Yang Diekspektasikan Pasar Dari Konferensi Pers Trump Malam Ini

   By: N Sabila    view: 2779

Seputarforex.com - Beberapa jam lagi, Presiden terpilih AS, Donald Trump, akan tampil dalam konferensi pers resminya untuk pertama kali sejak memenangi pemilu 8 November lalu. Di Wall Street, kemenangan Trump sempat meruntuhkan Dolar dan pasar saham hingga kemudian keadaan berbalik setelah pidato kemenangannya sehari kemudian.

donald-trump-dan-jared-kushner


Tak Akan Memberi Kepastian

Sejak itu, para trader dan investor mendapatkan asupan informasi dari kicauan-kicauan dan laporan dari Trump Tower. Mereka pun menanti, apakah akan ada perubahan atau tidak dari pidato Trump malam nanti.

Pelantikan Trump memang masih dua minggu lagi, tetapi Alan Ruskin, ahli strategi mata uang di Deutsche Bank, meramalkan bahwa Trump akan memanfaatkan moment malam nanti untuk menyerang gaya dan nada bicara kepresidenan pada umumnya.

"Konferensi pers nanti akan lebih spontan dan tajam dengan hasil yang tak pasti," kata Ruskin. Alih-alih memberikan kejelasan, konferensi pers Trump hanya akan menyediakan informasi minim tentang rencana kebijakan mana yang akan menjadi realita.


Market-Making

"Konferensi pers nanti akan lebih menjadi 'market-making' ketimbang sebuah pelantikan," kata Nick D'Onofrio, Kepala Eksekutif UK-based hedge fund North Asset Management yang dikutip oleh Financial Times.

Dalam pasar forex, Dolar AS mengalami reli yang tajam hingga 8 persen. Namun minggu lalu, Dolar AS telah menghentikan kenaikannya dan merosot hingga 2 persen. Meski demikian, kemerosotan itu tak berlanjut tajam karena tertopang oleh data gaji tenaga kerja AS yang dilaporkan memuaskan.

Menurut Steven Englander, Kepala Bagian Forex di Citigroup mengatakan,"Langkah dolar berikutnya harus mendapatkan klarifikasi dari kebijakan fiskal dan rencana infrastruktur. Jika (klarifikasi tersebut) tidak dari Trump pekan ini, maka mungkin saja akan datang dari House of Representatif AS."

Prediksi Englander diperkuat oleh Derek Halpenny, Ahli Strategi MUFG,"Kami tak memperkirakan akan banyak kemajuan sampai pasar mendapatkan kejelasan arah kebijakan Trump di fase awal pemerintahannya."

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Ancang-ancang tapering oleh European Central Bank (ECB) disinyalir bakal mendorong EUR/USD mencapai 1.20 pada akhir tahun 2017.
AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

Hanya karena bank-bank sentral lain mulai menaikkan suku bunga mereka, bukan berarti suku bunga RBA juga perlu dinaikkan, kata Debelle.
Dolar AS Akhiri Pekan Dengan Penurunan

Dolar AS Akhiri Pekan Dengan Penurunan

Pasca kebijakan ECB, Dolar AS tak sanggup mengungguli pamor Euro. EUR/USD bertengger di level tertinggi sejak Agustus 2015 hingga sesi Asia pagi ini.
Jobless Claims AS Turun, Euro Terangkat Berkat ECB

Jobless Claims AS Turun, Euro Terangkat Berkat ECB

Data Klaim Pengangguran AS yang turun hingga menyentuh level terendah dalam kurun lima bulan, menunjukkan semakin membaiknya kondisi pasar tenaga kerja kuartal kedua 2017.
Pernyataan Menteri Ini Buat Pound Abaikan Penjualan Ritel

Pernyataan Menteri Ini Buat Pound Abaikan Penjualan Ritel

Menteri Perdagangan Inggris, Liam Fox, memberikan komentar di sebuah radio bahwa Inggris tetap dapat selamat meski tanpa kesepakatan perdagangan Brexit.
Euro Bisa Jatuh Jika Kebijakan ECB Tak Hawkish

Euro Bisa Jatuh Jika Kebijakan ECB Tak Hawkish

ECB diekspektasikan akan memberikan penjelasan terkait pernyataan hawkish Mario Draghi bulan lalu. Namun, jika ternyata nanti tak se-hawkish perkiraan, Euro bisa mundur.
Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Ekuitas futures goyah, dolar AS pun dilanda sell-off. Emas kembali menjadi aset menggiurkan menyusul kabar kegagalan dukungan untuk layanan kesehatan (Trumpcare).
Dolar AS Ditumbangkan Testimoni Yellen Dan Rate Hike BoC

Dolar AS Ditumbangkan Testimoni Yellen Dan Rate Hike BoC

Yellen tidak menunjukkan sentimen yang se-hawkish perkiraan pasar. Akibatnya, Dolar AS pun tertendang oleh mata uang-mata uang mayor lainnya.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.