EUR/USD 1.070   |   USD/JPY 155.380   |   GBP/USD 1.246   |   AUD/USD 0.650   |   Gold 2,317.32/oz   |   Silver 27.31/oz   |   Wall Street 38,460.92   |   Nasdaq 15,712.75   |   IDX 7,162.60   |   Bitcoin 64,276.90   |   Ethereum 3,139.81   |   Litecoin 83.16   |   Nilai kontrak baru PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) mencatatkan pertumbuhan sekitar 20,10% secara tahunan menjadi Rp4.9 triliun pada kuartal I/2024, 5 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT) menetapkan pembagian dividen tahun buku 2023 sebesar Rp28.84 miliar, 5 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Saham Meta Platforms Inc (NASDAQ: META) turun tajam sebesar 15.3% menjadi $417.83, mendekati level terendah dalam tiga bulan terakhir, 5 jam lalu, #Saham AS   |   S&P 500 turun 0.6% menjadi 5,075, sementara Nasdaq 100 turun 1.1% menjadi 17,460 pada pukul 19.49 ET (23.49 GMT). Dow Jones turun 0.2% menjadi 38,591, 5 jam lalu, #Saham AS

Rupiah Menguat Terbatas, Pasar Tunggu Trump

Penulis

Donald Trump akan berpidato besok. Ekspektasi terhadapnya menguatkan Dolar dan menekan Rupiah. Selain itu, Rupiah juga menunggu rilis data inflasi.

Seputarforex.com - Penguatan sebesar 16 poin tampak pada pergerakan Rupiah di sesi perdagangan Senin (27/Feb) pagi ini. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mencapai angka Rp13,327, dari sebelumnya di angka Rp13,343.

jokowi-trump


Pidato Trump Dan Data Inflasi

Menurut para ekonom, pergerakan Rupiah masih terombang-ambing oleh arus finansial global. Presiden AS, Donald Trump, dijadwalkan akan menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS besok. Ia diharapkan akan merinci rencana-rencana ekonominya dalam event tersebut.

Menurut ekonom dari Samuel Sekuritas, situasi di AS yang sedang dalam ketidakpastian ini menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Faktanya telah terefleksikan pada penurunan yield obligasi Pemerintah AS. Imbasnya berdampak pada Dolar AS yang melemah.

Kondisi dalam negeri Indonesia sendiri kini sedang menunggu rilis data inflasi. Penguatan Rupiah diperkirakan akan dibatasi oleh proyeksi inflasi yang naik hampir 50 basis poin di bulan Februari 2017 ini.

"Inflasi diperkirakan sebesar 3.9-4 persen year on year (YoY), atau naik hampir 50 basis poin. Kondisi itu membuat ruang penguatan rupiah diperkirakan menjadi terbatas," kata ekonom yang dikutip oleh Antaranews tersebut.

Kebijakan-kebijakan Trump diasumsi dapat makin menguatkan kemungkinan naiknya suku bunga The Fed. Menurut Reza Priyambada, ekonom yang diwawancarai oleh Antaranews, sebagian pelaku pasar telah menanggapi kabar tersebut dengan kembali memburu Dolar. Oleh sebab itulah, laju penguatan Rupiah tak akan jauh.

Ditambah lagi dengan pelemahan Euro akibat gejolak politik di Eropa, yang secara tak langsung memberi energi bagi Dolar AS dan melemahkan Rupiah.

277800
Penulis

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.