Antisipasi Konferensi Pers Trump, Dolar Naik

   By: N Sabila    view: 1611

Seputarforex.com - Dolar AS merangkak naik terhadap mata uang-mata uang mayor pada hari Rabu (11/Jan) siang ini, menjelang konferensi pers Presiden AS terpilih, Donald Trump. Pasar mengharapkan Trump akan menguraikan secara lebih rinci rencana-rencananya dalam bidang ekonomi.

dolar-as


Sesi Tokyo Sepi Karena Pasar Antisipasi

Indeks Dolar naik 0.2 persen ke angka 102.18. EUR/USD menurun 0.1 persen ke angka 1.0545 setelah menghapus level tinggi 10 hari di angka 1.0628 di sesi perdagangan malam tadi. Terhadap Yen Jepang, Dolar menguat 0.3 persen ke angka 116.100 yen. Sebelumnya, Dolar AS mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut terhadap mata uang Jepang tersebut.

"Saya tak menyangka sesi perdagangan Tokyo selengang ini," kata Masashi Murata, Ahli Forex Senior di Brown Brothers Harriman Tokyo. "Hal ini merefleksikan level kewaspadaan yang wajar di pasar menjelang penampilan Trump di hadapan publik,"

Dua bulan lalu, Donald Trump terpilih menjadi presiden AS. Pasar mengekspektasikan rancangan kebijakan-kebijakan Trump bisa membangkitkan stimulus ekonomi sehubungan dengan belanja fiskal yang akan digalakkannya. Yield obligasi AS pun memasuki level yang belum pernah terlihat sejak tahun 2014. Dari latar belakang itulah, pasar saat ini antusias untuk membuktikan apakah Trump akan benar-benar mewujudkan janji-janji kampanyenya.

Selain itu, menurut Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex dari IG Securities yang diwawancarai oleh Reuters di Tokyo, Dolar sedang bersiap untuk melanjutkan reli yang terbentuk setelah Donald Trump terpilih. Asalkan, Trump menyediakan (rincian) rencana stimulus secara spesifik, khususnya yang berhubungan dengan pemotongan pajak.

Selain itu, Trump dikenal sebagai sosok berpengaruh yang sering melontarkan komentar berisiko memicu perang dagang AS dengan China. Oleh karena itu, lanjut Ishikawa, pasar juga fokus pada potensi risiko yang ditimbulkan oleh kebijakan Trump terhadap perdagangan dari dan ke China. Kemungkinan, hal ini dapat membuat Dolar melorot terhadap Yen.

 

Dolar Terhadap Pound

Di sisi lain, Sterling tergelincir 0.1 persen ke angka 1.2168, mundur mendekati level rendah dua bulan terhadap Dolar AS. Kondisi Sterling lebih dipengaruhi kekhawatiran akan metode "Hard-Brexit" yang mungkin digunakan PM Theresa May untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa.

Kurs Rupiah Menguat Tipis, Respon Bom Konser Ariana Grande

Kurs Rupiah Menguat Tipis, Respon Bom Konser Ariana Grande

Rupiah diperdagangkan di harga Rp13,297 per Dolar AS. Pasar masih terbawa kenaikan peringkat standar kredit SnP.
Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling memperpanjang penurunan di sesi perdagangan Selasa (23/Mei) pagi ini, menyusul ledakan bom dalam konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris
Euro Melonjak Pasca Komentar Merkel Mengenai Ekonomi Jerman

Euro Melonjak Pasca Komentar Merkel Mengenai Ekonomi Jerman

Mata uang Euro terlihat kembali meneruskan trend naik sejak awal sesi Eropa tadi sore hingga memasuki sesi New York malam ini setelah komentar Hawkish Kanselir Jerman, Angela Merkel.
PM May Dihujani Kritik, Sterling Tertekan

PM May Dihujani Kritik, Sterling Tertekan

Polling menunjukkan bahwa dukungan dari Partai Konservatif terhadap Pemilu Inggris yang dipercepat pada tanggal 8 Juni mendatang, makin menyusut.
Bitcoin Melangit Hingga USD2,100 Pasca WannaCry

Bitcoin Melangit Hingga USD2,100 Pasca WannaCry

Popularitas bitcoin makin merajalela setelah adanya serangan malware WannaCry minggu lalu. Hari Senin ini, bitcoin sudah mencapai nilai USD2,100.
Trump Ke Timur Tengah, Dolar Di Level Rendah

Trump Ke Timur Tengah, Dolar Di Level Rendah

Dolar masih berjuang untuk meninggalkan level rendah enam bulan yang melandanya sehubungan dengan gejolak politik AS dan penguatan Euro.
Euro Melompat, Berpijak Pada Data Jerman Dan Lemahnya Dolar

Euro Melompat, Berpijak Pada Data Jerman Dan Lemahnya Dolar

EUR/USD diperdagangkan pada angka 1.1140 sore ini. Jerman merilis data inflasi Produsen (PPI) yang naik 0.4 persen.
Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Hampir dipastikan semua rencana ekonomi yang telah disusun oleh presiden AS, Donald Trump akan tertunda. Isu pemakzulan mulai merebak, termasuk dari Partai Republik.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.