Jobless Claims AS Rendah, Full Employment Semakin Dekat

   By: Pandawa    view: 846

Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis (16/2) merilis data klaim pengangguran minggu lalu yang bertambah sedikit di bawah estimasi, tetapi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Stabilnya jumlah warga AS yang di-PHK menunjukan kondisi pasar tenaga kerja membaik.

Jobless Claims Mingguan AS Tetap

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim kehilangan pekerjaan untuk perhitungan yang berakhir pada 11 Febuari bertambah sebanyak 239k atau bertambah 5k dibandingkan data minggu sebelumnya. Jobless Claims mingguan yang rilis di awal Sesi New York tersebut berada di bawah ekspektasi ekonom 243k berdasarkan survey Reuters.

Klaim Pengangguran AS masih stabil di bawah batas psikologis 300k dan sudah berlangsung selama 102 minggu berturut-turut. Ini merupakan pencapaian terbaik sejak 1970, padahal kala itu pasar tenaga kerja AS masih begitu kecil, tidak sebesar seperti sekarang.

Tetap rendahnya warga AS yang mengajukan klaim PHK mambuktikan kondisi Full Employment hampir tercapai sesuai harapan petinggi Bank Sentral, dengan tingkat pengangguran 4.8 persen. Jumlah rata rata empat pekan terakhir Jobless Claims berada di angka 245.250 terhitung hingga pekan lalu.

Secara keseluruhan, tidak ada hal yang mengejutkan selama rilis data fundamental AS malam ini, membuat Greenback harus tertekan cukup dalam versus sebagian besar major currency. EUR/USD sempat menurun di pembukaan sesi New York, akhirnya melanjutkan penguatannya dan berada di level 1.0654, berusaha memangkas pelemahan yang terjadi sejak awal pekan. Sementara itu GBP/USD diperdagangkan pada level 1.2496 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian 1.2523.



Housing Starts AS Agustus Turun  2 Bulan Beruntun

Housing Starts AS Agustus Turun 2 Bulan Beruntun

Housing Start tergelincir 0.8 persen menjadi 1.18 juta unit pada bulan lalu dan data periode Juli direvisi naik 1.16 juta menjadi 1.19 juta unit, Housing Start bisa turun lebih jauh selama bulan September akibat dampak Badai Harvey.
Euro Pertahankan Bull, Ekonomi Jerman Tak Goyah Oleh Pemilu

Euro Pertahankan Bull, Ekonomi Jerman Tak Goyah Oleh Pemilu

Pemilu Jerman rupanya tak dianggap sebagai sumber ketidakpastian. ZEW melaporkan bahwa outlook sentimen ekonomi Jerman mmeningkat di bulan September ini.
Jelang FOMC, Dolar AS Stabil Dengan Potensi Meninggi

Jelang FOMC, Dolar AS Stabil Dengan Potensi Meninggi

Para investor bersiap mendengar pernyataan yang lebih hawkish dari Federal Reserve. USD/JPY kemungkinan dapat naik hingga 112 yen menjelang kebijakan FOMC besok.
Sempat Melonjak, AUD/USD Melandai Pasca Notulen RBA

Sempat Melonjak, AUD/USD Melandai Pasca Notulen RBA

Siang ini AUD/USD diperdagangkan landai pada 0.7967, setelah jarum candle pair tersebut sempat menusuk ke atas level high 0.7993 di awal sesi Asia karena data perumahan.
Didukung Yield Obligasi Pemerintah, Kurs Dolar AS Stabil

Didukung Yield Obligasi Pemerintah, Kurs Dolar AS Stabil

Kurs Dolar AS bertahan di level tinggi tujuh pekan versus Yen serta bergerak menguat terhadap Euro pada hari Senin ini (18/9).
Yen Jepang Dijegal Rumor Pemilu Dadakan

Yen Jepang Dijegal Rumor Pemilu Dadakan

PM Shinzo Abe menyatakan akan mengadakan Pemilu Dini (snap election) di tengah kuatnya ketegangan geopolitik yang disebabkan oleh tindakan provokatif Korea Utara.
Retail Sales AS Catat Penurunan Terbesar 6 Bulan, Greenback Melemah

Retail Sales AS Catat Penurunan Terbesar 6 Bulan, Greenback Melemah

Penjualan Ritel AS secara tidak terduga turun pada bulan Agustus, kemungkinan besar disebabkan oleh karena dampak Badai Harvey yang berpengaruh negatif terhadap pembelian kendaraan bermotor.
Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Jika tren data ekonomi Inggris memenuhi syarat, maka waktu yang paling tepat untuk menaikkan suku bunga kemungkinan adalah mulai bulan depan.
Dolar AS Hapus Loss, Tak Acuhkan Rudal Korut

Dolar AS Hapus Loss, Tak Acuhkan Rudal Korut

Dolar AS kembali menguat terhadap Yen Jepang dan menghapus bersih loss-nya yang tercapai di awal sesi perdagangan. Ini penyebabnya.
Euro Kian Menjulang Pasca Kebijakan ECB Dan Loyonya Dolar

Euro Kian Menjulang Pasca Kebijakan ECB Dan Loyonya Dolar

Draghi mengatkan bahwa pertimbangan keputusan mengenai tapering pembelian obligasi ECB kemungkinan akan diambil pada bulan Oktober mendatang.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.