Strategi Berinvestasi Jangka Panjang

15 AUG 2011   DIBACA:2935   OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Investasi - twps2 - pendulangforexpastinya anda sudah mengetahui betapa pentingnya bagi kita untuk melakukan investasi demi masa depan yang lebih baik. Namun yang menjadi permasalahannya, ada begitu banyak peluang investasi, tapi belum tentu semua jenis investasi tersebut cocok untuk kita. Rajin-rajin membaca mengenai peluang investasi pun belum cukup kalau anda tidak menguasai pasar. Oleh karena itu kita haruslah mengerti mengenai strategi yang harus kita gunakan dalam memilihjenis investasi yang baik untuk diri kita.

Pada masa krisis finansial global yang telah berdampak pada pasar keuangan secara global. Kepercayaan para investor semakin menurun. Bursa saham diberbagai negara pun berguguran, tak terkecuali Indonesia. Banyak para investor yang menderita kerugian yang sangat besar dikarenakan anjloknya pasar modal.

Dalam situasi yang seperti ini, investor memiliki sikapnya bermacam-macam. Ada yang buru-buru untuk menjual saham, ada yang bertahan, dan ada pula yang menambah jumlah investasinya. Pertanyaannya, bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi pada saat ini ? Untuk dapat menjawabnya, sesungguhnya itu semua sangat tergantung kepada alasan ataupun kebutuhan para investor dalam menentukan langkahnya.

Setidaknya terdapat tiga langkah atau pilihan yang bisa diambil oleh para investor. Pertama, bertahan (hold). Kedua, menambah investasi (rebalancing). Ketiga, menjual (cut loss). Ketika kondisi pasar sedang menurun, investor seharusnya tidak perlu panik. Apalagi jika mereka berpikiran secara matang dan menanamkan dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang adalah investasi minimum 10 tahun.

Jika melihat dari sejarahnya, untuk periode investasi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi saham terbukti memberikan imbal hasil (return) lebih baik dibanding investasi lain seperti deposito. Apabila kita flashback kebelakang, tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi penurunan ekonomi secara besar-besaran sedang terjadi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai 28,20 persen. Saat itu, suku bunga deposito bahkan mencapai 70 persen. Inflasi juga melejit hingga 77,6 persen. Sedangkan, IHSG justru menurun 0,91 persen. Namun apa yang terjadi sembilan tahun kemudian. Pada tahun 2007, suku bunga SBI turun menjadi 6,4 persen dan inflasi 6,59 persen. Sedangkan IHSG sepanjang 2007 naik sebesar 52,08 persen. Maka jika dihitung return selama sembilan tahun menunjukkan bahwa investasi di saham jauh lebih tinggi dibandingkan produk yang lain. Dalam tempo tersebut, return untuk investasi di SBI sebesar 180,93 persen, sedangkan di saham sebesar 583,54 persen. Itu membuktikan, investasi saham lebih berpotensi memberi keuntungan.

Oleh karena itu jika mengacu pada perkembangan dan sejarahnya, maka bagi investor jangka panjang semestinya tidak perlu terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita yang terdapat dimedia massa. Sedangkan mengenai berita subscription (penyertaan reksa dana), atau sebaliknya redemption (penarikan), seharusnya bukanlah berita penting bagi para investor. Sebab, bagi investor jangka panjang, berita-berita itu bukan dan tidak lagi menjadi salah satu indikator relevan bagi mereka. Di negara lain, kebanyakan para investor produk semacam reksa dana juga berpandangan seperti ini. Mereka tidak terpengaruh oleh pendaftaran atau penarikan reksa dana.

Yang menarik perhatian bagi investor adalah memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan, dan fundamentalnya. Meski begitu, yang tak kalah penting adalah diversifikasi investasi. Untuk meminimalkan dampak atau resiko investasi, investor perlu melakukan diversifikasi investasi. Investor bisa menyimpan dana sebesar 80 persen dalam bentuk deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan untuk membeli saham. Investasi saham ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau bisa pula komposisi sebaliknya.

Namun, investor perlu membaca situasi dan mengalihkan investasi ketika salah satu porsi portofolio berkurang. Misalnya, saat harga saham sedang jatuh sehingga portofolio efek menjadi 10% dan deposito 90%. Namun, pada akhir tahun, investor bisa menarik 10% dana deposito dan disuntik lagi ke saham sehingga porsi kembali imbang 80:20. Biasanya, return berpotensi lebih besar jika investor memakai investasi berimbang.



Name:
Email:
URL:
Code:

Investasi dan Penghasilan

25 AUG 2011    DIBACA:2442    OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Sebenarnya setiap orang dapat melakukan investasi dan tidak perduli dengan berapapun penghasilan yang dia dapatkan selama dalam 30 hari. Namun sayangnya hingga kini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa akan melakukan investasi apabila ada uang yang tersisa setelah segala keperluan terpenuhi. Padahal investasi seharusnya dilakukan sejak dini, bukan menunggu sisa penghasilan...

Judikah Trading di Betonmarket

28 JAN 2013    DIBACA:8878    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Banyak orang-orang didunia trading mengenal salah satu situs yang menawarkan trading. Sistemnya unik dan yang pasti berbeda. Namun dibalik kehadirannya menyinggung beberapa pendapat berbeda bahwa situs tersebut membuka perjudian, tapi dikubu yang pro menolak dalih bahwa situs betonmarket adalah situs perjudian. Lalu benarkah situs tersebut judi? Berikut ungkapan-ungkapan banyak orang yang dikumpulkan dari berbagai sumber....

Perbedaan Hyip Dan Forex

17 APR 2013    DIBACA:1112    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:INVESTASI

Pernah dengar Hyip? Program tersebut hampir mirip dengan investasi Forex. Memang ada perbedaan dari segi investasi, namun intinya baik Hyip maupun Forex sama-sama memiliki efek investasi yang bila tidak dicermati akan merugikan. Namun tentu saja ada perbedaan antara keduanya. Apa sajakah itu? Artikel ini akan memberikan ulasannya untuk Anda.Semua tahu bahwa Anda dapat membuat uang dari Investasi ke...

Tindakan Darurat Mengatasi Trading Yang Selalu Rugi

7 JUN 2013    DIBACA:3139    OLEH:MARTIN    KATEGORI:TIPS TRIK

Dalam trading kerugian memang tidak bisa dihindari, namun jika sering terjadi atau bahkan berturut-turut secara psikologis jarang sekali bisa diterima trader sebagai sebuah kenyataan. Ini menyebabkan mereka merusak sistem trading yang sedang digunakan, dan jika tidak segera diatasi akan semakin menyulitkan trader baik dari segi psikologis maupun pada hasil trading yang semakin buruk....

3 Cara Menggunakan Indikator Momentum

25 MAY 2014    DIBACA:521    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INDIKATOR

Indikator momentum mengukur kecepatan dan besarnya perubahan harga dalam periode waktu tertentu. Pada umumnya indikator momentum akan naik ketika arah trend sedang kuat, dan sebaliknya akan turun ketika trend sedang melemah. Pada umumnya ada 3 cara dalam menggunakan indikator momentum, yaitu: sebagai trend following indicator, sebagai indikator pembalikan trend (trend reversal) dan sebagai leading indicator dengan isyarat divergensi yang terjadi....

Strategi Binary Options Dengan Pivot Point

23 OCT 2014    DIBACA:404    OLEH:GALUH    KATEGORI:STRATEGI BINARY OPTIONS

Salah satu tantangan terbesar dalam trading adalah menentukan kapan harga akan mengalami reversal atau justru melanjutkan tren. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menemukan titik support dan resistance yang sanggup membantu trader mengatasi masalah tersebut adalah strategi pivot point....

Meraih Profit Dalam 5 Menit Di Binary Options

31 OCT 2014    DIBACA:166    OLEH:GALUH    KATEGORI:STRATEGI BINARY OPTIONS

Binary options memungkinkan trader jangka pendek untuk meraih return profit yang besar meski durasi trading hanya berlangsung dalam hitungan menit. Untuk memudahkan hal ini, terdapat banyak strategi trading binary options yang didasarkan pada jenis-jenis time frame, salah satunya adalah strategi 5 menit binary options....

Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Trading Otomatis Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Ulasan Produk Pengantar Binary Options Broker Binary Options Strategi Binary Options


Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com