Greenback Solid Menjelang Pidato Trump

   By: Pandawa    view: 1386

Seputarforex.com - Mata uang dollar AS pada awal sesi New York hari Selasa (10/1) akhirnya memangkas pelemahannya yang sudah terjadi sejak sesi Asia, sebagai gambaran kekhawatiran pelaku pasar menjelang diadakannya konferensi pers pertama Presiden terpilih Donald Trump yang akan berlangsung Rabu besok.

 

Greenback Solid Menjelang Pidato Trump

 

Performa Greenback awal pekan ini tidak begitu menggembirakan; sempat melemah hingga lebih dari 1 persen terhadap beberapa mata uang utama. Penguatan dollar AS seperti yang terlihat pada malam ini sebenarnya disebabkan oleh karena banyak investor khawatir terhadap Donald Trump yang kerap kali mengeluarkan penyataan "kontroversial". Hal itu diyakini bisa menguncang pasar modal, sehingga investor lebih memilih menutup posisi pada market.

Pernyataan lain dikemukakan oleh Niels Christensen selaku pakar mata uang di Nordea, sebuah lembaga finansial yang berbasis di Copenhagen, "Trump bisa saja akan membuat penyataan banyak ataupun sedikit pada Konferensi nanti, namun saya pikir Trump akan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan karena (penyataannya) sudah diarahkan”.

Perlu diketahui juga bahwa, Index Dollar AS telah naik sebanyak 4 persen setelah pidato kemenangan Trump November lalu. Investor optimis dengan program fiskal yang dicanangkan pada masa pemerintahan Trump akan mendorong pertumbuhan tingkat Inflasi, peluasan pembangunan infrastruktur dan menurunkan pajak.

Saat berita ini diturunkan, pada pukul 21:40 WIB pengerakan Dollar AS cenderung solid terhadap sebagian besar major currency. EUR/USD berada di level 1.0587, sedangkan GBP/USD tetap berada di level rendah pasca pernyataan Theresa May tentang proses Brexit dan diperdagangkan pada harga 1.2167. 

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling akhir-akir ini telah menjadi mata uang politik, yang ditarik ulur oleh kesepakan Brexit antara UK dan Zona Eropa. Pergerakan Sterling di sinyalemen akan Undervalued. Namun yang mengherankan Sterling masih kuat. Seolah tidak ada masalah dengan situasi pasar.
Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays memperbaharui perkiraan pergerakan Dolar Aussie di tahun ini. Bank terbesar yang berbasis di Inggris ini, memperingatkan para klien bahwa lintasan untuk mata uang Aussie akan cenderung lebih rendah.
Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Para pemimpin kawasan Uni Eropa baru saja merayakan ulang tahun ke-60 organisasi ekonomi dan politik terbesar didunia ini. Di samping itu Pejabat Eropa ini membicarakan RUU denda terhadap Brexit Inggi sebagai biaya perpisahan.
Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengimplementasikan proses Brexit akan lebih cepat dari sebelumnya, yaitu dua tahun setelah referendum dilakukan. Pekan depan Theresa akan melakukan penandatangan untuk mengaktifkan pasal 50 perjanjian Lisbon.
Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders naik cukup menyakinkan 1.7 persen selama bulan lalu, lebih baik dibandingkan estimasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1.1 persen. Pesanan barang tahan lama AS selama Februari melanjutkan kembali trend positif setelah naik 2 persen pada bulan Januari lalu.
Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, menepis asumsi pasar yang meyakini bahwa BoJ akan "ikut-ikutan" menghentikan stimulus.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.