Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1335

Share to Whatsapp

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

Pertemuan Jackson Hole : Janet Yellen Tidak Beri Kepastian Rate Hike

Pertemuan Jackson Hole : Janet Yellen Tidak Beri Kepastian Rate Hike

Janet Yellen mengatakan bahwa peluang kenaikan suku bunga semakin dekat karena beberapa data ekonomi penting yang rilis dalam beberapa waktu belakangan ini menunjukan semakin mendekati target The Fed. Namun Yellen tidak berbicara secara eksplisit tentang kapan waktu pelaksanaan kenaikan suku bunga.
Pair-Pair Dolar AS Stagnan Tunggu Yellen Angkat Bicara Malam Nanti

Pair-Pair Dolar AS Stagnan Tunggu Yellen Angkat Bicara Malam Nanti

Dolar AS sedikit turun di sesi perdagangan Jumat (26/Agustus) sore ini. Fokus investor belum teralihkan dari penantian akan pernyataan Ketua The Fed di Jackson Hole, dengan harapan akan ada kejelasan mengenai kenaikan suku bunga The Fed.
Sterling Abaikan Rilis Data Pertumbuhan GDP Inggris

Sterling Abaikan Rilis Data Pertumbuhan GDP Inggris

Sterling di sesi perdagangan Eropa cenderung flat pasca rilis data GDP Inggris. Investor menanti rilis data penting AS dan pidato Janet Yellen di Wyoming.
CPI Jepang Melorot, Yen Tak Goyah Masih Menantikan Yellen

CPI Jepang Melorot, Yen Tak Goyah Masih Menantikan Yellen

Indeks Harga Konsumen (CPI) Jepang jeblok pada bulan Juli untuk lima bulan berturut-turut sehingga menambah desakan bagi pemerintah pusat untuk menambah stimulus sesuai dengan janji Perdana Menteri Shinzo Abe.
Durable Goods Orders Naik, Klaim Pengangguran Turun, Greenback Melonjak

Durable Goods Orders Naik, Klaim Pengangguran Turun, Greenback Melonjak

Data pesanan barang tahan lama AS secara mengejutkan naik selama bulan Juli naik sebanyak 4.4 persen, tertinggi sejak bulan Februari lalu.
Euro Merangkak Naik Meski Indeks IFO Jerman Melandai

Euro Merangkak Naik Meski Indeks IFO Jerman Melandai

Euro terhadap dolar AS terpantau merangkak naik meskipun indeks kepercayaan bisnis di Jerman versi IFO menunjukkan adanya penurunan.
Goldman Sachs: 3 Pair Ini Akan Banyak Bereaksi Jika Yellen Kejutkan Pasar Besok

Goldman Sachs: 3 Pair Ini Akan Banyak Bereaksi Jika Yellen Kejutkan Pasar Besok

Goldman Sachs mengatakan bahwa komunikasi The Fed tahun ini cenderung berubah-ubah. Di awal tahun, The Fed menunjukkan sentimen yang sangat hawkish namun pada bulan Juni, justru bersikap sebaliknya. Berikut ini 3 pair yang diperkirakan akan beraksi hebat setelah Jackson Hole besok.
AUD/USD Tergenjot Data Ketenagakerjaan Australia Juli

AUD/USD Tergenjot Data Ketenagakerjaan Australia Juli

Penciptaan lapangan kerja Australia naik lebih pesat daripada perkiraan pada bulan Juli, walaupun ada penurunan tajam dalam pembukaan lapangan kerja full-time. AUD/USD menanjak menuju level tinggi baru, dengan diperdagangkan pada posisi 0.7711 atau naik sebanyak 0.72 persen.
Bull Dolar AS Menjejak Kuat Setelah Komentar Williams FED

Bull Dolar AS Menjejak Kuat Setelah Komentar Williams FED

Presiden Federal Reserve untuk wilayah San Fransisco, John Williams, menuturkan kepada Washington Post di hari Kamis malam bahwa bank sentral AS seharusnya menaikkan suku bunganya tahun ini. Dolar menguat di hari Jumat (12/Agustus) ini setelah munculnya komentar tersebut.
Sentimen Konsumen Australia Cerah, AUD/USD Mendaki

Sentimen Konsumen Australia Cerah, AUD/USD Mendaki

Indeks sentimen konsumen yang dirilis oleh The Westpac Melbourne Institute pada Rabu (10/Agustus) pagi ini naik 2.0 persen menuju level 101.0 pada bulan Juli, mengindikasikan bahwa ada lebih banyak konsumen yang optimis daripada konsumen yang pesimis di Australia.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.

Mengapa Jackson Hole Summit Agustus 2016 Perlu Diawasi?

  By: N Sabila   View: 1680
Mengapa Jackson Hole Summit Agustus 2016 Perlu Diawasi?