Advertisement

iklan

2 Faktor Yang Membatasi Penguatan Poundsterling Malam Ini

Poundsterling menguat di sesi New York, tapi belum mampu meninggalkan level rendah akhir pekan lalu. Penyebabnya adalah penguatan Dolar dan masalah Brexit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Kombinasi dari faktor-faktor negatif membuat para trader masih mungkin untuk menjual Sterling secara agresif di awal pekan ini. Salah satu faktor negatif tersebut adalah menguatnya Dolar AS yang tersokong oleh potensi kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun ini. Dalam time frame harian pun, Dolar AS memang sedang menguat, terkena dampak tak langsung dari kebijakan moneter longgar China.

Selain tekanan dari Dolar AS, kenaikan Poundsterling juga dibatasi oleh masalah Brexit yang masih merisaukan proposal Theresa May. Setelah muncul optimisme baru mengenai perbatasan Irlandia, potensi kesepakatan Brexit kembali tertekan oleh komentar dari juru bicara Perdana Menteri Inggris, James Slack.

 

Slack: Tak Ada Revisi Proposal Brexit Dalam Waktu Dekat

Menurut James Slack, Menteri Urusan Brexit, Dominic Raab, tidak akan bertolak ke Brussels pekan ini. Slack juga mengatakan bahwa pemerintah akan menyelesaikan proposal soal perbatasan Irlandia pasca Brexit "pada saatnya nanti". Artinya, proposal solusi perbatasan Irlandia belum akan dibawa ke meja perundingan dalam waktu dekat, seperti yang diekspektasikan oleh pasar.

gbp

"Ada perbedaan (anggapan) antara orang-orang yang secara optimistis membicarakan suatu kesepakatan, dengan (proses) kesepakatan yang sedang berjalan," kata Slack yang dikutip dari Bloomberg. "(Padahal,) mungkin tak akan ada ketok palu kesepakatan tanpa framework masa depan yang jelas."

Slack menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa Inggris sedang bekerja keras untuk mencapai kesepakatan di musim gugur. Meskipun demikian, tidak ada jadwal khusus bagi pemerintah untuk menampilkan revisi rencananya pada Uni Eropa.

 

Dalam Jangka Pendek, Poundsterling Diprediksi Masih Tertekan

GBP/USD diperdagangkan naik ke angka 1.3066 saat berita ini ditulis, setelah mengalami penurunan ke angka 1.3030 sore tadi. Sedangkan EUR/GBP diperdagangkan pada angka 0.8787.

"Menurut saya, kabar utama terbaru sedikit keras (terhadap Pound)," kata Neil Jones, Kepala Hedge Fund Sales di Mizuho Bank, Ltd. "Itu tidak akan menjadi alamat baik bagi Pound seminggu ke depan. Mata uang ini kemungkinan akan menunjukkan sell-off lebih jauh."

gu

285632

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.