FOMC Desember Mufakat Suku Bunga Naik, Berlanjut Sampai 2018

   By: A Muttaqiena    view: 3346

Seputarforex.com - Para pejabat Federal Reserve sepakat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke tingkat 0.75% dalam rapat FOMC yang digelar dua hari terakhir, berikut mematok jalur kenaikan lanjutan yang lebih tajam di tahun 2017 dan 2018. Estimasi median dalam proyeksi dot plot menampilkan perkiraan tiga kali kenaikan suku bunga dalam tahun 2017 sebesar masing-masing 25 basis poin --naik dari dua di forecast FOMC September--, disusul tiga kali lagi dengan besaran yang sama di tahun 2018. Ekspektasi inflasi yang telah meningkat dan indikasi penguatan bidang ketenagakerjaan di masa depan berada dibalik keputusan mufakat penuh FED pertama sejak bulan Juli ini.

Janet Yellen

 

Dikarenakan Ekspektasi Peningkatan Inflasi Dan Ketenagakerjaan

Para anggota rapat FOMC menilai pasar tenaga kerja telah terus menguat dan aktivitas ekonomi telah berekspansi dalam laju moderat sejak pertengahan tahun. Kenaikan peluang kerja solid, belanja konsumen naik secara moderat, dan investasi bisnis tetap lemah. Selain itu, dalam pernyataan pasca rapat FOMC Desember, diungkapkan bahwa kebijakan moneter mendukung "sejumlah penguatan kondisi pasar tenaga kerja dan kembalinya inflasi ke 2 persen", dengan menambahkan bahwa kata "sejumlah" dipergunakan karena para anggota FOMC melihat ada sedikit peluang perbaikan outlook ketenagakerjaan. 

Pergeseran ekspektasi inflasi dan ketenagakerjaan menjadi dasar Rate Hike, berikut rencana kenaikan total enam kali lagi di tahun 2017 dan 2018 dalam estimasi median proyeksi dot plot yang digariskan anggota rapat. Namun demikian, proyeksi pertumbuhan, ketenagakerjaan, dan inflasi hanya berubah sedikit. GDP diperkirakan akan tumbuh 2.1% di tahun 2017, naik tipis dari forecast 2 persen sebelumnya. Sedangkan outlook ketenagakerjaan diperkirakan turun ke 4.5% dari saat ini 4.6%.

 

Menolak Spekulasi Tentang Rezim Trump

Terkait dengan bagaimana FED akan merespon transisi ke pemerintahan baru tahun depan; dalam sesi tanya jawab pasca rapat, ketua FED Janet Yellen menyatakan menolak berspekulasi sebelum mendapatkan kepastian tentang detail tertentu. Walaupun, ia mengakui bahwa menajamnya estimasi median pada proyeksi dot plot bisa jadi dipengaruhi oleh antisipasi sejumlah anggota FOMC terkait prediksi perubahan arah kebijakan fiskal.

Ekonomi kemungkinan akan terus bertumbuh dengan baik. Namun demikian, Yellen meyakini perusahaan-perusahaan akan memangkas lowongan kerja karena adanya perubahan teknologi, serta meminta pemerintah AS untuk memperhatikan pula kecenderungan tersebut dalam pembuatan kebijakan ke depan.

 

Dolar Meroket

Walaupun kenaikan sebesar 25 basis poin sudah diperkirakan, tetapi proyeksi tiga kali Rate Hike susulan di tahun 2017 dipandang lebih hawkish dari apa yang telah diperhitungkan pasar sebelumnya. Indeks Dolar pun melonjak hingga mencapai level tertinggi 13 tahun di angka 102.270 saat berita ini diangkat. Seusai pengumuman dini hari tadi (15/12), EUR/USD bergerak untuk menguji level 1.0500, sedangkan USD/JPY meloncat sekitar 150 pips ke atas kisaran 117.00 untuk pertama kalinya sejak bulan Januari. Indeks saham Wall Street melorot, sementara yield obligasi AS kembali terbang ke atas ambang 2.5% hingga kini telah mencapai 2.584%.

Rapat kebijakan FED berikutnya akan digelar pada 31 Januari dan 1 Februari di Washington, tetapi takkan disertai dengan proyeksi ekonomi maupun konferensi pers. Pertemuan FOMC yang diiringi konferensi pers baru bakal diadakan lagi tanggal 14-15 Maret 2017.

Euro Melonjak Dekati Level Tertinggi 10 Bulan , Ini Penyebabnya

Euro Melonjak Dekati Level Tertinggi 10 Bulan , Ini Penyebabnya

Melonjaknya Euro disebabkan oleh karena Investor melihat adanya indikasi Bank Sentral Eropa siap mengurangi program stimulus senilai 2 Triliun Euro yang mengantarkan Euro naik cukup signifikan.
China Bisa Kontrol Resiko Finansial, Target Ekonomi 2017 Bakal Tercapai

China Bisa Kontrol Resiko Finansial, Target Ekonomi 2017 Bakal Tercapai

China memiliki kemampuan mencapai target pertumbuhan setahun penuh dan mengontrol resiko yang bersifat sistemik meski ada tantangan, pernyataan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok.
Yellen Fed : Tidak Ada Krisis Ekonomi Lagi Sepanjang Hidup Kita

Yellen Fed : Tidak Ada Krisis Ekonomi Lagi Sepanjang Hidup Kita

Ketua Bank Sentral AS Federal Reserve, Janet Yellen memberikan sebuah pernyataan cukup optimis mengenai outlook ekonomi, berkata bahwa tidak akan ada lagi krisis ekonomi atau resesi setidaknya selama dia hidup.
Conference Board : Indeks Kepercayaan Konsumen AS Juni Naik

Conference Board : Indeks Kepercayaan Konsumen AS Juni Naik

Indeks Consumer Confidence menunjukan terjadi kenaikan signifikan selama bulan Juni hingga berada di level 118.9 , naik bila dibandingkan 117.6 selama periode Mei.
Mario Draghi ECB Beri Pernyataan Positif, Euro Melambung

Mario Draghi ECB Beri Pernyataan Positif, Euro Melambung

Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi pada hari Selasa (27/6) mendapatkan kesempatan berbicara dalam forum ECB di Sintra.
Greenback Kokoh Terhadap Yen Jelang Pidato Yellen

Greenback Kokoh Terhadap Yen Jelang Pidato Yellen

Dollar AS berdiri kokoh versus Yen jelang pidato Yellen dan berpotensi akan terus naik bila muncul komentar positif mengenai prospek ekonomi AS.
FOMC Juni 2017 Naikkan Suku Bunga, Dolar Justru Melemah

FOMC Juni 2017 Naikkan Suku Bunga, Dolar Justru Melemah

Kebijakan FOMC Juni 2017 memutuskan untuk menaikkan suku bunganya sebanyak seperempat basis poin, menjadi 1.00 - 1.25 persen.
Poundsterling Dibuka Lemah, Respon Teror London Bridge

Poundsterling Dibuka Lemah, Respon Teror London Bridge

Teror London Bridge terjadi hanya beberapa hari jelang Pemilu Inggris. GBP/USD diperdagangkan di kisaran 1.2865, setelah sempat menyentuh low di 1.2854.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.