1 Juni 2018: NFP AS, PMI Manufaktur Inggris, AS Dan China

Data berdampak hari ini adalah Non Farm Payrolls, upah dan pengangguran di AS, Manufacturing PMI Inggris, China dan AS (versi ISM).

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Jumat, 1 Juni 2018:

  • Pertemuan G7 hari kedua.
  • Jam 08:45 WIB: indeks Manufacturing PMI China versi Caixin bulan Mei 2018 (Berdampak medium pada AUD dan NZD).

Indeks Manufacturing PMI versi Markit atau yang disebut dengan indeks Caixin ini adalah estimasi indeks PMI berdasarkan hasil survei terhadap 430 purchasing manager di seluruh China. Fokusnya adalah kondisi ekonomi dan bisnis saat ini, untuk mendapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan.

Parameter yang disurvei adalah produksi, new orders, harga, pengiriman, persediaan, dan tenaga kerja. Indeks ini sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, sedangkan rilis di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.


1 Juni 2018: NFP AS, PMI Manufaktur

 

 

Bulan April lalu, indeks Caixin Manufacturing PMI China berada pada angka 51.1, lebih tinggi dari perkiraan 50.9, dan bulan sebelumnya yang 51.0. Hal ini terjadi akibat naiknya indeks Output produksi. Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan indeks akan naik ke angka 51.3. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan AUD dan NZD.

 

  • Jam 15:30 WIB: indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Mei 2018 (Berdampak tinggi pada GBP).

Indeks ini dibuat dan dirilis oleh Markit setiap bulan. Indeks PMI (Purchasing Managers Index) untuk sektor manufaktur didasarkan pada 5 indikator utama, yaitu: produksi, ketersediaan produk (inventory), aktivitas pengiriman (delivery), jumlah pesanan (orders), dan jumlah tenaga kerja.

Di Inggris, indeks ini dibuat berdasarkan hasil survei terhadap 600 purchasing manager mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan. Oleh karena itu, indikator ini penting bagi investor dan para pelaku bisnis, juga sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, sedangkan rilis di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.


1 Juni 2018: NFP AS, PMI Manufaktur

 

 

Bulan April lalu, indeks Manufacturing PMI berada pada angka 53.9, lebih rendah dari perkiraan 54.8, dan menjadi yang terendah sejak bulan November tahun lalu. Indeks Output, new orders, dan business optimism mengalami kontraksi. Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan indeks akan berada pada angka 53.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Non Farm Payrolls AS bulan Mei 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS ini mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian selama periode sebulan. Data tersebut merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, serta menjadi bahan pertimbangan penting bagi The Fed dalam menentukan tingkat suku bunga.


1 Juni 2018: NFP AS, PMI Manufaktur

 

 

Bulan April lalu, NFP bertambah 164,000 jobs, lebih rendah dari perkiraan bertambah 190,000 jobs, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang bertambah 135,000 jobs. Rata-rata pertambahan jobs dalam 3 bulan terakhir adalah 207,670 per bulan, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 211,670 jobs per bulan.

Pada bulan April 2018, pertambahan lapangan pekerjaan terbanyak terjadi di sektor profesional dan bisnis (+54,000 job), manufaktur (+24,000 job), perawatan medis (+24,000 job), dan pertambangan (+8,000).

Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan NFP akan bertambah 189,000 jobs. Perkiraan dari Automatic Data Processing Inc.(ADP) memperlihatkan pertambahan 178,000 jobs (rilis data ADP Non Farm Employment Change tanggal 30 Mei kemarin). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data upah rata-rata per jam di AS bulan Mei 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS setiap bulan ini mengukur perubahan upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) di seluruh negara bagian AS, tepatnya di luar industri pertanian. Rilis data berupa persentase perubahan rata-rata upah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Upah dikaitkan dengan besaran inflasi, guna memperkirakan tingkat biaya hidup. The Fed selalu memperhatikan data upah rata-rata per jam sebagai pertimbangan untuk menentukan suku bunga acuan.


1 Juni 2018: NFP AS, PMI Manufaktur

 

 

Bulan April lalu, upah rata-rata per jam di AS naik 0.1% atau 4 Cents Dollar, lebih rendah dari perkiraan dan bulan sebelumnya yang naik 0.2%. Dalam basis tahunan (y/y), upah naik 2.6% atau 67 Cents Dollar, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 2.7%. Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan tingkat upah rata-rata per jam akan naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Indikator ini mengukur persentase total tenaga kerja produktif yang sedang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Meski dianggap sebagai indikator lagging, tetapi jumlah pengangguran akan berdampak pada pengeluaran konsumen, jumlah tenaga kerja, dan tingkat kepercayaan.


1 Juni 2018: NFP AS, PMI Manufaktur

 

 

Bulan April lalu, tingkat pengangguran di AS turun ke +3.9%, lebih rendah dari perkiraan +4.0%, dan menjadi yang terendah sejak Desember 2000. Sementara tingkat partisipasi berada pada angka 62.8%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 62.9%. Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan tingkat pengangguran tetap +3.9%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:00 WIB: indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Mei 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

Indeks ini sama dengan yang dirilis oleh Markit untuk Manufacturing PMI, hanya saja datanya bersumber dan dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini biasanya lebih berdampak dari yang dirilis Markit.

ISM Manufacturing PMI dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS, mengenai kondisi bisnis saat ini yang meliputi Output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur, sedangkan di bawah angka 50.0 menunjukkan kontraksi. Dalam prakteknya, indeks ini dianggap cukup akurat untuk memprediksi Output sektor manufaktur di AS.


1 Juni 2018: NFP AS, PMI Manufaktur

 

 

Bulan April lalu, indeks ISM Manufacturing AS berada pada angka 57.3, lebih rendah dari perkiraan 58.4, dan menjadi yang terendah sejak bulan Juli tahun lalu. Pada bulan April, indeks new order, produksi, tenaga kerja, dan inventories mengalami kontraksi. Untuk bulan April 2018, diperkirakan indeks ISM Manufacturing PMI akan naik ke angka 58.3. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.48 74.48 -10
AUD/USD 0.6872 0.6872 -4
EUR/CHF 1.1190 1.1190 -6
EUR/USD 1.1201 1.1201 7
GBP/JPY 136.18 136.18 -1
GBP/USD 1.2564 1.2564 7
NZD/USD 0.6524 0.6524 -5
USD/CAD 1.3374 1.3374 -3
USD/CHF 0.9990 0.9990 -11
USD/JPY 108.39 108.39 -5
19 Jun 15:10