Advertisement

iklan

ADHI: Bukukan Kontrak Baru Sebesar Rp21.5 Triliun

Menjelang akhir tahun, emiten pelat merah sektor konstruksi gencar mengejar target nilai proyek, sambil menyusun rencana untuk tahun depan.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

PT Adhi Karya Tbk. memeroleh kontrak baru sebesar Rp21.5 triliun hingga November 2018. Realisasi perolehan kontrak baru di bulan November 2018 di antaranya adalah proyek pembangunan Jalan Tol Aceh-Sigli senilai Rp7.6 triliun, proyek revitalisasi Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp737 miliar, serta proyek pembangunan Dermaga Patimban senilai Rp492 miliar.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada November 2018, didominasi oleh lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 94.4%, Properti sebesar 4.8%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 38.1%, proyek Jalan dan Jembatan sebesar 47.9%, serta proyek Infrastruktur Lainnya senilai 14.0%.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru emiten dengan sandi ADHI tersebut dari Pemerintah tercatat sebesar 19.1%, BUMN sebesar 55.8%, sementara Swasta atau Lainnya senilai 25.1%.

ADHI : Bukukan Kontrak Baru Rp21.5

 

Progres LRT

Sesuai penugasan ADHI pada Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2015 beserta perubahannya, telah dilaksanakan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan (Light Rail Transit) wilayah Jabodebek tahap I sejak September 2015, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp22.8 triliun (termasuk pajak).

Sampai dengan 30 November 2018, progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 51.1%. Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya adalah sebagai berikut:

  • Lintas Pelayanan 1 - Cawang – Cibubur: 71.7%.
  • Lintas Pelayanan 2 - Cawang – Kuningan – Dukuh Atas: 38.7%.
  • Lintas Pelayanan 3 - Cawang – Bekasi Timur : 45.3

Pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I direncanakan selesai pada tahun 2019. Pada tahun depan, Adhi Karya berencana menganggarkan belanja modal Rp4 triliun-Rp5 triliun, untuk mengakomodasi rencana ekspansi perseroan, seperti proyek jalan tol, perairan, dan properti. Untuk tahun depan, ADHI masih akan ekspansif. Dana belanja modal tersebut akan diperoleh perseroan dari kas internal dan eksternal.

286562

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.