2 Faktor Yang Menekan USD/JPY Siang Ini

Hingga sesi Asia siang ini, Dolar AS masih tampak tertekan terhadap Yen. Ada 2 faktor yang menyebabkan penekanan tersebut, meski diprediksi tak akan berlangsung lama.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS melemah terhadap Yen Jepang sejak kemarin malam hingga sesi Asia siang ini (09/Okt). Mata uang Jepang yang berfungsi sebagai safe haven tersebut kebanjiran permintaan, di tengah kegelisahan pasar terhadap kenaikan yield obligasi US Treasury dan perang dagang AS-China.

Yen memperpanjang penguatan terhadap Dolar AS dalam empat sesi perdagangan berturut-turut, meninggalkan level rendah 11 bulannya. Saat berita ini ditulis, USD/JPY dalam time frame 4 jam diperdagangkan pada 113.05, menjauhi level 114.55 yang tercapai di hari Kamis pekan lalu.

uj

"Kenaikan yield obligasi Dolar AS menyebabkan koreksi dalam pasar ekuitas, karena biasanya ia akan menjadi pembalik situasi risiko dan menyebabkan Yen menguat," kata Masafumi Yamamoto, Kepala Ahli Mata Uang di Mizuho Securities, Tokyo.

Yamamoto menambahkan bahwa menurut pandangannya, untuk sementara ini ekonomi AS tetap kuat meskipun ada koreksi dalam pasar ekuitas. Selain itu, penurunan USD/JPY pun diperkirakan tak akan berlangsung lama.

"Penurunan USD/JPY, khususnya di bawah level 113, merupakan sebuah peluang yang baik untuk menerapkan 'buy dollar on dips'," tambah Yamamoto.

 

Perang Dagang AS-China Dan Moneter Longgar PBoC

Selain faktor di atas, Yen juga mendapatkan penguatan dari eskalasi perdagangan AS-China. Yang terbaru, bank sentral China menginjeksikan lebih banyak likuiditas ke dalam sistem finansialnya, dengan tujuan untuk mendongkrak perekonomian di tengah perang bea impor dengan AS. Akibatnya, Yuan melemah meski pihak pemerintah China menjamin penurunan tak akan tajam.

"Yield obligasi AS sedang meningkat, sedangkan otoritas China malah sedang berupaya untuk mendorong turun yield obligasi China. Hal ini khsususnya dilakukan dalam situasi Dolar yang menguat dan Renminbi yang melemah," kata Yamamoto.

"Jika kebijakan stimulus... oleh pemerintah China merupakan langkah positif bagi ekonomi China, maka Renminbi akan menguat. Namun, untuk saat ini, hal tersebut belum terjadi," tutup Yamamoto.

285639

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.