Bank Pertahankan Program Pelonggaran Kuantitatif

   By: Rachmat    view: 773

Komite Kebijakan Moneter Bank Inggris (MPC) dipimpin Sir Mervyn King hari ini melakukan pertemuan kedua terakhir, sebelum Mark Carney mengambil alih jabatannya sebagai gubernur Bank Sentral Inggris (BoE).

Seperti diketahui, bank memutuskan untuk mempertahankan program pelonggaran kuantitatif (QE) sebesar 375 miliar pounds dan menjaga tingkat dasar suku bunga 0,50 persen dalam 51 bulan berturut-turut.

Angka-angka produk domestik bruto (PDB) terbaru menunjukkan pertumbuhan 0,3 persen secara triwulanan cenderung  mengurangi kepercayaan di antara para pembuat kebijakan bahwa QE lebih diperlukan.

Namun, sebagian besar analis tidak berharap melihat perubahan dalam kebijakan dan percaya tak akan ada perubahan sampai Carney mengambil alih jabatan pada Juli 2013.

"Hal ini mungkin yang paling mungkin, bahwa QE lebih lanjut akan ditunda sampai Mark Carney mengambil alih Gubernur BoJ pada Juli, di saat kami berharap dia akan sangat tertarik untuk segera menyediakan tanda," kata Kepala Ekonom Inggris & Eropa dari IHS Global Insight, Howard Archer, seperti dilansir My Finances dan sindonews, Sabtu (11/5/2013).

"Tampaknya hari ini ada keputusan perubahan dari MPC, pada Bank Rate dan ukuran dari program QE, bahwa komite dianggap sebagai desakan dari Kanselir untuk merangsang ekonomi, bahkan dengan mengorbankan inflasi jika perlu, yang tercermin dalam sikap saat ini, menyusul perpanjangan pendanaan untuk skema pinjaman," ujar Broker hipotek Ray Boulger,  John Charcoal.

Tiga pertemuan terakhir telah melihat suara gubernur saat ini untuk pelonggaran kualitatif 25 miliar pounds. Dia telah bergabung dengan anggota MPC lainnya, Paul Fisher dan David Miles, tapi suara mereka kalah dari seluruh panitia 3-6.

Sentimen Konsumen AS Desember Meningkat, Greenback Lanjutkan Rally

Sentimen Konsumen AS Desember Meningkat, Greenback Lanjutkan Rally

Consumer Sentiment bulan Desember yang dikeluarkan oleh University of Michigan (UoM) melonjak hingga berada di level 98, sementara itu ekonom sebelumnya hanya memprediksi Indeks sentimen konsumen negeri Paman Sam berada pada level 94.3.
Dolar Menguat Bersama Yield Obligasi, Fokus Balik Ke The Fed

Dolar Menguat Bersama Yield Obligasi, Fokus Balik Ke The Fed

Kebijakan ECB sudah jelas dan fokus pasar sekarang kembali ke Federal Reserve AS. Kemungkinan kenaikan suku bunga minggu depan sudah hampir tak terelakkan.
4 Inti Kebijakan Moneter ECB Desember 2016

4 Inti Kebijakan Moneter ECB Desember 2016

Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan akan mengurangi ukuran program pembelian asetnya tahun depan. Namun, waktu programnya diperpanjang selama sembilan bulan.
Klaim Pengangguran AS Bertambah Sesuai Estimasi, Greenback Meroket

Klaim Pengangguran AS Bertambah Sesuai Estimasi, Greenback Meroket

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim pengangguran pekan lalu bertambah sebanyak 258k, sedikit berkurang bila dibandingkan Jobless Claims periode sebelumnya pada angka 268k.
Euro Makin Berenergi Jelang Pengumuman Dari Mario Draghi

Euro Makin Berenergi Jelang Pengumuman Dari Mario Draghi

Menjelang hasil rapat ECB yang akan diumumkan malam nanti, EUR/USD justru menunjukkan kenaikan karena Dolar AS pun melemah bersama yield obligasi AS.
GBP/USD Merosot Dikecewakan Manufaktur Inggris

GBP/USD Merosot Dikecewakan Manufaktur Inggris

Dalam basis tahunan, produksi manufaktur Inggris merosot sebanyak 0.4 persen pada bulan Oktober, lebih buruk daripada perkiraan kemajuan sebanyak 0.8 persen.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.