FOMC Awal 2017 : Pertahankan Kebijakan Moneter

   By: N Sabila    view: 1958

Seputarforex.com - Federal Reserve AS tidak mengubah suku bunganya pada hari Kamis (02/Feb) ini, sesuai dengan ekspektasi. Ketidakpastian yang melingkupi kebijakan fiskal merupakan dasar bagi pengambilan kebijakan tersebut. Setelah rapat FOMC yang digelar selama dua hari, suku bunga The Fed dipertahankan pada angka 0.50 persen dan 0.75 persen dengan mengutip pertumbuhan pasar tenaga kerja.

federal-reserve
"Perolehan ketenagakerjaan masih solid dan tingkat pengangguran masih berada di dekat level rendah terbaru," tulis The Fed dalam pernyataan yang dirilisnya. "Belanja masyarakat terus naik secara moderat, sedangkan investasi bisnis masih saja lemah. Pengukuran konsumen dan sentimen bisnis telah meningkat,"

The Fed juga menegaskan pernyataan bahwa "risiko jangka pendek ke outlook ekonomi tampil cukup seimbang". Artinya, perekonomian AS lebih mungkin untuk naik, daripada terjun bebas secara mengejutkan.

Secara umum, pantauan The Fed terhadap data-data ekonomi AS terbilang positif walaupun peningkatannya bergerak perlahan. Pertumbuhan ISM Manufaktur AS dilaporkan lebih baik daripada ekspektasi, laporan kepercayaan konsumen terbukti kuat, dan payroll pun cukup memuaskan. Tingkat Pengangguran AS masih di kisaran 5 persen dalam setahun lalu. Sejumlah ekonom yakin full-employment akan segera tercapai. Akan tetapi, pertumbuhan output melambat dalam kuartal keempat dengan GDP riil yang diestimasi hanya akkan naik sebanyak 1.9 persen.

Sementara itu, inflasi memang belum mencapai target 2 persen, tetapi sudah menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden, inflasi AS diperkirakan akan melonjak karena adanya rencana program pemotongan pajak dan peningkatan kebijakan fiskal.


The Fed Wait And See Sampai Juni?

Menurut Paul Ashworth, Kepala Ekonom Capital Economics, mengatakan bahwa The Fed akan wait and see sampai mendapatkan kejelasan ukuran, komposisi, dan waktu pelaksanaan stimulus fiskal yang direncakan Trump. Menurut pihaknya, detail itu baru akan terlaksana pada bulan Juni, sehingga Ashworth memprediksi bahwa The Fed akan menunggu hingga Juni sebelum menaikkan suku bunga kembali. 

Kurs Rupiah Menguat Tipis, Respon Bom Konser Ariana Grande

Kurs Rupiah Menguat Tipis, Respon Bom Konser Ariana Grande

Rupiah diperdagangkan di harga Rp13,297 per Dolar AS. Pasar masih terbawa kenaikan peringkat standar kredit SnP.
Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling Lanjutkan Loss, Ledakan Bom Di Manchester

Poundsterling memperpanjang penurunan di sesi perdagangan Selasa (23/Mei) pagi ini, menyusul ledakan bom dalam konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris
Euro Melonjak Pasca Komentar Merkel Mengenai Ekonomi Jerman

Euro Melonjak Pasca Komentar Merkel Mengenai Ekonomi Jerman

Mata uang Euro terlihat kembali meneruskan trend naik sejak awal sesi Eropa tadi sore hingga memasuki sesi New York malam ini setelah komentar Hawkish Kanselir Jerman, Angela Merkel.
PM May Dihujani Kritik, Sterling Tertekan

PM May Dihujani Kritik, Sterling Tertekan

Polling menunjukkan bahwa dukungan dari Partai Konservatif terhadap Pemilu Inggris yang dipercepat pada tanggal 8 Juni mendatang, makin menyusut.
Bitcoin Melangit Hingga USD2,100 Pasca WannaCry

Bitcoin Melangit Hingga USD2,100 Pasca WannaCry

Popularitas bitcoin makin merajalela setelah adanya serangan malware WannaCry minggu lalu. Hari Senin ini, bitcoin sudah mencapai nilai USD2,100.
Trump Ke Timur Tengah, Dolar Di Level Rendah

Trump Ke Timur Tengah, Dolar Di Level Rendah

Dolar masih berjuang untuk meninggalkan level rendah enam bulan yang melandanya sehubungan dengan gejolak politik AS dan penguatan Euro.
Euro Melompat, Berpijak Pada Data Jerman Dan Lemahnya Dolar

Euro Melompat, Berpijak Pada Data Jerman Dan Lemahnya Dolar

EUR/USD diperdagangkan pada angka 1.1140 sore ini. Jerman merilis data inflasi Produsen (PPI) yang naik 0.4 persen.
Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Dolar Makin Tersungkur, Trump Terancam Pemakzulan

Hampir dipastikan semua rencana ekonomi yang telah disusun oleh presiden AS, Donald Trump akan tertunda. Isu pemakzulan mulai merebak, termasuk dari Partai Republik.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.