Pasar Cerna Kebijakan, Lompatan Dolar Terhalang

   By: N Sabila    view: 1782

Seputarforex.com - Dolar AS berkutat di low satu minggu terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Jumat (17/Feb) pagi ini. Data-data ekonomi AS yang cemerlang kemarin malam rupanya gagal mengangkat yield obligasi pemerintah AS. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor, berada di angka 100.570, setelah menyentuh level 100.410, terendah sejak tanggal 9 Februari.

dolar-as


Tarik Tambang USD/JPY

USD/JPY sedikit berubah di posisi 113.367, naik sedikit dari sebelumnya di angka 113.280. Malam tadi, USD/JPY tergelincir 0.8 persen. Pada Rabu lalu, USD/JPY mencapai level tinggi dua minggu di angka 114.955.

"Walaupun Jepang tampak menghindar dari kritik terhadap Yen dalam pertemuan terbaru (Trump dan Abe), tetap saja tidak mengubah fakta bahwa pengawasan mata uang Jepang masih lemah," kata Makoto Noji, senior strategist di SMBC Nikko Securities. Noji menambahkan bahwa Yen masih relatif lemah, dan ketakutan akan penguatan Dolar AS lebih lanjut berdampak pada terbatasnya penguatan USD/JPY.

"Semburan reli Dolar terjadi pada minggu ini, tetapi tampaknya kurang meyakinkan. Lihat saja USD/JPY yang urung menyentuh ambang level 115.00," kata Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex Senior di IG Securities Tokyo. "Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih mencoba untuk mencerna implikasi kebijakan Presiden AS, khususnya kebijakan perdagangan yang kemungkinan tidak mendukung Dolar,"

Sementara itu, Euro sempat menyentuh level rendah terhadap Dolar AS pada hari Rabu lalu di angka 1.521. Namun, EUR/USD terus mendaki hingga diperdagangkan di angka 1.0673 hari ini. Minggu ini, EUR/USD sedang dalam jalur mengumpulkan kenaikan sebanyak 0.2 persen.

GBP/USD sedikit berubah di angka 1.2482 setelah mendapat perolehan 0.3 persen malam tadi. Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di angka 1.2505.

AUD/USD, yang menjadi pair mata uang berperolehan paling stabil tahun 2017 ini berkat tingginya yield obligasi Australia, terpantau flat di angka 0.7706 saat berita ini ditulis, Aussie berada tak jauh dari level tinggi tiga bulan di angka 0.7732 yang tercapai kemarin setelah data ketenagakerjaan.

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling akhir-akir ini telah menjadi mata uang politik, yang ditarik ulur oleh kesepakan Brexit antara UK dan Zona Eropa. Pergerakan Sterling di sinyalemen akan Undervalued. Namun yang mengherankan Sterling masih kuat. Seolah tidak ada masalah dengan situasi pasar.
Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays memperbaharui perkiraan pergerakan Dolar Aussie di tahun ini. Bank terbesar yang berbasis di Inggris ini, memperingatkan para klien bahwa lintasan untuk mata uang Aussie akan cenderung lebih rendah.
Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Para pemimpin kawasan Uni Eropa baru saja merayakan ulang tahun ke-60 organisasi ekonomi dan politik terbesar didunia ini. Di samping itu Pejabat Eropa ini membicarakan RUU denda terhadap Brexit Inggi sebagai biaya perpisahan.
Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengimplementasikan proses Brexit akan lebih cepat dari sebelumnya, yaitu dua tahun setelah referendum dilakukan. Pekan depan Theresa akan melakukan penandatangan untuk mengaktifkan pasal 50 perjanjian Lisbon.
Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders naik cukup menyakinkan 1.7 persen selama bulan lalu, lebih baik dibandingkan estimasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1.1 persen. Pesanan barang tahan lama AS selama Februari melanjutkan kembali trend positif setelah naik 2 persen pada bulan Januari lalu.
Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, menepis asumsi pasar yang meyakini bahwa BoJ akan "ikut-ikutan" menghentikan stimulus.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.