Diskusi Rate Hike, ECB Topang Euro Di Level Tinggi

   By: A Muttaqiena    view: 1249

Seputarforex.com - Euro reli menjelang pada hari Jumat lalu, setelah muncul sebuah laporan yang menyebutkan bahwa bank sentral Eropa (ECB) telah mendiskusikan kemungkinan menaikkan suku bunga sebelum mengakhiri program Quantitative Easing (QE). Mata uang 18 negara itu pun melesat ke puncak tertinggi dalam tiga pekan. Hingga hari Senin pagi ini (13/3), EUR/USD masih menguasai kisaran 1.0695.

 

European Central Bank

 

Situasi Terburuk Di Zona Euro Sudah Berlalu 

Selain ECB telah mengumumkan akan tetap melanjutkan tapering QE-nya, turun ke 60 milyar Euro per bulan di sepanjang sisa tahun 2017, tetapi ada komentar lain yang agak hawkish dalam konferensi pers Presidennya, Mario Draghi. Ketika ditanya mengenai bahasa paparan seputar tingkat suku bunga, ia mengatakan Dewan Gubernur telah melakukan "diskusi singkat mengenai apakan akan menyingkirkan kata 'lebih rendah' dari panduan kebijakan (forward guidance)".

Hal itu mengacu pada pembukaan pernyataan kebijakan ECB, "Kami terus mengharapkan (suku bunga) untuk tetap berada pada tingkatnya sekarang atau lebih rendah untuk periode waktu yang diperpanjang, dan jauh melampaui horizon program pembelian aset kami."

Artinya, perlahan tapi pasti, ECB bergerak ke arah yang tidak begitu dovish. Bahkan lebih dari itu. Menurut Christopher Vecchio dari DailyFX, menajamnya kurva yield obligasi pemerintah di Eropa, khususnya Jeman dan Prancis, mensinyalkan bahwa pasar telah memahami pergeseran tersebut. Apalagi, Dewan Gubernur ECB memutuskan untuk tak memperpanjang program TLTRO (targeted longer-term refinancing operation) yang lain; menandakan bahwa mereka menilai situasi terburuk dalam krisis utang Zona Euro sudah berlalu.

 

Le Pen Kemungkinan Kalah Pilpres Perancis

Melorotnya kemungkinan menang kandidat capres anti-Uni Eropa, Marine Le Pen, menjelang Pilpres Prancis, turut menunjang bullish-nya Euro kali ini. Elektabilitas teknokrat garis tengah, Emmanuel Macron, meningkat dalam polling terbaru, sehingga ia diprediksi bakal mengungguli Le Pen di putaran pertama (23 April) maupun putaran kedua (7 Mei).

Topik pergeseran arah haluan ECB serta Pilpres Prancis ini agaknya masih akan menjadi penggerak Euro ke depan, meski pasar juga akan mengamati hasil rapat kebijakan bank sentral Amerika Serikat pada tanggal 15-16 Maret besok. Bullish-nya EUR/USD sejak pekan lalu hingga kini menandakan pasar tak begitu mempedulikan data ketenagakerjaan AS yang tampil prima Jumat lalu, walaupun angka-angkanya menunjang optimisme akan dinaikkannya suku bunga.

Dolar AS Menguat, Risiko Dari Trump Masih Menghadang

Dolar AS Menguat, Risiko Dari Trump Masih Menghadang

Dolar tampaknya masih harus berjuang (untuk bisa menguat lebih lanjut) karena para investor global lambat laun menyadari bahwa AS dapat menghadapi kebuntuan kebijakan.
Jobless Claims Mingguan Naik, Pasar Nantikan Voting HealthCare AS

Jobless Claims Mingguan Naik, Pasar Nantikan Voting HealthCare AS

Jumlah warga AS yang mengisi form klaim pengangguran bertambah 258k selama minggu lalu sekaligus mematahkan ekspektasi ekonom melalui polling Reuters sebelumnya yang memprediksi Jobless Claims akan turun menjadi 240k.
Penjualan Ritel Inggris Melonjak, GBP/USD Hidup

Penjualan Ritel Inggris Melonjak, GBP/USD Hidup

Penjualan ritel Inggris dilaporkan meningkat lebih kuat daripada ekspektasi di hari Kamis sore ini. Sayangnya, outlook konsumen Inggris masih lemah.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
RBNZ Tak Naikkan Suku Bunga, Pasar Lamban Mencerna

RBNZ Tak Naikkan Suku Bunga, Pasar Lamban Mencerna

RBNZ mempertahankan tingkat suku bunga pada level 1.75 persen bulan ini. Dolar New Zealand yang sempat mendaki jelang pengumuman kebijakan, kembali surut.
Existing Home Sales AS Februari Anjlok, Dollar Kian Terpuruk

Existing Home Sales AS Februari Anjlok, Dollar Kian Terpuruk

Data Existing Home Sales menunjukkan selama Februari, jumlah rumah yang terjual hanya 5.48 juta unit bulan lalu atau menurun 3.7 persen dibandingkan data periode Januari.
Sesi Eropa, Dolar AS Disetir Isu Politik

Sesi Eropa, Dolar AS Disetir Isu Politik

Di sesi perdagangan Eropa pada Rabu (22/Mar) sore ini masih tak banyak perubahan berarti yang dialami oleh pair-pair mayor, meski ada sedikit tambahan penurunan.
Euro Melaju Kencang Pasca Debat Presiden Perancis

Euro Melaju Kencang Pasca Debat Presiden Perancis

Euro terpantau menguat cukup signifikan hingga menembus level 1.08 terhadap dollar AS pada hari Selasa (21/3) setelah debat pemilu presiden Perancis.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.
ECB Hawkish Tapi Dovish, Euro Meninggi

ECB Hawkish Tapi Dovish, Euro Meninggi

ECB tidak mengubah kebijakan. Draghi mengatakan bahwa tekanan inflasi masih cukup lemah, walaupun dimungkinkan ada momentum pemulihan.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.