OctaFx

Cara Menentukan Take Profit

  By: Martin   View: 12824    Trading Plan  

Jika Anda punya posisi dalam trading dan kebetulan Anda memonitor, kalau ternyata dalam keadaan profit mungkin sekali Anda akan menghitung dulu berapa pip yang Anda peroleh sebelum mengambil keputusan untuk closing. Itu jika Anda tidak menerapkan profit taking plan, dan keputusan take profit hanya berdasarkan emosi.

Pada artikel ini dicontohkan cara menentukan take profit (target profit) sekaligus memutuskan untuk exit dengan cara sederhana, relatif mudah tetapi cukup efektif, yaitu dengan melihat setup price action sebagai sinyal serta indikator moving average sebagai pendukung, serta cara mengamankan posisi yang sudah profit dan masih open.


Take Profit Berdasarkan Emosi dan Take Profit Berdasarkan Logika

Dalam kenyataannya, banyak trader yang take profit hanya karena tekanan emosional, tidak menuruti exit target yang telah disepakati sebelumnya dalam trading plan, atau bahkan mungkin tanpa target dan tidak terencana. Akibatnya take profit yang dihasilkan karena emosi jauh lebih kecil dari yang seharusnya bisa diperoleh, di samping seringnya merasa ragu dan kadang panik ketika pergerakan harga berbalik arah. Sebaliknya trader yang disiplin menerapkan trading plan dengan exit target yang terencana mendapatkan profit sesuai dengan risk/reward ratio yang telah ditetapkan, tanpa keraguan atau panik.

GBP/USD daily pada gambar berikut mencontohkan bagaimana seorang trader yang ragu atau mungkin segan take profit ketika pergerakan harga telah mencapai area puncaknya, dan mengabaikan petunjuk indikator moving average, hingga profit yang seharusnya bisa diperoleh benar-benar hangus.

Kalaupun nantinya harga akan kembali naik, itu masalah lain lagi, karena secara logika dilihat dari posisi open-nya, trader tersebut seharusnya sudah bisa take profit atau mengunci profit (dengan menggeser stop loss level/trailing stop loss) pada risk/reward ratio 1:2 atau 1:3 di area (2).


Cara Menentukan Take

 

Biarlah Pasar Menentukan Pergerakannya Sendiri

Banyak trader yang exit secara manual karena pergerakan harga mulai melawan posisinya, tetapi kemudian berbalik lagi setelah eksekusi exit dilakukan, atau exit pada breakeven karena melihat gelagat harga yang akan berbalik, tetapi ternyata tidak. Trader tersebut berfikir seolah mereka tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga di pasar.

Baiklah, sebenarnya tak seorangpun tahu dan bisa memastikan pergerakan harga pasar, tak terkecuali para profesional trader yang paling top. Yang perlu dan penting kita lakukan adalah percaya sepenuhnya pada trading plan kita, dan risk / reward ratio yang telah kita sepakati. Biarlah pasar menentukan pergerakannya sendiri, kita sikapi dan siasati lewat strategi trading dan money management yang benar-benar telah teruji. Kita harus selalu meningkatkan kemampuan dalam membaca probabilitas pergerakan harga dalam kondisi pasar yang berbeda-beda. Jika kita mempermainkan pasar dengan sering buka posisi hingga overtrade, atau trading dengan asal-asalan, cepat atau lambat account kita akan sirna tidak peduli strategi take profit apapun yang kita terapkan.


Take Profit Pada Kondisi Pasar Trending

Jika kondisi pasar sedang trending dengan kuat, kita bisa meraup profit yang sangat signifikan dengan menggeser stop loss (trailing stop).
Contoh berikut AUD/USD daily dengan indikator ema 8 daily dan ema 21 daily sebagai support level dengan kondisi pasar uptrend.

Cara Menentukan Take


Take Profit Pada Kondisi Pasar Ranging (Sideway)

Pasar yang sideway ditandai dengan batas-batas range atas dan bawah. Kita menentukan level entry dan exit dengan formasi pin bar yang terbentuk pada batas-batas range tersebut. Sebagai contoh, perhatikan chart GBP/USD daily berikut:

Cara Menentukan Take

Menggunakan Risk/Reward Ratio

Walaupun sebenarnya tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga pasar, dari berbagai metode yang telah teruji, secara umum bila kondisi pasar sedang trending dengan sangat kuat, maka menerapkan trailing stop adalah strategi yang paling tepat guna meraup big profit. Stop loss kita geser mula-mula pada titik 1:2, kemudian 1:3, dan jika kondisi pasar masih memungkinkan tidak ada salahnya untuk ditingkatkan lagi.

 

Level target profit atau take profit biasanya ditentukan setelah resiko, dengan risk/reward ratio yang kita rencanakan. Namun dalam kenyataan target profit relatif bergantung pada kondisi pergerakan pasar. Trader pemula biasanya menentukan level target profit dengan perkiraan semata atau berdasarkan emosi, tanpa membaca pola pergerakan harga yang mungkin bisa terjadi. Nah, beberapa alternatif dalam artikel ini bisa memberikan opsi cara menentukan take profit yang lebih baik.








SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 11