Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1380

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

Suara Dewan BoJ Terpecah Soal Keluar Dari QE

Suara Dewan BoJ Terpecah Soal Keluar Dari QE

Notulen rapat BoJ memperdebatkan seberapa banyak informasi yang patut untuk diungkap oleh bank sentral tersebut kepada publik.
Jauhi Level Terendah, Dolar AS Masih Dihantui Risiko Politik

Jauhi Level Terendah, Dolar AS Masih Dihantui Risiko Politik

Sekarang ini arah Dolar seakan-akan meninggalkan level lemahnya. Tetapi saya kira, kenaikan Dolar tidak akan berlanjut jauh dari sini, kata analis Barclays.
Euro Kendurkan Otot Pasca Data PMI Jerman Dan Zona Euro

Euro Kendurkan Otot Pasca Data PMI Jerman Dan Zona Euro

Indeks PMI Gabungan (composite) Zona Euro untuk bulan Juli, jatuh ke angka 55.8, di bawah ekspektasi 56.2 maupun capaian periode Mei di angka 56.3.
Yen Malas Bereaksi Terhadap Dolar Karena BoJ

Yen Malas Bereaksi Terhadap Dolar Karena BoJ

Sulitnya BoJ untuk meninggalkan pelonggaran stimulus dan moneter longgar membuat data-data ekonomi Jepang diacuhkan oleh trader USD/JPY.
Jubir Gedung Putih Mundur, Dolar Tertekan

Jubir Gedung Putih Mundur, Dolar Tertekan

Dolar AS masih dalam tekanan. Gejolak politik yang berkobar di AS, mengikis harapan akan terwujudnya stimulus fiskal dan reformasi pajak dalam waktu dekat.
Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Ancang-ancang tapering oleh European Central Bank (ECB) disinyalir bakal mendorong EUR/USD mencapai 1.20 pada akhir tahun 2017.
AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

Hanya karena bank-bank sentral lain mulai menaikkan suku bunga mereka, bukan berarti suku bunga RBA juga perlu dinaikkan, kata Debelle.
AUD/USD Gagal Sentuh 0.80 Pasca Employment Change Australia

AUD/USD Gagal Sentuh 0.80 Pasca Employment Change Australia

Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan bahwa Employment Change Australia naik ke angka 14,000 pada bulan Juni, di bawah ekspektasi. AUD/USD tak sampai menyentuh 0.80.
Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Ekuitas futures goyah, dolar AS pun dilanda sell-off. Emas kembali menjadi aset menggiurkan menyusul kabar kegagalan dukungan untuk layanan kesehatan (Trumpcare).
Kondisi Bisnis Australia Cerah, AUD/USD Mendaki

Kondisi Bisnis Australia Cerah, AUD/USD Mendaki

Kondisi Bisnis Australia naik empat poin ke angka +15 pada bulan Juni. Ini adalah sinyal bahwa ekonomi Australia mulai bangkit pasca cuaca buruk di kuartal satu.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.