Antisipasi Konferensi Pers Trump, Dolar Naik

   By: N Sabila    view: 1540

Seputarforex.com - Dolar AS merangkak naik terhadap mata uang-mata uang mayor pada hari Rabu (11/Jan) siang ini, menjelang konferensi pers Presiden AS terpilih, Donald Trump. Pasar mengharapkan Trump akan menguraikan secara lebih rinci rencana-rencananya dalam bidang ekonomi.

dolar-as


Sesi Tokyo Sepi Karena Pasar Antisipasi

Indeks Dolar naik 0.2 persen ke angka 102.18. EUR/USD menurun 0.1 persen ke angka 1.0545 setelah menghapus level tinggi 10 hari di angka 1.0628 di sesi perdagangan malam tadi. Terhadap Yen Jepang, Dolar menguat 0.3 persen ke angka 116.100 yen. Sebelumnya, Dolar AS mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut terhadap mata uang Jepang tersebut.

"Saya tak menyangka sesi perdagangan Tokyo selengang ini," kata Masashi Murata, Ahli Forex Senior di Brown Brothers Harriman Tokyo. "Hal ini merefleksikan level kewaspadaan yang wajar di pasar menjelang penampilan Trump di hadapan publik,"

Dua bulan lalu, Donald Trump terpilih menjadi presiden AS. Pasar mengekspektasikan rancangan kebijakan-kebijakan Trump bisa membangkitkan stimulus ekonomi sehubungan dengan belanja fiskal yang akan digalakkannya. Yield obligasi AS pun memasuki level yang belum pernah terlihat sejak tahun 2014. Dari latar belakang itulah, pasar saat ini antusias untuk membuktikan apakah Trump akan benar-benar mewujudkan janji-janji kampanyenya.

Selain itu, menurut Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex dari IG Securities yang diwawancarai oleh Reuters di Tokyo, Dolar sedang bersiap untuk melanjutkan reli yang terbentuk setelah Donald Trump terpilih. Asalkan, Trump menyediakan (rincian) rencana stimulus secara spesifik, khususnya yang berhubungan dengan pemotongan pajak.

Selain itu, Trump dikenal sebagai sosok berpengaruh yang sering melontarkan komentar berisiko memicu perang dagang AS dengan China. Oleh karena itu, lanjut Ishikawa, pasar juga fokus pada potensi risiko yang ditimbulkan oleh kebijakan Trump terhadap perdagangan dari dan ke China. Kemungkinan, hal ini dapat membuat Dolar melorot terhadap Yen.

 

Dolar Terhadap Pound

Di sisi lain, Sterling tergelincir 0.1 persen ke angka 1.2168, mundur mendekati level rendah dua bulan terhadap Dolar AS. Kondisi Sterling lebih dipengaruhi kekhawatiran akan metode "Hard-Brexit" yang mungkin digunakan PM Theresa May untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa.

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Terdapat 234k warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan sepanjang pekan lalu untuk perhitungan yang berakhir pada tanggal 14 Januari. Jumlah tersebut tentu jauh dibawah ekspektasi ekonom
Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Dolar tak naik lebih jauh dari level sejak pidato Yellen malam tadi, sehubungan dengan menjelang pelantikan Donald Trump besok, kata analis Barclays.
AUD/USD Naik Bersama Data Pengangguran Australia

AUD/USD Naik Bersama Data Pengangguran Australia

Tingkat pengangguran Australia naik hingga 5.8 persen, akibat menguatnya partisipasi pekerja sebanyak 64.7 persen dari sebelumnya sebanyak 64.6 persen.
Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

"Terlalu lama menunggu untuk mulai bergerak ke rate netral dapat berisiko buruk - baik inflasi berlebihan, ketidakstabilan finansial, ataupun keduanya," kata Yellen.
Inflasi AS Naik Sesuai Estimasi, Pasar Nantikan Pidato Yellen

Inflasi AS Naik Sesuai Estimasi, Pasar Nantikan Pidato Yellen

Biro Statistik Tenaga Kerja pada hari Rabu pagi waktu setempat merilis data CPI Desember yang naik sebanyak 0.3 persen.
Reli Pound Urung Berlanjut, May Akan Bicara Lagi

Reli Pound Urung Berlanjut, May Akan Bicara Lagi

Biro Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan data pengangguran yang tercatat tak mengalami perubahan di level rendah 11 tahun yakni 4.8 persen. GBP/USD berhenti reli.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.