Greenback Solid Menjelang Pidato Trump

   By: Pandawa    view: 1401

Seputarforex.com - Mata uang dollar AS pada awal sesi New York hari Selasa (10/1) akhirnya memangkas pelemahannya yang sudah terjadi sejak sesi Asia, sebagai gambaran kekhawatiran pelaku pasar menjelang diadakannya konferensi pers pertama Presiden terpilih Donald Trump yang akan berlangsung Rabu besok.

 

Greenback Solid Menjelang Pidato Trump

 

Performa Greenback awal pekan ini tidak begitu menggembirakan; sempat melemah hingga lebih dari 1 persen terhadap beberapa mata uang utama. Penguatan dollar AS seperti yang terlihat pada malam ini sebenarnya disebabkan oleh karena banyak investor khawatir terhadap Donald Trump yang kerap kali mengeluarkan penyataan "kontroversial". Hal itu diyakini bisa menguncang pasar modal, sehingga investor lebih memilih menutup posisi pada market.

Pernyataan lain dikemukakan oleh Niels Christensen selaku pakar mata uang di Nordea, sebuah lembaga finansial yang berbasis di Copenhagen, "Trump bisa saja akan membuat penyataan banyak ataupun sedikit pada Konferensi nanti, namun saya pikir Trump akan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan karena (penyataannya) sudah diarahkan”.

Perlu diketahui juga bahwa, Index Dollar AS telah naik sebanyak 4 persen setelah pidato kemenangan Trump November lalu. Investor optimis dengan program fiskal yang dicanangkan pada masa pemerintahan Trump akan mendorong pertumbuhan tingkat Inflasi, peluasan pembangunan infrastruktur dan menurunkan pajak.

Saat berita ini diturunkan, pada pukul 21:40 WIB pengerakan Dollar AS cenderung solid terhadap sebagian besar major currency. EUR/USD berada di level 1.0587, sedangkan GBP/USD tetap berada di level rendah pasca pernyataan Theresa May tentang proses Brexit dan diperdagangkan pada harga 1.2167. 

GDP Kuartal Pertama AS Catat Pertumbuhan Terlemah 3 Tahun

GDP Kuartal Pertama AS Catat Pertumbuhan Terlemah 3 Tahun

Laporan GDP First Release AS yang mencatatkan pertumbuhan paling lemah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, saat belanja rumah tangga Negeri Paman Sam tertatih tatih di sepanjang kuartal pertama 2017.
GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

Laporan yang dirilis oleh ONS pada sore ini menunjukkan bahwa pertumbuhan GDP Inggris hanya mencapai 0.3 persen, lebih rendah daripada ekspektasi 0.4 persen.
Sesi Eropa Buka Pasca Kebijakan ECB, Euro Masih Di Level Tinggi

Sesi Eropa Buka Pasca Kebijakan ECB, Euro Masih Di Level Tinggi

Presiden ECB, Mario Draghi, kemarin tidak menyinggung masalah pelonggaran moneter yang sempat diisukan akan perlahan-lahan ditarik mundur.
Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

Pemerintah Jepang tadi pagi melaporkan bahwa data Inflasi Inti (core CPI) meningkat 0.2 persen pada bulan Maret dari satu tahun sebelumnya.
Rupiah, Makin Sore Makin Loyo

Rupiah, Makin Sore Makin Loyo

Rupiah diperdagangkan dengan harga Rp13,315, turun 24 poin dari angka pembukaan pagi tadi di kisaran Rp13,291 per Dolar AS.
BoJ Pertahankan Kebijakan Moneter, Alotnya Kenaikan Inflasi Jepang

BoJ Pertahankan Kebijakan Moneter, Alotnya Kenaikan Inflasi Jepang

BoJ akan terus menggunakan kebijakan suku bunganya dan pembelian aset untuk memacu kenaikan inflasi. Keputusan ini sudah diekspektasikan para ekonom.
Ahok Kalah, Rupiah Melemah

Ahok Kalah, Rupiah Melemah

Rupiah jeblok dan menjadi mata uang Asia berperforma terburuk siang ini setelah hasil quick count menyatakan kekalahan Ahok terhadap Anies Baswedan.
Misterius: PM May Akan Pidato Mendadak, Sterling Terjungkal

Misterius: PM May Akan Pidato Mendadak, Sterling Terjungkal

PM Inggris Theresa May mendadak mengumumkan bahwa dirinya akan menyampaikan pernyataan di Downing Street pada sekitar pukul 18.15 WIB.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.