Membuat Sebuah Trading Plan

  By: Martin   View: 7958    Trading Plan  

Bagi seorang trader trading plan sangat diperlukan untuk memperoleh hasil trading yang konsisten. Tetapi banyak trader yang beranggapan bahwa trading plan dapat dibuat secara cepat dan instan, bahkan cenderung mengabaikannya.

Salah satu faktor keberhasilan dalam trading forex adalah disiplin, dan hanya dengan trading plan yang dibuat secara benar dan obyektif seorang trader bisa berlatih untuk disiplin sesuai kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam planningnya. Dengan membuat trading plan, seorang trader telah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri jika hasil tradingnya tidak seperti yang diharapkan, dan bisa segera mengambil langkah yang terbaik pada account tradingnya tanpa ragu dan panik jika arah pergerakan harga pasar berlawanan dengan prediksi.

                         

Semakin Anda memaksakan diri untuk masuk pasar dengan analisa begitu banyak variabel teknikal maupun data fundamental yang ada di pasar, semakin hasil account trading Anda tidak konsisten. Hal itu merupakan rintangan psikologis yang harus diatasi oleh seorang trader. Kenyataan ini berhubungan langsung dengan konsep bahwa kesabaran dalam trading forex akan mendapatkan imbalan atau reward dari pasar. Bersabar menunggu sinyal price action yang terbentuk pada pasar akan meningkatkan tidak saja peluang sukses trade kita, tetapi juga rasa percaya diri, karena jika kita trading dengan metode yang akurasinya cukup bisa diandalkan seperti metode price action, maka secara alami akan menguatkan kepercayaan diri kita. Rintangan psikologi lain yang harus diatasi adalah rasa percaya diri yang berlebihan dan perasaan euforia, setelah memperoleh hasil yang cukup konsisten dalam trading kita. Inilah yang membedakan antara seorang trader profesional dan seorang trader yang belum cukup jam terbangnya. Trader profesional selalu sanggup menjaga perasaannya dan sadar sepenuhnya bahwa emosi tidak seharusnya dilibatkan dalam urusan trading.

Cara yang terbaik agar kita tidak melibatkan emosi dalam aktivitas trading adalah dengan membuat sebuah trading plan yang definitif dengan skenario trading yang jelas mengenai apa saja yang akan diambil untuk setiap perubahan kondisi pasar. Banyak trader yang tidak berusaha membuat trading plan karena tidak tahu bagaimana harus memulai, dan apa seharusnya isi dari sebuah trading plan itu. Sebenarnya trading plan yang baik bagi kita adalah yang bisa dengan nyaman kita terapkan, sesuai dengan pengetahuan maksimal yang kita miliki tentang pasar. Tidak harus complicated dan bertele-tele.  Yang paling penting adalah kita mengharuskan diri kita sendiri untuk dengan sungguh-sungguh menerapkannya dalam setiap kita akan entry.

Yang penting diperhatikan dalam membuat sebuah trading plan :

1. Tentukan strategi untuk entry. Ambil cara atau teknik yang terbaik dari pengalaman Anda menerapkan berbagai metode entry pada berbagai kondisi pasar. Misalnya Anda memilih reversal pin bar pada kondisi pasar trending (untuk strategi price action) dengan indikator pendukung moving average, maka yakinkan diri Anda bahwa kondisi itu adalah yang paling baik dan akurat untuk entry pada kondisi pasar trending jika dibandingkan dengan cara lainnya.

2. Tentukan risk / reward ratio. Skenario risk management ini harus Anda terapkan pada setiap posisi yang akan Anda ambil. Pastikan Anda telah paham benar mengenai position sizing yang adalah bagian terpenting dalam menentukan resiko.

3. Tentukan position size sesuai dengan target stop loss. Position size bisa berubah-ubah sesuai dengan resiko stop loss per trade yang kita tentukan. Resiko per trade hendaknya ditentukan terlebih dahulu sebelum menentukan stop loss level.

4. Tentukan strategi exit atau take profit. Exit target seharusnya ditentukan juga sebelum entry, sesuai dengan rewrd yang kita sepakati. Hendaknya tidak menentukan exit level pada saat trade sedang berlangsung, karena emosi kita cenderung akan ikut terlibat ketika kita trading tanpa exit target. Kita akan lebih obyektif saat belum punya posisi.

5. Buat jurnal dan catatan untuk evaluasi. Sebaiknya untuk setiap posisi yang telah diclose, baik profit atau loss diberikan catatan untuk evaluasi kualitas strategi dan plan yang telah kita buat, mungkin untuk kita perbaiki dikemudian hari.

Sebenarnya tidak ada metode yang pasti untuk membuat suatu trading plan, tetapi untuk trader yang belum pernah mencoba menggunakan trading plan, bisa menerapkan konsep diatas untuk memulainya.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com




Artikel Trading Plan


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 10
  • enak sii kaloo exit nya pas kena take profit, lha kaloo exit karna kena stop level itu yang bikin berabe
    Herry Suwandie
    30 SEP 2012
  • Tambahan untuk position sizing lebih baik juga disesuaikan dengan kekuatan modal di akun trading supaya balance-nya bisa bertahan lebih lama kalau terjadi kerugian
    Anggita Tirta
    22 MAR 2013
  • exit lvl pa bsa juga ditentukan lwt cara teknikal dr indikator sndiri??
    Oleole
    11 AUG 2013
  • Mungkin bisa, kalau situ berencana untuk nyimak terus platform tradingnya. Seringnya indikator dipakai untuk mencari entry position.

    Kalau digunakan untuk exit position ya ditunggu saja sinyal trading untuk keluarnya muncul. Tapi bukannya respon dari indikator di platform itu lebih lambat ya dari pergerakan harga yang sesungguhnya? Kalau seperti itu sepertinya kurang bisa diandalkan untuk menetapkan exit position..
    Anggita Tirta
    15 AUG 2013
  • waduh kalo ndak pake tepe atau esel ya jgn kaget kalo dapat loss krn posisi yng terfloating..
    hsl indikator bwt masuk open posisi aja masih fifty2 kok, masak jg mw dipantengin bwt close posisi. Kalo sprt itu brrti cara tradingx ditekankan dri strategi trading aja dong.

    padahal kan manajemen dg tepe dan esel jg perlu.
    Halim Dwee
    12 NOV 2013
  • @ Anggita Tirta:
    Ya, benar. sebelum nentuin position size sebaiknya ditentukan dulu resiko per trade sesuai dengan rencana. Jadi berani rugi berapa untuk setiap trade-nya. Dari ukuran resiko akan didapat ukuran lot trading atau position size-nya. Supaya balance bertahan lama gunakan risk/reward minimal 1:1 (disesuaikan dengan kondisi pasarnya juga)
    Martin S
    9 JAN 2015
  • @ oleole:
    Level exit itu bisa level stop (stop loss) dan take profit (t/p). Keduanya biasanya ditentukan dengan mengacu pada level support atau resistance terdekat. Utk menentukan stop level bisa baca di: http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=103627&title=beberapa_cara_menentukan_stop_loss_

    Sy kira yg Anda maksud adalah menentukan t/p dari indikator teknikal. Ya, itu bisa Anda lakukan tetapi sebaiknya t/p ditentukan lebih dahulu dengan risk/reward ratio. Kemudian kalau Anda berminat keluar sebelum t/p tercapai, Anda bisa menggunakan indikator oscillator misalnya RSI dengan mengamati overbought dan oversold, atau mungkin PSAR dsb.

    Pada dasarnya hampir semua indikator bisa untuk entry dan exit, tetapi Anda harus sering2 memonitor layar komputer.
    Martin S
    9 JAN 2015
  • @ halim dwee:
    ya, benar. Tapi bagi yang trading dengan cara scalping setahu saya jarang yang pasang s/l dan t/p dimuka. Mereka easy in easy out karena rencana tradingnya memang untuk waktu yg sangat pendek

    begitu ada kesempatan langsung masuk dan kalau memang nggak bisa profit langsung keluar, tapi kalau profit langsung diambil, dan masuk lagi (hit and run). Tapi memang trading yg benar harus direncanakan dan menentukan t/p dan s/l dimuka berdasarkan risk/reward ratio.
    Martin S
    9 JAN 2015
  • Jadi untuk trader baru macam kami ini, trading plan nya pake SL dan TP gak ya pak guru? Pingin e sih scalpingan.
    Wanda
    15 MAY 2015
    @ wanda:
    Kalau Anda tradingnya scalpingan menurut sy lebih enak tidak pasang SL dan TP sebab Anda harus bergerak cepat, dan Anda mesti memonitor terus pergerakan pasar. Dalam scalpingan begitu ada kesempatan langsung masuk dan kalau sudah profit bisa langsung keluar (biasanya profit nggak besar).

    Terlambat masuk berarti hilang kesempatan dan terlambat keluar bisa loss. Untuk menghemat waktu SL dan TP tidak perlu diset didepan karena Anda selalu monitor, tetapi dalam trading plan bisa disebutkan berapa pip untuk SL dan berapa pip untuk TP-nya.
    Martin S
    27 MAY 2015
  • Setuju sekali, tanpa strategi trading bisa dibilang kita itu melakukan kegiatan trading tanpa adanya dasar sehingga tentu akan sangat beresiko sekali nantinya.

    Trading saya pun juga selalu saya lakukan dengan strategi trading yang telah saya rencanakan terlebih dahulu sehingga pada saat trading saya benar-benar bisa menjalankannya dengan baik sesuai dengan strategi trading yang saya miliki.
    Heru
    22 FEB 2017

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.