Jobless Claims AS Rendah, Full Employment Semakin Dekat

   By: Pandawa    view: 778

Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis (16/2) merilis data klaim pengangguran minggu lalu yang bertambah sedikit di bawah estimasi, tetapi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Stabilnya jumlah warga AS yang di-PHK menunjukan kondisi pasar tenaga kerja membaik.

Jobless Claims Mingguan AS Tetap

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim kehilangan pekerjaan untuk perhitungan yang berakhir pada 11 Febuari bertambah sebanyak 239k atau bertambah 5k dibandingkan data minggu sebelumnya. Jobless Claims mingguan yang rilis di awal Sesi New York tersebut berada di bawah ekspektasi ekonom 243k berdasarkan survey Reuters.

Klaim Pengangguran AS masih stabil di bawah batas psikologis 300k dan sudah berlangsung selama 102 minggu berturut-turut. Ini merupakan pencapaian terbaik sejak 1970, padahal kala itu pasar tenaga kerja AS masih begitu kecil, tidak sebesar seperti sekarang.

Tetap rendahnya warga AS yang mengajukan klaim PHK mambuktikan kondisi Full Employment hampir tercapai sesuai harapan petinggi Bank Sentral, dengan tingkat pengangguran 4.8 persen. Jumlah rata rata empat pekan terakhir Jobless Claims berada di angka 245.250 terhitung hingga pekan lalu.

Secara keseluruhan, tidak ada hal yang mengejutkan selama rilis data fundamental AS malam ini, membuat Greenback harus tertekan cukup dalam versus sebagian besar major currency. EUR/USD sempat menurun di pembukaan sesi New York, akhirnya melanjutkan penguatannya dan berada di level 1.0654, berusaha memangkas pelemahan yang terjadi sejak awal pekan. Sementara itu GBP/USD diperdagangkan pada level 1.2496 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian 1.2523.



Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling akhir-akir ini telah menjadi mata uang politik, yang ditarik ulur oleh kesepakan Brexit antara UK dan Zona Eropa. Pergerakan Sterling di sinyalemen akan Undervalued. Namun yang mengherankan Sterling masih kuat. Seolah tidak ada masalah dengan situasi pasar.
Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays memperbaharui perkiraan pergerakan Dolar Aussie di tahun ini. Bank terbesar yang berbasis di Inggris ini, memperingatkan para klien bahwa lintasan untuk mata uang Aussie akan cenderung lebih rendah.
Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Para pemimpin kawasan Uni Eropa baru saja merayakan ulang tahun ke-60 organisasi ekonomi dan politik terbesar didunia ini. Di samping itu Pejabat Eropa ini membicarakan RUU denda terhadap Brexit Inggi sebagai biaya perpisahan.
Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengimplementasikan proses Brexit akan lebih cepat dari sebelumnya, yaitu dua tahun setelah referendum dilakukan. Pekan depan Theresa akan melakukan penandatangan untuk mengaktifkan pasal 50 perjanjian Lisbon.
Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders naik cukup menyakinkan 1.7 persen selama bulan lalu, lebih baik dibandingkan estimasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1.1 persen. Pesanan barang tahan lama AS selama Februari melanjutkan kembali trend positif setelah naik 2 persen pada bulan Januari lalu.
Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, menepis asumsi pasar yang meyakini bahwa BoJ akan "ikut-ikutan" menghentikan stimulus.
Dolar AS Menguat, Risiko Dari Trump Masih Menghadang

Dolar AS Menguat, Risiko Dari Trump Masih Menghadang

Dolar tampaknya masih harus berjuang untuk bisa menguat lebih lanjut, karena para investor global lambat laun menyadari bahwa AS dapat menghadapi kebuntuan kebijakan.
Jobless Claims Mingguan Naik, Pasar Nantikan Voting HealthCare AS

Jobless Claims Mingguan Naik, Pasar Nantikan Voting HealthCare AS

Jumlah warga AS yang mengisi form klaim pengangguran bertambah 258k selama minggu lalu, sekaligus mematahkan ekspektasi ekonom.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.