Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1326

Share to Whatsapp

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

Euro Tak Terpengaruh Penurunan Data PMI Jerman Dan Zona Euro

Euro Tak Terpengaruh Penurunan Data PMI Jerman Dan Zona Euro

Setelah rilis data indeks PMI Jerman dan Zona Euro yang menunjukkan adanya penurunan, pair EUR/USD di sesi perdagangan Eropa pada hari Jumat (22/07) terpantau stagnan dan volatilitas harga tidak begitu tinggi karena EUR/USD tidak terpengaruh dengan adanya rilis data-data...
Buruknya Indeks PMI Inggris Juni Kuatkan Bukti Dampak Buruk Brexit

Buruknya Indeks PMI Inggris Juni Kuatkan Bukti Dampak Buruk Brexit

Ekonomi Inggris menunjukkan kemerosotan yang dramatis dalam aktivitas bisnisnya setelah Brexit. Menurut data yang dirilis oleh Markit Economics Jumat (22/Juli) sore ini, PMI Manufaktur Inggris (flash) untuk bulan Juli terjun ke level 49.1 dari sebelumnya di 52.1. Sedangkan PMI sektor jasa jeblok...
EUR/USD Flat, ECB Butuh Waktu Untuk Nilai Dampak Brexit

EUR/USD Flat, ECB Butuh Waktu Untuk Nilai Dampak Brexit

Euro sedikit berubah terhadap Dolar AS, setelah menyerahkan sebagian besar perolehannya kemarin merespon komentar Presiden ECB, Mario Draghi, yang mengatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan penilaian kembali mengenai perubahan ekonomi. Setelah rapat kebijakannya kemarin,...
Yen Berbalik Naik Begitu Spekulasi

Yen Berbalik Naik Begitu Spekulasi "Helicopter Money" Terpatahkan

Yen melayang di atas level rendah enam pekan di awal sesi perdagangan Asia Jumat (22/Juli) pagi ini setelah komentar dari Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, yang seketika mematahkan spekulasi bahwa Jepang sedang bersiap menggelontorkan stimulus radikal, "helicopter money". USD/JPY terempas, karena...
ECB Rate Tetap Dan Data Ekonomi AS Beragam, Greenback Bergerak Mixed

ECB Rate Tetap Dan Data Ekonomi AS Beragam, Greenback Bergerak Mixed

Greenback terlihat bergerak mixed terhadap berbagai major currency setelah rilis data ekonomi AS yang beragam. Investor yang selama beberapa hari terakhir sedang menanti penyataan ECB merasa cukup puas setelah mengetahui arah kebijakan ekonomi bank sentral Eropa dimana tetap mempertahankan suku...
Unemployment Claims AS Melorot, Euro Bergejolak

Unemployment Claims AS Melorot, Euro Bergejolak

Gambaran negatif yang terpancar dari sektor tenaga kerja Amerika Serikat yang sempat muncul di awal kwartal kedua, dibalikkan dalam sekejap lewat survei malam ini. Penurunan signifikan jumlah pemohon tunjangan pengangguran membuat kaget banyak pihak. Di sisi yang berseberangan, Euro tak mudah...
Fokus Prediksi Cut Rate RBA, Aussie Melompat Abaikan Data Bisnis NAB

Fokus Prediksi Cut Rate RBA, Aussie Melompat Abaikan Data Bisnis NAB

Kepercayaan bisnis Australia melemah di kuartal kedua, mengindikasikan bahwa perekonomian tengah kehilangan sejumlah momentum meski sempat solid di awal tahun. Indikator kepercayaan bisnis yang dirilis oleh National Australia Bank (NAB) Kamis (21/Juli) pagi ini, menurun 2 poin ke plus 2 pada bulan...
AUD/USD Flat Di Sesi Asia, Awas Lonjakan Aussie Karena Ini

AUD/USD Flat Di Sesi Asia, Awas Lonjakan Aussie Karena Ini

AUD/USD terpantau sedikit menurun dengan kecenderungan flat di hari Rabu (20/Juli) ini setelah data Leading Index MI untuk bulan Juni dilaporkan tergelincir 0.2 persen. Penurunan tersebut menghapus perolehan 0.2 persen pada bulan sebelumnya, sehingga AUD/USD melemah tipis 0.08 persen...
RBA Bergantung Pada Data Inflasi, AUD/USD Menukik

RBA Bergantung Pada Data Inflasi, AUD/USD Menukik

Para pejabat di Bank Sentral Australia (RBA) sedang menantikan informasi lebih lanjut mengenai pertumbuhan dan inflasi sebelum memutuskan apakah penyesuaian kebijakan diperlukan atau tidak, demikian yang diungkapkan oleh notulen rapat RBA yang telah digelar 5 Juli lalu dan diterbitkan pada hari...
Poundsterling Menguat Tanggapi Pidato Weale BoE

Poundsterling Menguat Tanggapi Pidato Weale BoE

Pounds sterling menanjak menapaki level tinggi harian pada Senin (18/Juli) sore ini setelah salah seorang anggota komite rapat Bank Sentral Inggris, Martin Weale, mengatakan dirinya tak yakin apakah akan mendukung kenaikan suku bunga BoE dalam rapat pada bulan Agustus mendatang. GBP/USD melonjak...

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.

Rapat 21 Juli, Akankah ECB Tambah Stimulus?

  By: A Muttaqiena   View: 671
Rapat 21 Juli, Akankah ECB Tambah Stimulus?