Libur Nasional Jepang, Dolar Masih Terkapar

   By: N Sabila    view: 978

Seputarforex.com - Dolar AS belum menunjukkan pembalasan atas keterpurukannya minggu lalu pasca FOMC yang dinilai kurang hawkish. Di sesi perdagangan Senin (20/Mar) pagi ini, USD/JPY diperdagangkan pada angka 112.58 yen. Saat berita ditulis, Dolar AS sedikit melandai di angka 112.51 meski Jepang sedang libur nasional.

dolar-as

Situasi yang sama dialami Dolar AS terhadap Euro. EUR/USD masih mempertahankan penguatan di angka 1.07612. Pair tersebut sempat menyentuh puncak 6 minggu di angka 1.0782 pada hari Jumat lalu. Zona Euro sedang menantikan debat capres Prancis putaran pertama antara Emmanuel Macron dan Marine Le Pen menuju pemilu pada bulan April dan Mei. Pasar yakin Macron akan unggul melawan Le Pen.


G-20 Masih Buntu

Di samping itu, tak banyak reaksi pada hasil rapat G-20 yang telah digelar minggu lalu. Rapat negara-negara tersebut menyebut adanya kemungkinan intervensi mata uang tetapi berjanji untuk menghindari proteksi perdagangan.

"Rapat G-20 di Baden-Baden masih menunjukkan kebuntuan yang mencolok terkait solusi untuk perdagangan global. Sebagian negara masih ingin berekspansi melalui perdagangan bebas, sedangkan AS ingin melemahkannya," tulis analis di CBA yang dirangkum oleh Reuters. "Hal ini tidak mengejutkan karena para pelaku pasar juga masih menunggu Trump memberikan penjelasan yang lebih atas kebijakan-kebijakannya,"


Jeda Sebelum Sinyal Fed Hike Lagi

Lebih jauh, analisa Deutsche, Alan Ruskin, memperkirakan adanya jeda dua bulan sebelum sinyal Fed Hike berikutnya. Dalam jeda tersebut, atmosfer ekonomi AS masih mungkin membentuk risiko baru. Sedangkan, di Zona Euro, ECB dapat kemabli menumbuhkan kemungkinan kenaikan rate deposit yang saat ini masih di level minus, sebelum mengakhiri program QE-nya.

Isu-isu terkait dua hal tersebut cukup untuk mengecilkan perolehan Dolar AS terhadap Euro, kata Ruskin. Sebaliknya, Euro bisa naik hingga 1.1000 dalam beberapa bulan ke depan.

Ekspektasi Ekonomi Membaik, Sentimen Konsumen AS Agustus Melonjak

Ekspektasi Ekonomi Membaik, Sentimen Konsumen AS Agustus Melonjak

Indeks Consumer Sentiment AS bulan Agustus naik menjadi 97.6 (forecast 94.0) atau lebih dari dibandingkan bulan Juli yang berada pada level 93.4.
Minat Safe Haven Naik, Keresahan Di White House Masih Tekan Dolar

Minat Safe Haven Naik, Keresahan Di White House Masih Tekan Dolar

Serangan teror di Barcelona mendorong investor menghindari aset berisiko termasuk Dolar AS, sementara Euro terkekang oleh notulen rapat ECB terbaru.
Klaim Pengangguran AS Kembali Dekati Low 7 Bulan

Klaim Pengangguran AS Kembali Dekati Low 7 Bulan

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim pengangguran turun mendekati level terendah 7 bulan sepanjang pekan lalu, berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Departemen Tenaga Kerja.
Poundsterling Bergerak Mixed Setelah Data Penjualan Ritel Inggris

Poundsterling Bergerak Mixed Setelah Data Penjualan Ritel Inggris

ONS melaporkan bahwa volume Penjualan Ritel Inggris tumbuh 0.3 persen (MoM) pada bulan Juli, sedikit di atas perkiraan para ekonom yang dipatok pada 0.2 persen.
Dolar AS Tergencet Rilis Notulen FOMC Dan Politik Trump

Dolar AS Tergencet Rilis Notulen FOMC Dan Politik Trump

Para anggota rapat FOMC mengkhawatirkan lemahnya inflasi AS. Selain itu, Trump membubarkan dua dewan Penasihat Bisnis AS pasca peristiwa berdarah di Virginia.
Housing Starts AS Juli Di Bawah Ekspektasi

Housing Starts AS Juli Di Bawah Ekspektasi

Data Pembangunan Rumah bulan Juli berada di bawah ekspektasi karena adanya penurunan jumlah konstruksi Single-Family dan Multi-Family House.
Korea Utara Ancam Wilayah AS Di Guam, Yen Meroket

Korea Utara Ancam Wilayah AS Di Guam, Yen Meroket

Korea Utara menyatakan bahwa mereka berencana melakukan uji serangan misil ke teritorial Pasifik AS di Guam. Yen meroket diburu partisipan pasar.
FOMC Juli 2017 Tak Beri Petunjuk Baru

FOMC Juli 2017 Tak Beri Petunjuk Baru

The Fed mempertahankan tingkat suku bunganya di 1.00 persen - 1.25 persen sesuai ekspektasi. Pemangkasan balance sheet akan dilakukan dalam waktu yang "relatif segera".

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.