Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1353

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

AUD/USD Tergelincir Meski Kebijakan RBA Sesuai Ekspektasi

AUD/USD Tergelincir Meski Kebijakan RBA Sesuai Ekspektasi

RBA mempertahankan suku bunga di level 1.5 persen. Bank Sentral Australia tersebut juga mencatat bangkitnya inflasi global, tetapi ada hal yang masih perlu diperhatikan.
Euro Stabil Setelah Rebound 1 Persen, Fokus Masih Italia

Euro Stabil Setelah Rebound 1 Persen, Fokus Masih Italia

"Setelah melihat reli kemarin dan mengingat bahwa PM Renzi masih menjabat, maka minim alasan untuk sell Euro dalam waktu dekat," kata analis Mizuho Securities.
Para Pejabat The Fed Cemaskan Risiko Reformasi Pajak Agresif

Para Pejabat The Fed Cemaskan Risiko Reformasi Pajak Agresif

Para pejabat Federal Reserve AS memperingatkan bahwa administrasi kebijakan fiskal harus dirancang secara cerdas dan tidak memperlakukan negara seolah-olah sedang krisis.
Sektor Jasa AS Bulan November Naik Signifikan, Greenback Bergerak Mixed

Sektor Jasa AS Bulan November Naik Signifikan, Greenback Bergerak Mixed

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan data sektor Jasa AS selama bulan November melonjak ke 57.2, atau melebihi estimasi ekonom sebelumnya 55.3.
Indeks PMI Jasa Inggris Sangat Memuaskan, GBP/USD Mendaki

Indeks PMI Jasa Inggris Sangat Memuaskan, GBP/USD Mendaki

PMI Jasa Inggris untuk bulan November naik ke angka 55.2 dari 54.5 pada bulan Oktober. GBP/USD mendaki, tapi Pounds terpukul mundur versus Euro.
Pejabat ECB Ini Sebut Referendum Italia Tak Sebanding Dengan Brexit

Pejabat ECB Ini Sebut Referendum Italia Tak Sebanding Dengan Brexit

Pejabat penting ECB, Francois Villeroy de Galhau, tak memungkiri referendum Italia sebabkan ketidakpastian. Namun, ada faktor yang membedakannya dengan Brexit
Penjualan Ritel Australia Solid 3 Bulan Berturut, AUD/USD Sedikit Naik

Penjualan Ritel Australia Solid 3 Bulan Berturut, AUD/USD Sedikit Naik

Biro Statistik Nasional Australia melaporkan bahwa penjualan ritel Australia meningkat 0.5 persen, melebihi ekspektasi 0.3 persen pada bulan Oktober.
Aussie Berjuang Naik Setelah Dijungkir Bull Dolar AS

Aussie Berjuang Naik Setelah Dijungkir Bull Dolar AS

Dolar Australia jatuh tersungkur terhadap Dolar AS hingga 3/4 sen di sesi perdagangan New York akibat kesepakatan OPEC. Namun, pagi ini telah sedikit terdongkrak oleh data PMI Manufaktur China.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.