Risk/Reward Ratio Adalah Holy Grail Dalam Trading Forex

  By: Martin   View: 11645    Manajemen Resiko  

Trader yang menerapkan perhitungan risk/reward ratio pada setiap posisi tradingnya dan dilakukan dengan disiplin akan mendapatkan profit yang konsisten. Kita bisa bebas memilih strategi apa saja untuk diterapkan dalam trading; tetapi dengan setting risk dan reward yang memadai, sangat mungkin diperoleh profit yang konsisten walaupun setup strategi trading kita belum benar-benar matang. Penerapan risk/reward ratio memberi trader kesempatan yang sama untuk memperoleh profit yang konsisten, oleh karena itu bisa dikatakan bahwa metode risk/reward adalah ‘holy grail’ dalam trading, dan hal yang paling utama disamping faktor disiplin dan pengendalian emosi.

Risk Reward Ratio Dalam Forex


Menetapkan Level Risk Dan Reward

Hal pertama yang seharusnya dilakukan trader dalam setup strategi tradingnya adalah menghitung resiko yang berani untuk ditanggung agar hasil tradingnya realistis.

Ketika menghitung risk dan reward, trader sering melakukan kesalahan dengan menentukan reward terlebih dahulu atau setting level stop loss yang terlalu dekat jaraknya dengan level entry, sehingga menyebabkan strateginya tidak berjalan dengan baik.

Berpatokan pada probabilitas harga pasar dalam menentukan risk dan reward, yang perlu ditentukan terlebih dahulu adalah resikonya, baru kemudian reward yang dihitung sebagai kelipatan dari resiko. Dengan menentukan resiko terlebih dahulu, kita akan lebih peduli pada resikonya daripada reward yang akan diperoleh.

Risk Management yang efektif akan menghasilkan profit yang konsisten dalam trading. Level reward biasanya ditentukan 1, 2 atau 3 kali dari resikonya, demikian pula jika kita gunakan metode trailing stop dengan menggeser level stop lossnya, hendaknya juga pada 1, 2 atau 3 kali dari level resiko yang telah kita tentukan.


Beberapa Contoh Penerapan Level Risk Dan Reward

Contoh berikut adalah EUR/USD pada 1-hour chart. Tampak bentukan pin bar yang valid dan dikonfirmasikan oleh resistance daily dan momentum bearish yang memberi sinyal yang kuat untuk posisi sell.

Kita berikan tanda garis horisontal pada level tertinggi pin bar sebagai level stop loss, dan level stop loss kita adalah 1.3656, satu pip di atas level tertinggi pin bar. Entry kita pada level terendah pin bar saat tertembus (break), yaitu pada 1.3611, satu pip di bawah level terendah pin bar. Total risk = 1.3656 - 1.3611 = 45 pip. Jika kita main dengan minilot, atau 1 pip = 1$, maka resiko kita adalah 45$, bukan 45 pip.

Karena kita bisa saja mempunyai berbagai posisi dengan lot yang berbeda-beda, maka hendaknya dibiasakan untuk menghitung risk dan reward dalam satuan dolar, bukan pip; meski tetap memberikan tanda risk dan reward pada chart dengan satuan pip.
           Risk/Reward Ratio Adalah Holy Grail

Seperti terlihat pada gambar berikut, level-level reward-nya kita tentukan pada 1, 2 atau 3 kali dari resikonya, yaitu pada 45 pip, 90 pip atau 135 pip. Karena kita trading dengan 1-hour chart, dengan sinyal price action yang terjadi, stop loss 45 pip terasa lebih ketat dibandingkan jika kita trading dengan daily chart.

Risk/Reward Ratio Adalah Holy Grail

 

Contoh berikutnya nampak pada daily chart XAG/USD (silver) di bawah ini. Bersamaan dengan momentum bullish terbentuk fakey pin bar yang memberi sinyal buy. Resiko kita tetapkan sedikit di bawah level pin bar sebesar 1.13 dari selisih harga atau 113 pip.

Reward level masing-masing pada 1R (1 X Risk level), atau 2R (2 X Risk level) atau 3R (3 X Risk level). Jika kita trading dalam mini lot, 1 pip = 1$, sehingga total resiko = $113, sedang reward masing-masing pada  $113 (1R), $226 (2R) dan $339 (3R). Seperti terlihat pada chart dibawah, ketika telah tercapai reward 3R, pin bar selanjutnya terbentuk yang memberi sinyal sell.

Risk/Reward Ratio Adalah Holy Grail


Trailing Stop

Untuk memperoleh profit yang optimal, kita terapkan metode trailing stop pada tiap-tiap level reward yang telah kita tetapkan.

Dalam hal ini, kita tidak perlu menetapkan level exit pada level reward-nya, tetapi men-set level stop loss pada tiap level rewardnya jika level ini telah terlampaui, sehingga akan tetap memperoleh profit jika arah pergerakan harga masih sesuai dengan asumsi yang kita telah prediksikan.

Dengan metode ini kita harus memonitor pergerakan harga agar setting trailing stop bisa diterapkan. Cara ini tepat diterapkan pada kondisi pasar yang trending dengan kuat. Sebagai illustrasi, perhatikan chart daily AUD/USD berikut ini :

Risk/Reward Ratio Adalah Holy Grail

Dengan menerapkan metode trailing stop, kita bisa setting stop loss pada level break-even yaitu sebesar $108 setelah pergerakan harga melampaui level 1R. Harga terus naik dan ketika telah melampaui level 2R, level stop loss digeser ke level 2R atau sebesar $216, dan seterusnya bila harga telah melampaui level 3R, stop loss digeser ke level 3R atau $324.

Dengan demikian profit yang kita peroleh akan maksimal sesuai pergerakan trend, dan jika harga telah melampaui level 3R, kita masih dimungkinkan untuk memperoleh profit 4R atau bahkan 5R.


Metode Risk/Reward Menghasilkan Profit Yang Konsisten

Idealnya, kita setting Risk/Reward ratio pada 1:1 atau biasanya dengan 1:2 pada setiap posisi yang kita buka, dengan demikian rata-rata perbandingan loss/profit adalah 1:2 .

Oleh karena itu, Risk/Reward dikatakan sebagai "holy grail" dalam trading. Jika metode ini benar-benar diterapkan, akan menghasilkan profit yang konsisten pada trading kita.

Semisal dalam skenario keseluruhan trading, kita loss sebesar 65% dan hanya profit 35%, dengan Risk/Reward ratio sebesar 1:2 dan jumlah trade sebanyak 100, maka kita rugi 65 kali dan profit 35 kali. Katakan kerugian per trade adalah $100, maka total kerugian kita = 65 X $100 = $6500. Karena reward kita 2 kali risk atau $200 sehingga total profit = 35 X $200 = $7000, dan secara keseluruhan kita masih profit $500.

Kesalahan yang dilakukan oleh trader pada umumnya tidak disiplin dalam eksekusi trading sesuai dengan risk dan reward yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnya. Jika kita benar-benar menerapkan metode risk/reward ratio dengan disiplin pada setiap posisi yang kita buka, dan disertai dengan strategi trading yang memadai, maka penerapan risk/reward ratio ini adalah benar-benar faktor "holy grail" dalam trading.


Artikel Manajemen Resiko


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 6
  • Setuju sama metode diatas,
    Info yg bgus sekali untuk manajemen resiko trading...
    Leo
    8 NOV 2012
  • lebih mentingin risiko drpd reward bs jd poin yg penting bkn cm di forex trading tp jg dlm tiap pengambln risiko. klo tujuanx dicapai dgn usaha nyata yg g cuma ngarepin keuntungan psti kemungkinan rugi bs lbh diatasi.
    D.ragil
    26 DEC 2012
  • sangat terbantu dengan keterangan ini, menyetting risk/reward ratio melalui level sl dan tp bisa sangat membantu trader untuk menentukan risk management yang baik. tapi saya ingin tahu, sebelum mendapatkan hasil akhir yang diinginkan apa aman jika kita terus menambah jumlah posisi trading?
    Edo Rachmanto
    5 MAY 2013
    @ Edo Rachmanto:
    Kalau pada pasangan mata uang yang lain aman-aman saja, asal disesuaikan dengan rencana trading Anda.

    Tapi kalau pada pasangan mata uang yang sama, Anda harus melihat kekuatan trend saat itu, kalau trend-nya sedang kuat malah sebaiknya buka posisi lagi untuk mengoptimalkan profit Anda, yaitu dengan cara averaging atau scale-in.
    Martin S
    30 MAR 2015
  • Untuk menentukan strategi trading dengan rasio risk reward pada jumlah trading dan strategi tertentu untuk pertama kalinya, memang perlu dilakukan percobaan untuk mengetahui berapa banyak jumlah trading yang dibutuhkan agar profit dapat tercapai.

    Yang terpenting adalah, saat tader sudah menemukan hasil profit dengan rasio risk reward dan jumlah trading tertentu, disiplin dalam trading dan sikap konsisten perlu dipertahankan agar hasil yang dicapai bisa tetap maksimal.
    Bambang Priyono
    16 MAY 2013
  • @Bambang: kalau begitu paling aman menyetting strategi trading dengan risk/reward ratio ya melalui akun demo, coba setiap biaya trading antar akun demo dan ril bisa sama, pasti lebih gampang memperoleh hasil profit yang diinginkan dengan strategi yang sama entah melalui akun demo ataupun akun ril.
    Edo Rachmanto
    27 MAY 2013
  • pengalaman saya RR cm nyenengin buat broker, karena semakin banyak transaksi, fee komisi broker semakin banyak dan result akhir biasanya hasil trading profit nya kecil...(just sharing)
    Bez
    11 JUN 2017

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.