Pasar Cerna Kebijakan Bank Sentral, Dolar Flat

   By: N Sabila    view: 1244

Seputarforex.com - Dolar AS diperdagangkan minim perubahan hingga memasuki sesi Eropa Jumat (17/Mar), masih di level rendah lima minggu terhadap mata uang-mata uang mayor. Dampak kebijakan moneter The Fed kemarin masih dirasakan oleh Greenback, dimana mata uang tersebut tergerus terhadap mata uang-mata uang mayor. EUR/USD naik 0.11 persen ke high lima minggu di angka 1.0778, lalu diperdagangkan di angka 1.0760 sore ini.

dolar-as


Mencerna Kebijakan Bank-Bank Sentral

Sesuai ekspektasi, Federal Reserve AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin ke rentang 0.75 persen - 1.00 persen. Kenaikan tersebut merupakan yang kedua setelah bulan Desember 2016, dan yang ketiga sejak krisis finansial 2008.

Akan tetapi, pernyataan Ketua The Fed, Janet Yellen, pasca rapat FOMC kemarin dianggap meredupkan ekspektasi sangat hawkish yang dipasang pasar. "Data (ekonomi lainnya) belum menguat signifikan," kata Yellen. Tidak ada perubahan outlook, tambah Yellen, pihaknya hanya menjalankan apa yang sudah diperhitungkan. Kenaikan suku bunga hendaknya jangan diartikan sebagai penambahan frekuensi kenaikan.

Di sisi lain, Euro masih terdukung oleh kabar dari Pemilu Belanda dimana keunggulan PM Mark Rutte dari poros tengah melebihi Geert Wilders yang berpandangan anti-Islam. Hal ini meredakan kekhawatiran akan keluarnya Negeri Kincir Angin dari Uni Eropa menyusul Inggris.

GBP/USD melanjutkan kenaikan dengan diperdagangkan di angka 1.2389 dari 1.2341. Mata uang Inggris tersebut mendapat tambahan energi dari kebijakan moneter BoE, yang meskipun tak mengubah kebijakan, namun kembali mendapat suara hawkish.

Sedangkan USD/JPY masih flat dengan diperdagangkan di angka 113.276, karena pasar masih mencerna kebijakan moneter Bank Sentral Jepang kemarin. Kuroda dan rekan-rekannya tidak mengubah program stimulus mereka.

Carney BoE Beri Sinyal Hawkish, Sterling Meroket

Carney BoE Beri Sinyal Hawkish, Sterling Meroket

Komentar Carney cenderung bernada hawkish sehingga memberikan dorongan bullish terhadap Sterling yang melambung menuju level tertinggi 3 pekan versus Dollar AS.
Euro Melonjak Dekati Level Tertinggi 10 Bulan , Ini Penyebabnya

Euro Melonjak Dekati Level Tertinggi 10 Bulan , Ini Penyebabnya

Melonjaknya Euro disebabkan oleh karena Investor melihat adanya indikasi Bank Sentral Eropa siap mengurangi program stimulus senilai 2 Triliun Euro yang mengantarkan Euro naik cukup signifikan.
China Bisa Kontrol Resiko Finansial, Target Ekonomi 2017 Bakal Tercapai

China Bisa Kontrol Resiko Finansial, Target Ekonomi 2017 Bakal Tercapai

China memiliki kemampuan mencapai target pertumbuhan setahun penuh dan mengontrol resiko yang bersifat sistemik meski ada tantangan, pernyataan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok.
Yellen Fed : Tidak Ada Krisis Ekonomi Lagi Sepanjang Hidup Kita

Yellen Fed : Tidak Ada Krisis Ekonomi Lagi Sepanjang Hidup Kita

Ketua Bank Sentral AS Federal Reserve, Janet Yellen memberikan sebuah pernyataan cukup optimis mengenai outlook ekonomi, berkata bahwa tidak akan ada lagi krisis ekonomi atau resesi setidaknya selama dia hidup.
Mario Draghi ECB Beri Pernyataan Positif, Euro Melambung

Mario Draghi ECB Beri Pernyataan Positif, Euro Melambung

Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi pada hari Selasa (27/6) mendapatkan kesempatan berbicara dalam forum ECB di Sintra.
Greenback Kokoh Terhadap Yen Jelang Pidato Yellen

Greenback Kokoh Terhadap Yen Jelang Pidato Yellen

Dollar AS berdiri kokoh versus Yen jelang pidato Yellen dan berpotensi akan terus naik bila muncul komentar positif mengenai prospek ekonomi AS.
FOMC Juni 2017 Naikkan Suku Bunga, Dolar Justru Melemah

FOMC Juni 2017 Naikkan Suku Bunga, Dolar Justru Melemah

Kebijakan FOMC Juni 2017 memutuskan untuk menaikkan suku bunganya sebanyak seperempat basis poin, menjadi 1.00 - 1.25 persen.
Poundsterling Dibuka Lemah, Respon Teror London Bridge

Poundsterling Dibuka Lemah, Respon Teror London Bridge

Teror London Bridge terjadi hanya beberapa hari jelang Pemilu Inggris. GBP/USD diperdagangkan di kisaran 1.2865, setelah sempat menyentuh low di 1.2854.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.