3 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dari Konferensi Pers ECB Besok

ECB akan mengumumkan kebijakan moneter serta menggelar konferensi pers setelahnya. Berikut ini 3 hal yang perlu diamati sebagai petunjuk trading Euro besok.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Kebijakan moneter European Central Bank (ECB), akan menjadi salah satu event berdampak penting bagi pasar forex di hari Kamis (25/Okt) besok. Selain diekspektasikan akan mempertahankan kebijakan, bank sentral pimpinan Mario Draghi tersebut juga diharapkan akan menjawab pertanyaan soal perseteruan budget Pemerintah Italia.

Menurut Silvia Dall'Angelo, ekonom senior di Hermes Investment Management, ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan dalam konferensi pers ECB besok, antara lain:

1. Dari Pelonggaran Kuantitatif Ke Pengetatan Kuantitatif

ECB diekspektasikan akan mengakhiri program pelonggaran moneter berupa pembelian aset sebesar 2.6 triliun euro pada bulan Desember. Tapering pun dilancarkan. Pada bulan Januari lalu, ECB sudah memotong pembelian obligasinya hingga separuh jumlah awal, menjadi 30 miliar euro per bulan. Sedangkan di bulan Oktober ini, pelonggaran kuantitatif akan kembali dipangkas menjadi 15 miliar per bulan. Namun demikian, ECB mengatakan bahwa suku bunga akan dibiarkan rendah sampai pertengahan 2019.

draghi

Dari sini, artinya ECB memiliki kans untuk menaikkan suku bunga di tahun depan. Namun apabila ada halangan besar, seperti yang dikhawatirkan akan ditimbulkan oleh Italia, maka prediksi tersebut dapat berubah.

 

2. Inflasi Yang Mengecewakan

Inflasi inti tahunan di Zona Euro menyentuh 0.9 persen pada bulan September, lebih rendah daripada ekspektasi para analis, juga dari target ECB sendiri di 2 persen. Dalam konferensi pers besok, ECB diperkirakan akan mengakui pelemahan inflasi akhir-akhir ini.

Meski demikian, Outlook inflasi Zona Euro ke depan masih cukup solid karena didukung oleh menguatnya data tenaga kerja; tingkat Pengangguran Zona Euro pada bulan Agustus sudah turun ke level terendah sejak November 2008. Oleh sebab itu, meski mengakui penurunan, ECB masih akan memberikan pandangan yang optimistis untuk inflasi ke depan.

 

3. Presiden ECB Baru

Mario Draghi akan mengakhiri jabatannya sebagai presiden ECB pada bulan Oktober 2019. Walaupun masih cukup lama, tetapi siapa penggantinya akan menjadi pertanyaan besar. Untuk saat ini, Silvia Dall'Angelo menjagokan Erkki Liikanen yang saat ini menjabat sebagai ketua bank sentral Finlandia, dan François Villeroy de Galhau, ketua bank sentral Prancis.

Namun, Silvia Dall'Angelo mengatakan bahwa persaingan masih sangat terbuka. Ada kemungkinan akan muncul sosok kandidat ketua ECB baru setelah pemilu parlemen Eropa pada bulan Mei mendatang, atau setelah ditunjuknya presiden Komisi Uni Eropa yang baru.

285883

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.