Pasar Cerna Kebijakan, Lompatan Dolar Terhalang

   By: N Sabila    view: 1792

Seputarforex.com - Dolar AS berkutat di low satu minggu terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Jumat (17/Feb) pagi ini. Data-data ekonomi AS yang cemerlang kemarin malam rupanya gagal mengangkat yield obligasi pemerintah AS. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor, berada di angka 100.570, setelah menyentuh level 100.410, terendah sejak tanggal 9 Februari.

dolar-as


Tarik Tambang USD/JPY

USD/JPY sedikit berubah di posisi 113.367, naik sedikit dari sebelumnya di angka 113.280. Malam tadi, USD/JPY tergelincir 0.8 persen. Pada Rabu lalu, USD/JPY mencapai level tinggi dua minggu di angka 114.955.

"Walaupun Jepang tampak menghindar dari kritik terhadap Yen dalam pertemuan terbaru (Trump dan Abe), tetap saja tidak mengubah fakta bahwa pengawasan mata uang Jepang masih lemah," kata Makoto Noji, senior strategist di SMBC Nikko Securities. Noji menambahkan bahwa Yen masih relatif lemah, dan ketakutan akan penguatan Dolar AS lebih lanjut berdampak pada terbatasnya penguatan USD/JPY.

"Semburan reli Dolar terjadi pada minggu ini, tetapi tampaknya kurang meyakinkan. Lihat saja USD/JPY yang urung menyentuh ambang level 115.00," kata Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex Senior di IG Securities Tokyo. "Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih mencoba untuk mencerna implikasi kebijakan Presiden AS, khususnya kebijakan perdagangan yang kemungkinan tidak mendukung Dolar,"

Sementara itu, Euro sempat menyentuh level rendah terhadap Dolar AS pada hari Rabu lalu di angka 1.521. Namun, EUR/USD terus mendaki hingga diperdagangkan di angka 1.0673 hari ini. Minggu ini, EUR/USD sedang dalam jalur mengumpulkan kenaikan sebanyak 0.2 persen.

GBP/USD sedikit berubah di angka 1.2482 setelah mendapat perolehan 0.3 persen malam tadi. Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di angka 1.2505.

AUD/USD, yang menjadi pair mata uang berperolehan paling stabil tahun 2017 ini berkat tingginya yield obligasi Australia, terpantau flat di angka 0.7706 saat berita ini ditulis, Aussie berada tak jauh dari level tinggi tiga bulan di angka 0.7732 yang tercapai kemarin setelah data ketenagakerjaan.

GDP Kuartal Pertama AS Catat Pertumbuhan Terlemah 3 Tahun

GDP Kuartal Pertama AS Catat Pertumbuhan Terlemah 3 Tahun

Laporan GDP First Release AS yang mencatatkan pertumbuhan paling lemah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, saat belanja rumah tangga Negeri Paman Sam tertatih tatih di sepanjang kuartal pertama 2017.
GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

Laporan yang dirilis oleh ONS pada sore ini menunjukkan bahwa pertumbuhan GDP Inggris hanya mencapai 0.3 persen, lebih rendah daripada ekspektasi 0.4 persen.
Sesi Eropa Buka Pasca Kebijakan ECB, Euro Masih Di Level Tinggi

Sesi Eropa Buka Pasca Kebijakan ECB, Euro Masih Di Level Tinggi

Presiden ECB, Mario Draghi, kemarin tidak menyinggung masalah pelonggaran moneter yang sempat diisukan akan perlahan-lahan ditarik mundur.
Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

Pemerintah Jepang tadi pagi melaporkan bahwa data Inflasi Inti (core CPI) meningkat 0.2 persen pada bulan Maret dari satu tahun sebelumnya.
Rupiah, Makin Sore Makin Loyo

Rupiah, Makin Sore Makin Loyo

Rupiah diperdagangkan dengan harga Rp13,315, turun 24 poin dari angka pembukaan pagi tadi di kisaran Rp13,291 per Dolar AS.
BoJ Pertahankan Kebijakan Moneter, Alotnya Kenaikan Inflasi Jepang

BoJ Pertahankan Kebijakan Moneter, Alotnya Kenaikan Inflasi Jepang

BoJ akan terus menggunakan kebijakan suku bunganya dan pembelian aset untuk memacu kenaikan inflasi. Keputusan ini sudah diekspektasikan para ekonom.
Ahok Kalah, Rupiah Melemah

Ahok Kalah, Rupiah Melemah

Rupiah jeblok dan menjadi mata uang Asia berperforma terburuk siang ini setelah hasil quick count menyatakan kekalahan Ahok terhadap Anies Baswedan.
Misterius: PM May Akan Pidato Mendadak, Sterling Terjungkal

Misterius: PM May Akan Pidato Mendadak, Sterling Terjungkal

PM Inggris Theresa May mendadak mengumumkan bahwa dirinya akan menyampaikan pernyataan di Downing Street pada sekitar pukul 18.15 WIB.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.