USD/JPY Menanjak, Waspadai Pidato Trump Tentang China

   By: N Sabila    view: 1588

Seputarforex.com - Dolar AS mengalami kenaikan terhadap Yen di sesi perdagangan Asia Rabu (11/Jan) pagi ini menjelang konferensi pers resmi Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang diantisipasi oleh pasar. USD/JPY naik 0.15 persen, diperdagangkan di harga 116.133 saat berita ini ditulis.

donald-trump

"Dolar ambil ancang-ancang untuk melanjutkan reli (setelah terpilihnya) Trump apabila ia menyediakan (rincian) rencana stimulus secara spesifik, khususnya yang berhubungan dengan pemotongan pajak," kata Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex Senior di IG Securities Tokyo yang dikutip oleh Reuters. "Di sisi lain, pasar juga fokus pada potensi faktor risiko, seperti kebijakan Trump terhadap China. Kondisi ini dapat membuat Dolar merosot terhadap Yen."

Sementara itu, Analis BK Asset Management, Kathy Lien, kemarin memprediksi bahwa uptrend masih bisa terbentuk selama USD/JPY masih beredar di atas 113. Berdasarkan analisis itu, Lien mengekspektasikan para buyer untuk membeli di kisaran 115 khususnya jika kondisi fundamental terus mendukung reli Greenback.


Sebelum Trump Dilantik, Ketidakpastian Masih Besar

Dalam dua bulan ini, beredar ekspektasi bahwa kebijakan Trump akan membangkitkan pengukuran stimulus ekonomi, karena dilatarbelakangi oleh belanja fiskal yang diperbesar.

Meski demikian, pejabat The Fed memperingatkan bahwa pasar tak seharusnya terlalu memasang spekulasi mengenai kebijakan Trump, karena sebelum presiden baru tersebut memberikan pidato resmi, perubahan masih mungkin terjadi. Dennis Lockhart, Presiden The Fed untuk wilayah Atlanta, menyoroti Donald Trump dalam pidatonya akhir pekan lalu. Lockhart mengatakan bahwa terlalu dini untuk mempertimbangkan kebijakan Trump sementara presiden AS terpilih tersebut belum dilantik.

Suara Dewan BoJ Terpecah Soal Keluar Dari QE

Suara Dewan BoJ Terpecah Soal Keluar Dari QE

Notulen rapat BoJ memperdebatkan seberapa banyak informasi yang patut untuk diungkap oleh bank sentral tersebut kepada publik.
Jauhi Level Terendah, Dolar AS Masih Dihantui Risiko Politik

Jauhi Level Terendah, Dolar AS Masih Dihantui Risiko Politik

Sekarang ini arah Dolar seakan-akan meninggalkan level lemahnya. Tetapi saya kira, kenaikan Dolar tidak akan berlanjut jauh dari sini, kata analis Barclays.
Euro Kendurkan Otot Pasca Data PMI Jerman Dan Zona Euro

Euro Kendurkan Otot Pasca Data PMI Jerman Dan Zona Euro

Indeks PMI Gabungan (composite) Zona Euro untuk bulan Juli, jatuh ke angka 55.8, di bawah ekspektasi 56.2 maupun capaian periode Mei di angka 56.3.
Yen Malas Bereaksi Terhadap Dolar Karena BoJ

Yen Malas Bereaksi Terhadap Dolar Karena BoJ

Sulitnya BoJ untuk meninggalkan pelonggaran stimulus dan moneter longgar membuat data-data ekonomi Jepang diacuhkan oleh trader USD/JPY.
Jubir Gedung Putih Mundur, Dolar Tertekan

Jubir Gedung Putih Mundur, Dolar Tertekan

Dolar AS masih dalam tekanan. Gejolak politik yang berkobar di AS, mengikis harapan akan terwujudnya stimulus fiskal dan reformasi pajak dalam waktu dekat.
Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Ancang-ancang tapering oleh European Central Bank (ECB) disinyalir bakal mendorong EUR/USD mencapai 1.20 pada akhir tahun 2017.
AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

Hanya karena bank-bank sentral lain mulai menaikkan suku bunga mereka, bukan berarti suku bunga RBA juga perlu dinaikkan, kata Debelle.
Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Ekuitas futures goyah, dolar AS pun dilanda sell-off. Emas kembali menjadi aset menggiurkan menyusul kabar kegagalan dukungan untuk layanan kesehatan (Trumpcare).
AUD/USD Tergelincir Meski GDP China Stabil

AUD/USD Tergelincir Meski GDP China Stabil

Laju pertumbuhan China untuk bulan-bulan berikutnya, menurut para analis, akan sulit untuk dipertahankan.
Aussie Bergerak Turun, Abaikan Cerahnya Manufaktur China

Aussie Bergerak Turun, Abaikan Cerahnya Manufaktur China

Meskipun data PMI Manufaktur China cerah, Dolar Australia tetap menurun karena dua data ekonomi dalam negerinya terbilang beragam.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.