Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1361

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

Dolar AS Mulai Menggeliat Di Sesi Eropa

Dolar AS Mulai Menggeliat Di Sesi Eropa

Memasuki sesi perdagangan Eropa hari ini, para dealer sedang memberikan rekasi terhadap aneka laporan media tentang sinyal yang akan diberikan oleh PM Theresa May dalam pidatonya Selasa besok.
Pesanan Mesin Jepang Terimbas Rencana Cabutnya AS Dari TPP

Pesanan Mesin Jepang Terimbas Rencana Cabutnya AS Dari TPP

Pesanan inti (core orders) jeblok 5.1 persen pada bulan November dibandingkan bulan lalu (MoM). Rencana Trump untuk tarik AS dari anggota TPP ditengarai menjadi penyebabnya.
Terjungkalnya Pound Hebohkan Pasar Forex Awal Pekan

Terjungkalnya Pound Hebohkan Pasar Forex Awal Pekan

Sterling mencuri perhatian pasar yang sebelumnya sibuk memperhatikan Dolar pekan lalu. Theresa May akan berpidato Selasa besok, masih dengan metode "Hard Brexit"-nya.
Retail Sales AS Desember Meningkat Signifikan, Ini Penyebabnya

Retail Sales AS Desember Meningkat Signifikan, Ini Penyebabnya

Retail Sales tumbuh solid di Amerika Serikat pada bulan Desember sebesar 0.6 persen , melewati estimasi ekonom pada jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 0.5 persen.
Yellen: Tak Ada Masalah Serius Dalam Ekonomi AS Jangka Pendek

Yellen: Tak Ada Masalah Serius Dalam Ekonomi AS Jangka Pendek

Yellen optimis akan pertumbuhan tenaga kerja, upah, dan inflasi. Ia tidak berkomentar tentang kebijakan maupun pemerintahan AS yang baru. Dolar AS bereaksi sedang.
China Akui Tantangan Perdagangan Di 2017, AUD/USD Bertahan

China Akui Tantangan Perdagangan Di 2017, AUD/USD Bertahan

Departemen Perdagangan China mengakui bahwa sektor perdagangan masih akan rumit dan menantang di tahun 2017. AUD/USD sebagai mata uang proxy bergeming di level tinggi.
Jelang NFP, Aussie Dan Yuan Akhiri Reli Versus Dolar

Jelang NFP, Aussie Dan Yuan Akhiri Reli Versus Dolar

Pasalnya, bank sentral China menetapkan patokan kurs Yuan lebih rendah dibandingkan proyeksi. Dolar Australia pun terkena getahnya.
Morgan Stanley: Masih Pasang Sell Untuk AUD

Morgan Stanley: Masih Pasang Sell Untuk AUD

Analis DailyFX dan Morgan Stanley menjelaskan bahwa penguatan Dolar Australia pada hari ini lebih dikarenakan oleh kemunduran Dolar AS setelah laporan data manufaktur AS.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.