Yen Diprediksi Jatuh Ke Level 125 Di Tahun 2017 Ini

   By: N Sabila    view: 1233

Seputarforex.com - Di tengah pelemahan Yen Jepang semenjak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS, seorang analis forex yang pernah menyangkal pelemahan Yen pada tahun 2016, Mansoor Mohi-Uddin di NatWest Markets, salah satu unit Royal Bank of Scotland Group Plc, kembali meramalkan pelemahan Yen di awal tahun 2017 ini.

dolar-as-dan-yen


Gap Kebijakan Moneter AS Dan Jepang

Yen diperkirakan akan melemah hingga 125 per Dolar AS, dengan sedikit kesempatan untuk melanjutkan perolehan di bawah 115. Mohi-Uddin merujuk pada pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve, serta makin lebarnya gap antara suku bunga AS dan Jepang, sebagai dasar dari analisanya. Prediksi tersebut menunjukkan bahwa Mohi-Uddin--yang sebelumnya mengestimasi trading range dari 110 ke 120 yen terhadap Dolar--telah berbalik lebih bearish.

"Bank Sentral Jepang (BoJ) adalah salah satu bank sentral mayor yang tetap mempertahankan kebijakan moneter super longgar tahun ini," kata Mohi-uddin saat diwawancarai Bloomberg di Singapura hari Selasa kemarin. "USD/JPY termasuk pair yang populer saat ini, tetapi memasang posisi short pada yen adalah strategi yang paling dasar di tengah Dolar yang menguat. Yen tampaknya akan menjadi mata uang mayor paling lemah tahun ini.

Penurunan sampai 125 per dolar akan membawa yen ke level yang terakhir muncul di pertengahan tahun 2015. Mata uang Jepang tersebut telah terdepresiasi lebih dari 9 persen sejak pemilu presiden AS pada bulan November, dan membuatnya menjadi mata uang berperforma terburuk di antara mata uang negara-negara G-10. USD/JPY menyentuh low 10 bulan di angka 118.66 pada bulan Desember dan mendekati level tersebut lagi minggu lalu.


Data Ketenagakerjaan AS Bisa Dorong Naik USD/JPY

Mohi-Uddin menambahkan bahwa kuatnya data ketenagakerjaan dan gaji AS, kian mendukung wacana kenaikan suku bunga The Fed sebanyak tiga kali di tahun 2017 ini. "The Fed nampak harus menunggu sampai bulan Juni, ketika FOMC telah memiliki kejelasan atas kebijakan fiskal yang baru dan persetujuan kongres," tambah Mohi-Uddin. "Akan tetapi, pasar mungkin akan lebih memperhatikan kenaikan suku bunga pada bulan Maret, jika pasar tenaga kerja AS terus mendukung inflasi. Kondisi ini akan menjadi benefit bagi USD/JPY."

Dolar Dalam Roller Coaster, Yellen Vs. Trump - Draghi Vs. Weidmann

Dolar Dalam Roller Coaster, Yellen Vs. Trump - Draghi Vs. Weidmann

Detik-detik mendekati pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS, volatilitas Dolar sangat liar. Pandangan Yellen dan Trump yang berseberangan tak bisa diabaikan.
Aussie Dapat Asupan Dari GDP China Dan Lemahnya Greenback

Aussie Dapat Asupan Dari GDP China Dan Lemahnya Greenback

Meningkatnya GDP China sebagai negara partner perdagangan utama bagi Australia, menjadi dorongan naik bagi AUD/USD. Selain itu, Dolar AS sedang mundur jelang inaugurasi.
Menghitung Jam Jelang Inaugurasi, Dolar AS Gamang

Menghitung Jam Jelang Inaugurasi, Dolar AS Gamang

Dolar AS yang sempat reli karena data klaim pengangguran, harus kembali mundur siang ini menantikan acara pelantikan Presiden terpilih AS, Donald Trump, malam nanti.
Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Terdapat 234k warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan sepanjang pekan lalu untuk perhitungan yang berakhir pada tanggal 14 Januari.
Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Dolar tak naik lebih jauh dari level sejak pidato Yellen malam tadi, sehubungan dengan menjelang pelantikan Donald Trump besok, kata analis Barclays.
Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

"Terlalu lama menunggu untuk mulai bergerak ke rate netral dapat berisiko buruk - baik inflasi berlebihan, ketidakstabilan finansial, ataupun keduanya," kata Yellen.
Pesanan Mesin Jepang Terimbas Rencana Cabutnya AS Dari TPP

Pesanan Mesin Jepang Terimbas Rencana Cabutnya AS Dari TPP

Pesanan inti (core orders) jeblok 5.1 persen pada bulan November dibandingkan bulan lalu (MoM). Rencana Trump untuk tarik AS dari anggota TPP ditengarai menjadi penyebabnya.
Neraca Perdagangan Jepang Masih Surplus, Yen Makin Bullish

Neraca Perdagangan Jepang Masih Surplus, Yen Makin Bullish

Jepang mencetak surplus neraca berjalan dalam 29 bulan berturut-turut hingga November karena nilai impor yang jatuh lebih dalam daripada ekspor akibat apresiasi Yen.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.