Yang Diekspektasikan Pasar Dari Konferensi Pers Trump Malam Ini

   By: N Sabila    view: 2654

Seputarforex.com - Beberapa jam lagi, Presiden terpilih AS, Donald Trump, akan tampil dalam konferensi pers resminya untuk pertama kali sejak memenangi pemilu 8 November lalu. Di Wall Street, kemenangan Trump sempat meruntuhkan Dolar dan pasar saham hingga kemudian keadaan berbalik setelah pidato kemenangannya sehari kemudian.

donald-trump-dan-jared-kushner


Tak Akan Memberi Kepastian

Sejak itu, para trader dan investor mendapatkan asupan informasi dari kicauan-kicauan dan laporan dari Trump Tower. Mereka pun menanti, apakah akan ada perubahan atau tidak dari pidato Trump malam nanti.

Pelantikan Trump memang masih dua minggu lagi, tetapi Alan Ruskin, ahli strategi mata uang di Deutsche Bank, meramalkan bahwa Trump akan memanfaatkan moment malam nanti untuk menyerang gaya dan nada bicara kepresidenan pada umumnya.

"Konferensi pers nanti akan lebih spontan dan tajam dengan hasil yang tak pasti," kata Ruskin. Alih-alih memberikan kejelasan, konferensi pers Trump hanya akan menyediakan informasi minim tentang rencana kebijakan mana yang akan menjadi realita.


Market-Making

"Konferensi pers nanti akan lebih menjadi 'market-making' ketimbang sebuah pelantikan," kata Nick D'Onofrio, Kepala Eksekutif UK-based hedge fund North Asset Management yang dikutip oleh Financial Times.

Dalam pasar forex, Dolar AS mengalami reli yang tajam hingga 8 persen. Namun minggu lalu, Dolar AS telah menghentikan kenaikannya dan merosot hingga 2 persen. Meski demikian, kemerosotan itu tak berlanjut tajam karena tertopang oleh data gaji tenaga kerja AS yang dilaporkan memuaskan.

Menurut Steven Englander, Kepala Bagian Forex di Citigroup mengatakan,"Langkah dolar berikutnya harus mendapatkan klarifikasi dari kebijakan fiskal dan rencana infrastruktur. Jika (klarifikasi tersebut) tidak dari Trump pekan ini, maka mungkin saja akan datang dari House of Representatif AS."

Prediksi Englander diperkuat oleh Derek Halpenny, Ahli Strategi MUFG,"Kami tak memperkirakan akan banyak kemajuan sampai pasar mendapatkan kejelasan arah kebijakan Trump di fase awal pemerintahannya."

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Terdapat 234k warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan sepanjang pekan lalu untuk perhitungan yang berakhir pada tanggal 14 Januari. Jumlah tersebut tentu jauh dibawah ekspektasi ekonom
Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Reli Dolar AS Karena Yellen, Tersandung Pelantikan Trump

Dolar tak naik lebih jauh dari level sejak pidato Yellen malam tadi, sehubungan dengan menjelang pelantikan Donald Trump besok, kata analis Barclays.
AUD/USD Naik Bersama Data Pengangguran Australia

AUD/USD Naik Bersama Data Pengangguran Australia

Tingkat pengangguran Australia naik hingga 5.8 persen, akibat menguatnya partisipasi pekerja sebanyak 64.7 persen dari sebelumnya sebanyak 64.6 persen.
Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

Yellen Khawatir Terlambat Naikkan Suku Bunga

"Terlalu lama menunggu untuk mulai bergerak ke rate netral dapat berisiko buruk - baik inflasi berlebihan, ketidakstabilan finansial, ataupun keduanya," kata Yellen.
Inflasi AS Naik Sesuai Estimasi, Pasar Nantikan Pidato Yellen

Inflasi AS Naik Sesuai Estimasi, Pasar Nantikan Pidato Yellen

Biro Statistik Tenaga Kerja pada hari Rabu pagi waktu setempat merilis data CPI Desember yang naik sebanyak 0.3 persen.
Reli Pound Urung Berlanjut, May Akan Bicara Lagi

Reli Pound Urung Berlanjut, May Akan Bicara Lagi

Biro Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan data pengangguran yang tercatat tak mengalami perubahan di level rendah 11 tahun yakni 4.8 persen. GBP/USD berhenti reli.
FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

FOMC November Tak Ubah Kebijakan, Fed Hike Desember Hampir Pasti

Komite rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di bulan November ini. Inflasi AS dinilai makin menguat, sehingga pernyataan tentang rendahnya inflasi dalam jangka pendek dihapus.
Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Dolar AS Berjaya, Keoknya Euro Setelah Kebijakan ECB

Presiden ECB, Mario Draghi, menekankan bahwa kenaikan inflasi yang dinanti-nantikan Zona Euro berada dalam predikat yang "sangat substansial", sehingga tak ada alasan meyakini tapering stimulus. Euro pun terjerumus.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.