Yen Diprediksi Jatuh Ke Level 125 Di Tahun 2017 Ini

   By: N Sabila    view: 1286

Seputarforex.com - Di tengah pelemahan Yen Jepang semenjak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS, seorang analis forex yang pernah menyangkal pelemahan Yen pada tahun 2016, Mansoor Mohi-Uddin di NatWest Markets, salah satu unit Royal Bank of Scotland Group Plc, kembali meramalkan pelemahan Yen di awal tahun 2017 ini.

dolar-as-dan-yen


Gap Kebijakan Moneter AS Dan Jepang

Yen diperkirakan akan melemah hingga 125 per Dolar AS, dengan sedikit kesempatan untuk melanjutkan perolehan di bawah 115. Mohi-Uddin merujuk pada pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve, serta makin lebarnya gap antara suku bunga AS dan Jepang, sebagai dasar dari analisanya. Prediksi tersebut menunjukkan bahwa Mohi-Uddin--yang sebelumnya mengestimasi trading range dari 110 ke 120 yen terhadap Dolar--telah berbalik lebih bearish.

"Bank Sentral Jepang (BoJ) adalah salah satu bank sentral mayor yang tetap mempertahankan kebijakan moneter super longgar tahun ini," kata Mohi-uddin saat diwawancarai Bloomberg di Singapura hari Selasa kemarin. "USD/JPY termasuk pair yang populer saat ini, tetapi memasang posisi short pada yen adalah strategi yang paling dasar di tengah Dolar yang menguat. Yen tampaknya akan menjadi mata uang mayor paling lemah tahun ini.

Penurunan sampai 125 per dolar akan membawa yen ke level yang terakhir muncul di pertengahan tahun 2015. Mata uang Jepang tersebut telah terdepresiasi lebih dari 9 persen sejak pemilu presiden AS pada bulan November, dan membuatnya menjadi mata uang berperforma terburuk di antara mata uang negara-negara G-10. USD/JPY menyentuh low 10 bulan di angka 118.66 pada bulan Desember dan mendekati level tersebut lagi minggu lalu.


Data Ketenagakerjaan AS Bisa Dorong Naik USD/JPY

Mohi-Uddin menambahkan bahwa kuatnya data ketenagakerjaan dan gaji AS, kian mendukung wacana kenaikan suku bunga The Fed sebanyak tiga kali di tahun 2017 ini. "The Fed nampak harus menunggu sampai bulan Juni, ketika FOMC telah memiliki kejelasan atas kebijakan fiskal yang baru dan persetujuan kongres," tambah Mohi-Uddin. "Akan tetapi, pasar mungkin akan lebih memperhatikan kenaikan suku bunga pada bulan Maret, jika pasar tenaga kerja AS terus mendukung inflasi. Kondisi ini akan menjadi benefit bagi USD/JPY."

Poundsterling Terpukul Isu Referendum Skotlandia Kedua

Poundsterling Terpukul Isu Referendum Skotlandia Kedua

Laporan dari Times of London menunjukkan bahwa May sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi referendum Skotlandia kedua. Poundsterling ramai-ramai dijual.
New Home Sales AS Di Bawah Ekspektasi, Kepercayaan Konsumen Melandai

New Home Sales AS Di Bawah Ekspektasi, Kepercayaan Konsumen Melandai

Melambatnya performa New Home Sales Januari kemungkinan besar disebabkan oleh karena bencana banjir yang menimpa California.
Dolar Flat Di Sesi Eropa, Pasca Komentar Mnuchin

Dolar Flat Di Sesi Eropa, Pasca Komentar Mnuchin

Analis mengatakan, berhubung data ekonomi AS masih bagus, maka masih dibutuhkan waktu untuk memastikan bearish Dolar.
Komentar Menteri Keuangan AS Menggugah Dolar

Komentar Menteri Keuangan AS Menggugah Dolar

Mnuchin mengatakan bahwa kabinet pemerintahan Trump ingin agar rencana pemotongan pajak sudah bisa lolos di Kongres setidaknya pada bulan Agustus.
Jobless Claims AS Naik, Rata-Rata 4 Pekan Terendah Sejak 1973

Jobless Claims AS Naik, Rata-Rata 4 Pekan Terendah Sejak 1973

Departement of Labor melaporkan jumlah warga AS yang mengisi formulir atas kehilangan pekerjaan bertambah 244k untuk perhitungan yang berakhir pada tanggal 18 Februari lalu.
Notulen FOMC Tak Beri Dorongan Signifikan, Dolar Melunak

Notulen FOMC Tak Beri Dorongan Signifikan, Dolar Melunak

Secara umum, isi notulen FOMC bulan Februari masih mempertahankan prospek kenaikan suku bunga pada bulan Maret mendatang.
GDP Inggris Q4 Tak Seburuk Perkiraan, GBP/USD Tergelincir

GDP Inggris Q4 Tak Seburuk Perkiraan, GBP/USD Tergelincir

Dalam basis YoY, pertumbuhan Inggris secara aktual lebih rendah daripada estimasi awalnya, dimana kenaikan hanya 2.0 persen dari 2.2 persen. GBP/USD terkonsolidasi.
Yield Obligasi Dan Politik: Penyebab Terbatasnya Penguatan Greenback

Yield Obligasi Dan Politik: Penyebab Terbatasnya Penguatan Greenback

Greenback tergelincir bersama yield obligasi AS. Menghadapi Yen Jepang, Dolar AS diperdagangkan flat. Gejolak jelang Pemilu Prancis masih pengaruhi EUR/USD.
Yen Ditekan Pelebaran Defisit Neraca Perdagangan Jepang

Yen Ditekan Pelebaran Defisit Neraca Perdagangan Jepang

Impor Jepang membengkak karena kenaikan harga minyak untuk pertama kalinya sejak Desember 2014 menyusul kesepakatan OPEC untuk memangkas produksinya.
GDP Jepang Kuartal Akhir Meleset Dari Ekspektasi

GDP Jepang Kuartal Akhir Meleset Dari Ekspektasi

GDP Jepang berekspansi 0.2 persen dalam periode Oktober-Desember. Ekspektasinya, GDP Jepang kuartalan akan mencapai 0.3 persen.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.