USD/JPY Menanjak, Waspadai Pidato Trump Tentang China

   By: N Sabila    view: 1558

Seputarforex.com - Dolar AS mengalami kenaikan terhadap Yen di sesi perdagangan Asia Rabu (11/Jan) pagi ini menjelang konferensi pers resmi Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang diantisipasi oleh pasar. USD/JPY naik 0.15 persen, diperdagangkan di harga 116.133 saat berita ini ditulis.

donald-trump

"Dolar ambil ancang-ancang untuk melanjutkan reli (setelah terpilihnya) Trump apabila ia menyediakan (rincian) rencana stimulus secara spesifik, khususnya yang berhubungan dengan pemotongan pajak," kata Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex Senior di IG Securities Tokyo yang dikutip oleh Reuters. "Di sisi lain, pasar juga fokus pada potensi faktor risiko, seperti kebijakan Trump terhadap China. Kondisi ini dapat membuat Dolar merosot terhadap Yen."

Sementara itu, Analis BK Asset Management, Kathy Lien, kemarin memprediksi bahwa uptrend masih bisa terbentuk selama USD/JPY masih beredar di atas 113. Berdasarkan analisis itu, Lien mengekspektasikan para buyer untuk membeli di kisaran 115 khususnya jika kondisi fundamental terus mendukung reli Greenback.


Sebelum Trump Dilantik, Ketidakpastian Masih Besar

Dalam dua bulan ini, beredar ekspektasi bahwa kebijakan Trump akan membangkitkan pengukuran stimulus ekonomi, karena dilatarbelakangi oleh belanja fiskal yang diperbesar.

Meski demikian, pejabat The Fed memperingatkan bahwa pasar tak seharusnya terlalu memasang spekulasi mengenai kebijakan Trump, karena sebelum presiden baru tersebut memberikan pidato resmi, perubahan masih mungkin terjadi. Dennis Lockhart, Presiden The Fed untuk wilayah Atlanta, menyoroti Donald Trump dalam pidatonya akhir pekan lalu. Lockhart mengatakan bahwa terlalu dini untuk mempertimbangkan kebijakan Trump sementara presiden AS terpilih tersebut belum dilantik.

GDP AS Kuartal Pertama Direvisi Naik, Dollar Berbalik Menguat

GDP AS Kuartal Pertama Direvisi Naik, Dollar Berbalik Menguat

GDP AS yanga merupakan Second Realease kuartal pertama mencatatkan kenaikan 1.2 persen, melampaui kenaikan 0.7 persen (GDP First Realease), namun rilis data GDP AS malam ini membukukan kinerja lebih lambat.
Williams The Fed Kritik Kebijakan Fiskal AS, Dolar Hentikan Reli

Williams The Fed Kritik Kebijakan Fiskal AS, Dolar Hentikan Reli

Dolar AS tampak urung melanjutkan terhadap mata uang-mata uang mayor sore ini. Williams The Fed belum lihat dampak kebijakan fiskal yang disusun Trump.
Mata Uang Komoditas Terperosok Akibat Keputusan OPEC

Mata Uang Komoditas Terperosok Akibat Keputusan OPEC

AUD/USD merosot nyaris dua persen ke 0.7428, sedangkan USD/CAD membubung ke 1.3492. Kebijakan OPEC di bawah ekspekasi pasar.
Pounds Anjlok Pasca Turunnya GDP Dan Elektabilitas PM May

Pounds Anjlok Pasca Turunnya GDP Dan Elektabilitas PM May

GBP/USD sudah tumbang nyaris 5 persen ke kisaran 1.2882, meningkatkan loss bagi buyer Pounds setelah anjlok 0.3 persen pada hari Kamis.
Pejabat Eropa Dan IMF Gagal Capai Kesepakatan Bailout Yunani

Pejabat Eropa Dan IMF Gagal Capai Kesepakatan Bailout Yunani

Pejabat Eurozone dan IMF gagal mencapai kesepakatan mengenai bantuan utang Yunani. Sementara itu, Pasar tengah menunggu rapat FOMC.
Harker The Fed Masih Yakini Fed Hike Juni

Harker The Fed Masih Yakini Fed Hike Juni

"Saya masih melihat tiga kali kenaikan suku bunga untuk tahun 2017 sebagai kemungkinan yang sesuai," kata Harker.
Credit Rating China Diturunkan, Dolar Australia Tertekan

Credit Rating China Diturunkan, Dolar Australia Tertekan

AUD/USD terus tertekan menyusul laporan nilai konstruksi australia, Westpac Leading Index, serta penurunan peringkat kredit China oleh Moody's.
Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling memperpanjang penurunan di sesi perdagangan Selasa (23/Mei) pagi ini, menyusul ledakan bom dalam konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris
Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Hampir dipastikan semua rencana ekonomi yang telah disusun oleh presiden AS, Donald Trump akan tertunda. Isu pemakzulan mulai merebak, termasuk dari Partai Republik.
Output Industri China Tergelincir, Investor Khawatir

Output Industri China Tergelincir, Investor Khawatir

Output Industri China mengalami kenaikan 6.5 persen pada bulan April dalam basis tahunan. Angka tersebut lebih rendah daripada ekspektasi 7.1 persen.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.