Libur Nasional Jepang, Dolar Masih Terkapar

   By: N Sabila    view: 910

Seputarforex.com - Dolar AS belum menunjukkan pembalasan atas keterpurukannya minggu lalu pasca FOMC yang dinilai kurang hawkish. Di sesi perdagangan Senin (20/Mar) pagi ini, USD/JPY diperdagangkan pada angka 112.58 yen. Saat berita ditulis, Dolar AS sedikit melandai di angka 112.51 meski Jepang sedang libur nasional.

dolar-as

Situasi yang sama dialami Dolar AS terhadap Euro. EUR/USD masih mempertahankan penguatan di angka 1.07612. Pair tersebut sempat menyentuh puncak 6 minggu di angka 1.0782 pada hari Jumat lalu. Zona Euro sedang menantikan debat capres Prancis putaran pertama antara Emmanuel Macron dan Marine Le Pen menuju pemilu pada bulan April dan Mei. Pasar yakin Macron akan unggul melawan Le Pen.


G-20 Masih Buntu

Di samping itu, tak banyak reaksi pada hasil rapat G-20 yang telah digelar minggu lalu. Rapat negara-negara tersebut menyebut adanya kemungkinan intervensi mata uang tetapi berjanji untuk menghindari proteksi perdagangan.

"Rapat G-20 di Baden-Baden masih menunjukkan kebuntuan yang mencolok terkait solusi untuk perdagangan global. Sebagian negara masih ingin berekspansi melalui perdagangan bebas, sedangkan AS ingin melemahkannya," tulis analis di CBA yang dirangkum oleh Reuters. "Hal ini tidak mengejutkan karena para pelaku pasar juga masih menunggu Trump memberikan penjelasan yang lebih atas kebijakan-kebijakannya,"


Jeda Sebelum Sinyal Fed Hike Lagi

Lebih jauh, analisa Deutsche, Alan Ruskin, memperkirakan adanya jeda dua bulan sebelum sinyal Fed Hike berikutnya. Dalam jeda tersebut, atmosfer ekonomi AS masih mungkin membentuk risiko baru. Sedangkan, di Zona Euro, ECB dapat kemabli menumbuhkan kemungkinan kenaikan rate deposit yang saat ini masih di level minus, sebelum mengakhiri program QE-nya.

Isu-isu terkait dua hal tersebut cukup untuk mengecilkan perolehan Dolar AS terhadap Euro, kata Ruskin. Sebaliknya, Euro bisa naik hingga 1.1000 dalam beberapa bulan ke depan.

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling Terjebak Politik, Dan Undervalued

Sterling akhir-akir ini telah menjadi mata uang politik, yang ditarik ulur oleh kesepakan Brexit antara UK dan Zona Eropa. Pergerakan Sterling di sinyalemen akan Undervalued. Namun yang mengherankan Sterling masih kuat. Seolah tidak ada masalah dengan situasi pasar.
Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays Prediksi, Aussie Akan Melemah Di Akhir Tahun

Barclays memperbaharui perkiraan pergerakan Dolar Aussie di tahun ini. Bank terbesar yang berbasis di Inggris ini, memperingatkan para klien bahwa lintasan untuk mata uang Aussie akan cenderung lebih rendah.
Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Brexit : Inggris Harus Bayar Biaya Perpisahan Sebesar 60 Milyar Euro

Para pemimpin kawasan Uni Eropa baru saja merayakan ulang tahun ke-60 organisasi ekonomi dan politik terbesar didunia ini. Di samping itu Pejabat Eropa ini membicarakan RUU denda terhadap Brexit Inggi sebagai biaya perpisahan.
Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Nilai Tukar Sterling Harus Lebih Murah, Article 50 Akan Di Aktifkan

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengimplementasikan proses Brexit akan lebih cepat dari sebelumnya, yaitu dua tahun setelah referendum dilakukan. Pekan depan Theresa akan melakukan penandatangan untuk mengaktifkan pasal 50 perjanjian Lisbon.
Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Durable Goods Orders naik cukup menyakinkan 1.7 persen selama bulan lalu, lebih baik dibandingkan estimasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1.1 persen. Pesanan barang tahan lama AS selama Februari melanjutkan kembali trend positif setelah naik 2 persen pada bulan Januari lalu.
Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Kuroda BoJ Tak Berniat Hentikan Stimulus, Yen Flat

Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, menepis asumsi pasar yang meyakini bahwa BoJ akan "ikut-ikutan" menghentikan stimulus.
Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Trumpcare

Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres tentang undang-undang layanan kesehatan AS hari ini. Kenaikan Dolar rapuh karena ada risiko jika usulan Trump ditolak.
PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM May Aktifkan Article 50 Tanggal 29 Maret, Sterling Terguling

PM Theresa May akan memicu Article 50 pada tanggal 29 Maret minggu depan. Setelah itu, negosiasi dua tahun dengan Uni Eropa (UE) akan resmi dimulai.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.