Pernyataan PM May Runtuhkan Pound Sterling

   By: A Muttaqiena    view: 2754

Seputarforex.com - Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan kesediaannya untuk melakukan apa saja demi mendapatkan kembali kendali atas aturan-aturan di bidang imigrasi, meski harus memutus akses sepenuhnya dari pasar tunggal Uni Eropa. Sebagai akibat dari pernyataan yang disampaikan pada Sky News tersebut, hari Senin ini (9/1) Pound Sterling ambruk ke level terendah dalam 10 pekan.

 

Pernyataan PM May Runtuhkan Sterling

 

Transkrip interview PM May dengan Sky News yang dikutip oleh Bloomberg diantaranya berisikan pernyataan bahwa meninggalkan Uni Eropa adalah tentang "mendapatkan hubungan yang tepat, bukan menyimpan bagian kecil dari keanggotaan."

Lebih tegas lagi, May mengatakan, "Kita meninggalkannya. Kita keluar. Kita takkan menjadi anggota Uni Eropa lagi, jadi pertanyaannya adalah hubungan apa yang tepat bagi Inggris untuk dimiliki bersama dengan Uni Eropa ketika kita berada di luar. Kita akan bisa mendapatkan kendali atas perbatasan kita, kendali atas undang-undang kita, tetapi kita masih menginginkan kesepakatan terbaik yang mungkin didapatkan agar perusahaan-perusahaan Inggris bisa berdagang ke dan di dalam Uni Eropa, dan (agar) perusahaan-perusahaan Eropa bisa beroperasi dan berdagang di Inggris."

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa dengan kian mendekatnya deadline 31 Maret 2017, momen saat ia berjanji akan memicu proses Brexit secara resmi dengan mengajukan Article 50 dari Pakta Lisbon, PM May mengambil sikap condong pada "hard brexit". Ia siap mempertaruhkan hubungan dagang Inggris dengan pasar terbesarnya demi mendapatkan kembali kedaulatan negeri.

Merespon ditayangkannya wawancara PM May ini, sepanjang sesi Asia hingga memasuki sesi London hari Senin ini GBP/USD anjlok sampai menyentuh 1.2178. Demikian pula EUR/GBP melonjak ke 0.8649, tertinggi sejak akhir Desember. Pound Sterling juga luluh versus Yen, dengan GBP/JPY terpuruk di 142.89 saat berita ini diterbitkan. 

Terlepas dari maju-mundur proses Brexit, data ekonomi Inggris konsisten mencatat pencapaian lebih baik dibanding perkiraan. Indeks Harga Perumahan Halifax bulan Desember, yang baru beberapa menit lalu dipublikasikan, menunjukkan peningkatan sebesar 1.7% MoM; mengungguli ekspektasi 0.2% maupun kenaikan periode sebelumnya yang sebesar 0.6%. Dalam basis tahunan, Indeks Harga Perumahan pun meningkat 6.5%, lebih tinggi dibanding forecast maupun data periode November.

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Ancang-ancang tapering oleh European Central Bank (ECB) disinyalir bakal mendorong EUR/USD mencapai 1.20 pada akhir tahun 2017.
AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

Hanya karena bank-bank sentral lain mulai menaikkan suku bunga mereka, bukan berarti suku bunga RBA juga perlu dinaikkan, kata Debelle.
Dolar AS Akhiri Pekan Dengan Penurunan

Dolar AS Akhiri Pekan Dengan Penurunan

Pasca kebijakan ECB, Dolar AS tak sanggup mengungguli pamor Euro. EUR/USD bertengger di level tertinggi sejak Agustus 2015 hingga sesi Asia pagi ini.
Jobless Claims AS Turun, Euro Terangkat Berkat ECB

Jobless Claims AS Turun, Euro Terangkat Berkat ECB

Data Klaim Pengangguran AS yang turun hingga menyentuh level terendah dalam kurun lima bulan, menunjukkan semakin membaiknya kondisi pasar tenaga kerja kuartal kedua 2017.
Pernyataan Menteri Ini Buat Pound Abaikan Penjualan Ritel

Pernyataan Menteri Ini Buat Pound Abaikan Penjualan Ritel

Menteri Perdagangan Inggris, Liam Fox, memberikan komentar di sebuah radio bahwa Inggris tetap dapat selamat meski tanpa kesepakatan perdagangan Brexit.
Euro Bisa Jatuh Jika Kebijakan ECB Tak Hawkish

Euro Bisa Jatuh Jika Kebijakan ECB Tak Hawkish

ECB diekspektasikan akan memberikan penjelasan terkait pernyataan hawkish Mario Draghi bulan lalu. Namun, jika ternyata nanti tak se-hawkish perkiraan, Euro bisa mundur.
Kenaikan Pound Tersandung Merosotnya CPI Inggris

Kenaikan Pound Tersandung Merosotnya CPI Inggris

Biro Statistik Inggris (ONS) mencatat bahwa CPI hanya naik sebanyak 2.6 persen pada bulan Juni ini dibanding tahun lalu.
Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Ekuitas futures goyah, dolar AS pun dilanda sell-off. Emas kembali menjadi aset menggiurkan menyusul kabar kegagalan dukungan untuk layanan kesehatan (Trumpcare).
Negosiasi Brexit Di Brussels Mulai Lagi, Sterling Gugup

Negosiasi Brexit Di Brussels Mulai Lagi, Sterling Gugup

Davis melaporkan bahwa mereka telah menciptakan permulaan yang baik, sehingga negosiasi Brexit minggu ini dapat berlanjut menghasilkan substansi yang lebih riil.
Dolar AS Ditumbangkan Testimoni Yellen Dan Rate Hike BoC

Dolar AS Ditumbangkan Testimoni Yellen Dan Rate Hike BoC

Yellen tidak menunjukkan sentimen yang se-hawkish perkiraan pasar. Akibatnya, Dolar AS pun tertendang oleh mata uang-mata uang mayor lainnya.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.