Menu

Saham ACES Turun Terus, Apa Sebabnya?

Aditya Putra

Saham ACES secara year-to-date sudah turun 22 persen, dan satu tahun terakhir telah turun 29 persen. Adakah peluang saham ACES kembali meningkat?

PT Ace Hardware Indonesia terungkap akan menyiapkan belanja modal sebesar Rp200 miliar di tahun 2022. Selain itu, perseroan juga terus menerapkan strategi transformasi digital sembari melakukan pendalaman omnichannel marketing. Menurut kanal hashmicro, Omnichannel adalah pendekatan multi saluran yang berfokus pada memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan ketika melakukan belanja, baik secara online dan offline.

Menurut Harvard Business Review, 73 persen dari semua pelanggan menggunakan banyak saluran selama proses pembelian. Dalam hubungannya dengan performa keuangan perusahaan, beberapa hal penting dalam saluran omnichannel ialah menghemat biaya dan mencapai Return on Investment (ROI) yang tinggi.

Sebagaimana terlihat di grafik atas, performa kinerja saham ACES dalam satu tahun terakhir tidaklah terlalu impresif, bahkan turun hampir -30 persen, dan secara YTD sudah turun -22 persen. Penurunan terlihat sejak di akhir 2020.

 

Kinerja Mencapai Puncaknya Di 2019

Seperti yang bisa dilihat di grafik atas, kinerja penjualan perseroan mencapai puncaknya pada 2019. Seiring dengan adanya pandemi COVID-19, perseroan tampak kesulitan untuk kembali membukukan kinerja impresifnya. Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh perseroan mencakup transformasi digital, omnichannel marketing, serta menutup beberapa gerai yang dinilai kurang potensial.

 

Penjualan Ritel Mulai Pulih, Namun…

Menurut Bank Indonesia (BI), kinerja penjualan eceran pada Januari 2022 diperkirakan terus meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2022 sebesar 211.0 atau tumbuh 16.0 persen secara tahunan. Pemulihan didorong oleh perbaikan kinerja penjualan eceran seluruh kelompok komoditas, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan tetap tingginya pertumbuhan sub-kelompok Sandang.

Namun sepertinya, kenaikan penjualan ritel tidak sepenuhnya berkorelasi postitif kuat dengan harga saham ACES, penulis melihat bahwa kenaikan PDB Indonesia-lah yang lebih memperlihatkan korelas lebih kuat dan sejalan. Kabar baiknya, pemerintah di tahun 2022 cukup optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berpotensi naik di range 4.5-5.3 persen yoy.

 

Dividen Yang Berkelanjutan

Bagi seorang investor, memiliki perusahaan yang kontinu dalam membagikan dividen merupakan hal penting. Dala hal ini, ACES terlihat cukup konsisten dalam membagikan dividennya kepada pemegang saham. Tahun lalu, dividend yield ACES tercatat di level 3 persen. Sayangnya, hal ini tidak cukup membantu hasil investasi di saham ACES mengingat performanya turun lebih dari -28 persen dalam satu tahun terakhir.

Baca juga: Alasan Mengapa 'Dividen' Penting Untuk Investor

 

Valuasi ACES

Secara valuasi, ACES ditradingkan di PE 35x jika menggunakan Standar Deviasi (SD) 5 tahun (masih berada di +1/SD). Untuk ukuran valuasi PE, hal ini masih tergolong agak premium. Mungkin jika mulai masuk ke mean PE di level 29x-30x, valuasi ACES bisa terlihat sangat menarik apalagi dengan kinerja finansial yang mulai di-bottom dan bersiap naik.

 


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC | Smartphone

WASPADAI PENIPUAN
Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini
×
  • Pasang Ekstensi VPN Di Browser
    • Search kata kunci "vpn" atau "proxy" di Mozilla AddOns atau Chrome Webstore.
    • Setelah menemukan salah satu vpn (contoh: browsec), klik "pasang" atau "tambahkan".
    • Aktifkan ekstensi.
Anda juga bisa mendapatkan info lebih detail di:
@seputarforex
@seputarforex.fanspage
@seputarforex
×

Cara Utama:
Unduh Aplikasi Seputarforex di Playstore.

Cara Alternatif:
Anda juga bisa mendapatkan info lebih detail di:
@seputarforex
@seputarforex.fanspage
@seputarforex

Target Harga ACES

Dengan target pasar konsumen level menengah atas di dua kategori produk yakni home improvement dan lifestyle, maka sensitivitas pandemi menjadi tolok ukur yang sangat penting. Daya beli domestik ukuran kelas menengah atas sepertinya tidak akan kesulitan untuk menjangkau barang-barang kebutuhan ritel. Target harga di level 1,270/saham menjadi angka yang cukup wajar.

 


Disclaimer: Semua informasi dan data yang dipakai dalam analisa ini, bukanlah merupakan anjuran/rekomendasi untuk membeli/menjual di pasar modal. Setiap keputusan investasi dan trading haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut.






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE