Yang Diekspektasikan Pasar Dari Konferensi Pers Trump Malam Ini

   By: N Sabila    view: 2712

Seputarforex.com - Beberapa jam lagi, Presiden terpilih AS, Donald Trump, akan tampil dalam konferensi pers resminya untuk pertama kali sejak memenangi pemilu 8 November lalu. Di Wall Street, kemenangan Trump sempat meruntuhkan Dolar dan pasar saham hingga kemudian keadaan berbalik setelah pidato kemenangannya sehari kemudian.

donald-trump-dan-jared-kushner


Tak Akan Memberi Kepastian

Sejak itu, para trader dan investor mendapatkan asupan informasi dari kicauan-kicauan dan laporan dari Trump Tower. Mereka pun menanti, apakah akan ada perubahan atau tidak dari pidato Trump malam nanti.

Pelantikan Trump memang masih dua minggu lagi, tetapi Alan Ruskin, ahli strategi mata uang di Deutsche Bank, meramalkan bahwa Trump akan memanfaatkan moment malam nanti untuk menyerang gaya dan nada bicara kepresidenan pada umumnya.

"Konferensi pers nanti akan lebih spontan dan tajam dengan hasil yang tak pasti," kata Ruskin. Alih-alih memberikan kejelasan, konferensi pers Trump hanya akan menyediakan informasi minim tentang rencana kebijakan mana yang akan menjadi realita.


Market-Making

"Konferensi pers nanti akan lebih menjadi 'market-making' ketimbang sebuah pelantikan," kata Nick D'Onofrio, Kepala Eksekutif UK-based hedge fund North Asset Management yang dikutip oleh Financial Times.

Dalam pasar forex, Dolar AS mengalami reli yang tajam hingga 8 persen. Namun minggu lalu, Dolar AS telah menghentikan kenaikannya dan merosot hingga 2 persen. Meski demikian, kemerosotan itu tak berlanjut tajam karena tertopang oleh data gaji tenaga kerja AS yang dilaporkan memuaskan.

Menurut Steven Englander, Kepala Bagian Forex di Citigroup mengatakan,"Langkah dolar berikutnya harus mendapatkan klarifikasi dari kebijakan fiskal dan rencana infrastruktur. Jika (klarifikasi tersebut) tidak dari Trump pekan ini, maka mungkin saja akan datang dari House of Representatif AS."

Prediksi Englander diperkuat oleh Derek Halpenny, Ahli Strategi MUFG,"Kami tak memperkirakan akan banyak kemajuan sampai pasar mendapatkan kejelasan arah kebijakan Trump di fase awal pemerintahannya."

Deutsche Bank: Pound Akan Jatuh Lebih Jauh Pasca Aktivasi Article 50

Deutsche Bank: Pound Akan Jatuh Lebih Jauh Pasca Aktivasi Article 50

Deutsche Bank mengatakan bahwa Pounds sterling akan diperdagangkan pada angka 1.06 per dolar AS lima bulan dari sekarang.
Dolar AS Pulih, The Fed Khawatirkan Imbas Kegagalan Trumpcare

Dolar AS Pulih, The Fed Khawatirkan Imbas Kegagalan Trumpcare

Jerome Powell mengatakan bahwa batalnya RUU Trumpcare bisa menyulitkan kinerja bank sentral, karena sudah melakukan antisipasi lolosnya RUU tersebut.
Kepercayaan Konsumen AS Maret Cetak Rekor Tertinggi 17 Tahun

Kepercayaan Konsumen AS Maret Cetak Rekor Tertinggi 17 Tahun

Indeks kepercayaan konsumen yang merupakan hasil survey secara random oleh Conference Board melonjak hingga level 125.6, melampui ekspektasi.
Arti Kegagalan Trumpcare Bagi Dolar AS

Arti Kegagalan Trumpcare Bagi Dolar AS

Rancangan Undang-Undang (RUU) layanan kesehatan yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump tak lolos. Apakah artinya bagi ekonomi AS dan Dolar?
Brexit Article 50, Bukan Menjual Rumor Membeli Fakta

Brexit Article 50, Bukan Menjual Rumor Membeli Fakta

Ada tiga skenario pergerakan Sterling di esok hari. Ada bocoran bahwa pembicaraan yang sebenarnya dimulai pada bulan Juni mendatang.
Gagalnya Trumpcare Buat Investor Pikir-Pikir, Dolar Tergelincir

Gagalnya Trumpcare Buat Investor Pikir-Pikir, Dolar Tergelincir

Usulan Trumpcare gagal, para investor khawatir rencana pemotongan pajak Trump akan bernasib serupa. Sementara mereka masih melakukan evaluasi, Dolar bergerak landai.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.