Greenback Solid Menjelang Pidato Trump

   By: Pandawa    view: 1338

Seputarforex.com - Mata uang dollar AS pada awal sesi New York hari Selasa (10/1) akhirnya memangkas pelemahannya yang sudah terjadi sejak sesi Asia, sebagai gambaran kekhawatiran pelaku pasar menjelang diadakannya konferensi pers pertama Presiden terpilih Donald Trump yang akan berlangsung Rabu besok.

 

Greenback Solid Menjelang Pidato Trump

 

Performa Greenback awal pekan ini tidak begitu menggembirakan; sempat melemah hingga lebih dari 1 persen terhadap beberapa mata uang utama. Penguatan dollar AS seperti yang terlihat pada malam ini sebenarnya disebabkan oleh karena banyak investor khawatir terhadap Donald Trump yang kerap kali mengeluarkan penyataan "kontroversial". Hal itu diyakini bisa menguncang pasar modal, sehingga investor lebih memilih menutup posisi pada market.

Pernyataan lain dikemukakan oleh Niels Christensen selaku pakar mata uang di Nordea, sebuah lembaga finansial yang berbasis di Copenhagen, "Trump bisa saja akan membuat penyataan banyak ataupun sedikit pada Konferensi nanti, namun saya pikir Trump akan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan karena (penyataannya) sudah diarahkan”.

Perlu diketahui juga bahwa, Index Dollar AS telah naik sebanyak 4 persen setelah pidato kemenangan Trump November lalu. Investor optimis dengan program fiskal yang dicanangkan pada masa pemerintahan Trump akan mendorong pertumbuhan tingkat Inflasi, peluasan pembangunan infrastruktur dan menurunkan pajak.

Saat berita ini diturunkan, pada pukul 21:40 WIB pengerakan Dollar AS cenderung solid terhadap sebagian besar major currency. EUR/USD berada di level 1.0587, sedangkan GBP/USD tetap berada di level rendah pasca pernyataan Theresa May tentang proses Brexit dan diperdagangkan pada harga 1.2167. 

Dolar Dalam Roller Coaster, Yellen Vs. Trump - Draghi Vs. Weidmann

Dolar Dalam Roller Coaster, Yellen Vs. Trump - Draghi Vs. Weidmann

Detik-detik mendekati pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS, volatilitas Dolar sangat liar. Pandangan Yellen dan Trump yang berseberangan tak bisa diabaikan.
Aussie Dapat Asupan Dari GDP China Dan Lemahnya Greenback

Aussie Dapat Asupan Dari GDP China Dan Lemahnya Greenback

Meningkatnya GDP China sebagai negara partner perdagangan utama bagi Australia, menjadi dorongan naik bagi AUD/USD. Selain itu, Dolar AS sedang mundur jelang inaugurasi.
Menghitung Jam Jelang Inaugurasi, Dolar AS Gamang

Menghitung Jam Jelang Inaugurasi, Dolar AS Gamang

Dolar AS yang sempat reli karena data klaim pengangguran, harus kembali mundur siang ini menantikan acara pelantikan Presiden terpilih AS, Donald Trump, malam nanti.
Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Terdapat 234k warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan sepanjang pekan lalu untuk perhitungan yang berakhir pada tanggal 14 Januari.
Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Dolar tak naik lebih jauh dari level sejak pidato Yellen malam tadi, sehubungan dengan menjelang pelantikan Donald Trump besok, kata analis Barclays.
Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

"Terlalu lama menunggu untuk mulai bergerak ke rate netral dapat berisiko buruk - baik inflasi berlebihan, ketidakstabilan finansial, ataupun keduanya," kata Yellen.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.