Pyramiding - Strategi Money Management Guna Memperbesar Keuntungan

  By: Martin   View: 8791    Money Management  

Kita akan membahas mengenai penambahan posisi dalam trading yang sedang dalam posisi untung tanpa memperbesar resiko. Cara ini disebut dengan 'scale in' atau 'pyramid'. Pada prinsipnya, dengan cara ini kita membuka posisi baru sebagai tambahan pada posisi kita sebelumnya yang sudah untung dan masih dalam keadaan open, tanpa memperbesar resiko, bahkan bisa tanpa resiko, dan menambah potensi keuntungan kita. Acapkali strategi ini bisa berjalan dengan baik. (Note: 'scale in' atau 'pyramiding in' bisa diartikan dengan penambahan posisi).

manajemen uang
Ada ungkapan 'cut kerugian sekecil mungkin dan biarkan keuntungan sebesar mungkin', tapi bagaimana kita menerapkannya? Disini kita akan melihat bagaimana cara scale in yang benar pada posisi trading yang sedang untung sehingga kita bisa memaksimalkan keuntungan. Jika kita cermati, pergerakan beberapa mata uang utama belakangan ini menunjukkan pergerakan trend yang begitu bagus. Dengan memanfaatkan pergerakan trend yang kuat tersebut kita bisa menerapkan strategi ini untuk memaksimalkan keuntungan dalam trading.

Cara aman untuk scale in pada posisi trading yang sedang untung

Pada dasarnya ada 2 cara untuk menambah posisi pada suatu posisi trading yang sedang untung dan masih open:
1. Cara yang kurang bijak: scale in ke posisi trading, tetapi tidak merubah level stop loss keatas atau kebawah untuk memperkecil resiko sebelumnya, sehingga bisa malahan menambah resiko, yang semestinya kita hindari.
2.Cara smart: scale in ke posisi trading pada level yang telah kita tentukan, dan dengan mengubah-ubah level stop loss setiap kali kita masuk posisi baru, sehingga resiko kita tidak akan pernah lebih dari yang telah kita sepakati, misalnya kita namakan 1R (1R=besarnya resiko per trade).

Satu hal yang perlu diketahui dalam menggunakan cara pyramid: jangan karena kita punya kesempatan untuk scale in pada posisi trading yang sedang untung maka kita harus melakukannya. Cara ini tidak selalu mulus bisa berjalan dengan baik. Pada umumnya, kita bisa menggunakan cara pyramid ini bila trend pergerakan harga pasar sangat kuat, atau pada pergerakan harga intra-day yang kencang. Tetapi jika keadaan market sedang ranging (bergerak dalam range tertentu) atau trending tapi cenderung choppy, trendnya lemah dan meragukan, tidak dianjurkan untuk menggunakan cara ini.

Karena kita akan membuka posisi-posisi baru, maka kalau pergerakan harga pasar sesuai prediksi, breakeven point keseluruhan posisi tersebut tentu akan semakin mendekati harga pasar saat ini (running price). Untuk meminimalkan kerugian jika ternyata harga bergerak berlawanan, kita bisa merubah level stop loss posisi kita sebelumnya, agar resiko 1R yang telah kita tentukan tidak bertambah. Banyak trader yang menemui kesulitan ketika menggunakan cara ini karena tidak merubah level stop lossnya untuk mengurangi resiko.

Sebagai contoh, kita perhatikan EUR/USD yang sedang bergerak downtrend seperti pada gambar berikut :

Pyramiding
Kita open sell pada harga 1.2550. Terlihat jelas bahwa 1.2625 adalah level yang kuat dan bisa dianggap sebagai key level, dan kita bisa menentukan stop loss diatas level ini, misalnya di 1.2650. Kita selalu dianjurkan untuk memasang stop loss terlebih dahulu sebelum menentukan target keuntungan, karena risk management sebetulnya adalah hal yang paling penting dalam forex trading. Kita tidak akan pernah memperoleh keuntungan yang memadai tanpa menerapkan risk management dengan benar pada setiap posisi trading kita.

Di sini tidak tampak level support yang signifikan kecuali level 1.1900 pada periode sebelumnya (bisa dilihat pada chart weekly EUR/USD), sehingga kita bisa leluasa untuk menentukan target profit yang lebih besar sambil memprediksi apakah trend akan berbalik. Misalkan kita tentukan resiko sebesar $200, dengan open 2 mini lot pada level 1.2550, maka stop loss kita adalah 100 pip. Resiko kita: 100 pip X 2 mini lot (1 mini lot=$1 per pip)= $200

Kita tentukan risk/reward ratio sebesar 1:3, berarti target profitnya 300 pip pada level 1.2250.
Rencana kita akan menambah 2 posisi lagi. Pertama jika telah untung 100 pip dan kedua jika keuntungan mencapai 200 pip. Cara ini bisa diterapkan karena pergerakan downtrend yang sangat kuat dan dari analisa kita masih akan berlanjut.

Pyramiding

Harga ternyata bergerak sesuai prediksi, dan kita akan scale in lagi pada level 1.2450 sebanyak 2 mini lot (20k), sehingga position size kita sekarang adalah 40k atau $4 per pip. Jika target profit kita 1.2250 kena, maka potensi reward bertambah menjadi $1000. Karena kita telah menggeser stop loss ke bawah pada level 1.2550 dan mengatur stop loss posisi yang baru tersebut pada level yang sama, maka posisi kita sebelumnya kini telah breakeven. Resiko keseluruhan tetap $200.

Pyramiding
Kita akan terapkan strategi pyramid ini dengan open posisi sell 2 mini lot lagi pada level 1.2350 sehingga total posisi kita sekarang adalah 60k atau $6 per pipnya. Jika target profit pada 1.2550 kena, potensi reward kita adalah $1200, atau 2 kali dari saat awal open posisi. Bagaimana dengan resiko kita?

Stop loss kedua posisi bisa digeser ke 1.2450 sehingga kita telah mengunci keuntungan $200 pada posisi pertama, sedang posisi kedua breakeven. Dengan demikian resiko yang $200 pada posisi pertama telah terkompensasi menjadi $0, atau breakeven trade. keuntungan akan lebih besar jika semua posisi kita breakeven. Yang menarik disini adalah kita bisa menambah keuntungan kita tanpa memperbesar resiko.

Harga masih bergerak sesuai prediksi kita dan target profit 1.2250 kena. Ketiga posisi tersebut sekarang kita tutup dan risk/reward ratio bersih adalah 1:6. Resiko kita tidak akan pernah melebihi $200 seperti yang telah kita tentukan sebelumnya yakni sebesar 1R, sedang keuntungan yang diperoleh adalah $1200.

Contoh ini menunjukkan bagaimana kita memperoleh manfaat dari trend gerakan harga pasar yang begitu kuat:

Pyramiding

 

Kenapa tidak keluar selagi masih untung ?

Mungkin kita berfikiran untuk keluar dari pasar selagi masih untung. Saya berpendapat hal itu kurang bijaksana sebab jika kita keluar saat harga masih bergerak sesuai prediksi, berarti kita hanya akan mendapatkan sebagian saja dari keuntungan yang seharusnya bisa didapatkan. Jika kita keluar selagi masih untung, berarti kita dengan sengaja membatasi keuntungan; sedang dalam trading, kita dianjurkan untuk benar-benar memaksimalkan keuntungan sambil tetap membatasi resiko.

Sebagai penutup, perlu digarisbawahi bahwa kita tidak harus scale in pada tiap trade yang sedang untung. Harus dipertimbangkan apakah potensi arah trend dan kekuatannya mendukung prediksi kita, jadi tidak hanya sekedar untung-untungan saja.

Jika kita lihat EUR/USD dan mata uang utama lainnya dalam beberapa minggu terakhir ini (misal pada 31 Mei 2012) tampak bahwa pergerakan harganya sangat menunjang untuk menerapkan strategi scale in atau pyramid. Kondisi pasar seperti itu jarang terjadi, dan kita bisa selalu mengamati pasar dan menambah posisi dalam trading tanpa memperbesar resiko.




Artikel Money Management


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 8
  • Penjelasan yang sangat bagus dan informatif. Cara seperti ini sangat perlu untuk memaksimalkan profit dari posisi harga yang sedang tren.
    Just Farid
    10 NOV 2012
  • wah trnyt geser2 posisi sl bs nmbh propit nie... menarik bgt utk dipelajari n diterapkan....
    nie artinya kalo yg diubah tpnya n slnya g digeser bs disbut cr yg krg bijak y?
    Ew_santosa
    16 APR 2013
    @ew_Santosa:
    Yang digeser level stop lossnya, kalau level take profit ditentukan dari risk/reward ratio. Yang harus diperhatikan adalah resikonya (SL) dulu, paling tidak bisa menggeser sampai level break evennya. Untuk trend yang sedang kuat tidak perlu khawatir level TP.
    Martin S
    17 APR 2015
  • kayaknya ini mesti butuh analisis yang kuat atau bahkan liat data fundamental yang strong banget impact-nya biar caranya berhasil. karena kalau trennya nggak kuat-kuat amat strategi yang disusun bisa nggak berhasil. padahal penguatan tren kayak gitu lebih jarang terjadi, apalagi aksi ambil untung kayak gitu kurang baik juga dibiasain
    Hanieff
    23 JUL 2013
  • @Hanieff: yah cara ini dianggap sebagai alternatif saja untuk memperbesar peluang profit saat tren sedang berlangsung. kalau benar bisa seperti itu kan bisa panen profit juga. tapi menurut saya meneruskan peluang profit itu hal yang bagus karena melewatkan kesempatan yang ada itu bisa jadi hal yang sangat disesali di kemudian hari.
    Ellias Fajrul
    26 JUL 2013
  • @ellias, mungkin pas bener ada pola yang seperti ni bisa bermanfaat banget. tapi yang namanya situasi pasar kan nggak ada yang bisa perkirain secara pasti. iya kalo bisa konsisten pake cara ini terus, kalo suatu saat kebiasaan trading yang nggak keluar2 pasar ni dipertahanin buat lihat pembalikan meskipun posisinya udah loss kan bisa tambah merugikan tuh...
    Hanieff
    30 JUL 2013
  • Asik juga ya kalo ngebayangin open bertumpuk-tumpuk apalagi yang sesuai harapan..hehehe. Cara meminimalisir loss dengan menggeser-geser SL bisa jadi tips tambahan..nih. Makasih pak penulis atas ide ini. Semoga ada ide tambahan lg untuk mengetahui awal pergerakan tren yang kuat....hehehe  
    Yayaya
    16 APR 2015
  • @yayaya:
    Ya, posisi open yang bertumpuk-tumpuk dan semuanya profit itu memang impian para trader. Semoga Anda juga bisa mengalami seperti itu.

    Untuk mengetahui awal pergerakan trend yang kuat, didalam pasar forex sulit dilakukan, kalau di pasar saham agak mudah, Anda tinggal lihat volume tradingnya saja. Kalau yang buy terus bertambah maka uptrendnya bakalan kuat dan terus berlangsung sampai volume buy berkurang.

    Di pasar forex yang bisa Anda lakukan adalah mengetahui kekuatan trend dengan indikator ADX dikombinasikan dengan besarnya range dengan indikator ATR, jadi misalnya ADX semakin tinggi dan range semakin besar (ATR semakin tinggi) berarti trend semakin kuat, tetapi kalau ATR-nya makin rendah (berkurang) berarti kekuatan trend mulai menurun.
    Martin S
    8 MAY 2015
  • Pak, saya numpang nanya, berhubung saya baru blajar forex akhir2 ini, saya seringkali menemukan istilah2 baru, nah pertanyaan saya, apa ini sama seperti metode reverse martingale, koq mirip2 ya, dobel profit waktu menang kan?
    Abdul Hamid
    23 MAY 2016
    @ Abdul Hamid :
    Memang metodenya sama, tetapi pada reverse martingale atau anti-martingale ukuran lot yang dibuka 2 kali dari sebelumya, sedang pada pyramiding sama dengan ukuran lot sebelumnya, jadi anti-martingale akan lebih menguntungkan kalau pergerakan harga sesuai dengan yang kita harapkan.

    Namun jika pergerakan harga mendadak berbalik arah maka hasil profit sebelumnya yang diperoleh dari metode anti-martingale akan hilang karena lot terakhir adalah lot yang terbesar dan kerugiannya akan besar juga, sementara untuk metode pyramiding tidak demikian karena ukuran lot pada semua posisi yang kita buka sama besar.
    Martin S
    28 JUN 2016

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.