FOMC Desember Mufakat Suku Bunga Naik, Berlanjut Sampai 2018

   By: A Muttaqiena    view: 3428

Seputarforex.com - Para pejabat Federal Reserve sepakat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke tingkat 0.75% dalam rapat FOMC yang digelar dua hari terakhir, berikut mematok jalur kenaikan lanjutan yang lebih tajam di tahun 2017 dan 2018. Estimasi median dalam proyeksi dot plot menampilkan perkiraan tiga kali kenaikan suku bunga dalam tahun 2017 sebesar masing-masing 25 basis poin --naik dari dua di forecast FOMC September--, disusul tiga kali lagi dengan besaran yang sama di tahun 2018. Ekspektasi inflasi yang telah meningkat dan indikasi penguatan bidang ketenagakerjaan di masa depan berada dibalik keputusan mufakat penuh FED pertama sejak bulan Juli ini.

Janet Yellen

 

Dikarenakan Ekspektasi Peningkatan Inflasi Dan Ketenagakerjaan

Para anggota rapat FOMC menilai pasar tenaga kerja telah terus menguat dan aktivitas ekonomi telah berekspansi dalam laju moderat sejak pertengahan tahun. Kenaikan peluang kerja solid, belanja konsumen naik secara moderat, dan investasi bisnis tetap lemah. Selain itu, dalam pernyataan pasca rapat FOMC Desember, diungkapkan bahwa kebijakan moneter mendukung "sejumlah penguatan kondisi pasar tenaga kerja dan kembalinya inflasi ke 2 persen", dengan menambahkan bahwa kata "sejumlah" dipergunakan karena para anggota FOMC melihat ada sedikit peluang perbaikan outlook ketenagakerjaan. 

Pergeseran ekspektasi inflasi dan ketenagakerjaan menjadi dasar Rate Hike, berikut rencana kenaikan total enam kali lagi di tahun 2017 dan 2018 dalam estimasi median proyeksi dot plot yang digariskan anggota rapat. Namun demikian, proyeksi pertumbuhan, ketenagakerjaan, dan inflasi hanya berubah sedikit. GDP diperkirakan akan tumbuh 2.1% di tahun 2017, naik tipis dari forecast 2 persen sebelumnya. Sedangkan outlook ketenagakerjaan diperkirakan turun ke 4.5% dari saat ini 4.6%.

 

Menolak Spekulasi Tentang Rezim Trump

Terkait dengan bagaimana FED akan merespon transisi ke pemerintahan baru tahun depan; dalam sesi tanya jawab pasca rapat, ketua FED Janet Yellen menyatakan menolak berspekulasi sebelum mendapatkan kepastian tentang detail tertentu. Walaupun, ia mengakui bahwa menajamnya estimasi median pada proyeksi dot plot bisa jadi dipengaruhi oleh antisipasi sejumlah anggota FOMC terkait prediksi perubahan arah kebijakan fiskal.

Ekonomi kemungkinan akan terus bertumbuh dengan baik. Namun demikian, Yellen meyakini perusahaan-perusahaan akan memangkas lowongan kerja karena adanya perubahan teknologi, serta meminta pemerintah AS untuk memperhatikan pula kecenderungan tersebut dalam pembuatan kebijakan ke depan.

 

Dolar Meroket

Walaupun kenaikan sebesar 25 basis poin sudah diperkirakan, tetapi proyeksi tiga kali Rate Hike susulan di tahun 2017 dipandang lebih hawkish dari apa yang telah diperhitungkan pasar sebelumnya. Indeks Dolar pun melonjak hingga mencapai level tertinggi 13 tahun di angka 102.270 saat berita ini diangkat. Seusai pengumuman dini hari tadi (15/12), EUR/USD bergerak untuk menguji level 1.0500, sedangkan USD/JPY meloncat sekitar 150 pips ke atas kisaran 117.00 untuk pertama kalinya sejak bulan Januari. Indeks saham Wall Street melorot, sementara yield obligasi AS kembali terbang ke atas ambang 2.5% hingga kini telah mencapai 2.584%.

Rapat kebijakan FED berikutnya akan digelar pada 31 Januari dan 1 Februari di Washington, tetapi takkan disertai dengan proyeksi ekonomi maupun konferensi pers. Pertemuan FOMC yang diiringi konferensi pers baru bakal diadakan lagi tanggal 14-15 Maret 2017.

PM May Desak Uni Eropa Akhiri Deadlock Perundingan Brexit

PM May Desak Uni Eropa Akhiri Deadlock Perundingan Brexit

Perdana Menteri Inggris, Theresa May pada hari Kamis (19/10) mendesak Uni Eropa untuk mengakhiri kebuntuan dialog terkait Brexit.
Jobless Claims AS Sentuh Rekor Terendah 44 Tahun

Jobless Claims AS Sentuh Rekor Terendah 44 Tahun

Menurut laporan Jobless Claims dari Departemen terkait menunjukan jumlah warga AS yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan menurun 22,000 menjadi 222,000 pada perhitungan hingga 14 Oktober.
Penjualan Ritel Inggris Terguling, Poundsterling Terpelanting

Penjualan Ritel Inggris Terguling, Poundsterling Terpelanting

Penjualan ritel Inggris merosot, diduga kuat merupakan imbas dari tingginya kenaikan inflasi Inggris yang mencekik daya beli konsumen. GBP/USD mengalami penurunan.
UNICEF Berencana Buat Jaringan Mata Uang Kripto Sendiri

UNICEF Berencana Buat Jaringan Mata Uang Kripto Sendiri

Alasannya, UNICEF ingin menggunakan mata uang kripto untuk meniadakan halangan proses pendanaan seperti terjadi pada transaksi konvensional sekarang.
Sakurai: BoJ Tak Butuh Stimulus Ekstra, USD/JPY Melejit

Sakurai: BoJ Tak Butuh Stimulus Ekstra, USD/JPY Melejit

Makoto Sakurai, anggota dewan BoJ, mengatakan bahwa Kebijakan Yield Curve Control (YCC) saat ini sudah cukup. Tak perlu langkah tambahan demi mempercepat inflasi.
Bull Dolar Bertahan, Pasar Renungkan Kandidat Baru Ketua The Fed

Bull Dolar Bertahan, Pasar Renungkan Kandidat Baru Ketua The Fed

Siapa yang akan menjadi Gubernur The Fed selanjutnya adalah fokus terpenting bagi pasar saat ini. Khususnya, seberapa besar kans kandidat yang hawkish untuk terpilih.
FOMC Ungkap Waktu Pengurangan Balance Sheet Dan Rate Hike

FOMC Ungkap Waktu Pengurangan Balance Sheet Dan Rate Hike

Bank sentral AS, The Fed, melalui rapat FOMC September 2017 memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada akhir tahun dan pengurangan balance sheet mulai bulan Oktober 2017.
Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Jika tren data ekonomi Inggris memenuhi syarat, maka waktu yang paling tepat untuk menaikkan suku bunga kemungkinan adalah mulai bulan depan.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.