Setelah Membuka Posisi, Apa Langkah Berikutnya ?

  By: Martin   View: 8504    Trading Plan  

Tulisan ini mengenai trade management, aspek yang cukup penting dalam trading. Dengan pengetahuan dan penerapan trade management profit yang kita dapatkan akan benar-benar maksimum. Bahkan secanggih apapun setup strategi trading kita, jika tidak dimanage dengan cerdas maka hasilnya bisa kurang memadai atau bahkan bisa berbalik merugi.


Kesalahan dalam memanage trading forex

Kebanyakan kesalahan diakibatkan oleh keputusan yang emosional, misalnya seorang trader menambah posisi baru hanya karena posisi sekarang sedang profit, atau memindahkan level stop loss lebih jauh karena posisi sekarang sedang merugi. Juga seorang trader yang merubah risk/reward ratio yang telah disepakati hanya karena melihat pergerakan harga yang tampaknya tidak sesuai lagi dengan yang diprediksi, mungkin dengan keluar pada level breakeven-nya atau memperkecil resiko dengan keluar dalam keadaan merugi. Hal tersebut adalah kesalahan yang biasa dilakukan seorang trader dengan trading plan yang kurang matang yang pada akhirnya mengambil keputusan berdasar emosi belaka.

Sebenarnya trade management adalah hal sederhana dan tidak berisi rumus-rumus yang kompleks. Berikut beberapa cara yang lazim diterapkan dalam trading forex :


Averaging

Averaging berkaitan dengan penambahan posisi baru ketika kita telah mempunyai satu atau beberapa posisi yang sedang open. Dengan analisa kondisi market sekarang kita bisa memutuskan strategi exit yang paling logis, dan apakah masih mungkin kita menambahkan posisi baru dengan level exit yang sama pada kondisi pasar tersebut.

Averaging in: Cara yang paling aman untuk menambah posisi baru jika kondisi pasar sesuai prediksi adalah dengan menggunakan profit yang telah kita peroleh pada posisi yang masih open untuk ‘membayar’ resiko posisi yang akan kita tambahkan. Dengan cara ini kemungkinan terburuk adalah kita keluar pada level breakeven dengan tanpa resiko.
Cara ini bisa diterapkan dengan baik pada kondisi pasar yang trending.

Jika kita biasa trading dengan metode price action, entry point pertama ketika terbentuk formasi bar yang valid, dan jika setelah koreksi harga terbentuk formasi bar lagi, kita bisa menambahkan posisi baru. Level stop loss posisi sebelumnya digeser (metode trailing stop) dan dalam prakteknya sering disamakan dengan level stop posisi yang baru.

Hendaknya kita membuka posisi tambahan bukan karena kita sedang profit, tetapi karena price action yang terbentuk memang benar-benar memungkinkan.

(Catatan: Price action adalah metode trading dengan mengandalkan pada pengamatan formasi bar yang terbentuk pada suatu kondisi market tertentu. Pin bar, fakey bar dan inside bar adalah sebutan formasi bar yang dianggap sebagai patokan dalam price action trading. Price action telah banyak diulas pada artikel-artikel dalam rubrik ini.)

Contoh penerapan:

               Setelah Membuka Posisi, Apa Langkah

  • Open sell EUR/USD 1 lot pada 1.4500 ketika sinyal formasi bar cukup kuat, dengan level stop loss pada 1.4600
  • Setelah profit 100 pip dan terbentuk formasi bar yang valid, kita open sell 1 lot lagi pada 1.4400 dan stop loss pada 1.4450 (50 pip).
  • Pindahkan stop loss level posisi pertama pada 1.4450 juga, sehingga kedua posisi mempunyai level stop sama.

Jika pergerakan harga pasar berbalik arah dan level stop loss kita kena, maka posisi kedua rugi 50 pip, tetapi posisi pertama profit 50 pip sehingga breakeven. Dalam hal kondisi downtrend berlanjut, kita bisa pindahkan level stop kedua posisi tersebut untuk memperoleh profit maksimum pada 2 lot trading kita itu.

‘Averaging in’ berarti membuat harga rata-rata posisi open kita lebih dekat dengan harga pasar sekarang, dan jika kita tidak memindahkan level stop loss (trailing stop) posisi yang sedang profit, berarti kita malah akan menambah resiko dengan membuka posisi baru.

Averaging out atau scale out: adalah menambah posisi baru dengan setengah ukuran lot posisi sebelumnya.

                    Setelah Membuka Posisi, Apa Langkah

Prinsipnya sama dengan averaging in, hanya ukuran lot untuk posisi yang ditambahkan lebih kecil, biasanya setengah dari posisi pertama untuk mengurangi faktor resiko. Tetapi ada yang kurang setuju dengan metode ini karena dianggap ragu-ragu dan kurang memaksimalkan profit jika kondisi pasar masih memungkinkan.

Trailing stop: hanya digunakan untuk kondisi pasar yang trending.
Metode ini lazim digunakan, dan untuk mendapatkan hasil maksimum, berikut beberapa cara trailing stop:

  • Pindahkan level stop jika harga telah bergerak sesuai prediksi sebesar 1 kali faktor resiko kita, dan kunci profit kita setiap kelipatan 1 kali resiko.
  • Pindahkan level stop pada 50% dari jarak kita entry ke level tertinggi atau terendah yang baru terjadi, biasanya bagi trader yang tidak terlalu agresif.
  • Pindahkan stop loss diatas / dibawah level moving average (misal ema 8 daily atau ema 21 daily)

Breakeven stop: trailing stop ke level breakeven dilakukan jika arah pergerakan harga meleset dari prediksi kita, atau ketika volatilitas pasar sangat tinggi dengan arah yang tidak menentu. Jika masih memungkinkan, untuk mencegah resiko yang bisa terjadi, metode ini bisa diterapkan.


Sumber: Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 7