Advertisement

iklan

12-13 Mei 2020: Inflasi AS Dan Kepercayaan Konsumen Australia

Data berdampak hari ini adalah CPI AS. Besok ada upah dan kepercayaan konsumen Australia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Selasa, 12 Mei 2020:

Data inflasi ini dirilis oleh biro statistik tenaga kerja AS, mengukur persentase perubahan data CPI dibandingkan periode sebelumnya. CPI total dan CPI inti (Core CPI) yang tidak termasuk harga makanan dan energi dirilis secara bersamaan. Masing-masing diukur dalam basis bulanan atau month over month (m/m) dan tahunan atau year over year (y/y). Keduanya sama-sama berdampak tinggi, terutama data y/y.

The Fed memperhatikan data CPI total y/y dan CPI inti y/y sebagai acuan inflasi tahunan AS. Faktanya, inflasi setiap bulan akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam FOMC meeting untuk memutuskan kenaikan suku bunga.

12-13 Mei 2020: Inflasi AS Dan

Bulan Maret lalu, CPI total y/y turun ke +1.5%, lebih rendah dari perkiraan +1.6%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Februari 2019. Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI total turun 0.4% (atau -0.4%), merupakan yang terendah sejak bulan Februari 2019.

Turunnya inflasi tahunan bulan Februari 2020 terutama disebabkan oleh merosotnya harga bahan bakar, harga pakaian, dan biaya sewa tempat tinggal. CPI inti y/y bulan Februari +2.1%, lebih rendah dari perkiraan +2.3%, dan menjadi yang terendah sejak Juni 2019. Sedangkan CPI inti m/m -0.1%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.1%.

Untuk bulan April 2020, diperkirakan CPI total y/y akan turun menjadi +0.4%, CPI inti y/y akan turun ke +1.7%, CPI total m/m akan turun menjadi -0.7%, dan CPI inti m/m diperkirakan -0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari estimasi akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Rabu, 13 Mei 2020:

Data yang dirilis oleh Westpac Banking Corporation ini sering disebut juga dengan Westpac-Melbourne Institute Consumer Confidence. Indeks dibuat berdasarkan survei terhadap 1200 konsumen mengenai kondisi perekonomian Australia di waktu yang akan datang, kondisi tenaga kerja, dan iklim bisnis. Indeks ini adalah indikator awal untuk pengeluaran konsumen.

12-13 Mei 2020: Inflasi AS Dan

Bulan April lalu, indeks kepercayaan konsumen berada pada angka 75.6, turun 17.7% dibandingkan bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan turun 14%, dan merupakan persentase penurunan tertinggi sejak bulan Februari 1991. Penurunan tersebut disebabkan oleh merosotnya indeks kondisi ekonomi untuk setahun dan 5 tahun mendatang, akibat merebaknya wabah Covid-19 di Australia. Untuk bulan Mei 2020, diperkirakan indeks akan turun 14% (atau -14%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan AUD.

 

  • Jam 08:30 WIB: indeks upah per jam di Australia kuartal pertama tahun 2020 (Berdampak medium-tinggi pada AUD).

Data ini dirilis oleh biro statistik Australia setiap kuartal, mengukur persentase perubahan upah per jam dari perusahaan milik pemerintah maupun swasta. Besaran upah merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi besaran inflasi. Meningkatnya upah akan menyebabkan naiknya inflasi di tingkat konsumen (CPI). Rilis data berupa persentase perubahan upah yang dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter per quarter atau q/q), dan perubahan upah yang dibandingkan dengan kuartal pada tahun sebelumnya (quarter per year atau q/y).

12-13 Mei 2020: Inflasi AS Dan

Kuartal keempat tahun 2019 lalu, upah per jam di Australia naik 0.5% q/q, sesuai perkiraan dan sama dengan kuartal sebelumnya. Sementara itu, data q/y naik 2.2%, lebih tinggi dari perkiraan dan sama dengan kuartal sebelumnya (terendah sejak kuartal kedua tahun 2018).

Untuk kuartal pertama tahun 2020, diperkirakan upah per jam q/q akan kembali naik 0.5% dan q/y akan naik 2.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
292938

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.