Libur Nasional Jepang, Dolar Masih Terkapar

   By: N Sabila    view: 996

Seputarforex.com - Dolar AS belum menunjukkan pembalasan atas keterpurukannya minggu lalu pasca FOMC yang dinilai kurang hawkish. Di sesi perdagangan Senin (20/Mar) pagi ini, USD/JPY diperdagangkan pada angka 112.58 yen. Saat berita ditulis, Dolar AS sedikit melandai di angka 112.51 meski Jepang sedang libur nasional.

dolar-as

Situasi yang sama dialami Dolar AS terhadap Euro. EUR/USD masih mempertahankan penguatan di angka 1.07612. Pair tersebut sempat menyentuh puncak 6 minggu di angka 1.0782 pada hari Jumat lalu. Zona Euro sedang menantikan debat capres Prancis putaran pertama antara Emmanuel Macron dan Marine Le Pen menuju pemilu pada bulan April dan Mei. Pasar yakin Macron akan unggul melawan Le Pen.


G-20 Masih Buntu

Di samping itu, tak banyak reaksi pada hasil rapat G-20 yang telah digelar minggu lalu. Rapat negara-negara tersebut menyebut adanya kemungkinan intervensi mata uang tetapi berjanji untuk menghindari proteksi perdagangan.

"Rapat G-20 di Baden-Baden masih menunjukkan kebuntuan yang mencolok terkait solusi untuk perdagangan global. Sebagian negara masih ingin berekspansi melalui perdagangan bebas, sedangkan AS ingin melemahkannya," tulis analis di CBA yang dirangkum oleh Reuters. "Hal ini tidak mengejutkan karena para pelaku pasar juga masih menunggu Trump memberikan penjelasan yang lebih atas kebijakan-kebijakannya,"


Jeda Sebelum Sinyal Fed Hike Lagi

Lebih jauh, analisa Deutsche, Alan Ruskin, memperkirakan adanya jeda dua bulan sebelum sinyal Fed Hike berikutnya. Dalam jeda tersebut, atmosfer ekonomi AS masih mungkin membentuk risiko baru. Sedangkan, di Zona Euro, ECB dapat kemabli menumbuhkan kemungkinan kenaikan rate deposit yang saat ini masih di level minus, sebelum mengakhiri program QE-nya.

Isu-isu terkait dua hal tersebut cukup untuk mengecilkan perolehan Dolar AS terhadap Euro, kata Ruskin. Sebaliknya, Euro bisa naik hingga 1.1000 dalam beberapa bulan ke depan.

PM May Desak Uni Eropa Akhiri Deadlock Perundingan Brexit

PM May Desak Uni Eropa Akhiri Deadlock Perundingan Brexit

Perdana Menteri Inggris, Theresa May pada hari Kamis (19/10) mendesak Uni Eropa untuk mengakhiri kebuntuan dialog terkait Brexit, serta meminta para pemimpin blok tersebut agar merespon dengan segara.
Jobless Claims AS Sentuh Rekor Terendah 44 Tahun

Jobless Claims AS Sentuh Rekor Terendah 44 Tahun

Menurut laporan Jobless Claims dari Departemen terkait menunjukan jumlah warga AS yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan menurun 22,000 menjadi 222,000 pada perhitungan hingga 14 Oktober.
Penjualan Ritel Inggris Terguling, Poundsterling Terpelanting

Penjualan Ritel Inggris Terguling, Poundsterling Terpelanting

Penjualan ritel Inggris merosot, diduga kuat merupakan imbas dari tingginya kenaikan inflasi Inggris yang mencekik daya beli konsumen. GBP/USD mengalami penurunan.
UNICEF Berencana Buat Jaringan Mata Uang Kripto Sendiri

UNICEF Berencana Buat Jaringan Mata Uang Kripto Sendiri

Alasannya, UNICEF ingin menggunakan mata uang kripto untuk meniadakan halangan proses pendanaan seperti terjadi pada transaksi konvensional sekarang.
Sakurai: BoJ Tak Butuh Stimulus Ekstra, USD/JPY Melejit

Sakurai: BoJ Tak Butuh Stimulus Ekstra, USD/JPY Melejit

Makoto Sakurai, anggota dewan BoJ, mengatakan bahwa Kebijakan Yield Curve Control (YCC) saat ini sudah cukup. Tak perlu langkah tambahan demi mempercepat inflasi.
Bull Dolar Bertahan, Pasar Renungkan Kandidat Baru Ketua The Fed

Bull Dolar Bertahan, Pasar Renungkan Kandidat Baru Ketua The Fed

Siapa yang akan menjadi Gubernur The Fed selanjutnya adalah fokus terpenting bagi pasar saat ini. Khususnya, seberapa besar kans kandidat yang hawkish untuk terpilih.
FOMC Ungkap Waktu Pengurangan Balance Sheet Dan Rate Hike

FOMC Ungkap Waktu Pengurangan Balance Sheet Dan Rate Hike

Bank sentral AS, The Fed, melalui rapat FOMC September 2017 memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada akhir tahun dan pengurangan balance sheet mulai bulan Oktober 2017.
Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Jika tren data ekonomi Inggris memenuhi syarat, maka waktu yang paling tepat untuk menaikkan suku bunga kemungkinan adalah mulai bulan depan.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.