Antisipasi Konferensi Pers Trump, Dolar Naik

   By: N Sabila    view: 1572

Seputarforex.com - Dolar AS merangkak naik terhadap mata uang-mata uang mayor pada hari Rabu (11/Jan) siang ini, menjelang konferensi pers Presiden AS terpilih, Donald Trump. Pasar mengharapkan Trump akan menguraikan secara lebih rinci rencana-rencananya dalam bidang ekonomi.

dolar-as


Sesi Tokyo Sepi Karena Pasar Antisipasi

Indeks Dolar naik 0.2 persen ke angka 102.18. EUR/USD menurun 0.1 persen ke angka 1.0545 setelah menghapus level tinggi 10 hari di angka 1.0628 di sesi perdagangan malam tadi. Terhadap Yen Jepang, Dolar menguat 0.3 persen ke angka 116.100 yen. Sebelumnya, Dolar AS mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut terhadap mata uang Jepang tersebut.

"Saya tak menyangka sesi perdagangan Tokyo selengang ini," kata Masashi Murata, Ahli Forex Senior di Brown Brothers Harriman Tokyo. "Hal ini merefleksikan level kewaspadaan yang wajar di pasar menjelang penampilan Trump di hadapan publik,"

Dua bulan lalu, Donald Trump terpilih menjadi presiden AS. Pasar mengekspektasikan rancangan kebijakan-kebijakan Trump bisa membangkitkan stimulus ekonomi sehubungan dengan belanja fiskal yang akan digalakkannya. Yield obligasi AS pun memasuki level yang belum pernah terlihat sejak tahun 2014. Dari latar belakang itulah, pasar saat ini antusias untuk membuktikan apakah Trump akan benar-benar mewujudkan janji-janji kampanyenya.

Selain itu, menurut Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex dari IG Securities yang diwawancarai oleh Reuters di Tokyo, Dolar sedang bersiap untuk melanjutkan reli yang terbentuk setelah Donald Trump terpilih. Asalkan, Trump menyediakan (rincian) rencana stimulus secara spesifik, khususnya yang berhubungan dengan pemotongan pajak.

Selain itu, Trump dikenal sebagai sosok berpengaruh yang sering melontarkan komentar berisiko memicu perang dagang AS dengan China. Oleh karena itu, lanjut Ishikawa, pasar juga fokus pada potensi risiko yang ditimbulkan oleh kebijakan Trump terhadap perdagangan dari dan ke China. Kemungkinan, hal ini dapat membuat Dolar melorot terhadap Yen.

 

Dolar Terhadap Pound

Di sisi lain, Sterling tergelincir 0.1 persen ke angka 1.2168, mundur mendekati level rendah dua bulan terhadap Dolar AS. Kondisi Sterling lebih dipengaruhi kekhawatiran akan metode "Hard-Brexit" yang mungkin digunakan PM Theresa May untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa.

Poundsterling Terpukul Isu Referendum Skotlandia Kedua

Poundsterling Terpukul Isu Referendum Skotlandia Kedua

Laporan dari Times of London menunjukkan bahwa May sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi referendum Skotlandia kedua. Poundsterling ramai-ramai dijual.
New Home Sales AS Di Bawah Ekspektasi, Kepercayaan Konsumen Melandai

New Home Sales AS Di Bawah Ekspektasi, Kepercayaan Konsumen Melandai

Melambatnya performa New Home Sales Januari kemungkinan besar disebabkan oleh karena bencana banjir yang menimpa California.
Dolar Flat Di Sesi Eropa, Pasca Komentar Mnuchin

Dolar Flat Di Sesi Eropa, Pasca Komentar Mnuchin

Analis mengatakan, berhubung data ekonomi AS masih bagus, maka masih dibutuhkan waktu untuk memastikan bearish Dolar.
Komentar Menteri Keuangan AS Menggugah Dolar

Komentar Menteri Keuangan AS Menggugah Dolar

Mnuchin mengatakan bahwa kabinet pemerintahan Trump ingin agar rencana pemotongan pajak sudah bisa lolos di Kongres setidaknya pada bulan Agustus.
Jobless Claims AS Naik, Rata-Rata 4 Pekan Terendah Sejak 1973

Jobless Claims AS Naik, Rata-Rata 4 Pekan Terendah Sejak 1973

Departement of Labor melaporkan jumlah warga AS yang mengisi formulir atas kehilangan pekerjaan bertambah 244k untuk perhitungan yang berakhir pada tanggal 18 Februari lalu.
Notulen FOMC Tak Beri Dorongan Signifikan, Dolar Melunak

Notulen FOMC Tak Beri Dorongan Signifikan, Dolar Melunak

Secara umum, isi notulen FOMC bulan Februari masih mempertahankan prospek kenaikan suku bunga pada bulan Maret mendatang.
GDP Inggris Q4 Tak Seburuk Perkiraan, GBP/USD Tergelincir

GDP Inggris Q4 Tak Seburuk Perkiraan, GBP/USD Tergelincir

Dalam basis YoY, pertumbuhan Inggris secara aktual lebih rendah daripada estimasi awalnya, dimana kenaikan hanya 2.0 persen dari 2.2 persen. GBP/USD terkonsolidasi.
Yield Obligasi Dan Politik: Penyebab Terbatasnya Penguatan Greenback

Yield Obligasi Dan Politik: Penyebab Terbatasnya Penguatan Greenback

Greenback tergelincir bersama yield obligasi AS. Menghadapi Yen Jepang, Dolar AS diperdagangkan flat. Gejolak jelang Pemilu Prancis masih pengaruhi EUR/USD.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.