Strategi Berinvestasi Jangka Panjang

15 AUG 2011   DIBACA:3901   OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Investasi - twps2 - pendulangforexpastinya anda sudah mengetahui betapa pentingnya bagi kita untuk melakukan investasi demi masa depan yang lebih baik. Namun yang menjadi permasalahannya, ada begitu banyak peluang investasi, tapi belum tentu semua jenis investasi tersebut cocok untuk kita. Rajin-rajin membaca mengenai peluang investasi pun belum cukup kalau anda tidak menguasai pasar. Oleh karena itu kita haruslah mengerti mengenai strategi yang harus kita gunakan dalam memilihjenis investasi yang baik untuk diri kita.

Pada masa krisis finansial global yang telah berdampak pada pasar keuangan secara global. Kepercayaan para investor semakin menurun. Bursa saham diberbagai negara pun berguguran, tak terkecuali Indonesia. Banyak para investor yang menderita kerugian yang sangat besar dikarenakan anjloknya pasar modal.

Dalam situasi yang seperti ini, investor memiliki sikapnya bermacam-macam. Ada yang buru-buru untuk menjual saham, ada yang bertahan, dan ada pula yang menambah jumlah investasinya. Pertanyaannya, bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi pada saat ini ? Untuk dapat menjawabnya, sesungguhnya itu semua sangat tergantung kepada alasan ataupun kebutuhan para investor dalam menentukan langkahnya.

Setidaknya terdapat tiga langkah atau pilihan yang bisa diambil oleh para investor. Pertama, bertahan (hold). Kedua, menambah investasi (rebalancing). Ketiga, menjual (cut loss). Ketika kondisi pasar sedang menurun, investor seharusnya tidak perlu panik. Apalagi jika mereka berpikiran secara matang dan menanamkan dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang adalah investasi minimum 10 tahun.

Jika melihat dari sejarahnya, untuk periode investasi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi saham terbukti memberikan imbal hasil (return) lebih baik dibanding investasi lain seperti deposito. Apabila kita flashback kebelakang, tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi penurunan ekonomi secara besar-besaran sedang terjadi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai 28,20 persen. Saat itu, suku bunga deposito bahkan mencapai 70 persen. Inflasi juga melejit hingga 77,6 persen. Sedangkan, IHSG justru menurun 0,91 persen. Namun apa yang terjadi sembilan tahun kemudian. Pada tahun 2007, suku bunga SBI turun menjadi 6,4 persen dan inflasi 6,59 persen. Sedangkan IHSG sepanjang 2007 naik sebesar 52,08 persen. Maka jika dihitung return selama sembilan tahun menunjukkan bahwa investasi di saham jauh lebih tinggi dibandingkan produk yang lain. Dalam tempo tersebut, return untuk investasi di SBI sebesar 180,93 persen, sedangkan di saham sebesar 583,54 persen. Itu membuktikan, investasi saham lebih berpotensi memberi keuntungan.

Oleh karena itu jika mengacu pada perkembangan dan sejarahnya, maka bagi investor jangka panjang semestinya tidak perlu terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita yang terdapat dimedia massa. Sedangkan mengenai berita subscription (penyertaan reksa dana), atau sebaliknya redemption (penarikan), seharusnya bukanlah berita penting bagi para investor. Sebab, bagi investor jangka panjang, berita-berita itu bukan dan tidak lagi menjadi salah satu indikator relevan bagi mereka. Di negara lain, kebanyakan para investor produk semacam reksa dana juga berpandangan seperti ini. Mereka tidak terpengaruh oleh pendaftaran atau penarikan reksa dana.

Yang menarik perhatian bagi investor adalah memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan, dan fundamentalnya. Meski begitu, yang tak kalah penting adalah diversifikasi investasi. Untuk meminimalkan dampak atau resiko investasi, investor perlu melakukan diversifikasi investasi. Investor bisa menyimpan dana sebesar 80 persen dalam bentuk deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan untuk membeli saham. Investasi saham ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau bisa pula komposisi sebaliknya.

Namun, investor perlu membaca situasi dan mengalihkan investasi ketika salah satu porsi portofolio berkurang. Misalnya, saat harga saham sedang jatuh sehingga portofolio efek menjadi 10% dan deposito 90%. Namun, pada akhir tahun, investor bisa menarik 10% dana deposito dan disuntik lagi ke saham sehingga porsi kembali imbang 80:20. Biasanya, return berpotensi lebih besar jika investor memakai investasi berimbang.





Jenis Investasi

8 JUL 2011    DIBACA:2638    OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Investasi merupakan kata yang tidaklah asing di telinga kita, namun apakah hakikat dari investasi itu sendiri? Investasi sering didefinisikan sebagai menempatkan uang atau modal demi hasil atau bunga dengan cara membeli properti, saham, obligasi dan lain-lain, demi keuntungan manfaat dimasa mendatang....

Pengertian Contract for Difference (CFD)

8 JUL 2011    DIBACA:4799    OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

CFD (Contract for Difference), atau kontrak untuk perbedaan merupakan kontrak derivatif yang pada dasarnya mungkin berupa instrumen keuangan (saham, obligasi dan sekuritas lainnya dan juga instrument derivative lainnya seperti kontrak future untuk komoditas atau nilai indeks saham dll). Sebuah kontrak untuk perbedaan ini merupakan perjanjian antara dua pihak untuk membayar selisih...

Investasi dan Penghasilan

25 AUG 2011    DIBACA:2919    OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Sebenarnya setiap orang dapat melakukan investasi dan tidak perduli dengan berapapun penghasilan yang dia dapatkan selama dalam 30 hari. Namun sayangnya hingga kini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa akan melakukan investasi apabila ada uang yang tersisa setelah segala keperluan terpenuhi. Padahal investasi seharusnya dilakukan sejak dini, bukan menunggu sisa penghasilan...

Trading Reversals

31 AUG 2012    DIBACA:1171    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:SISTEM TRADING

Salah satu strategi trading yang lebih menarik tapi juga sangat berbahaya merupakan langkah yang patut untuk dicoba. Trading ini dikhususkan oleh mereka yang lebih suka melakukan transaksi secara ekstrim dengan berani mengambil risiko kehilangan modal. Cara transaksi tersebut adalah dengan memanfaatkan pembalikan harga disaat trend masih kuat....

Indikator Daily Pivot

28 JAN 2013    DIBACA:4920    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:BANK INDIKATOR

Berbeda dengan indikator pivot sebelumnya adanya tambahan fitur baru yang membantu trader tetap bisa melihat keaaan trend market tanpa harus repot-repot mencari indikator pendukung. Penggunaan Indikator Daily Pivot dalam menentukan trend maupun konsolidasi cukup bisa diandalkan.Kelebihan yang paling masuk akal adalah adanya garis batas. Dimana jika garis tersebut dilewati artinya titik...

10 Kesalahan Umum Trader Pemula Di Binary Options

26 JUN 2015    DIBACA:1818    OLEH:GALUH    KATEGORI:PENGANTAR BINARY OPTIONS

Dalam trading binary options yang melibatkan resiko real, trader tidak bisa menganggap enteng kesalahan trading yang telah dilakukannya. Bahkan kesalahan terkecil pun akan berakibat fatal jika tidak segera diperbaiki. Untuk itu, sangat penting bagi trader untuk mengenali kesalahan umum yang kerap terjadi dalam trading binary options agar terhindar dari resiko yang tak diinginkan. Dari sekian banyak kesalahan yang bisa dihimpun, ada 10 jenis yang paling sering dilakukan, khususnya oleh para pemula....

Dua Faktor Yang Mempengaruhi Akselerasi Harga

29 JUN 2015    DIBACA:266    OLEH:KUKUH RAHARJO    KATEGORI:DASAR DASAR FOREX

Pasar forex selalu bergerak naik turun secara dinamis setiap harinya. Kenapa dinamis? Karena pergerakan naik dan turun tersebut tidak pasti aturannya. Tapi pernahkah terbersit, hal apakah yang membuat pasar demikian dinamis? Ada fakta menarik yang dinamakan "momentum". Menurut www.kamusbahasaindonesia.org, salah satu arti momentum adalah saat yang tepat. Tepat untuk apa? Tentu saja untuk bergerak lebih cepat (dalam konteks forex)....

Artikel: Forex | Emas | Komoditas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Analisa Intermarket Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Pengantar Binary Options Broker Binary Options Strategi Binary Options Trading Otomatis Sinyal Trading Kontes Trading Fasilitas Trading E Payment


Artikel: Forex | Emas | Komoditas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com