Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1339

Share to Whatsapp

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

Penjualan Rumah Baru AS Bulan Agustus Menurun

Penjualan Rumah Baru AS Bulan Agustus Menurun

Biro Sensus melaporkan bahwa New Home Sales AS menunjukan penurunan dengan hanya mencatatkan penjualan 609k atau lebih rendah dibandingkan perolehan pada periode sebelumnya dimana sempat meraih angka 659k. Meskipun menurun namun setidaknya data New Home Sales yang rilis malam ini masih lebih baik dibandingkan prediksi
Pounds Sterling Lanjut Bearish Pasca Komentar Boris Johnson

Pounds Sterling Lanjut Bearish Pasca Komentar Boris Johnson

Sterling melemah di hari Senin (26/September) sore ini, dengan diperdagangkan di dekat level rendah lima pekan, karena kembali naiknya isu porses Brexit. Komentar Boris Johnson tentang waktu proses Brexit pun turut memudarkan kekuatan Sterling.
Indeks IFO Jerman Di Atas Ekspektasi, Euro Menanjak Tipis

Indeks IFO Jerman Di Atas Ekspektasi, Euro Menanjak Tipis

Euro mengalami kenaikan tipis meski data indeks kepercayaan bisnis Jerman membaik melampaui ekspektasi. Kondisi disebabkan karena sebagian besar pelaku pasar masih menunggu testimoni dan pernyataan Mario Draghi di Brussels nanti malam.
Dolar Terhuyung-Huyung Di Awal Pekan Jelang Debat Capres AS

Dolar Terhuyung-Huyung Di Awal Pekan Jelang Debat Capres AS

Dolar AS bergerak terhuyung-huyung terhadap Yen dan Euro di hari Senin (26/September) ini, berjaga-jaga dalam sempitnya range perdagangan menjelang debat pertama para kandidat calon presiden Amerika Serikat yang mempengaruhi gerak mata uang.
Dolar AS Menguat Terbatas Di Sesi Eropa

Dolar AS Menguat Terbatas Di Sesi Eropa

Dolar AS bergerak beragam dengan perolehan terbatas terhadap mata uang-mata uang mayor di Jumat sore hari ini, dengan para investor yang masih mencerna kebijakan Federal Reserve AS kemarin yang nyatanya tak menaikkan tingkat suku bunga.
USD/JPY Berjuang Keras Pulihkan Posisi Pasca FOMC

USD/JPY Berjuang Keras Pulihkan Posisi Pasca FOMC

Dolar AS bangkit dari kemerosotannya kemarin hari ini, namun masih dalam jalur loss. USD/JPY naik 0.3 persen ke angka 101.04 yen. Dolar mampu menarik dirinya sendiri dari low-low di sesi perdagangan semalam, menjauhi level 100.
FOMC Proyeksikan Fed Hike Satu Kali Tahun Ini, Dolar AS Terlibas

FOMC Proyeksikan Fed Hike Satu Kali Tahun Ini, Dolar AS Terlibas

Dolar AS terempas ke level rendah 4 bulan terhadap Yen di hari Kamis (22/September) pagi ini setelah FOMC memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan moneternya. Dolar pun tersungkur pagi ini dengan USD/JPY yang mencium angka 100.15.
Di Luar Ekspektasi, BoJ Perkenalkan Yield Curve Control; Yen Terlumat

Di Luar Ekspektasi, BoJ Perkenalkan Yield Curve Control; Yen Terlumat

Bank Sentral Jepang (BoJ) pada hari Rabu (21/September) ini memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunganya di level minus 0.1 persen serta mengambil langkah yang di luar dugaan. USD/JPY meroket ke level 102.73 dari level low 101.015.
Cerahnya Kepercayaan Konsumen Australia Mengungkit AUD/USD

Cerahnya Kepercayaan Konsumen Australia Mengungkit AUD/USD

Survei Westpac Melbourne Institute tentang sentimen konsumen untuk bulan September dilaporkan meningkat 0.3 persen setelah naik 2 persen di bulan sebelumnya. Akibatnya, Dolar Australia tampak mulai naik menuju harga 0.7478 terhadap Dolar AS.
GDP Australia Sedikit Di Bawah Ekspektasi, AUD/USD Melorot

GDP Australia Sedikit Di Bawah Ekspektasi, AUD/USD Melorot

Menurut Biro Statistik Australia (ABS) pada hari ini, Gross Domestic Product (GDP) riil naik sebanyak 0.5 persen pada kuartal bulan Juni. Dolar Australia terjungkal sebanyak 0.3 persen dari puncak 0.7688 per Dolar AS. Australia menggenapkan 25 tahun pertumbuhan tanpa resesi.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.