesia. Banyak para investor yang menderita kerugian yang sangat besar dikarenakan anjloknya pasar modal.

Dalam situasi yang seperti ini, investor memiliki sikapnya bermacam-macam. Ada yang buru-buru untuk menjual saham, ada yang bertahan, dan ada pula yang menambah jumlah investasinya. Pertanyaannya, bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi pada saat ini ? Untuk dapat menjawabnya, sesungguhnya itu semua sangat tergantung kepada alasan ataupun kebutuhan para investor dalam menentukan langkahnya.

Setidaknya terdapat tiga langkah atau pilihan yang bisa diambil oleh para investor. Pertama, bertahan (hold). Kedua, menambah investasi (rebalancing). Ketiga, menjual (cut loss). Ketika kondisi pasar sedang menurun, investor seharusnya tidak perlu panik. Apalagi jika mereka berpikiran secara matang dan menanamkan dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang adalah investasi minimum 10 tahun.

Jika melihat dari sejarahnya, untuk periode investasi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi saham terbukti memberikan imbal hasil (return) lebih baik dibanding investasi lain seperti deposito. Apabila kita flashback kebelakang, tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi penurunan ekonomi secara besar-besaran sedang terjadi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai 28,20 persen. Saat itu, suku bunga deposito bahkan mencapai 70 persen. Inflasi juga melejit hingga 77,6 persen. Sedangkan, IHSG justru menurun 0,91 persen. Namun apa yang terjadi sembilan tahun kemudian. Pada tahun 2007, suku bunga SBI turun menjadi 6,4 persen dan inflasi 6,59 persen. Sedangkan IHSG sepanjang 2007 naik sebesar 52,08 persen. Maka jika dihitung return selama sembilan tahun menunjukkan bahwa investasi di saham jauh lebih tinggi dibandingkan produk yang lain. Dalam tempo tersebut, return untuk investasi di SBI sebesar 180,93 persen, sedangkan di saham sebesar 583,54 persen. Itu membuktikan, investasi saham lebih berpotensi memberi keuntungan.

Oleh karena itu jika mengacu pada perkembangan dan sejarahnya, maka bagi investor jangka panjang semestinya tidak perlu terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita yang terdapat dimedia massa. Sedangkan mengenai berita subscription (penyertaan reksa dana), atau sebaliknya redemption (penarikan), seharusnya bukanlah berita penting bagi para investor. Sebab, bagi investor jangka panjang, berita-berita itu bukan dan tidak lagi menjadi salah satu indikator relevan bagi mereka. Di negara lain, kebanyakan para investor produk semacam reksa dana juga berpandangan seperti ini. Mereka tidak terpengaruh oleh pendaftaran atau penarikan reksa dana.

Yang menarik perhatian bagi investor adalah memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan, dan fundamentalnya. Meski begitu, yang tak kalah penting adalah diversifikasi investasi. Untuk meminimalkan dampak atau resiko investasi, investor perlu melakukan diversifikasi investasi. Investor bisa menyimpan dana sebesar 80 persen dalam bentuk deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan untuk membeli saham. Investasi saham ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau bisa pula komposisi sebaliknya.

Namun, investor perlu membaca situasi dan mengalihkan investasi ketika salah satu porsi portofolio berkurang. Misalnya, saat harga saham sedang jatuh sehingga portofolio efek menjadi 10% dan deposito 90%. Namun, pada akhir tahun, investor bisa menarik 10% dana deposito dan disuntik lagi ke saham sehingga porsi kembali imbang 80:20. Biasanya, return berpotensi lebih besar jika investor memakai investasi berimbang.





Money Changer Online

24 FEB 2015    DIBACA:4578    OLEH:AISHA    KATEGORI:E PAYMENT

Melanjutkan Artikel yang sebelumnya mengenai metode pembayaran online tanpa kartu kredit, pada artikel ini akan dibahas khusus mengenai bagaimana cara mengisi saldo pada akun WebMoney. Bagi sebagian orang yang baru saja membuat akun di fasilitas e-payment tersebut mungkin akan merasa kebingungan dalam mengisi saldo....

Pengertian Tentang Expert Advisor

5 SEP 2011    DIBACA:3635    OLEH:BAYU    KATEGORI:ROBOT TRADING

Popularitas Automatic Trading telah menggema dan diikuti oleh pesatnya para pengguna bahan pemasaran terkait robot trading. Sangat disayangkan membanjirnya materi promosi mengenai robot dipasaran justru membawa kecendrungan para pengguna kian bingung daripada lebih bersifat informatif. pada uaraian kali ini saya mencoba untuk mengemukakan kesalahan dari mitos Automatic Trading yang populer...

Pertimbangan Menggunakan Robot Trading

7 MAR 2013    DIBACA:1211    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:ROBOT TRADING

Melakukan perdagangan di pasar Forex bukan proses yang mudah. Anda harus belajar banyak tentang analisis fundamental dan teknikal serta tentang berbagai nuansa perdagangan dan pasar Forex pada khususnya. Perangkat lunak Forex otomatis tidak akan membantu Anda dalam hal ini.Cara yang agak buruk untuk belajar jika Anda baru belajar untuk Forex. Auto trading bisa menguntungkan dengan...

Cara Berinvestasi Di Dunia Keuangan

16 MAR 2013    DIBACA:1588    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:INVESTASI

Investasi di dunia keuangan masih jarang digeluti oleh orang Indonesia. Orang lebih suka berwirausaha dengan berjualan pakaian, makanan, dan sejenisnya daripada berinvestasi di aset finansial yang sebenarnya malah lebih menguntungkan. Ini adalah karena umumnya orang tidak paham bagaimana caranya berinvestasi di dunia keuangan....

Apa Yang Dimaksud Volatilitas Harga Valas

7 APR 2013    DIBACA:20452    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Selain fluktuasi, masih ada satu lagi yang disebut sebagai volatilitas. Apa sih sebenarnya volatilitas itu? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap market jika volatilitas harga meningkat atau melemah? Artikel ini akan mengulas secara lebih mendalam tentang volatilitas harga. Yuk kita kaji ulasannya berikut ini.Pasar uang merupakan pasar yang memperjualbelikan instrument kredit berjangka...

Transaksi Trading Yang Dilarang

12 APR 2013    DIBACA:2821    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Banyak orang yang tidak mengerti bahwa trading ada yang dilarang. Pelarangan ini karena mengandung unsur penipuan, manipulasi, ataupun karena mengandung unsur riba dalam dunia Islam. Oleh karena itu perlu rasanya untuk mengkaji masalah pelarangan ini, supaya trader dapat memahami dan menjalankan trading sesuai yang disahkan oleh pemerintah maupun agama. Yuk kita kaji lebih dalam disini....

Trading Binary Options Dengan Inside Bar

24 FEB 2015    DIBACA:279    OLEH:GALUH    KATEGORI:STRATEGI BINARY OPTIONS

Inside bar adalah bentukan candlestick yang berada dalam range candle sebelumnya (mother bar). Terbentuknya inside bar sebetulnya mencerminkan keengganan pasar untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi atau lebih rendah. Berikut adalah pembahasan mengenai cara penggunaan inside bar sebagai salah satu strategi price action yang dapat diterapkan untuk trading binary options....

Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Analisa Intermarket Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Pengantar Binary Options Broker Binary Options Strategi Binary Options Trading Otomatis Sinyal Trading Kontes Trading Fasilitas Trading E Payment


Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com