Pernyataan PM May Runtuhkan Pound Sterling

   By: A Muttaqiena    view: 2727

Seputarforex.com - Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan kesediaannya untuk melakukan apa saja demi mendapatkan kembali kendali atas aturan-aturan di bidang imigrasi, meski harus memutus akses sepenuhnya dari pasar tunggal Uni Eropa. Sebagai akibat dari pernyataan yang disampaikan pada Sky News tersebut, hari Senin ini (9/1) Pound Sterling ambruk ke level terendah dalam 10 pekan.

 

Pernyataan PM May Runtuhkan Sterling

 

Transkrip interview PM May dengan Sky News yang dikutip oleh Bloomberg diantaranya berisikan pernyataan bahwa meninggalkan Uni Eropa adalah tentang "mendapatkan hubungan yang tepat, bukan menyimpan bagian kecil dari keanggotaan."

Lebih tegas lagi, May mengatakan, "Kita meninggalkannya. Kita keluar. Kita takkan menjadi anggota Uni Eropa lagi, jadi pertanyaannya adalah hubungan apa yang tepat bagi Inggris untuk dimiliki bersama dengan Uni Eropa ketika kita berada di luar. Kita akan bisa mendapatkan kendali atas perbatasan kita, kendali atas undang-undang kita, tetapi kita masih menginginkan kesepakatan terbaik yang mungkin didapatkan agar perusahaan-perusahaan Inggris bisa berdagang ke dan di dalam Uni Eropa, dan (agar) perusahaan-perusahaan Eropa bisa beroperasi dan berdagang di Inggris."

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa dengan kian mendekatnya deadline 31 Maret 2017, momen saat ia berjanji akan memicu proses Brexit secara resmi dengan mengajukan Article 50 dari Pakta Lisbon, PM May mengambil sikap condong pada "hard brexit". Ia siap mempertaruhkan hubungan dagang Inggris dengan pasar terbesarnya demi mendapatkan kembali kedaulatan negeri.

Merespon ditayangkannya wawancara PM May ini, sepanjang sesi Asia hingga memasuki sesi London hari Senin ini GBP/USD anjlok sampai menyentuh 1.2178. Demikian pula EUR/GBP melonjak ke 0.8649, tertinggi sejak akhir Desember. Pound Sterling juga luluh versus Yen, dengan GBP/JPY terpuruk di 142.89 saat berita ini diterbitkan. 

Terlepas dari maju-mundur proses Brexit, data ekonomi Inggris konsisten mencatat pencapaian lebih baik dibanding perkiraan. Indeks Harga Perumahan Halifax bulan Desember, yang baru beberapa menit lalu dipublikasikan, menunjukkan peningkatan sebesar 1.7% MoM; mengungguli ekspektasi 0.2% maupun kenaikan periode sebelumnya yang sebesar 0.6%. Dalam basis tahunan, Indeks Harga Perumahan pun meningkat 6.5%, lebih tinggi dibanding forecast maupun data periode November.

GDP AS Kuartal Pertama Direvisi Naik, Dollar Berbalik Menguat

GDP AS Kuartal Pertama Direvisi Naik, Dollar Berbalik Menguat

GDP AS yanga merupakan Second Realease kuartal pertama mencatatkan kenaikan 1.2 persen, melampaui kenaikan 0.7 persen (GDP First Realease), namun rilis data GDP AS malam ini membukukan kinerja lebih lambat.
Williams The Fed Kritik Kebijakan Fiskal AS, Dolar Hentikan Reli

Williams The Fed Kritik Kebijakan Fiskal AS, Dolar Hentikan Reli

Dolar AS tampak urung melanjutkan terhadap mata uang-mata uang mayor sore ini. Williams The Fed belum lihat dampak kebijakan fiskal yang disusun Trump.
Mata Uang Komoditas Terperosok Akibat Keputusan OPEC

Mata Uang Komoditas Terperosok Akibat Keputusan OPEC

AUD/USD merosot nyaris dua persen ke 0.7428, sedangkan USD/CAD membubung ke 1.3492. Kebijakan OPEC di bawah ekspekasi pasar.
Pounds Anjlok Pasca Turunnya GDP Dan Elektabilitas PM May

Pounds Anjlok Pasca Turunnya GDP Dan Elektabilitas PM May

GBP/USD sudah tumbang nyaris 5 persen ke kisaran 1.2882, meningkatkan loss bagi buyer Pounds setelah anjlok 0.3 persen pada hari Kamis.
Pejabat Eropa Dan IMF Gagal Capai Kesepakatan Bailout Yunani

Pejabat Eropa Dan IMF Gagal Capai Kesepakatan Bailout Yunani

Pejabat Eurozone dan IMF gagal mencapai kesepakatan mengenai bantuan utang Yunani. Sementara itu, Pasar tengah menunggu rapat FOMC.
Harker The Fed Masih Yakini Fed Hike Juni

Harker The Fed Masih Yakini Fed Hike Juni

"Saya masih melihat tiga kali kenaikan suku bunga untuk tahun 2017 sebagai kemungkinan yang sesuai," kata Harker.
Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling memperpanjang penurunan di sesi perdagangan Selasa (23/Mei) pagi ini, menyusul ledakan bom dalam konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris
PM May Dihujani Kritik, Sterling Tertekan

PM May Dihujani Kritik, Sterling Tertekan

Polling menunjukkan bahwa dukungan dari Partai Konservatif terhadap Pemilu Inggris yang dipercepat pada tanggal 8 Juni mendatang, makin menyusut.
GBP/USD Tembus 1.30 Pasca Data Penjualan Ritel Inggris

GBP/USD Tembus 1.30 Pasca Data Penjualan Ritel Inggris

Di tengah kemelut proses Brexit, GBP/USD melonjak ke level $1.30-an karena data penjualan ritel Inggris naik 2.3 persen melebihi ekspektasi.
Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Hampir dipastikan semua rencana ekonomi yang telah disusun oleh presiden AS, Donald Trump akan tertunda. Isu pemakzulan mulai merebak, termasuk dari Partai Republik.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.