USD/JPY Menanjak, Waspadai Pidato Trump Tentang China

   By: N Sabila    view: 1463

Seputarforex.com - Dolar AS mengalami kenaikan terhadap Yen di sesi perdagangan Asia Rabu (11/Jan) pagi ini menjelang konferensi pers resmi Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang diantisipasi oleh pasar. USD/JPY naik 0.15 persen, diperdagangkan di harga 116.133 saat berita ini ditulis.

donald-trump

"Dolar ambil ancang-ancang untuk melanjutkan reli (setelah terpilihnya) Trump apabila ia menyediakan (rincian) rencana stimulus secara spesifik, khususnya yang berhubungan dengan pemotongan pajak," kata Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex Senior di IG Securities Tokyo yang dikutip oleh Reuters. "Di sisi lain, pasar juga fokus pada potensi faktor risiko, seperti kebijakan Trump terhadap China. Kondisi ini dapat membuat Dolar merosot terhadap Yen."

Sementara itu, Analis BK Asset Management, Kathy Lien, kemarin memprediksi bahwa uptrend masih bisa terbentuk selama USD/JPY masih beredar di atas 113. Berdasarkan analisis itu, Lien mengekspektasikan para buyer untuk membeli di kisaran 115 khususnya jika kondisi fundamental terus mendukung reli Greenback.


Sebelum Trump Dilantik, Ketidakpastian Masih Besar

Dalam dua bulan ini, beredar ekspektasi bahwa kebijakan Trump akan membangkitkan pengukuran stimulus ekonomi, karena dilatarbelakangi oleh belanja fiskal yang diperbesar.

Meski demikian, pejabat The Fed memperingatkan bahwa pasar tak seharusnya terlalu memasang spekulasi mengenai kebijakan Trump, karena sebelum presiden baru tersebut memberikan pidato resmi, perubahan masih mungkin terjadi. Dennis Lockhart, Presiden The Fed untuk wilayah Atlanta, menyoroti Donald Trump dalam pidatonya akhir pekan lalu. Lockhart mengatakan bahwa terlalu dini untuk mempertimbangkan kebijakan Trump sementara presiden AS terpilih tersebut belum dilantik.

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Terdapat 234k warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan sepanjang pekan lalu untuk perhitungan yang berakhir pada tanggal 14 Januari. Jumlah tersebut tentu jauh dibawah ekspektasi ekonom
Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Dolar tak naik lebih jauh dari level sejak pidato Yellen malam tadi, sehubungan dengan menjelang pelantikan Donald Trump besok, kata analis Barclays.
AUD/USD Naik Bersama Data Pengangguran Australia

AUD/USD Naik Bersama Data Pengangguran Australia

Tingkat pengangguran Australia naik hingga 5.8 persen, akibat menguatnya partisipasi pekerja sebanyak 64.7 persen dari sebelumnya sebanyak 64.6 persen.
Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

"Terlalu lama menunggu untuk mulai bergerak ke rate netral dapat berisiko buruk - baik inflasi berlebihan, ketidakstabilan finansial, ataupun keduanya," kata Yellen.
Inflasi AS Naik Sesuai Estimasi, Pasar Nantikan Pidato Yellen

Inflasi AS Naik Sesuai Estimasi, Pasar Nantikan Pidato Yellen

Biro Statistik Tenaga Kerja pada hari Rabu pagi waktu setempat merilis data CPI Desember yang naik sebanyak 0.3 persen.
Reli Pound Urung Berlanjut, May Akan Bicara Lagi

Reli Pound Urung Berlanjut, May Akan Bicara Lagi

Biro Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan data pengangguran yang tercatat tak mengalami perubahan di level rendah 11 tahun yakni 4.8 persen. GBP/USD berhenti reli.
China Akui Tantangan Perdagangan Di 2017, AUD/USD Bertahan

China Akui Tantangan Perdagangan Di 2017, AUD/USD Bertahan

Departemen Perdagangan China mengakui bahwa sektor perdagangan masih akan rumit dan menantang di tahun 2017. AUD/USD sebagai mata uang proxy bergeming di level tinggi.
AUD/USD Lebih Senang Tanggapi Data PPI China

AUD/USD Lebih Senang Tanggapi Data PPI China

AUD/USD tergelincir 0.08 persen terlebih dahulu ke angka 0.7349, tetapi kemudian melompat ke angka 0.7375 setelahnya.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.