Pernyataan PM May Runtuhkan Pound Sterling

   By: A Muttaqiena    view: 2784

Seputarforex.com - Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan kesediaannya untuk melakukan apa saja demi mendapatkan kembali kendali atas aturan-aturan di bidang imigrasi, meski harus memutus akses sepenuhnya dari pasar tunggal Uni Eropa. Sebagai akibat dari pernyataan yang disampaikan pada Sky News tersebut, hari Senin ini (9/1) Pound Sterling ambruk ke level terendah dalam 10 pekan.

 

Pernyataan PM May Runtuhkan Sterling

 

Transkrip interview PM May dengan Sky News yang dikutip oleh Bloomberg diantaranya berisikan pernyataan bahwa meninggalkan Uni Eropa adalah tentang "mendapatkan hubungan yang tepat, bukan menyimpan bagian kecil dari keanggotaan."

Lebih tegas lagi, May mengatakan, "Kita meninggalkannya. Kita keluar. Kita takkan menjadi anggota Uni Eropa lagi, jadi pertanyaannya adalah hubungan apa yang tepat bagi Inggris untuk dimiliki bersama dengan Uni Eropa ketika kita berada di luar. Kita akan bisa mendapatkan kendali atas perbatasan kita, kendali atas undang-undang kita, tetapi kita masih menginginkan kesepakatan terbaik yang mungkin didapatkan agar perusahaan-perusahaan Inggris bisa berdagang ke dan di dalam Uni Eropa, dan (agar) perusahaan-perusahaan Eropa bisa beroperasi dan berdagang di Inggris."

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa dengan kian mendekatnya deadline 31 Maret 2017, momen saat ia berjanji akan memicu proses Brexit secara resmi dengan mengajukan Article 50 dari Pakta Lisbon, PM May mengambil sikap condong pada "hard brexit". Ia siap mempertaruhkan hubungan dagang Inggris dengan pasar terbesarnya demi mendapatkan kembali kedaulatan negeri.

Merespon ditayangkannya wawancara PM May ini, sepanjang sesi Asia hingga memasuki sesi London hari Senin ini GBP/USD anjlok sampai menyentuh 1.2178. Demikian pula EUR/GBP melonjak ke 0.8649, tertinggi sejak akhir Desember. Pound Sterling juga luluh versus Yen, dengan GBP/JPY terpuruk di 142.89 saat berita ini diterbitkan. 

Terlepas dari maju-mundur proses Brexit, data ekonomi Inggris konsisten mencatat pencapaian lebih baik dibanding perkiraan. Indeks Harga Perumahan Halifax bulan Desember, yang baru beberapa menit lalu dipublikasikan, menunjukkan peningkatan sebesar 1.7% MoM; mengungguli ekspektasi 0.2% maupun kenaikan periode sebelumnya yang sebesar 0.6%. Dalam basis tahunan, Indeks Harga Perumahan pun meningkat 6.5%, lebih tinggi dibanding forecast maupun data periode November.

Housing Starts AS Agustus Turun  2 Bulan Beruntun

Housing Starts AS Agustus Turun 2 Bulan Beruntun

Housing Start tergelincir 0.8 persen menjadi 1.18 juta unit pada bulan lalu dan data periode Juli direvisi naik 1.16 juta menjadi 1.19 juta unit, Housing Start bisa turun lebih jauh selama bulan September akibat dampak Badai Harvey.
Euro Pertahankan Bull, Ekonomi Jerman Tak Goyah Oleh Pemilu

Euro Pertahankan Bull, Ekonomi Jerman Tak Goyah Oleh Pemilu

Pemilu Jerman rupanya tak dianggap sebagai sumber ketidakpastian. ZEW melaporkan bahwa outlook sentimen ekonomi Jerman mmeningkat di bulan September ini.
Jelang FOMC, Dolar AS Stabil Dengan Potensi Meninggi

Jelang FOMC, Dolar AS Stabil Dengan Potensi Meninggi

Para investor bersiap mendengar pernyataan yang lebih hawkish dari Federal Reserve. USD/JPY kemungkinan dapat naik hingga 112 yen menjelang kebijakan FOMC besok.
Sempat Melonjak, AUD/USD Melandai Pasca Notulen RBA

Sempat Melonjak, AUD/USD Melandai Pasca Notulen RBA

Siang ini AUD/USD diperdagangkan landai pada 0.7967, setelah jarum candle pair tersebut sempat menusuk ke atas level high 0.7993 di awal sesi Asia karena data perumahan.
Yen Jepang Dijegal Rumor Pemilu Dadakan

Yen Jepang Dijegal Rumor Pemilu Dadakan

PM Shinzo Abe menyatakan akan mengadakan Pemilu Dini (snap election) di tengah kuatnya ketegangan geopolitik yang disebabkan oleh tindakan provokatif Korea Utara.
Retail Sales AS Catat Penurunan Terbesar 6 Bulan, Greenback Melemah

Retail Sales AS Catat Penurunan Terbesar 6 Bulan, Greenback Melemah

Penjualan Ritel AS secara tidak terduga turun pada bulan Agustus, kemungkinan besar disebabkan oleh karena dampak Badai Harvey yang berpengaruh negatif terhadap pembelian kendaraan bermotor.
Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Jika tren data ekonomi Inggris memenuhi syarat, maka waktu yang paling tepat untuk menaikkan suku bunga kemungkinan adalah mulai bulan depan.
BoE Buka Peluang Rate Hike Pertama Dalam Satu Dekade

BoE Buka Peluang Rate Hike Pertama Dalam Satu Dekade

Bank Sentral Inggris pada hari Kamis (14/9) mengatakan mulai membuka peluang menaikkan suku bunga pertama kali dalam beberapa bulan mendatang, bila inflasi terus meningkat.
Yang Perlu Diperhatikan Dari Kebijakan BoE September 2017

Yang Perlu Diperhatikan Dari Kebijakan BoE September 2017

Pound bergerak datar di level rendah terhadap Dolar AS. Para investor perhatikan kemana suara Andy Haldane BoE malam ini.
Euro Kian Menjulang Pasca Kebijakan ECB Dan Loyonya Dolar

Euro Kian Menjulang Pasca Kebijakan ECB Dan Loyonya Dolar

Draghi mengatkan bahwa pertimbangan keputusan mengenai tapering pembelian obligasi ECB kemungkinan akan diambil pada bulan Oktober mendatang.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.