Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1371

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

Deutsche Bank: Pound Akan Jatuh Lebih Jauh Pasca Aktivasi Article 50

Deutsche Bank: Pound Akan Jatuh Lebih Jauh Pasca Aktivasi Article 50

Deutsche Bank mengatakan bahwa Pounds sterling akan diperdagangkan pada angka 1.06 per dolar AS lima bulan dari sekarang.
Dolar AS Pulih, The Fed Khawatirkan Imbas Kegagalan Trumpcare

Dolar AS Pulih, The Fed Khawatirkan Imbas Kegagalan Trumpcare

Jerome Powell mengatakan bahwa batalnya RUU Trumpcare bisa menyulitkan kinerja bank sentral, karena sudah melakukan antisipasi lolosnya RUU tersebut.
Kepercayaan Konsumen AS Maret Cetak Rekor Tertinggi 17 Tahun

Kepercayaan Konsumen AS Maret Cetak Rekor Tertinggi 17 Tahun

Indeks kepercayaan konsumen yang merupakan hasil survey secara random oleh Conference Board melonjak hingga level 125.6, melampui ekspektasi.
Arti Kegagalan Trumpcare Bagi Dolar AS

Arti Kegagalan Trumpcare Bagi Dolar AS

Rancangan Undang-Undang (RUU) layanan kesehatan yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump tak lolos. Apakah artinya bagi ekonomi AS dan Dolar?
Brexit Article 50, Bukan Menjual Rumor Membeli Fakta

Brexit Article 50, Bukan Menjual Rumor Membeli Fakta

Ada tiga skenario pergerakan Sterling di esok hari. Ada bocoran bahwa pembicaraan yang sebenarnya dimulai pada bulan Juni mendatang.
Gagalnya Trumpcare Buat Investor Pikir-Pikir, Dolar Tergelincir

Gagalnya Trumpcare Buat Investor Pikir-Pikir, Dolar Tergelincir

Usulan Trumpcare gagal, para investor khawatir rencana pemotongan pajak Trump akan bernasib serupa. Sementara mereka masih melakukan evaluasi, Dolar bergerak landai.
Barclays Prediksi Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays Prediksi Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays memperbaharui perkiraan pergerakan Dolar Australia di tahun ini. Bank terbesar yang berbasis di Inggris ini memperingatkan bahwa Aussie akan cenderung lebih rendah.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.
Reli AUD Terhadang Data Pengangguran Australia

Reli AUD Terhadang Data Pengangguran Australia

Tingkat Pengangguran Australia naik hingga 5.9 persen pada bulan Februari, dari sebelumnya 5.7 persen. Dolar Australia tak bisa mengabaikan hal ini sehingga melandai.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.