Strategi Berinvestasi Jangka Panjang

15 AUG 2011   DIBACA:2995   OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Investasi - twps2 - pendulangforexpastinya anda sudah mengetahui betapa pentingnya bagi kita untuk melakukan investasi demi masa depan yang lebih baik. Namun yang menjadi permasalahannya, ada begitu banyak peluang investasi, tapi belum tentu semua jenis investasi tersebut cocok untuk kita. Rajin-rajin membaca mengenai peluang investasi pun belum cukup kalau anda tidak menguasai pasar. Oleh karena itu kita haruslah mengerti mengenai strategi yang harus kita gunakan dalam memilihjenis investasi yang baik untuk diri kita.

Pada masa krisis finansial global yang telah berdampak pada pasar keuangan secara global. Kepercayaan para investor semakin menurun. Bursa saham diberbagai negara pun berguguran, tak terkecuali Indonesia. Banyak para investor yang menderita kerugian yang sangat besar dikarenakan anjloknya pasar modal.

Dalam situasi yang seperti ini, investor memiliki sikapnya bermacam-macam. Ada yang buru-buru untuk menjual saham, ada yang bertahan, dan ada pula yang menambah jumlah investasinya. Pertanyaannya, bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi pada saat ini ? Untuk dapat menjawabnya, sesungguhnya itu semua sangat tergantung kepada alasan ataupun kebutuhan para investor dalam menentukan langkahnya.

Setidaknya terdapat tiga langkah atau pilihan yang bisa diambil oleh para investor. Pertama, bertahan (hold). Kedua, menambah investasi (rebalancing). Ketiga, menjual (cut loss). Ketika kondisi pasar sedang menurun, investor seharusnya tidak perlu panik. Apalagi jika mereka berpikiran secara matang dan menanamkan dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang adalah investasi minimum 10 tahun.

Jika melihat dari sejarahnya, untuk periode investasi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi saham terbukti memberikan imbal hasil (return) lebih baik dibanding investasi lain seperti deposito. Apabila kita flashback kebelakang, tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi penurunan ekonomi secara besar-besaran sedang terjadi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai 28,20 persen. Saat itu, suku bunga deposito bahkan mencapai 70 persen. Inflasi juga melejit hingga 77,6 persen. Sedangkan, IHSG justru menurun 0,91 persen. Namun apa yang terjadi sembilan tahun kemudian. Pada tahun 2007, suku bunga SBI turun menjadi 6,4 persen dan inflasi 6,59 persen. Sedangkan IHSG sepanjang 2007 naik sebesar 52,08 persen. Maka jika dihitung return selama sembilan tahun menunjukkan bahwa investasi di saham jauh lebih tinggi dibandingkan produk yang lain. Dalam tempo tersebut, return untuk investasi di SBI sebesar 180,93 persen, sedangkan di saham sebesar 583,54 persen. Itu membuktikan, investasi saham lebih berpotensi memberi keuntungan.

Oleh karena itu jika mengacu pada perkembangan dan sejarahnya, maka bagi investor jangka panjang semestinya tidak perlu terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita yang terdapat dimedia massa. Sedangkan mengenai berita subscription (penyertaan reksa dana), atau sebaliknya redemption (penarikan), seharusnya bukanlah berita penting bagi para investor. Sebab, bagi investor jangka panjang, berita-berita itu bukan dan tidak lagi menjadi salah satu indikator relevan bagi mereka. Di negara lain, kebanyakan para investor produk semacam reksa dana juga berpandangan seperti ini. Mereka tidak terpengaruh oleh pendaftaran atau penarikan reksa dana.

Yang menarik perhatian bagi investor adalah memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan, dan fundamentalnya. Meski begitu, yang tak kalah penting adalah diversifikasi investasi. Untuk meminimalkan dampak atau resiko investasi, investor perlu melakukan diversifikasi investasi. Investor bisa menyimpan dana sebesar 80 persen dalam bentuk deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan untuk membeli saham. Investasi saham ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau bisa pula komposisi sebaliknya.

Namun, investor perlu membaca situasi dan mengalihkan investasi ketika salah satu porsi portofolio berkurang. Misalnya, saat harga saham sedang jatuh sehingga portofolio efek menjadi 10% dan deposito 90%. Namun, pada akhir tahun, investor bisa menarik 10% dana deposito dan disuntik lagi ke saham sehingga porsi kembali imbang 80:20. Biasanya, return berpotensi lebih besar jika investor memakai investasi berimbang.



Name:
Email:
URL:
Code:

Jangan Berinvestasi Melebihi Kemampuan

30 NOV 2012    DIBACA:3237    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:INVESTASI

Kalau sekarang kita bisa bertrading, bisa menghasilkan profit, dan dapat menjalankan aktifikan transaksi dengan lancar itu karena ada modal. Ada dana yang bisa kita manfaatkan untuk mulai berdagang forex. Tanpa disadari banyak dari kita membutuhkan modal besar untuk melakukannya. Tanpa difahami forex telah menyita modal yang Anda miliki untuk ditaruh dan diinvestasikan ke market forex. Sayangnya banyak trader yang...

Tips Mudah Melepas Stress

8 APR 2013    DIBACA:1269    OLEH:BAYU    KATEGORI:PSIKOLOGI

Sebagai seorang trader ataupun seorang investor terkadang membuat kita terlalu mendewakan uang, sehingga selalu memberikan tekanan stress yang tinggi terhadap diri kita. Memang benar, uang dapat membeli sebuah kesenangan, yang mana anda dapatkan melalui keuntungan yang diraih untuk berlibur ke luar negeri. Namun tahukah anda bahwa terdapat cara yang "mudah" untuk membeli suatu kebahagiaan....

Transaksi Trading Yang Dilarang

12 APR 2013    DIBACA:2421    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Banyak orang yang tidak mengerti bahwa trading ada yang dilarang. Pelarangan ini karena mengandung unsur penipuan, manipulasi, ataupun karena mengandung unsur riba dalam dunia Islam. Oleh karena itu perlu rasanya untuk mengkaji masalah pelarangan ini, supaya trader dapat memahami dan menjalankan trading sesuai yang disahkan oleh pemerintah maupun agama. Yuk kita kaji lebih dalam disini....

Perbedaan Hyip Dan Forex

17 APR 2013    DIBACA:1149    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:INVESTASI

Pernah dengar Hyip? Program tersebut hampir mirip dengan investasi Forex. Memang ada perbedaan dari segi investasi, namun intinya baik Hyip maupun Forex sama-sama memiliki efek investasi yang bila tidak dicermati akan merugikan. Namun tentu saja ada perbedaan antara keduanya. Apa sajakah itu? Artikel ini akan memberikan ulasannya untuk Anda.Semua tahu bahwa Anda dapat membuat uang dari Investasi ke...

Tips Trading Binary Options

2 OCT 2014    DIBACA:774    OLEH:GALUH    KATEGORI:PENGANTAR BINARY OPTIONS

Binary options adalah salah satu cara trading terbaik untuk menghasilkan keuntungan yang banyak dalam waktu singkat. Akan tetapi, keuntungan trading tersebut tidak lantas diraih dengan proses pemahaman yang instan. Berikut adalah aspek-aspek yang perlu diperhatikan, baik secara psikologis maupun non-psikologis untuk mewujudkan keuntungan trading di binary options....

High/Low Dan Variasinya Dalam Binary Options

27 NOV 2014    DIBACA:183    OLEH:GALUH    KATEGORI:PENGANTAR BINARY OPTIONS

High/low options adalah salah satu jenis trading binary options yang memungkinkan trader untuk memperoleh keuntungan dari naik turunnya pergerakan harga. Selain disediakan dengan nama yang berbeda-beda pada setiap broker binary options, jenis trading ini juga memiliki variasi dalam hal penentuan strike price-nya....

Perubahan Pengaruh Harga Minyak Dunia Terhadap Forex Gara-gara Minyak Shale AS

27 NOV 2014    DIBACA:339    OLEH:A MUTTAQIENA    KATEGORI:ANALISA FUNDAMENTAL

Harga minyak dunia adalah salah satu dari sejumlah indikator ekonomi yang secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian di beberapa negara sekaligus. Hal ini selanjutnya terefleksikan di pasar finansial dalam bentuk apresiasi atau depresiasi nilai tukar mata uang yang mengikuti naik-turun pergerakan harga minyak dunia. Namun demikian, korelasi diantara harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang sebenarnya sangat tergantung pada kondisi pasar minyak dunia....

Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Trading Otomatis Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Ulasan Produk Pengantar Binary Options Broker Binary Options Strategi Binary Options


Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com