Cara Menentukan Take Profit

  By: Martin   View: 10236    Trading Plan  

Jika Anda punya posisi dalam trading dan kebetulan Anda memonitor, kalau ternyata dalam keadaan profit mungkin sekali Anda akan menghitung dulu berapa pip yang Anda peroleh sebelum mengambil keputusan untuk closing. Itu jika Anda tidak menerapkan profit taking plan, dan keputusan take profit hanya berdasarkan emosi.

Pada artikel ini dicontohkan cara menentukan take profit (target profit) sekaligus memutuskan untuk exit dengan cara sederhana, relatif mudah tetapi cukup efektif, yaitu dengan melihat setup price action sebagai sinyal serta indikator moving average sebagai pendukung, serta cara mengamankan posisi yang sudah profit dan masih open.


Take Profit Berdasarkan Emosi dan Take Profit Berdasarkan Logika

Dalam kenyataannya, banyak trader yang take profit hanya karena tekanan emosional, tidak menuruti exit target yang telah disepakati sebelumnya dalam trading plan, atau bahkan mungkin tanpa target dan tidak terencana. Akibatnya take profit yang dihasilkan karena emosi jauh lebih kecil dari yang seharusnya bisa diperoleh, di samping seringnya merasa ragu dan kadang panik ketika pergerakan harga berbalik arah. Sebaliknya trader yang disiplin menerapkan trading plan dengan exit target yang terencana mendapatkan profit sesuai dengan risk/reward ratio yang telah ditetapkan, tanpa keraguan atau panik.

GBP/USD daily pada gambar berikut mencontohkan bagaimana seorang trader yang ragu atau mungkin segan take profit ketika pergerakan harga telah mencapai area puncaknya, dan mengabaikan petunjuk indikator moving average, hingga profit yang seharusnya bisa diperoleh benar-benar hangus.

Kalaupun nantinya harga akan kembali naik, itu masalah lain lagi, karena secara logika dilihat dari posisi open-nya, trader tersebut seharusnya sudah bisa take profit atau mengunci profit (dengan menggeser stop loss level/trailing stop loss) pada risk/reward ratio 1:2 atau 1:3 di area (2).


Cara Menentukan Take

 

Biarlah Pasar Menentukan Pergerakannya Sendiri

Banyak trader yang exit secara manual karena pergerakan harga mulai melawan posisinya, tetapi kemudian berbalik lagi setelah eksekusi exit dilakukan, atau exit pada breakeven karena melihat gelagat harga yang akan berbalik, tetapi ternyata tidak. Trader tersebut berfikir seolah mereka tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga di pasar.

Baiklah, sebenarnya tak seorangpun tahu dan bisa memastikan pergerakan harga pasar, tak terkecuali para profesional trader yang paling top. Yang perlu dan penting kita lakukan adalah percaya sepenuhnya pada trading plan kita, dan risk / reward ratio yang telah kita sepakati. Biarlah pasar menentukan pergerakannya sendiri, kita sikapi dan siasati lewat strategi trading dan money management yang benar-benar telah teruji. Kita harus selalu meningkatkan kemampuan dalam membaca probabilitas pergerakan harga dalam kondisi pasar yang berbeda-beda. Jika kita mempermainkan pasar dengan sering buka posisi hingga overtrade, atau trading dengan asal-asalan, cepat atau lambat account kita akan sirna tidak peduli strategi take profit apapun yang kita terapkan.


Take Profit Pada Kondisi Pasar Trending

Jika kondisi pasar sedang trending dengan kuat, kita bisa meraup profit yang sangat signifikan dengan menggeser stop loss (trailing stop).
Contoh berikut AUD/USD daily dengan indikator ema 8 daily dan ema 21 daily sebagai support level dengan kondisi pasar uptrend.

Cara Menentukan Take


Take Profit Pada Kondisi Pasar Ranging (Sideway)

Pasar yang sideway ditandai dengan batas-batas range atas dan bawah. Kita menentukan level entry dan exit dengan formasi pin bar yang terbentuk pada batas-batas range tersebut. Sebagai contoh, perhatikan chart GBP/USD daily berikut:

Cara Menentukan Take

Menggunakan Risk/Reward Ratio

Walaupun sebenarnya tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga pasar, dari berbagai metode yang telah teruji, secara umum bila kondisi pasar sedang trending dengan sangat kuat, maka menerapkan trailing stop adalah strategi yang paling tepat guna meraup big profit. Stop loss kita geser mula-mula pada titik 1:2, kemudian 1:3, dan jika kondisi pasar masih memungkinkan tidak ada salahnya untuk ditingkatkan lagi.

 

Level target profit atau take profit biasanya ditentukan setelah resiko, dengan risk/reward ratio yang kita rencanakan. Namun dalam kenyataan target profit relatif bergantung pada kondisi pergerakan pasar. Trader pemula biasanya menentukan level target profit dengan perkiraan semata atau berdasarkan emosi, tanpa membaca pola pergerakan harga yang mungkin bisa terjadi. Nah, beberapa alternatif dalam artikel ini bisa memberikan opsi cara menentukan take profit yang lebih baik.




Artikel Trading Plan


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 10
  • Ulasan mengenai penggunaan take profit ini sangat bermanfaat..
    Terima kasih atas petunjuknya
    Hari Santoso
    3 APR 2013
  • wdh rada reepot yaa kaloo trailing stop mesti manual gitu... kalo kita lagi gak tau pasar as trending yaa profit trading bisa gak kekunci tuh... kalo ada reversal bisa sia2 dong meskipun sempet profit banyak
    Sapta_wrc
    5 MAY 2013
    @ sapta_wrc:
    Dalam hal ini trailing pip-nya (besarnya pip untuk trailing stop) diubah jika level stop loss sebelumnya telah bergeser. Jadi jika terjadi reversal setelah sebelumnya trending dan level stop loss-nya bergeser, profit yang kita peroleh sebelumnya tetap terkunci dan tidak hilang.
    Sebagai referensi bisa baca: Menggunakan Fasilitas Trailing Stop.
    Martin S
    1 MAY 2015
  • @Sapta:Huum.. dari awal memang forex trading dipromosiin sebagai cara trading yg nggak menuntut bnyk waktu & tenaga,, tapi pada kenyataannya kalau ninggalin posisi yg lagi terfloating bawaannya jadi pingin nengokin chart terus, apalagi pas masih awal2 trading.
    Bella
    11 MAY 2013
  • @bella: kl spt itu y msti pake trading plan jngk pnjng dong biar kegiatan trdngx trjadwal. disiplin trdng kn jg trmsk saat yg tpt buat entri sm exit position. kl sblmnya udh diperkirain kn frekuensi kegiatan trdngx jg udh terukur.
    kl untk mnghdp situasi yg trending tu bs diantisipasi dgn perkiraan sblmnya. bs dr lihat data fundamental yg akan rilis atau lht dr jangka wkt trdg supaya bs exit posisi di momen yg pas
    Munir.mm
    4 JUN 2013
  • Jadi intinya saat kondisi trending maksimalkan profit lebih mudah dilakukan, sementara saat pasar ranging melebarkan profit sangat beresiko? Tapi bagaimana cara mengetahui trending akan berakhir dan akan segera mengalami reversal? Bagaimana cara yang sebaiknya dilakukan untuk menangani profit yang kemungkinan akan hilang tersebut?
    Anwar Mahardika
    9 JUL 2013
    @ Anwar Mahardika:
    Tanda-tanda keadaan trending akan berakhir adalah ketika trend-nya mulai melemah. Nah, untuk mengetahui kekuatan trend Anda bisa menggunakan indikator ADX. (Baca: Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX).
    Kalau kurva ADX sudah mulai turun dan nilainya sudah dibawah 25 maka sebaiknya Anda exit. Cara untuk memproteksi profit yang telah Anda peroleh adalah dengan exit ketika trend mulai melemah.
    Martin S
    1 MAY 2015
  • @anwar: kl ane biasax pake rsi gan, kl udh sampe level overbought/oversold (di 30/70) biasax si tren bkl berbalik. tp kl agan pke trailing stop, mskipn ada reversal lossx g bkl trlalu bnyak, cuz wkt trenx brlnjt posisi stop lossx jg ikut brpindah, jd sklgs ngunci profit d level itu jg.
    yg perlu diprhatiin y cmn penggunaan rasio risk/reward ja bwt mastiin kl prsnts rewardx lbh bsr, jd lossx msh bs trcover.
    Munir.mm
    11 JUL 2013
    @munir.mm:
    RSI untuk kondisi sideways (ranging), kalau untuk trending pakai indikator ADX.
    RSI bisa memberikan sinyal saat kondisi pasar trending dengan menggabungkan indikator Bollinger Bands ke RSI.
    Sebagai referensi bisa baca:
    - Sinyal Trading Dengan Indikator RSI
    - Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX
    Martin S
    1 MAY 2015
  • Mengenali pola candlestick untuk menentukan take profit saat kondisi sideways memang bisa jadi cara yang pa;ing disarankan disini. Mengenalinya tidak terlalu sulit kok.

    Penjelasan singkatnya mungkin bisa dipahami disini:
    http://www.seputarforex.com/belajar/sekolah/sd/kelas6/pola_pola_dasar_candlestick.php
    Hari Santoso
    22 SEP 2013
  • Fasilitas trailing stop kayaknya emang ampuh banget buat pasar trending. Sayang ane belum tau pasti cara makenya, dan kemungkinan bakal nggak ane terapin coz pake perhitungan pips segala. Apalagi pas nentuinnya pake risk reward ratio
    Endro
    8 NOV 2013
    @Endro:
    Pip dihitung berdasarkan besarnya resiko yang tela direncanakan, jadi sama dengan stop loss yang Anda gunakan. Risk/reward ratio tidak berpengaruh karena trailing stop hanya mengatur pergeseran level stop loss secara otomatis jika level stop tidak kena. Untuk take profit (reward) tetap seperti yang Anda tentukan (tidak berubah).
    Untuk penjelasannya bisa baca: Menggunakan Fasilitas Trailing Stop.
    Martin S
    19 APR 2015
  • @Endro: Sayang sekali jika trailing stop tidak dimanfaatkan untuk memaksimalkan peluang profit dalam trading. Ini kan sesuatu yang menguntungkan, jadi kenapa tidak dimanfaatkan saja?

    Lagipula penghitungan pips adalah hal yang wajar dan umum di forex trading. Bukan hanya untuk penghitungan stop loss dan take profit, kalkulasi pips juga dipakai dalam penghitungan spread dan komisi-komisi beroker lainnya yang didasarkan pada pergerakan harga.
    Hari Santoso
    12 NOV 2013
  • Oh begitu ya, saya awal-awal trading malah ndak tahu apa itu entry exit, cuma teken buy sell gitu saja, terus tunggu sampe angkanya hijau... Terimakasih infonya.
    Abdul Hamid
    7 JUN 2016

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.