NZD/USD Melandai Pasca Data Penjualan Ritel New Zealand

   By: N Sabila    view: 711

Seputarforex.com - Penjualan Ritel New Zealand tak berubah dalam basis bulanan di kuartal empat tahun lalu. Namun, penjualan kendaraan bermotor dan suku cadangnya mengalami kenaikan. Sebanyak 11 dari 15 industri otomotif di New Zealand melaporkan kenaikan penjualan dalam rilis data pada hari Jumat (17/Feb) pagi ini.

 

NZDUSD


Volume Penjualan Ritel New Zealand mencapai 0.8 persen (QoQ) dalam tiga bulan terakhir 2016 (seasonally adjusted). Di kuartal ketiga, Penjualan Ritel New Zealand naik 0.9 persen, menurut data dari Biro Statistik Negara tersebut. Sementara total nilai Penjualan Ritel, dalam penyesuaian musiman, meningkat 1.1 persen di kuartal empat menjadi 21.08 miliar dolar NZ.

Penjualan kendaraan bermotor dan suku cadang menunjukkan kenaikan 1.9 persen, sedangkan volume Penjualan Ritel Inti--yang tidak memasukkan penjualan kendaraan bermotor dan bahan bakar--naik 0.6 persen pada bulan Desember. Angka tersebut melebihi pertumbuhan di kuartal ketiga yang hanya mencapai 0.2 persen.

"Ini menjadi kuartal ketiga, berturut-turut, industri (kendaraan bermotor) menjadi yang terdepan dalam menggerakkan penjualan ritel kuartalan, ..." tulis Biro Statistik New Zealand. "Dalam periode terkini, data dari New Zealand Transport Agency masih menunjukkan kenaikan dalam registrasi penumpang kendaraan, naik 11 persen pada kuartal bulan Desember 2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015."

 

NZD/USD Melandai

Merespon laporan tersebut, NZD/USD melandai dengan diperdagangkan flat di angka 0.7207 dari sebelumnya di high 0.7225. Padahal, Dolar AS juga sedang mengendur meski data fundamental AS dirilis sesuai ekspektasi. Klaim pengangguran AS dilaporkan makin mendekatkan AS dengan full-employment. Kenaikan suku bunga AS bulan Maret kian memungkinkan.

AUD/NZD tampak terus menjulang dengan diperdagangkan di angka 1.0689 menyusul laporan ini.



PM May Desak Uni Eropa Akhiri Deadlock Perundingan Brexit

PM May Desak Uni Eropa Akhiri Deadlock Perundingan Brexit

Perdana Menteri Inggris, Theresa May pada hari Kamis (19/10) mendesak Uni Eropa untuk mengakhiri kebuntuan dialog terkait Brexit, serta meminta para pemimpin blok tersebut agar merespon dengan segara.
Jobless Claims AS Sentuh Rekor Terendah 44 Tahun

Jobless Claims AS Sentuh Rekor Terendah 44 Tahun

Menurut laporan Jobless Claims dari Departemen terkait menunjukan jumlah warga AS yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan menurun 22,000 menjadi 222,000 pada perhitungan hingga 14 Oktober.
Penjualan Ritel Inggris Terguling, Poundsterling Terpelanting

Penjualan Ritel Inggris Terguling, Poundsterling Terpelanting

Penjualan ritel Inggris merosot, diduga kuat merupakan imbas dari tingginya kenaikan inflasi Inggris yang mencekik daya beli konsumen. GBP/USD mengalami penurunan.
UNICEF Berencana Buat Jaringan Mata Uang Kripto Sendiri

UNICEF Berencana Buat Jaringan Mata Uang Kripto Sendiri

Alasannya, UNICEF ingin menggunakan mata uang kripto untuk meniadakan halangan proses pendanaan seperti terjadi pada transaksi konvensional sekarang.
Sakurai: BoJ Tak Butuh Stimulus Ekstra, USD/JPY Melejit

Sakurai: BoJ Tak Butuh Stimulus Ekstra, USD/JPY Melejit

Makoto Sakurai, anggota dewan BoJ, mengatakan bahwa Kebijakan Yield Curve Control (YCC) saat ini sudah cukup. Tak perlu langkah tambahan demi mempercepat inflasi.
Bull Dolar Bertahan, Pasar Renungkan Kandidat Baru Ketua The Fed

Bull Dolar Bertahan, Pasar Renungkan Kandidat Baru Ketua The Fed

Siapa yang akan menjadi Gubernur The Fed selanjutnya adalah fokus terpenting bagi pasar saat ini. Khususnya, seberapa besar kans kandidat yang hawkish untuk terpilih.
FOMC Ungkap Waktu Pengurangan Balance Sheet Dan Rate Hike

FOMC Ungkap Waktu Pengurangan Balance Sheet Dan Rate Hike

Bank sentral AS, The Fed, melalui rapat FOMC September 2017 memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada akhir tahun dan pengurangan balance sheet mulai bulan Oktober 2017.
Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Jika tren data ekonomi Inggris memenuhi syarat, maka waktu yang paling tepat untuk menaikkan suku bunga kemungkinan adalah mulai bulan depan.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.