Advertisement

iklan

13-14 Februari 2020: Inflasi Dan Jobless Claims AS

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah CPI dan Jobless Claims AS, serta laporan prediksi perekonomian Uni Eropa. Besok ada Business NZ Manufacturing Selandia Baru dan pidato Williams Fed.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kamis, 13 Februari 2020:

  • Jam 17:00 WIB: laporan prediksi perekonomian negara-negara Uni Eropa (Berdampak medium pada EUR).

Dirilis tiga kali dalam setahun, prediksi ini dibuat oleh European Commission dan berisi mengenai perkiraan kondisi ekonomi negara-negara anggota Uni Eropa dalam dua tahun mendatang. Prediksi dibuat guna evaluasi kinerja masing-masing anggota dan trend perekonomian Uni Eropa ke depan. Prediksi yang menjanjikan perekonomian lebih baik akan cenderung mendukung penguatan mata uang Euro. Laporan prediksi perekonomian negara-negara Uni Eropa per bulan Februari 2020 bisa dibaca di sini.

 

Data inflasi ini dirilis oleh biro statistik tenaga kerja AS, mengukur persentase perubahan data CPI dibandingkan periode sebelumnya. CPI total dan CPI inti (Core CPI) yang tidak termasuk harga makanan dan energi dirilis secara bersamaan. Masing-masing jenis data CPI muncul dalam format month over month (m/m) yang dibandingkan dengan data bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya. Keduanya sama-sama berdampak tinggi, terutama data y/y.

The Fed memperhatikan data CPI total y/y dan CPI inti y/y sebagai acuan inflasi tahunan AS. Laju inflasi tahunan (y/y) maupun bulanan (m/m) selalu menjadi fokus pada setiap FOMC meeting, sehingga data inflasi setiap bulan akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi The Fed untuk memutuskan kenaikan suku bunga.

Bulan Desember 2019 lalu, CPI total y/y naik ke +2.3%, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang tertinggi sejak bulan Oktober 2018. Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI total naik 0.2%, sesuai dengan perkiraan tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.3%.

13-14 Februari 2020: Inflasi Dan

Naiknya inflasi tahunan bulan Desember 2019 terutama disebabkan oleh meningkatnya harga energi, biaya perawatan kesehatan, dan sewa tempat tinggal. Untuk CPI inti y/y bulan Desember 2019, terdapat kenaikan 2.3%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya (terendah dalam 5 bulan).

Sementara itu, CPI inti m/m naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, dan merupakan yang terendah dalam 3 bulan.

13-14 Februari 2020: Inflasi Dan

Untuk bulan Januari 2020, diperkirakan CPI total y/y akan naik 2.4%, CPI inti y/y akan naik 2.2%, dan CPI total m/m serta CPI inti m/m diperkirakan naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Jobless Claims AS per 7 Februari 2020 (Berdampak medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Untuk itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

13-14 Februari 2020: Inflasi Dan

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 15,000 menjadi 202,000 klaim, lebih rendah dari perkiraan 215,000 klaim, dan menjadi yang terendah sejak pertengahan April 2019. Sementara itu, klaim rata-rata 4 mingguan turun 3,000 klaim menjadi 211,750 klaim.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan bertambah 8,000 menjadi 210,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Jumat, 14 Februari 2020:

  • Jam 04:30 WIB: indeks Business NZ Manufacturing Selandia Baru bulan Januari 2020 (Berdampak medium pada NZD).

Indikator ini disebut juga dengan Performance of Manufacturing Index (PMI) dan dibuat berdasarkan survei terhadap sejumlah pelaku industri manufaktur mengenai kondisi bisnis di Selandia Baru. Aspek yang disurvei termasuk hasil produksi, jumlah order, persediaan barang, tenaga kerja, dan harga. Angka indeks di atas 50.0 menunjukkan ekspansi, sedangkan di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi.

13-14 Februari 2020: Inflasi Dan

Bulan Desember 2019 lalu, indeks Business NZ Manufacturing berada pada angka 49.3, terendah dalam 3 bulan terakhir. Untuk bulan Januari 2020, analis tidak memberikan perkiraan. Jika hasil rilis lebih tinggi dari bulan sebelumnya (49.3), maka rilis data ini akan cenderung mendukung penguatan NZD.

 

  • Jam 05:30 WIB: pidato anggota FOMC John Williams (Berdampak medium pada USD).

Presiden Federal Reserve Bank of New York yang juga anggota FOMC, John Williams, dijadwalkan berbicara dalam panel diskusi yang diadakan oleh New York Bankers Association. Isi pidato Williams bisa dibaca di sini.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.