Jobless Claims AS Rendah, Full Employment Semakin Dekat

   By: Pandawa    view: 823

Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis (16/2) merilis data klaim pengangguran minggu lalu yang bertambah sedikit di bawah estimasi, tetapi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Stabilnya jumlah warga AS yang di-PHK menunjukan kondisi pasar tenaga kerja membaik.

Jobless Claims Mingguan AS Tetap

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim kehilangan pekerjaan untuk perhitungan yang berakhir pada 11 Febuari bertambah sebanyak 239k atau bertambah 5k dibandingkan data minggu sebelumnya. Jobless Claims mingguan yang rilis di awal Sesi New York tersebut berada di bawah ekspektasi ekonom 243k berdasarkan survey Reuters.

Klaim Pengangguran AS masih stabil di bawah batas psikologis 300k dan sudah berlangsung selama 102 minggu berturut-turut. Ini merupakan pencapaian terbaik sejak 1970, padahal kala itu pasar tenaga kerja AS masih begitu kecil, tidak sebesar seperti sekarang.

Tetap rendahnya warga AS yang mengajukan klaim PHK mambuktikan kondisi Full Employment hampir tercapai sesuai harapan petinggi Bank Sentral, dengan tingkat pengangguran 4.8 persen. Jumlah rata rata empat pekan terakhir Jobless Claims berada di angka 245.250 terhitung hingga pekan lalu.

Secara keseluruhan, tidak ada hal yang mengejutkan selama rilis data fundamental AS malam ini, membuat Greenback harus tertekan cukup dalam versus sebagian besar major currency. EUR/USD sempat menurun di pembukaan sesi New York, akhirnya melanjutkan penguatannya dan berada di level 1.0654, berusaha memangkas pelemahan yang terjadi sejak awal pekan. Sementara itu GBP/USD diperdagangkan pada level 1.2496 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian 1.2523.



Suara Dewan BoJ Terpecah Soal Keluar Dari QE

Suara Dewan BoJ Terpecah Soal Keluar Dari QE

Notulen rapat BoJ memperdebatkan seberapa banyak informasi yang patut untuk diungkap oleh bank sentral tersebut kepada publik.
Jauhi Level Terendah, Dolar AS Masih Dihantui Risiko Politik

Jauhi Level Terendah, Dolar AS Masih Dihantui Risiko Politik

Sekarang ini arah Dolar seakan-akan meninggalkan level lemahnya. Tetapi saya kira, kenaikan Dolar tidak akan berlanjut jauh dari sini, kata analis Barclays.
Euro Kendurkan Otot Pasca Data PMI Jerman Dan Zona Euro

Euro Kendurkan Otot Pasca Data PMI Jerman Dan Zona Euro

Indeks PMI Gabungan (composite) Zona Euro untuk bulan Juli, jatuh ke angka 55.8, di bawah ekspektasi 56.2 maupun capaian periode Mei di angka 56.3.
Yen Malas Bereaksi Terhadap Dolar Karena BoJ

Yen Malas Bereaksi Terhadap Dolar Karena BoJ

Sulitnya BoJ untuk meninggalkan pelonggaran stimulus dan moneter longgar membuat data-data ekonomi Jepang diacuhkan oleh trader USD/JPY.
Jubir Gedung Putih Mundur, Dolar Tertekan

Jubir Gedung Putih Mundur, Dolar Tertekan

Dolar AS masih dalam tekanan. Gejolak politik yang berkobar di AS, mengikis harapan akan terwujudnya stimulus fiskal dan reformasi pajak dalam waktu dekat.
Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Ancang-ancang tapering oleh European Central Bank (ECB) disinyalir bakal mendorong EUR/USD mencapai 1.20 pada akhir tahun 2017.
AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

Hanya karena bank-bank sentral lain mulai menaikkan suku bunga mereka, bukan berarti suku bunga RBA juga perlu dinaikkan, kata Debelle.
Dolar AS Akhiri Pekan Dengan Penurunan

Dolar AS Akhiri Pekan Dengan Penurunan

Pasca kebijakan ECB, Dolar AS tak sanggup mengungguli pamor Euro. EUR/USD bertengger di level tertinggi sejak Agustus 2015 hingga sesi Asia pagi ini.
Housing Starts Dan Building Permits AS Juni Rebound

Housing Starts Dan Building Permits AS Juni Rebound

Pembangunan rumah di seluruh wilayah AS tercatat melonjak cukup signifikan, yakni sebesar 8.3 persen menjadi 1.22 juta unit, kenaikan terbesar sejak Februari 2017.
Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Ekuitas futures goyah, dolar AS pun dilanda sell-off. Emas kembali menjadi aset menggiurkan menyusul kabar kegagalan dukungan untuk layanan kesehatan (Trumpcare).

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.