Mengapa Kristin Forbes Ingin Suku Bunga BoE Naik

   By: N Sabila    view: 1075

Seputarforex.com - Kristin Forbes adalah salah seorang anggota MPC Bank Sentral Inggris yang secara tidak langsung membuat Poundsterling melonjak Kamis (16/Mar) kemarin. Forbes, adalah satu-satunya yang hawkish, berbeda dengan 8 anggota MPC BoE lainnya, Forbes justru menyatakan ingin agar suku bunga BoE naik.

kristin-forbes

BoE sudah lama tidak mengalami split, atau perbedaan suara, sehingga seketika mencuri perhatian pasar yang kemudian menanggapi dengan aksi beli Sterling. Mengapa Forbes berpendapat demikian? Berikut ini alasan yang dikemukakan sendiri oleh Forbes melalui sebuah kolom di Telegraph:

Publik Inggris masih didominasi oleh isu Brexit. Wajar saja, dan tak dipungkiri kondisi ini akan terus berlanjut. Keputusan tentang bagaimana hubungan Inggris dan Uni Eropa ke depan, akan memberikan dampak yang berkepanjangan bagi masyarakat dan perusahaan. Meski demikian, BoE tidak bisa hanya fokus pada dampak Brexit saja. BoE juga punya kewajiban untuk mengatur kebijakan moneter.

Keputusan terbaru, kebijakan moneter Inggris masih menilai inflasi akan berada di kisaran 2 persen dengan mempertimbangkan hal-hal yang berkenaan dengan pertumbuhan dan pengangguran. Namun, menurut pandangan pribadi Forbes, faktor-faktor yang dipertimbangkan tersebut telah berubah secara fundamental.


Risiko Kenaikan Inflasi

Kenaikan inflasi Inggris sudah terjadi. Dalam rapat MPC kemarin, tercatat rata-rata kenaikan mencapai 1.9 persen dan enam data di antaranya bahkan sudah di atas 2 persen. Tugas pemerintah sekarang adalah menjaga level tersebut agar terus berlanjut.

Namun, perlu disadari bahwa naiknya inflasi artinya naik pula risikonya. Aktivitas ekonomi global juga terkerek. Tekanan inflasi di periode-periode awal bahkan terbilang terlalu cepat. Jangan lupa bahwa kondisi pasar tenaga kerja yang lebih ketat, serta potensi makin sulitnya menarik tenaga kerja dari Uni Eropa perlu dipikirkan.


Kalibrasi Ulang Faktor-Faktor Pendukung Kebijakan Moneter

Dalam penilaian Forbes, inilah saatnya menghitung ulang data-data ekonomi yang mendukung kebijakan moneter. Forbes memang mendukung kenaikan suku bunga sebanyak 25 basis poin. Untuk saat ini, level tersebut masih sesuai. Akan tetapi, Forbes tidak mendukung program pembelian aset (stimulus moneter), justru ia lebih condong pada penggunaan bank rate untuk penyesuaian ekonomi.

Forbes juga menyadari bahwa bank rate pun berisiko. Risiko penggunaan bank rate bisa berlangsung selama bertahun-tahun, tidak hanya saat Brexit saja. Forbes menutup tulisannya dengan mengatakan bahwa kebijakan moneter tidak seharusnya terhalang. Risiko dan Brexit hendaknya dapat membuat para pembuat kebijakan lebih gesit dalam bertindak.

Klaim Pengangguran AS Turun, Dampak Badai Masih Berlanjut

Klaim Pengangguran AS Turun, Dampak Badai Masih Berlanjut

Jobless Claims yang dipublikasikan oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis (21/9) pekan lalu turun 23,000 menjadi 259,000 dan data periode sebelumnya direvisi turun 2,000 menjadi 282,000
Ada Pertentangan Dalam Rapat Kebijakan BoJ September 2017

Ada Pertentangan Dalam Rapat Kebijakan BoJ September 2017

Muncul satu nama baru dari jajaran Dewan BoJ yang berpandangan bahwa kebijakan moneter BoJ yang tak berubah ini tak akan cukup untuk mencapai target inflasi.
Dolar AS Berkibar Pasca Hawkish-nya FOMC

Dolar AS Berkibar Pasca Hawkish-nya FOMC

Pernyataan gamblang The Fed untuk menaikkan suku bunga di akhir tahun menggenjot Dolar AS. Namun, perolehan Dolar terhadap Yen diperkirakan akan terbatas.
FOMC Ungkap Waktu Pengurangan Balance Sheet Dan Rate Hike

FOMC Ungkap Waktu Pengurangan Balance Sheet Dan Rate Hike

Bank sentral AS, The Fed, melalui rapat FOMC September 2017 memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada akhir tahun dan pengurangan balance sheet mulai bulan Oktober 2017.
Dolar New Zealand Jadi Mover Terbesar Jelang FOMC

Dolar New Zealand Jadi Mover Terbesar Jelang FOMC

NZD/USD melesat ke level tinggi satu setengah bulan setelah polling menunjukkan bahwa suara untuk National Party unggul dalam pemilu New Zealand.
Pound Menguat, Naiknya Penjualan Ritel Picu Isu Rate Hike BoE

Pound Menguat, Naiknya Penjualan Ritel Picu Isu Rate Hike BoE

Penjualan Ritel Inggris mengalami kenaikan 1 persen (MoM) pada bulan Agustus. Pound tunjukkan kenaikan terhadap Dolar AS dan Euro.
Housing Starts AS Agustus Turun Dua Bulan Beruntun

Housing Starts AS Agustus Turun Dua Bulan Beruntun

Housing Start tergelincir 0.8 persen menjadi 1.18 juta unit pada bulan lalu, sedangkan data periode Juli direvisi naik menjadi 1.19 juta unit.
Euro Pertahankan Bull, Ekonomi Jerman Tak Goyah Oleh Pemilu

Euro Pertahankan Bull, Ekonomi Jerman Tak Goyah Oleh Pemilu

Pemilu Jerman rupanya tak dianggap sebagai sumber ketidakpastian. ZEW melaporkan bahwa outlook sentimen ekonomi Jerman mmeningkat di bulan September ini.
Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Sterling Meroket Sore Ini Gegara Pernyataan Vlieghe BoE

Jika tren data ekonomi Inggris memenuhi syarat, maka waktu yang paling tepat untuk menaikkan suku bunga kemungkinan adalah mulai bulan depan.
BoE Buka Peluang Rate Hike Pertama Dalam Satu Dekade

BoE Buka Peluang Rate Hike Pertama Dalam Satu Dekade

Bank Sentral Inggris pada hari Kamis (14/9) mengatakan mulai membuka peluang menaikkan suku bunga pertama kali dalam beberapa bulan mendatang, bila inflasi terus meningkat.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.