Pengertian Simple Moving Average

  By: Bayu   View: 26595    Moving Average  

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai Simple Moving Average yang banyak digunakan oleh trader di seluruh dunia. Simple Moving Average (SMA) adalah salah satu jenis indikator Moving Averages yang paling sederhana untuk trading. Pada dasarnya, Simple Moving Average dihitung dengan menjumlahkan beberapa harga penutupan terakhir, disini saya sebut X periode, dan kemudian membagi jumlah tersebut dengan X. Hasilnya akan menjadi rata-rata bergerak yang terus berubah seiring dengan perjalanan waktu, selama harga masih dimunculkan oleh pasar.

 

Pengertian Simple Moving Average

Apabila Anda merencanakan dalam jangka waktu 5, maka Simple Moving Average pada grafik 1-jam, Anda akan menambah harga penutupan selama 5 jam terakhir, dan kemudian membagi jumlahnya dengan 5. Voila! Anda memiliki harga penutupan rata-rata selama lima jam terakhir. Rumus ini sama dengan cara penghitungan Moving Averages pada umumnya. 

Apabila Anda plot secara sederhana 5-Simple Moving Average pada grafik 10 menit, maka Anda akan menambah harga penutupan dari 50 menit terakhir dan kemudian bagi jumlahnya dengan 5. Namun, apabila Anda plot jangka waktu 5-Simple Moving Average pada grafik 30 menit, maka Anda akan menambah harga penutupan dari 150 menit terakhir dan kemudian bagi jumlahnya dengan 5. Hal yang sama juga berlaku untuk perhitungan Simple Moving Average pada time frame yang lebih tinggi.

Pada paket charting kebanyakan, Simple Moving Average akan dihitung secara otomatis oleh software, sehingga memudahkan Anda sebagai trader. Meski demikian, cara menghitung Simple Moving Average itu sangat penting untuk dipahami, agar Anda akan mengetahui cara mengedit dan tweak pada indikator tersebut. Memahami bagaimana cara memahami indikator tersebut bekerja, berarti Anda sudah dapat mengatur dan menciptakan strategi yang berbeda, maupun menggunakannya dalam trading.

Berikut adalah contoh bagaimana Simple Moving Average memperlancar Anda dalam menganalisa pergerakan harga suatu pasangan mata uang.

SMA - twps2 - pendulangforex

 

Pada gambar grafik di atas, saya telah memasang tiga buah SMA yang berbeda pada chart 1 jam, pada pasangan mata uang USD/CHF. Seperti yang Anda lihat, semakin besar period SMA, maka akan semakin tertinggal harganya. Kemudian coba Anda perhatikan bagaimana 62-SMA berada lebih jauh dari pergerakan harga dibanding 30-SMA dan 5-SMA. Hal ini dikarenakan 62-SMA menambahkan hingga harga penutupan 62 periode terakhir dan kemudian membaginya dengan 62.

 

Indikator SMA Menunjukkan Arah Pergerakan Harga

SMA dalam gambar tersebut menunjukkan secara keseluruhan sentimen pasar pada titik waktu ini. Di sini, kita dapat melihat bahwa pasangan mata uang USD/CHF ini trennya sedang beranjak naik. Alih-alih hanya menunjukkan pergerakan harga pasar saat ini, Moving Average memberi kita pandangan yang lebih luas, dan kita sekarang dapat mengukur secara umum arah pergerakan suatu harga di masa depan.

Pada umumnya, trader menganggap harga sedang bullish (cenderung bergerak naik) jika harga sekarang berada di atas SMA. Sebaliknya, harga dianggap sedang bearish (cenderung bergerak menurun) jika harga sekarang berada di bawah SMA. Selain itu, persimpangan (crossover) yang muncul ketika SMA dengan periode terkecil (misalnya 5-SMA) melintasi SMA lainnya dengan periode lebih tinggi (misalnya 30-SMA dan 62-SMA), seperti yang nampak di sisi paling kiri pada gambar di atas, bisa dibaca sebagai awal dari pergerakan naik harga.

 

Kelemahan Indikator SMA

Dengan menggunakan SMA, kita bisa tahu apakah pasangan itu trennya sedang naik, turun, atau hanya sideway. Hanya saja, terdapat satu permasalahan pada Simple Moving Average, yaitu rentan terhadap lonjakan.

Ketika hal ini terjadi, maka akan timbul sebuah sinyal palsu pada chart yang kita amati. Dengan demikian, kita dapat berpikir bahwa tren baru akan segera berkembang, tetapi dalam kenyataannya, tidak ada yang berubah. Apabila Anda menggunakan indikator Simple Moving Average pada sistem trading Anda, sebaiknya menggunakan indikator tambahan seperti Oscillator untuk mengkonfirmasi pergerakan, agar tidak terjebak sinyal palsu.

 


Sebenarnya, ada banyak cara dalam menggunakan indikator Simple Moving Average. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak juga artikel 3 Cara Trading Dengan Moving Averages.







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 5