EUR/USD Sedikit Melandai Di Sesi Eropa, Pasar Lengang

   By: N Sabila    view: 627

Seputarforex.com - Euro masih berada di level tinggi terhadap Dolar AS, meskipun sedikit melandai di sesi perdagangan Eropa Senin (20/Mar) sore ini. Kenaikan suku bunga AS minggu lalu, yang tidak diiringi dengan adanya perkiraan akselerasi kebijakan moneter membuat pasar yang berekspektasi hawkish kecewa.

euro-dolar

EUR/USD diperdagangkan di angka 1.0753, menurun sedikit dari level 1.0777. Meski demikian, secara umum Euro masih berada di level tinggi. Citi, salah satu bank investasi multinasional, menyatakan bahwa pihaknya mengabaikan kemungkinan Euro jatuh ke level paritas versus Dolar. Citi sudah menaikkan prediksinya ke level tinggi 12 bulan ke angka 1.04 dari perkiraan sebelumnya di atas 0.98.

 

Menunggu Donald Trump

Rapat G-20 telah digelar di Jerman. Hasilnya pun tak signifikan. Rapat negara-negara tersebut menyebut adanya kemungkinan intervensi mata uang, tetapi hanya bisa berjanji untuk menghindari proteksi perdagangan. Hal ini karena mereka tidak bisa mendapatkan solusi kongkrit sebelum Presiden AS, Donald Trump, menjabarkan kebijakannya.

Adapula analisis dari Deutsche, Alan Ruskin, memperkirakan akan adanya jeda dua bulan sebelum sinyal Fed Hike berikutnya. Dalam jeda tersebut, atmosfer ekonomi AS masih mungkin membentuk risiko baru. Sedangkan, di Zona Euro, ECB dapat kemabli menumbuhkan kemungkinan kenaikan rate deposit yang saat ini masih di level minus, sebelum mengakhiri program QE-nya. Isu-isu terkait dua hal tersebut cukup untuk mengecilkan perolehan Dolar AS terhadap Euro, kata Ruskin. Sebaliknya, Euro bisa naik hingga 1.1000 dalam beberapa bulan ke depan.

GDP Kuartal Pertama AS Catat Pertumbuhan Terlemah 3 Tahun

GDP Kuartal Pertama AS Catat Pertumbuhan Terlemah 3 Tahun

Laporan GDP First Release AS yang mencatatkan pertumbuhan paling lemah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, saat belanja rumah tangga Negeri Paman Sam tertatih tatih di sepanjang kuartal pertama 2017.
GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

Laporan yang dirilis oleh ONS pada sore ini menunjukkan bahwa pertumbuhan GDP Inggris hanya mencapai 0.3 persen, lebih rendah daripada ekspektasi 0.4 persen.
Sesi Eropa Buka Pasca Kebijakan ECB, Euro Masih Di Level Tinggi

Sesi Eropa Buka Pasca Kebijakan ECB, Euro Masih Di Level Tinggi

Presiden ECB, Mario Draghi, kemarin tidak menyinggung masalah pelonggaran moneter yang sempat diisukan akan perlahan-lahan ditarik mundur.
Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

Pemerintah Jepang tadi pagi melaporkan bahwa data Inflasi Inti (core CPI) meningkat 0.2 persen pada bulan Maret dari satu tahun sebelumnya.
Rupiah, Makin Sore Makin Loyo

Rupiah, Makin Sore Makin Loyo

Rupiah diperdagangkan dengan harga Rp13,315, turun 24 poin dari angka pembukaan pagi tadi di kisaran Rp13,291 per Dolar AS.
BoJ Pertahankan Kebijakan Moneter, Alotnya Kenaikan Inflasi Jepang

BoJ Pertahankan Kebijakan Moneter, Alotnya Kenaikan Inflasi Jepang

BoJ akan terus menggunakan kebijakan suku bunganya dan pembelian aset untuk memacu kenaikan inflasi. Keputusan ini sudah diekspektasikan para ekonom.
Ahok Kalah, Rupiah Melemah

Ahok Kalah, Rupiah Melemah

Rupiah jeblok dan menjadi mata uang Asia berperforma terburuk siang ini setelah hasil quick count menyatakan kekalahan Ahok terhadap Anies Baswedan.
Misterius: PM May Akan Pidato Mendadak, Sterling Terjungkal

Misterius: PM May Akan Pidato Mendadak, Sterling Terjungkal

PM Inggris Theresa May mendadak mengumumkan bahwa dirinya akan menyampaikan pernyataan di Downing Street pada sekitar pukul 18.15 WIB.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.