Mengapa Kristin Forbes Ingin Suku Bunga BoE Naik

   By: N Sabila    view: 1045

Seputarforex.com - Kristin Forbes adalah salah seorang anggota MPC Bank Sentral Inggris yang secara tidak langsung membuat Poundsterling melonjak Kamis (16/Mar) kemarin. Forbes, adalah satu-satunya yang hawkish, berbeda dengan 8 anggota MPC BoE lainnya, Forbes justru menyatakan ingin agar suku bunga BoE naik.

kristin-forbes

BoE sudah lama tidak mengalami split, atau perbedaan suara, sehingga seketika mencuri perhatian pasar yang kemudian menanggapi dengan aksi beli Sterling. Mengapa Forbes berpendapat demikian? Berikut ini alasan yang dikemukakan sendiri oleh Forbes melalui sebuah kolom di Telegraph:

Publik Inggris masih didominasi oleh isu Brexit. Wajar saja, dan tak dipungkiri kondisi ini akan terus berlanjut. Keputusan tentang bagaimana hubungan Inggris dan Uni Eropa ke depan, akan memberikan dampak yang berkepanjangan bagi masyarakat dan perusahaan. Meski demikian, BoE tidak bisa hanya fokus pada dampak Brexit saja. BoE juga punya kewajiban untuk mengatur kebijakan moneter.

Keputusan terbaru, kebijakan moneter Inggris masih menilai inflasi akan berada di kisaran 2 persen dengan mempertimbangkan hal-hal yang berkenaan dengan pertumbuhan dan pengangguran. Namun, menurut pandangan pribadi Forbes, faktor-faktor yang dipertimbangkan tersebut telah berubah secara fundamental.


Risiko Kenaikan Inflasi

Kenaikan inflasi Inggris sudah terjadi. Dalam rapat MPC kemarin, tercatat rata-rata kenaikan mencapai 1.9 persen dan enam data di antaranya bahkan sudah di atas 2 persen. Tugas pemerintah sekarang adalah menjaga level tersebut agar terus berlanjut.

Namun, perlu disadari bahwa naiknya inflasi artinya naik pula risikonya. Aktivitas ekonomi global juga terkerek. Tekanan inflasi di periode-periode awal bahkan terbilang terlalu cepat. Jangan lupa bahwa kondisi pasar tenaga kerja yang lebih ketat, serta potensi makin sulitnya menarik tenaga kerja dari Uni Eropa perlu dipikirkan.


Kalibrasi Ulang Faktor-Faktor Pendukung Kebijakan Moneter

Dalam penilaian Forbes, inilah saatnya menghitung ulang data-data ekonomi yang mendukung kebijakan moneter. Forbes memang mendukung kenaikan suku bunga sebanyak 25 basis poin. Untuk saat ini, level tersebut masih sesuai. Akan tetapi, Forbes tidak mendukung program pembelian aset (stimulus moneter), justru ia lebih condong pada penggunaan bank rate untuk penyesuaian ekonomi.

Forbes juga menyadari bahwa bank rate pun berisiko. Risiko penggunaan bank rate bisa berlangsung selama bertahun-tahun, tidak hanya saat Brexit saja. Forbes menutup tulisannya dengan mengatakan bahwa kebijakan moneter tidak seharusnya terhalang. Risiko dan Brexit hendaknya dapat membuat para pembuat kebijakan lebih gesit dalam bertindak.

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Commerzbank: EUR/USD Masih Siap Naik Lagi Sampai 1.20

Ancang-ancang tapering oleh European Central Bank (ECB) disinyalir bakal mendorong EUR/USD mencapai 1.20 pada akhir tahun 2017.
AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

AUD/USD Tumbang Pasca Pidato Debelle RBA

Hanya karena bank-bank sentral lain mulai menaikkan suku bunga mereka, bukan berarti suku bunga RBA juga perlu dinaikkan, kata Debelle.
Dolar AS Akhiri Pekan Dengan Penurunan

Dolar AS Akhiri Pekan Dengan Penurunan

Pasca kebijakan ECB, Dolar AS tak sanggup mengungguli pamor Euro. EUR/USD bertengger di level tertinggi sejak Agustus 2015 hingga sesi Asia pagi ini.
Jobless Claims AS Turun, Euro Terangkat Berkat ECB

Jobless Claims AS Turun, Euro Terangkat Berkat ECB

Data Klaim Pengangguran AS yang turun hingga menyentuh level terendah dalam kurun lima bulan, menunjukkan semakin membaiknya kondisi pasar tenaga kerja kuartal kedua 2017.
Pernyataan Menteri Ini Buat Pound Abaikan Penjualan Ritel

Pernyataan Menteri Ini Buat Pound Abaikan Penjualan Ritel

Menteri Perdagangan Inggris, Liam Fox, memberikan komentar di sebuah radio bahwa Inggris tetap dapat selamat meski tanpa kesepakatan perdagangan Brexit.
Euro Bisa Jatuh Jika Kebijakan ECB Tak Hawkish

Euro Bisa Jatuh Jika Kebijakan ECB Tak Hawkish

ECB diekspektasikan akan memberikan penjelasan terkait pernyataan hawkish Mario Draghi bulan lalu. Namun, jika ternyata nanti tak se-hawkish perkiraan, Euro bisa mundur.
Kenaikan Pound Tersandung Merosotnya CPI Inggris

Kenaikan Pound Tersandung Merosotnya CPI Inggris

Biro Statistik Inggris (ONS) mencatat bahwa CPI hanya naik sebanyak 2.6 persen pada bulan Juni ini dibanding tahun lalu.
Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Reformasi RUU Layanan Kesehatan Gagal, Dolar Terjungkal

Ekuitas futures goyah, dolar AS pun dilanda sell-off. Emas kembali menjadi aset menggiurkan menyusul kabar kegagalan dukungan untuk layanan kesehatan (Trumpcare).
Negosiasi Brexit Di Brussels Mulai Lagi, Sterling Gugup

Negosiasi Brexit Di Brussels Mulai Lagi, Sterling Gugup

Davis melaporkan bahwa mereka telah menciptakan permulaan yang baik, sehingga negosiasi Brexit minggu ini dapat berlanjut menghasilkan substansi yang lebih riil.
Dolar AS Ditumbangkan Testimoni Yellen Dan Rate Hike BoC

Dolar AS Ditumbangkan Testimoni Yellen Dan Rate Hike BoC

Yellen tidak menunjukkan sentimen yang se-hawkish perkiraan pasar. Akibatnya, Dolar AS pun tertendang oleh mata uang-mata uang mayor lainnya.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.