EUR/USD Incar Posisi Bearish

   By: Rachmat    view: 1368

Share to Whatsapp

Komentar dari para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa pada hari Senin menekankan bahwa penurunan inflasi dan buruknya prospek pertumbuhan di zona Eropa menunjukkan bahwa ECB mungkin akan cenderung lebih memangkas tingkat suku bunga kedepannya.

ECB saat ini menetapkan suku bunga di rekor terendah di 0.75 persen di bulan April, namun Presiden ECB Mario Draghi mengatakan setelah pertemuan kebijakan bulanan bahwa bank akan memonitor dengan sangat ketat pada semua data dan berdiri untuk siap bertindak untuk mendorong zona Eropa keluar dari resesi.



Euro saat ini diperdagangkan turun sebanyak 8 pips di angka 1.3050, dengan pasangan mata uang tersebut yang tidak banyak memberikan reaksi terhadap rilis dari data HSBC China Manufacturing PMI. Agenda ekonomi Eropa akan banyak mengalami gerakan dari data PMI Jerman dan PMI Eropa.

Level kunci EUR/USD berada di area 1,3085.
Selama harag diperdagangkan sibawah area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi melemah dengan pelemahan menuju area 1,3010.

USD/CAD Anjlok Di Tengah Pidato Poloz Dan Debat Capres AS

USD/CAD Anjlok Di Tengah Pidato Poloz Dan Debat Capres AS

Dolar Kanada hapus kemerosotannya terhadap Dolar AS, dengan USD/CAD yang terseret turun menuju level 1.3181 dari sebelumnya di level tinggi 1.3259 di tengah berlangsungnya debat pertama capres AS Selasa (27/September) siang ini.
AUD/USD Mencuat Naik, Investor Enggan Dukung Trump

AUD/USD Mencuat Naik, Investor Enggan Dukung Trump

Dolar Australia terpantau menguat terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Asia Selasa (27/September) siang ini, di tengah berlangsungnya debat pertama untuk calon presiden AS. AUD/USD mencapai high 0.7668, dari sebelumnya di level 0.7635.
Debat Capres AS, USD/JPY Hapus Kemelorotan Pasca Notulen BoJ

Debat Capres AS, USD/JPY Hapus Kemelorotan Pasca Notulen BoJ

Dimulainya debat Capres AS kali ini diperkirakan menjadi penyebab menguatnya Dolar terhadap Yen. Notulen rapat BoJ sempat menguatkan Yen, dengan menyebutkan bahwa upaya kebijakan perlu lebih diintensifkan karena inflasi 2 persen sulit tercapai.
Penjualan Rumah Baru AS Bulan Agustus Menurun

Penjualan Rumah Baru AS Bulan Agustus Menurun

Dollar cenderung mengabaikan dengan terpantau bergerak mixed versus berbagai major currency, meski Biro Sensus melaporkan bahwa New Home Sales AS hanya mencatatkan penjualan 609k.
Pounds Sterling Lanjut Bearish Pasca Komentar Boris Johnson

Pounds Sterling Lanjut Bearish Pasca Komentar Boris Johnson

Sterling melemah di hari Senin (26/September) sore ini, dengan diperdagangkan di dekat level rendah lima pekan, karena kembali naiknya isu porses Brexit. Komentar Boris Johnson tentang waktu proses Brexit pun turut memudarkan kekuatan Sterling.
Dolar Terhuyung-Huyung Di Awal Pekan Jelang Debat Capres AS

Dolar Terhuyung-Huyung Di Awal Pekan Jelang Debat Capres AS

Dolar AS bergerak terhuyung-huyung terhadap Yen dan Euro di hari Senin (26/September) ini, berjaga-jaga dalam sempitnya range perdagangan menjelang debat pertama para kandidat calon presiden Amerika Serikat yang mempengaruhi gerak mata uang.
FOMC Proyeksikan Fed Hike Satu Kali Tahun Ini, Dolar AS Terlibas

FOMC Proyeksikan Fed Hike Satu Kali Tahun Ini, Dolar AS Terlibas

Dolar AS terempas ke level rendah 4 bulan terhadap Yen di hari Kamis (22/September) pagi ini setelah FOMC memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan moneternya. Dolar pun tersungkur pagi ini dengan USD/JPY yang mencium angka 100.15.
Di Luar Ekspektasi, BoJ Perkenalkan Yield Curve Control; Yen Terlumat

Di Luar Ekspektasi, BoJ Perkenalkan Yield Curve Control; Yen Terlumat

Bank Sentral Jepang (BoJ) pada hari Rabu (21/September) ini memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunganya di level minus 0.1 persen serta mengambil langkah yang di luar dugaan. USD/JPY meroket ke level 102.73 dari level low 101.015.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.