Perdana Mentri , Australia Yakinkan Ekonomi Bisa kuat

   By: Rachmat    view: 1373

Perdana Menteri Australia Julia Gillard meredakan kekhawatiran tentang ekonomi negaranya dengan menyatakan memiliki fundamental yang kuat. Hal itu disampaikannya menyikapi langkah produsen mobil AS Ford yang mengumumkan mengakhiri produksi dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford mengatakan, pihaknya akan berhenti membuat kendaraan di pabrik yang menguntungkan Australia pada 2016. Hal tersebut memicu keprihatinan untuk industri manufaktur yang sedang berjuang karena dolar Australia tinggi.

Gillard mengakui keputusan Ford untuk menghentikan produksi dan memotong 1.200 pekerja telah membuat orang-orang gelisah. "Dengan  keputusan Ford kemarin kita dapat meyakinkan bahwa ekonomi Australia tangguh dan memiliki fundamental yang kuat," ujarnya, seperti dilansir dari Global Post dan Sindonews, Jumat (24/5/2013).

"Perekonomian kita telah keluar dari krisis keuangan global yang kuat. Kita punya pertumbuhan ekonomi, kita punya inflasi yang rendah, suku bunga rendah, pengangguran relatif rendah dan keuangan publik yang kuat," jelasnya.

Australian Council of Trade Unions (ACTU) telah memperingatkan bahwa keputusan Ford bisa memiliki dampak yang membahayakan bagi 10.000 pekerjaan lain di bidang manufaktur.

CEO Ford Australia, Bob Graziano mengatakan, biaya pembuatan mobil di Australia dua kali lipat dari Eropa dan hampir empat kali lipat dari Ford di Asia. "Perusahaan ini rugi fiskal USD600 juta selama lima tahun terakhir," ungkapnya.

 

GDP AS Kuartal Pertama Direvisi Naik, Dollar Berbalik Menguat

GDP AS Kuartal Pertama Direvisi Naik, Dollar Berbalik Menguat

GDP AS yanga merupakan Second Realease kuartal pertama mencatatkan kenaikan 1.2 persen, melampaui kenaikan 0.7 persen (GDP First Realease), namun rilis data GDP AS malam ini membukukan kinerja lebih lambat.
Williams The Fed Kritik Kebijakan Fiskal AS, Dolar Hentikan Reli

Williams The Fed Kritik Kebijakan Fiskal AS, Dolar Hentikan Reli

Dolar AS tampak urung melanjutkan terhadap mata uang-mata uang mayor sore ini. Williams The Fed belum lihat dampak kebijakan fiskal yang disusun Trump.
Mata Uang Komoditas Terperosok Akibat Keputusan OPEC

Mata Uang Komoditas Terperosok Akibat Keputusan OPEC

AUD/USD merosot nyaris dua persen ke 0.7428, sedangkan USD/CAD membubung ke 1.3492. Kebijakan OPEC di bawah ekspekasi pasar.
Pounds Anjlok Pasca Turunnya GDP Dan Elektabilitas PM May

Pounds Anjlok Pasca Turunnya GDP Dan Elektabilitas PM May

GBP/USD sudah tumbang nyaris 5 persen ke kisaran 1.2882, meningkatkan loss bagi buyer Pounds setelah anjlok 0.3 persen pada hari Kamis.
Pejabat Eropa Dan IMF Gagal Capai Kesepakatan Bailout Yunani

Pejabat Eropa Dan IMF Gagal Capai Kesepakatan Bailout Yunani

Pejabat Eurozone dan IMF gagal mencapai kesepakatan mengenai bantuan utang Yunani. Sementara itu, Pasar tengah menunggu rapat FOMC.
Harker The Fed Masih Yakini Fed Hike Juni

Harker The Fed Masih Yakini Fed Hike Juni

"Saya masih melihat tiga kali kenaikan suku bunga untuk tahun 2017 sebagai kemungkinan yang sesuai," kata Harker.
Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling memperpanjang penurunan di sesi perdagangan Selasa (23/Mei) pagi ini, menyusul ledakan bom dalam konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris
Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Hampir dipastikan semua rencana ekonomi yang telah disusun oleh presiden AS, Donald Trump akan tertunda. Isu pemakzulan mulai merebak, termasuk dari Partai Republik.
Part-Time Job Pangkas Pengangguran, Aussie Melonjak

Part-Time Job Pangkas Pengangguran, Aussie Melonjak

Lapangan kerja purna waktu (full-time) Australia memang merosot tetapi lapangan kerja paruh waktu justru bertambah hingga 49,000. Pengangguran turun ke angka 5.7 persen.
Kepercayaan Konsumen Australia Dirilis, AUD/USD Sedikit Berubah

Kepercayaan Konsumen Australia Dirilis, AUD/USD Sedikit Berubah

Data Westpac menunjukkan bahwa indeks Kepercayaan Konsumen Australia jeblok 1.1 persen bulan ini, mengakselerasi kemerosotan 0.7 persen pada bulan April.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.