Pernyataan PM May Runtuhkan Pound Sterling

   By: A Muttaqiena    view: 2687

Seputarforex.com - Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan kesediaannya untuk melakukan apa saja demi mendapatkan kembali kendali atas aturan-aturan di bidang imigrasi, meski harus memutus akses sepenuhnya dari pasar tunggal Uni Eropa. Sebagai akibat dari pernyataan yang disampaikan pada Sky News tersebut, hari Senin ini (9/1) Pound Sterling ambruk ke level terendah dalam 10 pekan.

 

Pernyataan PM May Runtuhkan Sterling

 

Transkrip interview PM May dengan Sky News yang dikutip oleh Bloomberg diantaranya berisikan pernyataan bahwa meninggalkan Uni Eropa adalah tentang "mendapatkan hubungan yang tepat, bukan menyimpan bagian kecil dari keanggotaan."

Lebih tegas lagi, May mengatakan, "Kita meninggalkannya. Kita keluar. Kita takkan menjadi anggota Uni Eropa lagi, jadi pertanyaannya adalah hubungan apa yang tepat bagi Inggris untuk dimiliki bersama dengan Uni Eropa ketika kita berada di luar. Kita akan bisa mendapatkan kendali atas perbatasan kita, kendali atas undang-undang kita, tetapi kita masih menginginkan kesepakatan terbaik yang mungkin didapatkan agar perusahaan-perusahaan Inggris bisa berdagang ke dan di dalam Uni Eropa, dan (agar) perusahaan-perusahaan Eropa bisa beroperasi dan berdagang di Inggris."

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa dengan kian mendekatnya deadline 31 Maret 2017, momen saat ia berjanji akan memicu proses Brexit secara resmi dengan mengajukan Article 50 dari Pakta Lisbon, PM May mengambil sikap condong pada "hard brexit". Ia siap mempertaruhkan hubungan dagang Inggris dengan pasar terbesarnya demi mendapatkan kembali kedaulatan negeri.

Merespon ditayangkannya wawancara PM May ini, sepanjang sesi Asia hingga memasuki sesi London hari Senin ini GBP/USD anjlok sampai menyentuh 1.2178. Demikian pula EUR/GBP melonjak ke 0.8649, tertinggi sejak akhir Desember. Pound Sterling juga luluh versus Yen, dengan GBP/JPY terpuruk di 142.89 saat berita ini diterbitkan. 

Terlepas dari maju-mundur proses Brexit, data ekonomi Inggris konsisten mencatat pencapaian lebih baik dibanding perkiraan. Indeks Harga Perumahan Halifax bulan Desember, yang baru beberapa menit lalu dipublikasikan, menunjukkan peningkatan sebesar 1.7% MoM; mengungguli ekspektasi 0.2% maupun kenaikan periode sebelumnya yang sebesar 0.6%. Dalam basis tahunan, Indeks Harga Perumahan pun meningkat 6.5%, lebih tinggi dibanding forecast maupun data periode November.

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
RBNZ Tak Naikkan Suku Bunga, Pasar Lamban Mencerna

RBNZ Tak Naikkan Suku Bunga, Pasar Lamban Mencerna

RBNZ mempertahankan tingkat suku bunga pada level 1.75 persen bulan ini. Dolar New Zealand yang sempat mendaki jelang pengumuman kebijakan, kembali surut.
Existing Home Sales AS Februari Anjlok, Dollar Kian Terpuruk

Existing Home Sales AS Februari Anjlok, Dollar Kian Terpuruk

Data Existing Home Sales menunjukkan selama Februari, jumlah rumah yang terjual hanya 5.48 juta unit bulan lalu atau menurun 3.7 persen dibandingkan data periode Januari.
Sesi Eropa, Dolar AS Disetir Isu Politik

Sesi Eropa, Dolar AS Disetir Isu Politik

Di sesi perdagangan Eropa pada Rabu (22/Mar) sore ini masih tak banyak perubahan berarti yang dialami oleh pair-pair mayor, meski ada sedikit tambahan penurunan.
Notulen Rapat BoJ Januari Rilis, Kenaikan Yen Terhenti

Notulen Rapat BoJ Januari Rilis, Kenaikan Yen Terhenti

BoJ memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga dan mekanisme-mekanisme kebijakan moneter lainnya. Notulen tersebut juga membantah isu kenaikan suku bunga.
Yield Obligasi AS Jatuh, Dolar Loyo Awali Sesi Tokyo

Yield Obligasi AS Jatuh, Dolar Loyo Awali Sesi Tokyo

Kemerosotan Dolar hingga level 111 yen terjadi menyusul saham-saham Wall Street yang tergelincir dan mengempaskan yield obligasi US Treasury.
Euro Melaju Kencang Pasca Debat Presiden Perancis

Euro Melaju Kencang Pasca Debat Presiden Perancis

Euro terpantau menguat cukup signifikan hingga menembus level 1.08 terhadap dollar AS pada hari Selasa (21/3) setelah debat pemilu presiden Perancis.
Sterling Melonjak Susul Data CPI, Komentar Forbes Dipertimbangkan?

Sterling Melonjak Susul Data CPI, Komentar Forbes Dipertimbangkan?

CPI Inggris 12 bulan yang dilaporkan oleh Biro Statistik ONS, tercatat di angka 2.3 persen pada bulan Februari 2017, naik dari 1.8 persen pada bulan Januari.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.
Mengapa Kristin Forbes Ingin Suku Bunga BoE Naik

Mengapa Kristin Forbes Ingin Suku Bunga BoE Naik

Kristin Forbes adalah satu-satunya tokoh MOC yang hawkish, berbeda dengan 8 anggota MPC BoE lainnya. Inilah argumen Forbes akan suaranya dalam voting MPC.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.