FOMC Awal 2017 : Pertahankan Kebijakan Moneter

   By: N Sabila    view: 1916

Seputarforex.com - Federal Reserve AS tidak mengubah suku bunganya pada hari Kamis (02/Feb) ini, sesuai dengan ekspektasi. Ketidakpastian yang melingkupi kebijakan fiskal merupakan dasar bagi pengambilan kebijakan tersebut. Setelah rapat FOMC yang digelar selama dua hari, suku bunga The Fed dipertahankan pada angka 0.50 persen dan 0.75 persen dengan mengutip pertumbuhan pasar tenaga kerja.

federal-reserve
"Perolehan ketenagakerjaan masih solid dan tingkat pengangguran masih berada di dekat level rendah terbaru," tulis The Fed dalam pernyataan yang dirilisnya. "Belanja masyarakat terus naik secara moderat, sedangkan investasi bisnis masih saja lemah. Pengukuran konsumen dan sentimen bisnis telah meningkat,"

The Fed juga menegaskan pernyataan bahwa "risiko jangka pendek ke outlook ekonomi tampil cukup seimbang". Artinya, perekonomian AS lebih mungkin untuk naik, daripada terjun bebas secara mengejutkan.

Secara umum, pantauan The Fed terhadap data-data ekonomi AS terbilang positif walaupun peningkatannya bergerak perlahan. Pertumbuhan ISM Manufaktur AS dilaporkan lebih baik daripada ekspektasi, laporan kepercayaan konsumen terbukti kuat, dan payroll pun cukup memuaskan. Tingkat Pengangguran AS masih di kisaran 5 persen dalam setahun lalu. Sejumlah ekonom yakin full-employment akan segera tercapai. Akan tetapi, pertumbuhan output melambat dalam kuartal keempat dengan GDP riil yang diestimasi hanya akkan naik sebanyak 1.9 persen.

Sementara itu, inflasi memang belum mencapai target 2 persen, tetapi sudah menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden, inflasi AS diperkirakan akan melonjak karena adanya rencana program pemotongan pajak dan peningkatan kebijakan fiskal.


The Fed Wait And See Sampai Juni?

Menurut Paul Ashworth, Kepala Ekonom Capital Economics, mengatakan bahwa The Fed akan wait and see sampai mendapatkan kejelasan ukuran, komposisi, dan waktu pelaksanaan stimulus fiskal yang direncakan Trump. Menurut pihaknya, detail itu baru akan terlaksana pada bulan Juni, sehingga Ashworth memprediksi bahwa The Fed akan menunggu hingga Juni sebelum menaikkan suku bunga kembali. 

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling akhir-akir ini telah menjadi mata uang politik, yang ditarik ulur oleh kesepakan Brexit antara UK dan Zona Eropa. Pergerakan Sterling di sinyalemen akan Undervalued. Namun yang mengherankan Sterling masih kuat. Seolah tidak ada masalah dengan situasi pasar.
Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays memperbaharui perkiraan pergerakan Dolar Aussie di tahun ini. Bank terbesar yang berbasis di Inggris ini, memperingatkan para klien bahwa lintasan untuk mata uang Aussie akan cenderung lebih rendah.
Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Para pemimpin kawasan Uni Eropa baru saja merayakan ulang tahun ke-60 organisasi ekonomi dan politik terbesar didunia ini. Di samping itu Pejabat Eropa ini membicarakan RUU denda terhadap Brexit Inggi sebagai biaya perpisahan.
Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengimplementasikan proses Brexit akan lebih cepat dari sebelumnya, yaitu dua tahun setelah referendum dilakukan. Pekan depan Theresa akan melakukan penandatangan untuk mengaktifkan pasal 50 perjanjian Lisbon.
Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders naik cukup menyakinkan 1.7 persen selama bulan lalu, lebih baik dibandingkan estimasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1.1 persen. Pesanan barang tahan lama AS selama Februari melanjutkan kembali trend positif setelah naik 2 persen pada bulan Januari lalu.
Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, menepis asumsi pasar yang meyakini bahwa BoJ akan "ikut-ikutan" menghentikan stimulus.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.