Menunggu Bubarnya Uni Eropa ( 3 ) - Uni Sovyet pun Akhirnya Harus Bubar

17 MAY 2012   DIBACA:5276  OLEH:RACHMAT    KATEGORI:JURNAL TRADING


" Jika negara-negara Eropa tidak siap untuk membantu sesama anggota Uni Eropa, mungkin sebaiknya mereka menghapus konsep satu mata uang bersama.  Masa depan seluruh negara anggota Uni Eropa sedang dipertaruhkan. Mereka harus menunjukkan keberanian, berbuat benar. Gunakan sebagian uang penyetor pajak untuk membantu negara yang lebih lemah. Atau sekalian saja keluar dari zona Eropa," 

demikian kata Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty kepada stasiun televisi CTV, seperti dikutip dari Financial Post (15/5/2012).

Taukah Anda Uni Sovyet ? 


Uni Soviet  adalah negara komunis yang pernah ada antara tahun 1922-1991 di Eurasia. Uni Soviet menganut sistem politik satu partai yang didominasi oleh Partai Komunis hingga 1990. Walaupun Uni Soviet sebenarnya adalah suatu kesatuan politik dari beberapa republik Soviet dengan ibu kota di Moskwa, nyatanya Uni Soviet menjelma menjadi negara yang pemerintahannya sangat terpusat dan menerapkan sistem ekonomi komando.

Namun kenapa Akhirnya Bubar ?


Hal ini terjadi karena adanya Ketidakpuasan masyarakat dan negara bagiannya terhadap kondisi-kondisi ekonomi yang dijalankannya.

Pada 1990 pemerintah Soviet praktis telah kehilangan seluruh kendali terhadap kondisi-kondisi ekonomi. Pengeluaran pemerintah meningkat dengan tajam karena semakin meningkatnya usaha-usaha yang tidak menguntungkan yang membutuhkan dukungan negara sementara subsidi harga konsumen juga berlanjut.

Perolehan pajak menurun karena perolehan dari penjualan vodka merosot drastic karena kampanye anti alkohol dan karena pemerintahan republik dan pemerintah-pemerintah setempat menahan perolehan pajak dari pemerintah pusat di bawah semangat otonomi regional. Penghapusan kontrol pemerintah pusat terhadap keputusan-keputusan produksi, khususnya dalam sektor barang-barang konsumen, menyebabkan runtuhnya hubungan pemasok-produsen sementara hubungan yang baru tidak terbentuk. Jadi, bukannya merampingkan sistem, program desentralisasi Presiden Gorbachev menyebabkan kemacean-kemacetan produksi yang baru.

Disisi lain hancurnya Uni Sovet karena adanya perang dingin antara Uni Sovyet dengan Amerika serta dengan Eropa Timur. Sedang perang fisiknya,  Uni Sovyet mengalami kekalahan atas perang Uni sovyet vs Afganistan. Hampir 10 tahun Uni sovyet berusaha mempertahankan pemerintahan Marxis Afganistan, yaitu Partai Demokrasi Rakyat Afganistan, menghadapi mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan. Uni Soviet mendukung pemerintahan Afganistan, sementara para mujahidin mendapat dukungan dari banyak negara, antara lain Amerika Serikat dan Pakistan.

Pasukan Soviet pertama kali sampai di Afganistan pada tanggal 25 Desember 1979, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada tanggal 2 Februari 1989. Uni Soviet lalu mengumumkan bahwa semua pasukan mereka sudah ditarik dari Afganistan pada tanggal 15 Februari 1989. Karena banyaknya biaya dan akhirnya kesia-siaan konflik ini, Perang Soviet-Afganistan sering disamakan sebagai padanan Uni Soviet daripada Perang Vietnam Amerika Serikat.

Perang  Fisik ini memiliki dampak yang sangat besar, dan merupakan salah satu faktor Bubarnya  Uni Soviet pada tahun 1991.

Bagaimana dengan Uni Eropa ?

Kita tahu bahwa krisis utang Eropa berasal dari Yunani, yang kemudian merembet  kenegara yang berada di kawasan Eropa seperti  Irlandia dan Portugal

Ketiga negara tersebut memiliki utang yang lebih besar dari GDP-nya, dan juga sempat mengalami defisit (pengeluaran negara lebih besar dari GDP). Krisis mulai terasa pada akhir tahun 2009, dan semakin seru dibicarakan pada pertengahan tahun 2010. Pada tanggal 2 Mei 2010, IMF akhirnya menyetujui paket bail out (pinjaman) sebesar €110 milyar untuk Yunani, €85 milyar untuk Irlandia, dan €78 milyar untuk Portugal.

Krisis Yunani kemungkinan merupakan buah dari kesalahan kebijakan pemerintahnya di masa lalu. Pada tahun 1974, Yunani memasuki babak baru pemerintahan, dari junta militer menjadi sosialis (kalau di Indonesia seperti peralihan dari pemerintah orde lama ke orde baru). Pemerintah baru ini kemudian mengambil banyak utang untuk membiayai subsidi, dana pensiun, gaji PNS, dll. Utang tersebut terus saja menumpuk hingga pada tahun 1993, posisi utang Yunani sudah diatas GDP-nya, dan sampai sekarang pun masih demikian. Saat ini utang Yunani diperkirakan telah mencapai 120% dari posisi GDP-nya, dimana banyak analis yang memperkirakan bahwa data yang sesungguhnya kemungkinan lebih besar dari itu.

Hingga awal tahun 2000-an, tidak ada seorang pun yang memperhatikan fakta bahwa utang Yunani sudah terlalu besar. Malah dari tahun 2000 hingga 2007, Yunani mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 4.2% per tahun, yang merupakan angka tertinggi di zona Eropa, hasil dari membanjirnya modal asing ke negara tersebut. Keadaan berbalik ketika pasca krisis global 2008 dimana negara-negara lain mulai bangkit dari resesi, dua dari sektor ekonomi utama Yunani yaitu sektor pariwisata dan perkapalan, justru mencatat penurunan pendapatan hingga 15%. Orang-orang pun mulai sadar bahwa mungkin ada yang salah dengan perekonomian Yunani.

Keadaan semakin memburuk ketika pada awal tahun 2010, diketahui bahwa Pemerintah Yunani telah membayar Goldman Sachs dan beberapa bank investasi lainnya, untuk mengatur transaksi yang dapat menyembunyikan angka sesungguhnya dari jumlah utang pemerintah. Pemerintah Yunani juga diketahui telah mengutak atik data-data statistik ekonomi makro, sehingga kondisi perekonomian mereka tampak baik-baik saja, padahal tidak. Pada Mei 2010, Yunani sekali lagi ketahuan telah mengalami defisit hingga 13.6%. Salah satu penyebab utama dari defisit tersebut adalah banyaknya kasus penggelapan pajak, yang diperkirakan telah merugikan negara hingga US$ 20 milyar per tahun.

Kekhawatiran bahwa Yunani bisa saja mengalami default pun merebak. Ketika IMF memberikan pinjaman, IMF mengajukan beberapa syarat penghematan anggaran kepada Pemerintah Yunani. Diantaranya pemotongan tunjangan bagi PNS dan pensiunan, peningkatan pajak PPN hingga 23%, peningkatan cukai pada barang-barang mewah, bensin, rokok, dan minuman beralkohol, hingga perusahaan BUMN harus dikurangi dari 6,000 menjadi 2,000 perusahaan saja. Kebijakan yang sangat sulit untuk diterapkan, tentu saja. Pada bulan yang sama ketika Pemerintah Yunani mengumumkan kebijakan penghematan anggaran, rakyat Yunani langsung menggelar unjuk rasa besar-besaran di Athena untuk menolak kebijakan tersebut. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai apakah Pemerintah Yunani berhasil dalam menerapkan berbagai kebijakan diatas atau tidak. Salah satu lembaga pemeringkat utang terkemuka, Moody’s, masih menetapkan rating utang Yunani pada salah satu level terendah, yaitu CCC.

Kekhawatiran atas kemungkinan default Yunani segera merembet ke negara Eropa lainnya, dan yang menjadi sasaran tembak pertama adalah Irlandia. Sejak awal tahun 2000-an, enam bank terbesar di Irlandia telah menyalurkan kredit besar-besaran ke sektor properti, hingga menyebabkan bubble. Ketika terjadi krisis mortgage di AS pada tahun 2008, seketika itu pula bubble tersebut meledak. Pada tanggal 29 September 2008, Pemerintah Irlandia menerbitkan obligasi dengan jangka waktu 1 tahun untuk menalangi kredit macet di enam bank diatas. Setahun kemudian, oblogasi tersebut diperpanjang, bersamaan dengan peluncuraan ‘National Asset Management Agency’ (semacam BPPN kalau di Indonesia).

Pada Mei 2010, IMF akhirnya turun tangan, dan Moody’s menurunkan rating utang bank-bank di Irlandia menjadi junk status. Seperti kepada Yunani, IMF juga meminta syarat kebijakan penghematan anggaran kepada Pemerintah Irlandia. Pada September 2010, Pemerintah Irlandia masih belum mampu membayar obligasi tersebut, dan kembali memperpanjang waktu jatuh temponya. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan obligasi tersebut akan dilunasi.

Di Portugal, ceritanya lain lagi. Sejak tahun 1974, Pemerintah Portugal mencatat pengeluaran besar-besaran untuk keperluan yang sebenarnya tidak perlu, bisa kita katakan sebagai pemborosan APBN, seperti biaya untuk membayar pihak-pihak tertentu yang menjadi makelar atau konsultan pada proyek-proyek pemerintah yang dikerjakan bersama dengan pihak swasta . Selama hampir 40 tahun, Pemerintah terus saja merekrut PNS hingga mencapai jumlah yang tidak efektif, dan membayar gaji dan tunjangan yang terlalu besar bagi pejabat tinggi negara, belum termasuk gaji besar untuk para eksekutif di BUMN. Pemborosan anggaran ini sebenarnya sudah dikritisi oleh publik Portugal sejak lama, namun sayangnya Pemerintah Portugal tidak melakukan tindakan apapun untuk mencegah terjadinya krisis, hingga akhirnya negara harus menghadapi kemungkinan terjadinya kebangkrutan pada awal tahun 2011.

Ketika Portugal menerima paket bail out dari IMF, Portugal juga diharuskan untuk menghemat anggaran, salah satunya dengan menghapus pembagian dividen pada Portugal Telecom (Telkom-nya Portugal). Seperti Irlandia, Moody’s juga menurunkan rating utang Portugal menjadi junk status. Lebih parah, Moody’s bahkan memperkirakan bahwa Portugal bisa saja membutuhkan bail out kedua, agar negara tersebut terhindar dari default.

Diluar tiga negara diatas, kondisi ekonomi dari negara-negara di Eropa masih relatif secure, kecuali ikut terkena dampak akan kekhawatiran investor bahwa negara-negara besar dan maju di Eropa seperti Perancis, Italia, Inggris, dan Spanyol, mungkin saja mengalami masalah yang kurang lebih sama, hanya saja belum ketahuan.

***

Kondisi Uni Eropa saat ini tidaklah jauh dengan kondisi Ekonomi  sebelum  Uni Sovyet Bubar. Ekonomi Uni Eropa berada dalam kondisi perekonomian yang carut marut bahkan bisa jadi lebih parah dibanding dengan Uni Sovyet dulu. kedepan. Jika saja Kondisi Uni eropa terus dalam kondisi seperti ini. Uni Eropa Bisa runtuh atau Bubar. Dimana secara perlahan Negara negara yang berada dikawasan tersebut keluar dari Zona eropa dan meninggalkan Mata uang Euro. Inilah prediksi atas Bubarnya Uni Eropa akibat carut marutnya kondisi perekonomian kawasan tersebut.

 

ling terkait :

Menunggu Bubarnya Uni Eropa ( 2 )

Menunggu Bubarnya Uni Eropa ( 1 )

Prospek EUR/USD Ditahun 2012 ( Sekedar analisa )




ARTIKEL KATEGORI JURNAL TRADING LAINNYA

Untuk Tahun Ini (2013), Emas Di US$1.450

9 APR 2013   DIBACA:1134    OLEH:RACHMAT

Setelah Penurunan Jauh, Emas Kembali Dikoleksi

29 APR 2013   DIBACA:1543    OLEH:RACHMAT

Rally USD/CAD Berdasarkan Elliott Wave

19 APR 2012   DIBACA:1830    OLEH:RACHMAT

Kilas Balik Pasar 2011 (Sorotan Atas Permasalahan Uni Eropa)

26 DEC 2011   DIBACA:2021    OLEH:RACHMAT

Demi meningkatkan artikel ataupun materi-materi yang ada, kami selalu mengharapkan dan sangat menghargai komentar-komentar Anda.
Name:
Email:
URL:
 
New Code  

Mengenal European Central Bank (ECB)

23 APR 2014    DIBACA:43    OLEH:MARTIN    KATEGORI:EKONOMI FOREX

Aspek yang unik dari kawasan Euro adalah bahwa negara-negara anggota tersebut sepakat untuk mengelola kebijakan moneternya dengan membentuk sebuah bank sentral yaitu European Central Bank (ECB). ECB mempunyai satu tugas yaitu menjaga tingkat inflasi. Ketika CPI kawasan tidak seperti yang diharapkan maka EUR akan melemah..

Aspek Fundamental Dalam Trading Forex (4)

22 APR 2014    DIBACA:79    OLEH:MARTIN    KATEGORI:ANALISA FUNDAMENTAL

Pada bagian ke 4 ini akan dibahas mengenai 3 data fundamental penting yang mempengaruhi permintaan akan mata uang suatu negara, yaitu produk domestik bruto atau Gross Domestic Product (GDP), tingkat inflasi atau Consumer Price Index (CPI) dan data tenaga kerja atau Employment figures. Ke 3 indikator tersebut mencerminkan..

2 Dasar Analisa Forex

19 MAR 2013    DIBACA:583    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:ANALISA FUNDAMENTAL

Forex trading memiliki potensi besar untuk meniti karir yang menguntungkan dan memuaskan. Yang akan membiarkan Anda memiliki gaya hidup santai namun menguntungkan tanpa harus memiliki ijazah atau beberapa sertifikasi khusus.Namun Forex trading pun tidak mudah, mungkin sederhana untuk memasukkan dan menempatkan open posisi..

Trading Dengan Moving Averages

27 JUL 2012    DIBACA:1260    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:MA

Salah satu indikator yang paling dikenal oleh trader adalah dengan memanfaatkan Moving Averages. Indikator ini memiliki fungsi untuk memprediksi pergerakan jangka panjang. Perhtingan yang digunakan oleh indikator adalah dengan menghitung rata-rata pergerakan suatu pair. Moving averages merupakan indikator yang mudah digunakan,..

Camarilla Pivot Point

31 JUL 2012    DIBACA:793    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:PIVOT POINT

Dari pengalaman para trader, market dapat diidentifikasi secara jangka pendek dengan memperhatikan chart Daily. Pada chart ini pergerakan harga akan lebih mudah diketahui pergerakan trend ketimbang time frame lainnya.Kali ini Anda akan mempelajari dari tool indikator Camarilla Pivot Point. Camarilla merupakan bentuk variasi..








PILIH KATEGORI ARTIKEL



HEADLINE NEWS

kiwi

Suku Bunga RBNZ Kembali Diangkat, Kiwi Menguat

24 APR 2014 DIBACA:122

Notulensi MPC BOE Catat Perbedaan Pandangan Mengenai Inflasi Inggris
Danske Bank: Divergensi Kebijakan ECB Dan The Fed Sebagai Katalis Utama Euro
Inilah Pengaruh PMI Zona Euro Pada Pergerakan Euro Besok
Headline News Lainnya




FOLLOW US
SHARE
ADS