Strategi Berinvestasi Jangka Panjang

15 AUG 2011   DIBACA:2654  OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Investasi - twps2 - pendulangforexpastinya anda sudah mengetahui betapa pentingnya bagi kita untuk melakukan investasi demi masa depan yang lebih baik. Namun yang menjadi permasalahannya, ada begitu banyak peluang investasi, tapi belum tentu semua jenis investasi tersebut cocok untuk kita. Rajin-rajin membaca mengenai peluang investasi pun belum cukup kalau anda tidak menguasai pasar. Oleh karena itu kita haruslah mengerti mengenai strategi yang harus kita gunakan dalam memilihjenis investasi yang baik untuk diri kita.

Pada masa krisis finansial global yang telah berdampak pada pasar keuangan secara global. Kepercayaan para investor semakin menurun. Bursa saham diberbagai negara pun berguguran, tak terkecuali Indonesia. Banyak para investor yang menderita kerugian yang sangat besar dikarenakan anjloknya pasar modal.

Dalam situasi yang seperti ini, investor memiliki sikapnya bermacam-macam. Ada yang buru-buru untuk menjual saham, ada yang bertahan, dan ada pula yang menambah jumlah investasinya. Pertanyaannya, bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi pada saat ini ? Untuk dapat menjawabnya, sesungguhnya itu semua sangat tergantung kepada alasan ataupun kebutuhan para investor dalam menentukan langkahnya.

Setidaknya terdapat tiga langkah atau pilihan yang bisa diambil oleh para investor. Pertama, bertahan (hold). Kedua, menambah investasi (rebalancing). Ketiga, menjual (cut loss). Ketika kondisi pasar sedang menurun, investor seharusnya tidak perlu panik. Apalagi jika mereka berpikiran secara matang dan menanamkan dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang adalah investasi minimum 10 tahun.

Jika melihat dari sejarahnya, untuk periode investasi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi saham terbukti memberikan imbal hasil (return) lebih baik dibanding investasi lain seperti deposito. Apabila kita flashback kebelakang, tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi penurunan ekonomi secara besar-besaran sedang terjadi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai 28,20 persen. Saat itu, suku bunga deposito bahkan mencapai 70 persen. Inflasi juga melejit hingga 77,6 persen. Sedangkan, IHSG justru menurun 0,91 persen. Namun apa yang terjadi sembilan tahun kemudian. Pada tahun 2007, suku bunga SBI turun menjadi 6,4 persen dan inflasi 6,59 persen. Sedangkan IHSG sepanjang 2007 naik sebesar 52,08 persen. Maka jika dihitung return selama sembilan tahun menunjukkan bahwa investasi di saham jauh lebih tinggi dibandingkan produk yang lain. Dalam tempo tersebut, return untuk investasi di SBI sebesar 180,93 persen, sedangkan di saham sebesar 583,54 persen. Itu membuktikan, investasi saham lebih berpotensi memberi keuntungan.

Oleh karena itu jika mengacu pada perkembangan dan sejarahnya, maka bagi investor jangka panjang semestinya tidak perlu terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita yang terdapat dimedia massa. Sedangkan mengenai berita subscription (penyertaan reksa dana), atau sebaliknya redemption (penarikan), seharusnya bukanlah berita penting bagi para investor. Sebab, bagi investor jangka panjang, berita-berita itu bukan dan tidak lagi menjadi salah satu indikator relevan bagi mereka. Di negara lain, kebanyakan para investor produk semacam reksa dana juga berpandangan seperti ini. Mereka tidak terpengaruh oleh pendaftaran atau penarikan reksa dana.

Yang menarik perhatian bagi investor adalah memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan, dan fundamentalnya. Meski begitu, yang tak kalah penting adalah diversifikasi investasi. Untuk meminimalkan dampak atau resiko investasi, investor perlu melakukan diversifikasi investasi. Investor bisa menyimpan dana sebesar 80 persen dalam bentuk deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan untuk membeli saham. Investasi saham ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau bisa pula komposisi sebaliknya.

Namun, investor perlu membaca situasi dan mengalihkan investasi ketika salah satu porsi portofolio berkurang. Misalnya, saat harga saham sedang jatuh sehingga portofolio efek menjadi 10% dan deposito 90%. Namun, pada akhir tahun, investor bisa menarik 10% dana deposito dan disuntik lagi ke saham sehingga porsi kembali imbang 80:20. Biasanya, return berpotensi lebih besar jika investor memakai investasi berimbang.



Demi meningkatkan artikel ataupun materi-materi yang ada, kami selalu mengharapkan dan sangat menghargai komentar-komentar Anda.
Name:
Email:
URL:
 
New Code  

Perencanaan Investasi

28 JUL 2011    DIBACA:2258    OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Dalam Merencanakan investasi dana yang kita miliki, bukanlah sebuah perkara yang mudah bagi sebagian orang. Mengapa ? Jangankan untuk memulai berinvestasi, mendengar kata investasi saja mungkin sudah alergi. Dalam beberapa bulan yang lalu, kita pernah mendengar sebuah berita yang mengenai hilangnya dana para nasabah disebuah Bank swasta, pembobolan rekening dan investasi bodong marak...

Market Selalu Berulang

27 JUL 2012    DIBACA:4608    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:PASAR FOREX

Trading forex merupakan permainan peluang dan probabilitas. Banyak yang bertransaki profit, namun tidak sedikit yang merugi akibat tidak mampu mengimbangi gejolak pasar. Karena market akan bergerak sesuai permintaan dan penawaran, maka pola dari market akan selalu membentuk perulangan yang sama. Kadang pada saat market sedang berfluktuatif beberapa dari trader akan bingung untuk...

Sebuah Sorotan: Antara Perjudian Dengan Perdagangan, Gambler vs Trader, Gambling Dan Trading (1)

7 JAN 2013    DIBACA:2134    OLEH:RACHMAT    KATEGORI:INVESTASI

Dalam catatan ini, penulis mencoba menguraikan tentang berbagai jenis aktivitas usaha untuk membedakan mana usaha yang sungguh-sungguh, dan mana yang hanya sebuah "usaha". Dalam uraian ini, penulis mencoba menyoroti proses-proses yang dilakukan oleh sebagian orang. Usaha yang dianggap dapat memberkan penghasilan: berjudi atau ber-trading...

Ciri-Ciri Seorang Spekulator

15 APR 2013    DIBACA:1780    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Banyak orang yang tidak menyadari kalau dirinya seorang spekulator. Setiap transaksi yang dilakukan trader akan memiliki kemungkinan apakah permainannya berbentuk spekulasi atau tidak. Di artikel ini kita akan membahasnya mengenai ciri khusus yang dilakukan oleh seorang spekulator. Bagaimana kelanjutannya? Yuk kita lihat di ulasan berikut ini....

Level-level Fibonanci Retrecement

8 MAY 2013    DIBACA:1849    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:FIBONACCI

Pada beberapa penggunaan level, biasanya terdapat tingkatan angka fibo yang paling penting. Tingkat Fibonacci retracement memiliki persentase yang dianggap paling penting oleh pedagang adalah: 38,2% dan 62,8%. Sedang persentase retracement lainnya yang agak penting adalah : 75%, 50%, dan 33%. Jadi bagaimana pedagang dapat menggunakannya?1. Sebagai Penentu Stop LossJika tiga atau lebih...

ECB Dan Program LTRO

6 JUL 2014    DIBACA:828    OLEH:MARTIN    KATEGORI:BANK SENTRAL DUNIA

LTRO adalah program pinjaman jangka panjang dengan bunga rendah yang diberikan oleh ECB kepada bank-bank di kawasan Euro. Tujuan dari program LTRO adalah menjaga likuiditas bank-bank di kawasan Euro dan memperkecil yield bond negara-negara di kawasan....

Mengenal Index S&P 500

10 JUL 2014    DIBACA:330    OLEH:MARTIN    KATEGORI:BANK SENTRAL DUNIA

Indeks S&P 500 atau Standard & Poor’s 500 adalah salah satu indeks saham yang populer dan banyak diperdagangkan. Komposisi saham S&P 500 lebih besar dari Dow Jones 30 dan bobot dari tiap saham diperhitungkan secara proporsional....

Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Jurnal Trading Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Trading Otomatis Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator


Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas
Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com
 
FOLLOW US
SHARE
ADS