Strategi Berinvestasi Jangka Panjang

15 AUG 2011   DIBACA:3739   OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Investasi - twps2 - pendulangforexpastinya anda sudah mengetahui betapa pentingnya bagi kita untuk melakukan investasi demi masa depan yang lebih baik. Namun yang menjadi permasalahannya, ada begitu banyak peluang investasi, tapi belum tentu semua jenis investasi tersebut cocok untuk kita. Rajin-rajin membaca mengenai peluang investasi pun belum cukup kalau anda tidak menguasai pasar. Oleh karena itu kita haruslah mengerti mengenai strategi yang harus kita gunakan dalam memilihjenis investasi yang baik untuk diri kita.

Pada masa krisis finansial global yang telah berdampak pada pasar keuangan secara global. Kepercayaan para investor semakin menurun. Bursa saham diberbagai negara pun berguguran, tak terkecuali Indonesia. Banyak para investor yang menderita kerugian yang sangat besar dikarenakan anjloknya pasar modal.

Dalam situasi yang seperti ini, investor memiliki sikapnya bermacam-macam. Ada yang buru-buru untuk menjual saham, ada yang bertahan, dan ada pula yang menambah jumlah investasinya. Pertanyaannya, bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi pada saat ini ? Untuk dapat menjawabnya, sesungguhnya itu semua sangat tergantung kepada alasan ataupun kebutuhan para investor dalam menentukan langkahnya.

Setidaknya terdapat tiga langkah atau pilihan yang bisa diambil oleh para investor. Pertama, bertahan (hold). Kedua, menambah investasi (rebalancing). Ketiga, menjual (cut loss). Ketika kondisi pasar sedang menurun, investor seharusnya tidak perlu panik. Apalagi jika mereka berpikiran secara matang dan menanamkan dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang adalah investasi minimum 10 tahun.

Jika melihat dari sejarahnya, untuk periode investasi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi saham terbukti memberikan imbal hasil (return) lebih baik dibanding investasi lain seperti deposito. Apabila kita flashback kebelakang, tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi penurunan ekonomi secara besar-besaran sedang terjadi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai 28,20 persen. Saat itu, suku bunga deposito bahkan mencapai 70 persen. Inflasi juga melejit hingga 77,6 persen. Sedangkan, IHSG justru menurun 0,91 persen. Namun apa yang terjadi sembilan tahun kemudian. Pada tahun 2007, suku bunga SBI turun menjadi 6,4 persen dan inflasi 6,59 persen. Sedangkan IHSG sepanjang 2007 naik sebesar 52,08 persen. Maka jika dihitung return selama sembilan tahun menunjukkan bahwa investasi di saham jauh lebih tinggi dibandingkan produk yang lain. Dalam tempo tersebut, return untuk investasi di SBI sebesar 180,93 persen, sedangkan di saham sebesar 583,54 persen. Itu membuktikan, investasi saham lebih berpotensi memberi keuntungan.

Oleh karena itu jika mengacu pada perkembangan dan sejarahnya, maka bagi investor jangka panjang semestinya tidak perlu terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita yang terdapat dimedia massa. Sedangkan mengenai berita subscription (penyertaan reksa dana), atau sebaliknya redemption (penarikan), seharusnya bukanlah berita penting bagi para investor. Sebab, bagi investor jangka panjang, berita-berita itu bukan dan tidak lagi menjadi salah satu indikator relevan bagi mereka. Di negara lain, kebanyakan para investor produk semacam reksa dana juga berpandangan seperti ini. Mereka tidak terpengaruh oleh pendaftaran atau penarikan reksa dana.

Yang menarik perhatian bagi investor adalah memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan, dan fundamentalnya. Meski begitu, yang tak kalah penting adalah diversifikasi investasi. Untuk meminimalkan dampak atau resiko investasi, investor perlu melakukan diversifikasi investasi. Investor bisa menyimpan dana sebesar 80 persen dalam bentuk deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan untuk membeli saham. Investasi saham ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau bisa pula komposisi sebaliknya.

Namun, investor perlu membaca situasi dan mengalihkan investasi ketika salah satu porsi portofolio berkurang. Misalnya, saat harga saham sedang jatuh sehingga portofolio efek menjadi 10% dan deposito 90%. Namun, pada akhir tahun, investor bisa menarik 10% dana deposito dan disuntik lagi ke saham sehingga porsi kembali imbang 80:20. Biasanya, return berpotensi lebih besar jika investor memakai investasi berimbang.





Apa Itu Komoditas?

13 OCT 2012    DIBACA:8723    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Perdagangan forex tidak akan terlepas dari pengaruh komoditas. Karena sangat pentingnya komoditas perdagangan forex, maka Anda sedikitnya memahami mengenai komoditas itu sendiri. Jika komoditas memberi dampak pada mata uang, bagaimana mengetahuinya komoditas memberikan dampak kepada market? Nah disini kita akan belajar mengenai komoditas dan bagaimana memahami pengaruhnya terhadap market di forex trading....

Benarkah Emas Tidak Cocok Untuk Investasi ?

7 JAN 2013    DIBACA:3647    OLEH:RACHMAT    KATEGORI:INVESTASI

Tentang Investasi EmasTak salah jika banyak orang menyebut emas sebagai logam mulia. Selain rupanya yang elok, lonjakan harga logam yang satu ini juga bisa mendatangkan keuntungan berlipat-lipat bagi pemiliknya. Karenanya sejak zaman dahulu kala, banyak orang menggunakan emas sebagai salah satu alat untuk membiakkan duit mereka. Cuma, agar keuntungannya menjadi lebih maksimal, investor...

Variabel Statik

6 FEB 2013    DIBACA:1751    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:BELAJAR MQL EA

Beberapa teman mungkin akan melihat untuk apa sih variabel statik itu? Kenapa variabel dibuat statik? Bukankah hal itu akan menimulkan hasil dengan keluaran yang sama? Nah kenapa harus dibuat dengan variable statik kok bukan variable lainnya yang lebih bagus. Nah artikel ini akan menjawab semua pertanyaan Anda, sekaligus diberikan pula contoh-contohnya sehingga trader dapat mengerti fungsi dari variable statik ini....

Belajar Perdagangan Pasar Forex

8 MAR 2013    DIBACA:1013    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:PASAR FOREX

Keindahan forex terletak saat memulai trading tanpa uang dan tanpa tahu apa yang lakukan oleh market selanjutnya. Untuk melakukan hal ini dapat  membuka akun forex demo. Dalam akun demo Anda dapat berdagang dengan uang palsu dan bisa mencoba bagaimana melakukan trading seperti sesungguhnya.Tujuan berlatih demo adalah membangun track record berkelanjutan secara positif didalam...

Transaksi Trading Yang Dilarang

12 APR 2013    DIBACA:3265    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Banyak orang yang tidak mengerti bahwa trading ada yang dilarang. Pelarangan ini karena mengandung unsur penipuan, manipulasi, ataupun karena mengandung unsur riba dalam dunia Islam. Oleh karena itu perlu rasanya untuk mengkaji masalah pelarangan ini, supaya trader dapat memahami dan menjalankan trading sesuai yang disahkan oleh pemerintah maupun agama. Yuk kita kaji lebih dalam disini....

Menggunakan MACD Untuk Trading Binary Options

21 MAY 2015    DIBACA:192    OLEH:GALUH    KATEGORI:STRATEGI BINARY OPTIONS

Dalam binary options, trader perlu mengetahui kekuatan tren agar bisa menempatkan option "call" atau "put" dengan lebih meyakinkan. Selain itu, analisa pada kekuatan tren juga diperlukan agar trader bisa memperkirakan expiry time yang tepat. MACD adalah salah satu indikator yang bisa mengkonfirmasi arah dan kekuatan tren. Tidak hanya pada kondisi trending, indikator ini ternyata juga sangat bermanfaat untuk trading boundary di binary options....

Korelasi Antara Forex Dan Pasar Saham

22 MAY 2015    DIBACA:177    OLEH:A MUTTAQIENA    KATEGORI:ANALISA INTERMARKET

Apakah pasar saham mempengaruhi forex, atau forex mempengaruhi saham? Korelasi antara pasar saham dan forex kadangkala samar-samar, dan kadang cuma ilusi. Tak ada jaminan kalau pasar saham jatuh maka mata uang akan jatuh juga, atau sebaliknya bergerak menguat. Dalam situasi yang berbeda, reaksinya bisa berbeda pula....

Artikel: Forex | Emas | Komoditas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Analisa Intermarket Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Pengantar Binary Options Broker Binary Options Strategi Binary Options Trading Otomatis Sinyal Trading Kontes Trading Fasilitas Trading E Payment


Artikel: Forex | Emas | Komoditas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com