Inflansi Prancis Stabil. EUR/USD Incar 1,3030

   By: Rachmat    view: 1227

Share to Whatsapp

Inflasi Prancis dalam 12 bulan stabil di angka 1,0 persen pada Maret 2013. Namun, jika dilihat dari tingkat bulanan naik tajam. Lembaga Statistik Nasional Prancis, Insee mengemukakan, inflasi pada Februari-Maret mencapai 0,8 persen, menandai kenaikan tingkat bulanan 0,3 persen pada Februari.

'Tekanan ke atas terbesar pada perubahan CPI (indeks harga konsumen) Maret, terutama berasal dari lonjakan musiman harga produk yang diproduksi pada akhir penjualan musim dingin dan dari kenaikan musiman harga pangan segar,' kata Insee, seperti dilansir dari Business Times dan sindonews, Kamis (11/4/2013).

Untuk 17 negara anggota zona euro, seluruh staf di Bank Sentral Eropa (ECB) telah meramalkan inflasi rata-rata 1,6 persen tahun ini.


Euro saat ini berkonsolidasi diatas 1.3050 mengikuti pergerakan naik di awal sesi hari Rabu kemarin. Euro saat ini sempat mencapai tingginya sejak 8 Maret di angka 1.3120 di sesi Asia, tetapi gagal mempertahankan level 1.3100, bergerak menuju area 1.3070 di sesi Eropa dan AS.
Euro menutup pergerakan hariannya dengan pergerakan turun dalam 6 sesi sebelumnya saat pasar keuangan didominias oleh aksi risk aversion, tetapi dalam 5 sesi belakangan, Euro bergerak naik 375 pips dari rendahnya di 4 April di 1.2745 ke tingginya saat ini di 1.3120.

Memasuki sesi Eropa, Level kunci EUR/USD berada di 1,3090. Selama harga diperdagangkan dibawah area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi melemah dengan pelemahan menuju area 1,3030.

GDP Inggris Direvisi Naik, Pounds Stabil Di Level High

GDP Inggris Direvisi Naik, Pounds Stabil Di Level High

Pounds sterling stabil dan cenderung merangkak naik terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Jumat (30/September) sore ini setelah data pertumbuhan Inggris kuartal kedua direvisi naik lebih dari ekspektasi. GBP/USD bergerak stabil di harga 1.295.
Analis: Volatilitas USD/JPY Tinggi Karena Kegugupan Pasar

Analis: Volatilitas USD/JPY Tinggi Karena Kegugupan Pasar

USD/JPY melonjak cukup tinggi di pertengahan sesi Asia Jumat (30/September) siang ini tanpa pemicu fundamental yang jelas. USD/JPY naik menuju level tinggi 101.94 dari sebelumnya yang diperdagangkan pada harga 100.094.
AUD/USD Menurun Meski Data Perumahan Australia Membaik

AUD/USD Menurun Meski Data Perumahan Australia Membaik

Dolar Australia diperdagangkan turun Jumat (30/September) pagi ini terhadap Dolar AS menuju ke posisi 0.7622 meski data HIA apik. Menurut ekonom, hal ini dikarenakan oleh kasus Deutshe Bank yang melenyapkan minat risiko dan menekan Dolar Aussie.
CPI Jepang Sesuai Ekspektasi, Yen Stabil Pagi Ini

CPI Jepang Sesuai Ekspektasi, Yen Stabil Pagi Ini

Yen sedikit menguat di sesi perdagangan Asia Jumat pagi ini karena PMI Manufaktur Caixin China dilaporkan sesuai dengan ekspektasi, mengimbangi beragamnya data ekonomi Jepang seperti CPI, belanja masyarakat, produksi industri, dan ketenagakerjaan.
Final GDP AS Membaik, Greenback Menguat

Final GDP AS Membaik, Greenback Menguat

Bureau of Economic Analysis merilis data Final GDP negeri Paman Sam kuartal kedua yang tumbuh 2.3 persen, melampaui estimasi ekonom 1.3 persen dan jauh lebih baik dibandingkan perolehan pada periode sebelumnya dimana tumbuh 1.1 persen.
Kesepakatan OPEC Menyulut Bull Dolar Komoditas

Kesepakatan OPEC Menyulut Bull Dolar Komoditas

Dolar komoditas berotot di sesi perdagangan Kamis (29/September) siang ini setelah OPEC setuju untuk membatasi output minyak. Dolar Kanada menanjak menuju level 1.3068 terhadap Dolar AS, setelah mencetak kenaikan juga sebanyak 0.9 persen.
Yen Terempas Bersama Penjualan Ritel Jepang

Yen Terempas Bersama Penjualan Ritel Jepang

Yen terus melemah terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Kamis (22/September) pagi ini menyusul data penjualan ritel Jepang yang mengecewakan dan para investor yang masih mencerna kesepakatan pemangkasan output minyak oleh para anggota OPEC.
Sterling Digelincirkan Komentar Dovish Pejabat BoE

Sterling Digelincirkan Komentar Dovish Pejabat BoE

Sebelumnya, Sterling sempat menanjak di sesi Asia setelah forecast World Trade Organisation (WTO) menyebutkan bahwa Inggris takkan mengalami resesi pasca referendum Brexit.
Sterling Melemah Seiring Dengan Rumitnya Proses Brexit

Sterling Melemah Seiring Dengan Rumitnya Proses Brexit

Dampak Brexit muncul lagi seiring dengan rumitnya proses Brexit karena terjadi perbedan pendapat dari para pejabat penting Inggris. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan mata uang pound sterling kembali berada di bawah tekanan.
FOMC Proyeksikan Fed Hike Satu Kali Tahun Ini, Dolar AS Terlibas

FOMC Proyeksikan Fed Hike Satu Kali Tahun Ini, Dolar AS Terlibas

Dolar AS terempas ke level rendah 4 bulan terhadap Yen di hari Kamis (22/September) pagi ini setelah FOMC memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan moneternya. Dolar pun tersungkur pagi ini dengan USD/JPY yang mencium angka 100.15.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.