Bank Pertahankan Program Pelonggaran Kuantitatif

   By: Rachmat    view: 783

Komite Kebijakan Moneter Bank Inggris (MPC) dipimpin Sir Mervyn King hari ini melakukan pertemuan kedua terakhir, sebelum Mark Carney mengambil alih jabatannya sebagai gubernur Bank Sentral Inggris (BoE).

Seperti diketahui, bank memutuskan untuk mempertahankan program pelonggaran kuantitatif (QE) sebesar 375 miliar pounds dan menjaga tingkat dasar suku bunga 0,50 persen dalam 51 bulan berturut-turut.

Angka-angka produk domestik bruto (PDB) terbaru menunjukkan pertumbuhan 0,3 persen secara triwulanan cenderung  mengurangi kepercayaan di antara para pembuat kebijakan bahwa QE lebih diperlukan.

Namun, sebagian besar analis tidak berharap melihat perubahan dalam kebijakan dan percaya tak akan ada perubahan sampai Carney mengambil alih jabatan pada Juli 2013.

"Hal ini mungkin yang paling mungkin, bahwa QE lebih lanjut akan ditunda sampai Mark Carney mengambil alih Gubernur BoJ pada Juli, di saat kami berharap dia akan sangat tertarik untuk segera menyediakan tanda," kata Kepala Ekonom Inggris & Eropa dari IHS Global Insight, Howard Archer, seperti dilansir My Finances dan sindonews, Sabtu (11/5/2013).

"Tampaknya hari ini ada keputusan perubahan dari MPC, pada Bank Rate dan ukuran dari program QE, bahwa komite dianggap sebagai desakan dari Kanselir untuk merangsang ekonomi, bahkan dengan mengorbankan inflasi jika perlu, yang tercermin dalam sikap saat ini, menyusul perpanjangan pendanaan untuk skema pinjaman," ujar Broker hipotek Ray Boulger,  John Charcoal.

Tiga pertemuan terakhir telah melihat suara gubernur saat ini untuk pelonggaran kualitatif 25 miliar pounds. Dia telah bergabung dengan anggota MPC lainnya, Paul Fisher dan David Miles, tapi suara mereka kalah dari seluruh panitia 3-6.

Dolar AS Mulai Menggeliat Di Sesi Eropa

Dolar AS Mulai Menggeliat Di Sesi Eropa

Memasuki sesi perdagangan Eropa hari ini, para dealer sedang memberikan rekasi terhadap aneka laporan media tentang sinyal yang akan diberikan oleh PM Theresa May dalam pidatonya Selasa besok.
Pesanan Mesin Jepang Terimbas Rencana Cabutnya AS Dari TPP

Pesanan Mesin Jepang Terimbas Rencana Cabutnya AS Dari TPP

Pesanan inti (core orders) jeblok 5.1 persen pada bulan November dibandingkan bulan lalu (MoM). Rencana Trump untuk tarik AS dari anggota TPP ditengarai menjadi penyebabnya.
Terjungkalnya Pound Hebohkan Pasar Forex Awal Pekan

Terjungkalnya Pound Hebohkan Pasar Forex Awal Pekan

Sterling mencuri perhatian pasar yang sebelumnya sibuk memperhatikan Dolar pekan lalu. Theresa May akan berpidato Selasa besok, masih dengan metode "Hard Brexit"-nya.
Retail Sales AS Desember Meningkat Signifikan, Ini Penyebabnya

Retail Sales AS Desember Meningkat Signifikan, Ini Penyebabnya

Retail Sales tumbuh solid di Amerika Serikat pada bulan Desember sebesar 0.6 persen , melewati estimasi ekonom pada jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 0.5 persen.
Yellen: Tak Ada Masalah Serius Dalam Ekonomi AS Jangka Pendek

Yellen: Tak Ada Masalah Serius Dalam Ekonomi AS Jangka Pendek

Yellen optimis akan pertumbuhan tenaga kerja, upah, dan inflasi. Ia tidak berkomentar tentang kebijakan maupun pemerintahan AS yang baru. Dolar AS bereaksi sedang.
China Akui Tantangan Perdagangan Di 2017, AUD/USD Bertahan

China Akui Tantangan Perdagangan Di 2017, AUD/USD Bertahan

Departemen Perdagangan China mengakui bahwa sektor perdagangan masih akan rumit dan menantang di tahun 2017. AUD/USD sebagai mata uang proxy bergeming di level tinggi.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.