Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1367

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

Existing Home Sales AS Januari Sentuh Level Tertinggi 10 Tahun

Existing Home Sales AS Januari Sentuh Level Tertinggi 10 Tahun

The National Association of Realtors pada hari rabu pagi waktu setempat melaporkan data Existing home sales AS selama bulan lalu melonjak 3.3 persen menjadi 5.69 juta unit, sedangkan data pada bulan Desember 2016 direvisi naik menjadi 5.51 juta unit.
GDP Inggris Q4 Tak Seburuk Perkiraan, GBP/USD Tergelincir

GDP Inggris Q4 Tak Seburuk Perkiraan, GBP/USD Tergelincir

Dalam basis YoY, pertumbuhan Inggris secara aktual lebih rendah daripada estimasi awalnya, dimana kenaikan hanya 2.0 persen dari 2.2 persen. GBP/USD terkonsolidasi.
Akankah Notulen FOMC Februari Bullish-kan Dolar?

Akankah Notulen FOMC Februari Bullish-kan Dolar?

Pernyataan Ketua The Fed dalam testimoninya minggu lalu tidak sewaspada pernyataan pasca FOMC. Karena itulah notulen The Fed menyedot perhatian minggu ini.
AUD/USD Naik Abaikan Data Konstruksi, Pidato Lowe RBA

AUD/USD Naik Abaikan Data Konstruksi, Pidato Lowe RBA

Jumlah Pekerjaan Konstruksi Australia yang selesai dilaporkan melorot 0.2 persen. Hal ini menjadi perhatian RBA untuk memonitor kondisi pasar perumahan.
Isyarat Rate Hike Bulan Depan Dorong Bullish Greenback

Isyarat Rate Hike Bulan Depan Dorong Bullish Greenback

Dollar AS menguat versus hampir sebagian besar mata uang major di awal sesi New York hari Selasa (21/2) setelah dua anggota pengambil kebjiakan The Fed mengatakan bahwa ada kemungkinan bagi Bank Sentral untuk melakukan Rate Hike pada pertemuan bulan Maret mendatang.
Yield Obligasi AS Meningkat, Dolar Menggeliat

Yield Obligasi AS Meningkat, Dolar Menggeliat

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS di pembukaan sesi perdagangan sore ini menjadi pendukung bagi Dolar AS setelah libur sesi New York kemarin.
Yield Obligasi Dan Politik: Penyebab Terbatasnya Penguatan Greenback

Yield Obligasi Dan Politik: Penyebab Terbatasnya Penguatan Greenback

Greenback tergelincir bersama yield obligasi AS. Menghadapi Yen Jepang, Dolar AS diperdagangkan flat. Gejolak jelang Pemilu Prancis masih pengaruhi EUR/USD.
Tak Ada Info Baru Dari Testimoni Yellen Hari Kedua, Dolar Rehat

Tak Ada Info Baru Dari Testimoni Yellen Hari Kedua, Dolar Rehat

Data ekonomi AS yang dilaporkan mengalami peningkatan, kian menguatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Surplus Perdagangan Australia Jadi Pijakan Bullish Aussie

Surplus Perdagangan Australia Jadi Pijakan Bullish Aussie

Surplus merupakan angin segar yang mengurangi risiko penurunan rating kredit AAA yang selama ini dipegang Australia. Dolar Australia tinggalkan level rendah.
AUD/USD Naik Bersama Data Pengangguran Australia

AUD/USD Naik Bersama Data Pengangguran Australia

Tingkat pengangguran Australia naik hingga 5.8 persen, akibat menguatnya partisipasi pekerja sebanyak 64.7 persen dari sebelumnya sebanyak 64.6 persen.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.