Siklus bisnis properti Indonesia selaras siklus pemilu

23 JAN 2014 19:20    DIBACA:155   SUMBER:ANTARANEWS.COM


(ANTARA News) - Konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan siklus bisnis di Indonesia selaras dan dinilai berkaitan erat dengan siklus pemilihan umum yang berlangsung setiap lima tahun sekali.

"Ekonomi Indonesia berjalan menyerupai siklus pemilu," kata Country Head JLL Indonesia Todd Lauchlan di Jakarta, Kamis.

Menurut Todd Lauchlan, apa yang terjadi pada sektor properti di Indonesia pada tahun 2013 lalu memiliki kemiripan dengan apa yang terjadi pada tahun 2008 atau setahun sebelum Pemilu 2009.

Kondisi itu, ujar dia, adalah sektor properti cenderung pertumbuhannya melambat pada setahun sebelum pemilu seperti yang dialami pada tahun 2013, dan akan kembali menunjukkan peningkatan setelah pemilu berlangsung.

Ia berpendapat, berbagai pihak juga telah mengetahui bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami perlambatan, termasuk pula di sektor properti.

"Perlambatan barangkali merupakan hal yang baik karena sekitar 12 bulan sebelumnya diperkirakan laju ekonomi terlalu panas," katanya.

Todd mengungkapkan, perlambatan pasar termasuk di sektor properti berpeluang untuk berjalan selama beberapa triwulan ke depan.

Ia juga mengatakan, kondisi ekonomi dan sosial politik menjelang pelaksanaan Pemilu diperkirakan membuat dinamika bisnis properti akan sedikit mereda.

"Secara umum permintaan dan pertumbuhan harga properti diperkirakan menurun dibanding tahun 2013," katanya.

Namun, Todd mengingatkan bahwa prediksi sejumlah institusi ekonomi global terhadap Indonesia menunjukkan optimisme yang kuat.

Hal itu, menurut dia, akan mendorong pihak baik dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi termasuk di dalam sektor properti Indonesia.

Editor: Desy Saputra

SUMBER: ANTARANEWS.COM
Emas menguat karena pengangguran AS naik

27 FEB 2015

Warga Nunukan sulit peroleh LPG terlarang Malaysia

27 FEB 2015

Legislator ingatkan masyarakat turut awasi DAK

26 FEB 2015

Taspen perbesar investasi langsung ke sektor infrastruktur

26 FEB 2015

Legislator nilai harga beras naik, Bulog tidak jalan

26 FEB 2015

Menteri ESDM : harga elpiji tiga kilogram tetap

26 FEB 2015

Pertamina resmikan lima SPB LGV di Jakarta

26 FEB 2015

Kalla: belum perlu antisipasi pelemahan rupiah

26 FEB 2015

Pemerintah terbitkan Sukuk global pada kuartal dua

26 FEB 2015

Pariwisata Bali tidak akan sepi terkait protes Australia

26 FEB 2015





INDEKS BERITA

Kumpulan Berita Berita Forex Berita Forex (Editorial) Berita Forex (Headline) Berita Forex (Populer) Berita Broker Forex Berita Emas Berita Minyak Berita Saham BEI Arsip Berita Forex
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com