NZD/USD Melandai Pasca Data Penjualan Ritel New Zealand

   By: N Sabila    view: 651

Seputarforex.com - Penjualan Ritel New Zealand tak berubah dalam basis bulanan di kuartal empat tahun lalu. Namun, penjualan kendaraan bermotor dan suku cadangnya mengalami kenaikan. Sebanyak 11 dari 15 industri otomotif di New Zealand melaporkan kenaikan penjualan dalam rilis data pada hari Jumat (17/Feb) pagi ini.

 

NZDUSD


Volume Penjualan Ritel New Zealand mencapai 0.8 persen (QoQ) dalam tiga bulan terakhir 2016 (seasonally adjusted). Di kuartal ketiga, Penjualan Ritel New Zealand naik 0.9 persen, menurut data dari Biro Statistik Negara tersebut. Sementara total nilai Penjualan Ritel, dalam penyesuaian musiman, meningkat 1.1 persen di kuartal empat menjadi 21.08 miliar dolar NZ.

Penjualan kendaraan bermotor dan suku cadang menunjukkan kenaikan 1.9 persen, sedangkan volume Penjualan Ritel Inti--yang tidak memasukkan penjualan kendaraan bermotor dan bahan bakar--naik 0.6 persen pada bulan Desember. Angka tersebut melebihi pertumbuhan di kuartal ketiga yang hanya mencapai 0.2 persen.

"Ini menjadi kuartal ketiga, berturut-turut, industri (kendaraan bermotor) menjadi yang terdepan dalam menggerakkan penjualan ritel kuartalan, ..." tulis Biro Statistik New Zealand. "Dalam periode terkini, data dari New Zealand Transport Agency masih menunjukkan kenaikan dalam registrasi penumpang kendaraan, naik 11 persen pada kuartal bulan Desember 2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015."

 

NZD/USD Melandai

Merespon laporan tersebut, NZD/USD melandai dengan diperdagangkan flat di angka 0.7207 dari sebelumnya di high 0.7225. Padahal, Dolar AS juga sedang mengendur meski data fundamental AS dirilis sesuai ekspektasi. Klaim pengangguran AS dilaporkan makin mendekatkan AS dengan full-employment. Kenaikan suku bunga AS bulan Maret kian memungkinkan.

AUD/NZD tampak terus menjulang dengan diperdagangkan di angka 1.0689 menyusul laporan ini.



Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling akhir-akir ini telah menjadi mata uang politik, yang ditarik ulur oleh kesepakan Brexit antara UK dan Zona Eropa. Pergerakan Sterling di sinyalemen akan Undervalued. Namun yang mengherankan Sterling masih kuat. Seolah tidak ada masalah dengan situasi pasar.
Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays memperbaharui perkiraan pergerakan Dolar Aussie di tahun ini. Bank terbesar yang berbasis di Inggris ini, memperingatkan para klien bahwa lintasan untuk mata uang Aussie akan cenderung lebih rendah.
Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Para pemimpin kawasan Uni Eropa baru saja merayakan ulang tahun ke-60 organisasi ekonomi dan politik terbesar didunia ini. Di samping itu Pejabat Eropa ini membicarakan RUU denda terhadap Brexit Inggi sebagai biaya perpisahan.
Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengimplementasikan proses Brexit akan lebih cepat dari sebelumnya, yaitu dua tahun setelah referendum dilakukan. Pekan depan Theresa akan melakukan penandatangan untuk mengaktifkan pasal 50 perjanjian Lisbon.
Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders naik cukup menyakinkan 1.7 persen selama bulan lalu, lebih baik dibandingkan estimasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1.1 persen. Pesanan barang tahan lama AS selama Februari melanjutkan kembali trend positif setelah naik 2 persen pada bulan Januari lalu.
Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, menepis asumsi pasar yang meyakini bahwa BoJ akan "ikut-ikutan" menghentikan stimulus.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.