Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

25 MAY 2013 19:58    DIBACA:1036   SUMBER BERITA: RACHMAT

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 


HEADLINE NEWS

japan_economy

Inflasi Tokyo Naik Pesat Dalam 22 Tahun Terakhir

25 APR 2014 DIBACA:202

Draghi Singgung Kembali Pengaruh Penguatan Nilai Tukar, Euro Pun Menguat

24 APR 2014 DIBACA:943

Suku Bunga RBNZ Kembali Diangkat, Kiwi Menguat

24 APR 2014 DIBACA:337

Notulensi MPC BOE Catat Perbedaan Pandangan Mengenai Inflasi Inggris

23 APR 2014 DIBACA:692

Headline News Lainnya

#Konflik Ukraina

#New Zealand

#ECB

#Ekonomi Australia


DALAM KATEGORI AUD

25 APR 14:29 Aussie Coba Naik di Tengah Suasana Libur
24 APR 10:29 Aussie Masih Tertekan Pasca Data Inflasi
24 APR 07:13 Dollar Menguat Terhadap Aussie
23 APR 10:49 Data Inflasi Tekan Aussie
  more

BERITA BERDASARKAN PAIR

USD CAD EURO CHF GBP JPY CNY AUD NZD IDR MORE

BERITA FOREX LAINNYA

25 APR 16:29 Penjualan Ritel Inggris Coba Topang Sterling
25 APR 15:48 ECB Siap Luncurkan QE, Nyata Atau Sekedar Retorika?
25 APR 14:28 Forex Harian Dollar AS, Naik Perlahan
25 APR 14:19 USD/JPY Hampir Tidak Berubah Pasca Data Jepang
25 APR 12:29 Rupiah Cemaskan Defisit Neraca Berjalan
25 APR 12:28 Yen Berpotensi Lanjutkan Kenaikan, Permintaan Safe Haven Masih Kuat
  more

POPULER

25 APR 11:38 Inflasi Tokyo Naik Pesat Dalam 22 Tahun Terakhir
25 APR 08:28 Apakah Yen Akan Kehilangan Status “Safe Haven” nya?
25 APR 05:28 Dollar Amerika Melemah Terhadap Franc Swiss
25 APR 02:29 Sterling Tertopang Ekspetasi Kenaikan Suku Bunga
  more

SUMBER

SFN RACHMAT VIBIZNEWS.COM MONEXNEWS.COM STRATEGYDESK.CO.ID FINANCEROLL.CO.ID MORE

PENCARIAN BERITA


Berita yang Anda inginkan? atau Saran?:

 Kode   Kode Baru




Ingin bertanya soal forex? silahkan di posting di Forum SeputarForex.net di Bagian Tanya Jawab, atau klik disini .. (Gratis)




BERITA BUAT REFRESHING

BERITA EKONOMI
Peternak bebek Jembrana kesulitan bibit

24 APR 23:27 DIBACA:14

Slot penerbangan di Halim akan ditambah

24 APR 20:14 DIBACA:13


BERITA POLITIK
Boediono siap hadir di sidang tipikor

25 APR 13:04 DIBACA:3

Jokowi optimistis Waduk Brigif mampu kurangi banjir

24 APR 18:51 DIBACA:8



FOLLOW US
SHARE
ADS