Strategi Berinvestasi Jangka Panjang

15 AUG 2011   DIBACA:2724   OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Investasi - twps2 - pendulangforexpastinya anda sudah mengetahui betapa pentingnya bagi kita untuk melakukan investasi demi masa depan yang lebih baik. Namun yang menjadi permasalahannya, ada begitu banyak peluang investasi, tapi belum tentu semua jenis investasi tersebut cocok untuk kita. Rajin-rajin membaca mengenai peluang investasi pun belum cukup kalau anda tidak menguasai pasar. Oleh karena itu kita haruslah mengerti mengenai strategi yang harus kita gunakan dalam memilihjenis investasi yang baik untuk diri kita.

Pada masa krisis finansial global yang telah berdampak pada pasar keuangan secara global. Kepercayaan para investor semakin menurun. Bursa saham diberbagai negara pun berguguran, tak terkecuali Indonesia. Banyak para investor yang menderita kerugian yang sangat besar dikarenakan anjloknya pasar modal.

Dalam situasi yang seperti ini, investor memiliki sikapnya bermacam-macam. Ada yang buru-buru untuk menjual saham, ada yang bertahan, dan ada pula yang menambah jumlah investasinya. Pertanyaannya, bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi pada saat ini ? Untuk dapat menjawabnya, sesungguhnya itu semua sangat tergantung kepada alasan ataupun kebutuhan para investor dalam menentukan langkahnya.

Setidaknya terdapat tiga langkah atau pilihan yang bisa diambil oleh para investor. Pertama, bertahan (hold). Kedua, menambah investasi (rebalancing). Ketiga, menjual (cut loss). Ketika kondisi pasar sedang menurun, investor seharusnya tidak perlu panik. Apalagi jika mereka berpikiran secara matang dan menanamkan dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang adalah investasi minimum 10 tahun.

Jika melihat dari sejarahnya, untuk periode investasi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi saham terbukti memberikan imbal hasil (return) lebih baik dibanding investasi lain seperti deposito. Apabila kita flashback kebelakang, tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi penurunan ekonomi secara besar-besaran sedang terjadi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai 28,20 persen. Saat itu, suku bunga deposito bahkan mencapai 70 persen. Inflasi juga melejit hingga 77,6 persen. Sedangkan, IHSG justru menurun 0,91 persen. Namun apa yang terjadi sembilan tahun kemudian. Pada tahun 2007, suku bunga SBI turun menjadi 6,4 persen dan inflasi 6,59 persen. Sedangkan IHSG sepanjang 2007 naik sebesar 52,08 persen. Maka jika dihitung return selama sembilan tahun menunjukkan bahwa investasi di saham jauh lebih tinggi dibandingkan produk yang lain. Dalam tempo tersebut, return untuk investasi di SBI sebesar 180,93 persen, sedangkan di saham sebesar 583,54 persen. Itu membuktikan, investasi saham lebih berpotensi memberi keuntungan.

Oleh karena itu jika mengacu pada perkembangan dan sejarahnya, maka bagi investor jangka panjang semestinya tidak perlu terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita yang terdapat dimedia massa. Sedangkan mengenai berita subscription (penyertaan reksa dana), atau sebaliknya redemption (penarikan), seharusnya bukanlah berita penting bagi para investor. Sebab, bagi investor jangka panjang, berita-berita itu bukan dan tidak lagi menjadi salah satu indikator relevan bagi mereka. Di negara lain, kebanyakan para investor produk semacam reksa dana juga berpandangan seperti ini. Mereka tidak terpengaruh oleh pendaftaran atau penarikan reksa dana.

Yang menarik perhatian bagi investor adalah memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan, dan fundamentalnya. Meski begitu, yang tak kalah penting adalah diversifikasi investasi. Untuk meminimalkan dampak atau resiko investasi, investor perlu melakukan diversifikasi investasi. Investor bisa menyimpan dana sebesar 80 persen dalam bentuk deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan untuk membeli saham. Investasi saham ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau bisa pula komposisi sebaliknya.

Namun, investor perlu membaca situasi dan mengalihkan investasi ketika salah satu porsi portofolio berkurang. Misalnya, saat harga saham sedang jatuh sehingga portofolio efek menjadi 10% dan deposito 90%. Namun, pada akhir tahun, investor bisa menarik 10% dana deposito dan disuntik lagi ke saham sehingga porsi kembali imbang 80:20. Biasanya, return berpotensi lebih besar jika investor memakai investasi berimbang.



Demi meningkatkan artikel ataupun materi-materi yang ada, kami selalu mengharapkan dan sangat menghargai komentar-komentar Anda.
Name:
Email:
URL:
 
New Code  

Indikator Hi Lo

3 DEC 2012    DIBACA:2744    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:BANK INDIKATOR

Indikator Hi Lo hampir sama dengan indikator signal bar pada indikator sebelumnya. Untuk menggunakannya hampir sama dengan indikator signal bar namun lebih ringkas karena tidak memiliki signal yang mirip dengan bar.Ketika range harian telah dilewati oleh harga, dan market telah jauh bergerak, maka Anda dapat menerapkan strategi range. Dimana pada saat market telah bergerak melebihi...

Futures VS Forex

13 FEB 2013    DIBACA:1151    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Hari ini kita akan membahas mengenai pasar berjangka forex dan futures. Jika Anda mencermati artikel ini maka akan ada perbedaan yang jelas antara forex dengan futures. Futures adalah salah satu produk yang mencakup barang-barang manufaktur, keuangan dan mata uang obligasi, dan produk pertanian....

Memanfaatkan Pola Diagonal

27 MAR 2013    DIBACA:912    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:ANALISA TEKNIKAL

Pola Diagonal merupakan pola teknis sederhana yang menawarkan zona masuk dan keluar. Salah satu pola favorit untuk berdagang karena metodenya cukup mudah dan Anda dapat mengidentifikasi risiko dengan jelas. Bagian ini akan menjelaskan apa yang tampak seperti diagonal bullish dan bagaimana mengatur titik masuk dan keluar pada parameter untuk mengarakan kepada perdagangan yang potensial....

Pilih Menjadi Trader Atau Investor

5 APR 2013    DIBACA:1127    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:INVESTASI

Kalau dipikir-pikir lebih enak mana sih menjadi seorang trader atau menjadi investor? Banyak orang yang mengeluarkan pendapatnya tentang dua pernyataan ini. Namun di artikel ini kita akan mengulasnya serta memberi informasi pentingnya menjadi trader dan juga menjadi investor. Bagaimana ulasannya? Yuk kita lihat bersama-sama.Kebanyakan Investors membeli saham untuk disimpan dalam waktu yg...

Trading Atau Gambling - Termasuk Manakah Anda?

5 JUL 2013    DIBACA:1708    OLEH:ASAERI    KATEGORI:INVESTASI

  Ini benar ..., sebagian besar trader adalah penjudi, bahkan mungkin sebagian besar pelaku market berubah menjadi para penjudi sejati. Para trader penjudi bertrading dengan tidak ada rencana dan tanpa memahami peluang untuk mereka. Apakah itu buy atau sell dengan tidak ada metode untuk profitabilitas ataupun memburu saham secara acak sesuai kemauan hati. Anda dikatakan berjudi...

Anyoption: Broker Binary Options untuk Semua Kalangan

20 AUG 2014    DIBACA:104    OLEH:GALUH    KATEGORI:BROKER FOREX

Anyoption adalah salah satu broker binary option yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Berlokasi di Siprus, Website financial trading yang beroperasi sejak 2008 ini adalah pelopor trading binary options di dunia maya....

Trading Pada Pasar Ranging Dengan Indikator ADX

21 AUG 2014    DIBACA:78    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INDIKATOR

Trading pada pasar ranging bisa dilakukan dengan strategi bouncing ketika sudah diketahui level-level puncak (resistance) dan lembah (support). Artikel ini mencontohkan strategi trading pada pasar ranging dengan menggunakan indikator ADX, level support dan resistance....

Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Jurnal Trading Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Trading Otomatis Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator


Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas
Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com
 
FOLLOW US
SHARE
ADS