Berita Ekonomi Jepang Berakhir Mixed, Yen Amburadul

   By: Muh Nuzul    view: 513   Berita Forex

Japanese Yen kembali melemah di sesi awal perdagangan Asia hari ini (30/Januari). Melemahnya Yen ini diiringi dengan keluarnya beberapa berita ekonomi dari Jepang seperti Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate), Belanja Rumah Tangga (Household Spending), dan Penjualan Ritel (Retail Sales). Hal ini membuat USD/JPY terbang bebas hingga 0.15% dari sesi pembukaan market tadi pagi.

 

Fresh Graduate Jepang sedang mengantri untuk jobfair

 

Data Campur Aduk, Yen Amburadul

Keluarnya beberapa data ekonomi Jepang hari ini memaksa Japanese Yen untuk menyerah lebih lanjut terhadap dolar AS yang telah menguat sepanjang hari Senin kemarin.

Dilaporkan dari Badan Statistik Lokal, Household Spending turun 0.1% secara year-on-year. Penurunan ini dinilai sangat jauh jika dibandingkan dengan hasil perhitungan bulan lalu yang meningkat hingga 1.7%. Penurunan utamanya dikarenakan belanja rumah tangga Jepang bulan Desember kemarin turun sebesar 2.5%.

Selain belanja rumah tangga, penurunan lain terjadi pada Unemployment Rate. Tingkat Pengangguran Jepang bulan Desember tahun lalu naik dari 2.7% ke 2.8%. Namun, bertambahnya pengangguran di Jepang ini dianggap tidak akan terlalu berpengaruh pada ekonomi Jepang, mengingat jumlahnya masih berada di kisaran terendah sejak awal 1990 silam.

Berbeda dari kedua berita ekonomi yang rilis sebelumnya, data Retail Sales meningkat drastis sebanyak 3.6% YoY, meskipun awalnya diekspektasikan tetap sama dengan periode sebelumnya yang hanya mencatat 2.1%. Kenaikan ini diiringi dengan peningkatan penjualan di bidang makanan dan aksesoris, sedangkan peningkatan tertinggi ada pada penjualan kendaraan bermotor yang naik dari 4.3% ke 7.8%. 

 

Ke Depan Ditentukan Upah 

Rob Carnell, Chief Economist dari ING Bank Singapore, berpendapat, "Penjualan Ritel merupakan indikator yang lebih baik dalam menyajikan data tingkat konsumsi daripada Household Spending. House Spending itu terlalu banyak menyajikan variabel, sehingga tidak dapat menampilkan gambaran yang jelas tentang kondisi yang terjadi saat itu."

Carnell juga menambahkan, "Dengan data ini, kita dapat melihat konsumen di Jepang cukup suportif terhadap ekonomi, dan tampaknya hal ini akan terus berlanjut."

Pendapat lain diajukan oleh Takeshi Minami, Chief Economist di Norinchukin Research Institute, "Naiknya tingkat penjualan Ritel banyak dipengaruhi dengan naiknya harga sayuran di pasar saat ini."

"Tingkat konsumsi masyarakat akan kembali meningkat, hanya dengan fase yang sedikit pelan," sambung Minami. Selain itu, Minami menganggap bahwa tingkat Household Spending akan banyak dipengaruhi oleh hasil dari rapat menentukan upah musim panas. Jika nilai upah naik, maka dapat dipastikan tingkat pengeluaran pun akan naik.

Hingga berita ini ditulis, USD/JPY sedang bertengger di kisaran 109.16, telah naik 0.20% dari awal pembukaan pasar hari ini. Jika dilihat dari pembukaan pasar minggu ini, USD/JPY telah naik sekitar 0.47%. Selain itu, Indeks Dolar AS, sebagai alat ukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang mayor lainnya, telah naik 0.15% hari ini.

282146

Dolar AS Masih Depresi Jelang Testimoni Jerome Powell Dolar AS Masih Depresi Jelang Testimoni Jerome Powell
By A Muttaqiena, 24 Feb 2018, In Berita Forex, View 170
Pergerakan pasar pekan depan kemungkinan akan dipengaruhi oleh antisipasi pasar menjelang testimoni pimpinan bank sentral AS, Jerome Powell, di hadapan Parlemen AS.
Inflasi Melampaui Ekspektasi, Tak Mampu Pacu Yen Jepang Inflasi Melampaui Ekspektasi, Tak Mampu Pacu Yen Jepang
By A Muttaqiena, 23 Feb 2018, In Berita Forex, View 411
Inflasi Jepang menunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi dan Dolar AS cenderung melemah terhadap mata uang mayor lainnya, tetapi USD/JPY meningkat.
Pengaruh Notulen FOMC Memudar, USD Selip Pengaruh Notulen FOMC Memudar, USD Selip
By A Muttaqiena, 23 Feb 2018, In Berita Forex, View 475
Indeks Dolar AS melandai kembali ke bawah ambang 90.00 pada awal perdagangan sesi Asia hari Jumat ini, setelah yield Obligasi AS mundur dari rekor tinggi.
Penjualan Ritel Kanada Menurun, USD/CAD Menguat Penjualan Ritel Kanada Menurun, USD/CAD Menguat
By Pandawa, 22 Feb 2018, In Berita Forex, View 176
Retail Sales Kanada secara tidak terduga turun di bulan Desember. Hal inipun mendukung penguatan USD/CAD, yang di sisi lain turut ditunjang oleh penurunan Jobless Claims AS.
GDP Inggris Ingkari Optimisme Bank Sentral GDP Inggris Ingkari Optimisme Bank Sentral
By A Muttaqiena, 22 Feb 2018, In Berita Forex, View 521
Laju Gross Domestic Product (GDP) Inggris kuartal IV/2017 cukup mengecewakan, sehingga Poundsterling tetap melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya.
Terimbas Kabar Dari AS, Kurs Rupiah Jatuh Ke Terendah 20 Bulan Terimbas Kabar Dari AS, Kurs Rupiah Jatuh Ke Terendah 20 Bulan
By A Muttaqiena, 22 Feb 2018, In Berita Forex, View 561
Penilaian positif mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat mendorong penguatan Dolar AS dan melemahkan kurs Rupiah hari ini.
Kuroda Jadi Gubernur BoJ Lagi, Yen Jepang Tetap Meninggi Kuroda Jadi Gubernur BoJ Lagi, Yen Jepang Tetap Meninggi
By A Muttaqiena, 19 Feb 2018, In Berita Forex, View 440
Penunjukan ulang Haruhiko Kuroda sebagai Gubernur BoJ mengindikasikan Jepang akan mempertahankan kebijakan moneter longgar dan melemahkan nilai Yen.
GDP Loyo, Yen Jepang Dilonjakkan Kejatuhan Nikkei GDP Loyo, Yen Jepang Dilonjakkan Kejatuhan Nikkei
By A Muttaqiena, 14 Feb 2018, In Berita Forex, View 460
Data GDP Jepang yang teramat buruk tidak membuat investor menghindari mata uang Yen (JPY), karena fungsinya sebagai aset Safe Haven.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 868
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
NFP Desember Mengecewakan, Dolar AS Berakhir Mixed NFP Desember Mengecewakan, Dolar AS Berakhir Mixed
By A Muttaqiena, 6 Jan 2018, In Berita Forex, View 737
Dolar AS berbalik menguat terhadap sebagian mata uang mayor pasca rilis NFP Desember, tetapi apreasiasinya dibatasi oleh reli bullish Dolar Kanada.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.

SHARE:

SHARE:

 

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.