Alasan AUD/USD Kian Tenggelam Di Sesi Eropa Hari Ini

Biro Statistik ABS melaporkan, surplus perdagangan Australia untuk bulan Oktober dilaporkan hanya mencapai AU$105 juta, dari revisi surplus 1.6 miliar bulan sebelumnya.

iklan

acy

iklan

simplefx

Seputarforex.com - Dolar Australia menambah dalam penurunannya terhadap Dolar AS, memasuki sesi Eropa Kamis (07/Des) sore ini, masih diakibatkan oleh surplus perdagangan Australia yang lebih rendah daripada ekspektasi. Harga komoditas ekspor utama Australia, yakni bijih besi, terpantau menurun sehingga membuat perekonomian Australia menjadi rentan.

dolar-australia

Biro Statistik ABS melaporkan, surplus perdagangan Australia untuk bulan Oktober dilaporkan hanya mencapai AU$105 juta, jauh menyempit dari revisi surplus 1.6 miliar pada bulan September dalam basis month-over-month (MoM). Padahal ekspektasinya surplus perdangan Australia dapat mencapai 1.4 miliar.


Ekspor Australia Ke China Menurun Drastis

Kunci dari melemahnya sektor perdagangan Australia bulan Oktober adalah kesehatan pendapatan ekspor, yang merosot sebanyak AU$903 juta atau sekitar 2.8 persen. Sebagian besar merupakan buntut dari merosotnya harga bijih besi dan menurunnya volume ekspor batu bara sehubungan dengan pengetatan kontrol sektor lingkungan hidup yang sedang digalakkan oleh pemerintah China.

Akibatnya, Australia yang mengandalkan China sebagai tujuan ekspor mineral utamanya, harus menanggung penurunan yang terbesar sejak bulan April. Ekonom ANZ Joanne Masters mengharapkan, dengan lebih banyaknya ekspor LNG yang direncanakan oleh Australia ke depan, akan dapat menciptakan pantulan naik yang mengecilkan defisit perdagangan Australia.

Laporan menyempitnya surplus perdagangan Australia hari ini membuat Dolar Australia terdampak, dengan melemah mencapai angka 0.7524 per dolar AS saat berita ini ditulis pukul 15:30 WIB. AUD/USD terus turun menjauh dari level tinggi 0.7652 yang tercapai pada tanggal 5 Desember lalu. Apalagi, Dolar AS sedang menguat lantaran kembalinya minat risiko, sehubungan dengan perkembangan UU Pajak AS dan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed minggu depan.

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.