Advertisement

iklan

11 November 2022: Kepercayaan Konsumen AS Dan GDP Inggris

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah indeks kepercayaan konsumen AS, GDP dan output produksi di Inggris, serta angka harapan inflasi di AS.

iklan

iklan

Jumat, 11 November 2022

GDP dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara dan biasanya diumumkan per kuartal. Angka GDP menyatakan perubahan persentase nilai total barang dan jasa yang dihasilkan dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan periode sebelumnya. Di Inggris, sektor yang menyumbang perubahan GDP adalah produksi, jasa, konstruksi, dan pertanian.

GDP Inggris dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) 2 kali per kuartal sebagai data Preliminary dan Final. Masing-masing dihitung dalam basis kuartalan (q/q) dan tahunan (q/y). Preliminary biasanya lebih berdampak karena dirilis lebih awal. Namun jika pada data Final terjadi perubahan yang signifikan, maka data ini bisa berdampak tinggi juga. Disamping itu, GDP Inggris juga dirilis dalam basis bulanan atau m/m.

11 November 2022: Kepercayaan Konsumen

GDP Inggris kuartal kedua lalu mengalami pertumbuhan 0.2%, lebih tinggi dari perkiraan kontraksi 0.1% (atau -0.1%), tetapi menjadi yang terendah sejak kuartal pertama 2021. Pertumbuhan disumbang oleh sektor jasa, sementara sektor produksi, manufaktur, dan pertambangan mengalami kontraksi. Dalam basis bulanan, GDP Agustus 2022 mengalami kontraksi 0.3%, lebih rendah dari perkiraan stragnan atau 0.0%, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 0.1%.

GDP Preliminary kuartal ketiga tahun 2022 diperkirakan mengalami kontraksi 0.5% (atau -0.5%), sementara GDP bulan September 2022 diperkirakan terkontraksi 0.4%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 14:00 WIB: data Manufacturing Production dan Industrial Production Inggris bulan September 2022 (Berdampak medium pada GBP).

Manufacturing Production atau Factory Production adalah leading indicator bagi laju perekonomian Inggris pada umumnya. Sektor manufaktur sangat erat hubungannya dengan tenaga kerja, tingkat pendapatan, dan tingkat pengeluaran konsumen.

Sementara itu, sektor industri mencakup pertambangan serta jenis industri lain yang non-manufaktur. Rilis data berupa persentase dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y).

Karena sektor manufaktur mempunyai porsi sekitar 80% dari total output produksi di Inggris, data Manufacturing Production biasanya lebih berdampak dibandingkan Industrial Production meskipun keduanya dirilis pada waktu yang bersamaan.

Bulan Agustus lalu, output sektor manufaktur Inggris m/m turun 1.6% (atau -1.6%), jauh lebih rendah dari perkiraan turun 0.1%. Persentase penurunan ini adalah yang tertinggi sejak Januari 2021. Sementara untuk basis tahunan (y/y), produksi manufaktur turun 6.7%, jauh lebih rendah dari perkiraan naik 0.8%, dan merupakan yang terendah sejak Mei 2020.

Sektor industri non-manufaktur (Industrial Production) m/m turun 1.8%, jauh lebih rendah dari perkiraan turun 0.1%, dan merupakan persentase penurunan tertinggi sejak April 2020.

11 November 2022: Kepercayaan Konsumen

Produksi sektor pertambangan, listrik, gas, produk sarana transportasi, produk metal, dan farmasi mengalami penurunan. Sementara dalam basis tahunan (y/y), data ini turun 5.2%, terendah dalam 2 tahun terakhir.

Untuk bulan September 2022, diperkirakan Manufacturing Production m/m akan turun 0.4% dan y/y akan turun 6.6%. Industrial Production m/m diperkirakan turun 0.3%, dan y/y diestimasikan melemah 4.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 22:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan (UoM) bulan November 2022 (Preliminary) (Berdampak tinggi pada USD).

Data yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) 2 kali setiap bulan ini mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis dan keuangan  di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor disamping indeks Conference Board (CB) Consumer Confidence.

Disebut juga Thomson Reuters/University of Michigan's Consumer Sentiment, indeks dibuat berdasarkan survei terhadap 500 konsumen mengenai kondisi ekonomi AS saat ini dan yang akan datang. Data dirilis dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu Preliminary (data awal) dan Revised (data final). Indeks Preliminary dirilis lebih awal sehingga akan lebih berdampak daripada Revised.

11 November 2022: Kepercayaan Konsumen

Indeks UoM Consumer Sentiment AS bulan Oktober menunjukkan angka 59.9 pada edisi Revised, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 59.8, dan menjadi yang tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Indeks current economic conditions naik dari 59.7 menjadi 65.6, sementara indeks consumer expectations turun dari 58.0 menjadi 56.2.

Indeks UoM Preliminary bulan November 2022 diperkirakan turun menjadi 59.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 22:00 WIB: angka harapan inflasi AS versi University of Michigan (UoM) bulan November 2022 (Preliminary) (Berdampak medium pada USD).

Indikator ini dirilis oleh University of Michigan (UoM) setiap bulan untuk mengukur harapan konsumen pada tingkat inflasi tahunan di AS selama setahun mendatang. Data dibuat berdasarkan survei terhadap 500 konsumen rumah tangga di seluruh wilayah AS kecuali Alaska dan Hawaii. Ekspektasi inflasi di waktu yang akan datang bisa saja menjadi inflasi riil dan mempengaruhi tingkat upah pekerja.

11 November 2022: Kepercayaan Konsumen

Pada bulan Oktober lalu, angka harapan inflasi di AS untuk setahun mendatang adalah +5.0%. Perkiraan ini menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Untuk bulan November 2022, inflasi diperkirakan naik menjadi +5.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
298521
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.