Pasar Cerna Kebijakan Bank Sentral, Dolar Flat

   By: N Sabila    view: 1214

Seputarforex.com - Dolar AS diperdagangkan minim perubahan hingga memasuki sesi Eropa Jumat (17/Mar), masih di level rendah lima minggu terhadap mata uang-mata uang mayor. Dampak kebijakan moneter The Fed kemarin masih dirasakan oleh Greenback, dimana mata uang tersebut tergerus terhadap mata uang-mata uang mayor. EUR/USD naik 0.11 persen ke high lima minggu di angka 1.0778, lalu diperdagangkan di angka 1.0760 sore ini.

dolar-as


Mencerna Kebijakan Bank-Bank Sentral

Sesuai ekspektasi, Federal Reserve AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin ke rentang 0.75 persen - 1.00 persen. Kenaikan tersebut merupakan yang kedua setelah bulan Desember 2016, dan yang ketiga sejak krisis finansial 2008.

Akan tetapi, pernyataan Ketua The Fed, Janet Yellen, pasca rapat FOMC kemarin dianggap meredupkan ekspektasi sangat hawkish yang dipasang pasar. "Data (ekonomi lainnya) belum menguat signifikan," kata Yellen. Tidak ada perubahan outlook, tambah Yellen, pihaknya hanya menjalankan apa yang sudah diperhitungkan. Kenaikan suku bunga hendaknya jangan diartikan sebagai penambahan frekuensi kenaikan.

Di sisi lain, Euro masih terdukung oleh kabar dari Pemilu Belanda dimana keunggulan PM Mark Rutte dari poros tengah melebihi Geert Wilders yang berpandangan anti-Islam. Hal ini meredakan kekhawatiran akan keluarnya Negeri Kincir Angin dari Uni Eropa menyusul Inggris.

GBP/USD melanjutkan kenaikan dengan diperdagangkan di angka 1.2389 dari 1.2341. Mata uang Inggris tersebut mendapat tambahan energi dari kebijakan moneter BoE, yang meskipun tak mengubah kebijakan, namun kembali mendapat suara hawkish.

Sedangkan USD/JPY masih flat dengan diperdagangkan di angka 113.276, karena pasar masih mencerna kebijakan moneter Bank Sentral Jepang kemarin. Kuroda dan rekan-rekannya tidak mengubah program stimulus mereka.

GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

Laporan yang dirilis oleh ONS pada sore ini menunjukkan bahwa pertumbuhan GDP Inggris hanya mencapai 0.3 persen, lebih rendah daripada ekspektasi 0.4 persen.
Sesi Eropa Buka Pasca Kebijakan ECB, Euro Masih Di Level Tinggi

Sesi Eropa Buka Pasca Kebijakan ECB, Euro Masih Di Level Tinggi

Presiden ECB, Mario Draghi, kemarin tidak menyinggung masalah pelonggaran moneter yang sempat diisukan akan perlahan-lahan ditarik mundur.
Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

Pemerintah Jepang tadi pagi melaporkan bahwa data Inflasi Inti (core CPI) meningkat 0.2 persen pada bulan Maret dari satu tahun sebelumnya.
Rupiah, Makin Sore Makin Loyo

Rupiah, Makin Sore Makin Loyo

Rupiah diperdagangkan dengan harga Rp13,315, turun 24 poin dari angka pembukaan pagi tadi di kisaran Rp13,291 per Dolar AS.
Trump Batal Keluarkan AS Dari NAFTA, Dolar Terkapar

Trump Batal Keluarkan AS Dari NAFTA, Dolar Terkapar

Trump setuju untuk tidak menarik Amerika Serikat dari NAFTA dalam waktu dekat. USD/CAD terjun ke kisaran 1.3536 dari sebelumnya di 1.3648.
Trader Pound Alih Fokus Ke Data GDP Inggris

Trader Pound Alih Fokus Ke Data GDP Inggris

Mata uang Inggris tersebut sedang berjuang mempertahankan penguatannya menjelang laporan pertumbuhan Inggris kuartal pertama pada hari Jumat nanti.
Ahok Kalah, Rupiah Melemah

Ahok Kalah, Rupiah Melemah

Rupiah jeblok dan menjadi mata uang Asia berperforma terburuk siang ini setelah hasil quick count menyatakan kekalahan Ahok terhadap Anies Baswedan.
Misterius: PM May Akan Pidato Mendadak, Sterling Terjungkal

Misterius: PM May Akan Pidato Mendadak, Sterling Terjungkal

PM Inggris Theresa May mendadak mengumumkan bahwa dirinya akan menyampaikan pernyataan di Downing Street pada sekitar pukul 18.15 WIB.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.