13-14 Juni 2018: FOMC Meeting, Inflasi Inggris, PPI AS

Data berdampak hari ini: CPI Inggris, PPI AS, persediaan minyak AS dan PPI Swiss. Besok ada Statement FOMC dan konferensi pers Jerome Powell.

iklan

FirewoodFX

iklan

Advertisement

Rabu, 13 Juni 2018:

Data PPI adalah salah satu indikator utama guna mengukur tingkat inflasi di Swiss, di samping CPI. Karena perekonomian Swiss tidak sebesar negara-negara mata uang utama lainnya, maka data PPI yang dirilis disatukan dengan Import Prices, dan karena itu sering disebut dengan Producer and Import Prices. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan bulan sebelumnya atau m/m (month over month), dan yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya atau y/y (year over year).


13-14 Juni 2018: FOMC Meeting, Inflasi

 

 

Bulan April lalu, PPI m/m naik 0.4%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.3%, dan merupakan yang tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Sementara untuk y/y, PPI naik 2.7%, lebih rendah dari perkiraan naik 3.0%, tetapi menjadi yang tertinggi tertinggi sejak bulan Oktober 2008. Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan PPI Swiss m/m akan naik 0.3% dan y/y akan naik 3.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan CHF.

 

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang disorot, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total; CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Data yang dirilis untuk masing-masing CPI adalah month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

CPI total y/y (inflasi tahunan) lebih berdampak karena digunakan sebagai acuan oleh BoE. Di samping CPI, juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y). Namun demikian, dampak CPI tetap jauh lebih tinggi dari data-data tersebut.


13-14 Juni 2018: FOMC Meeting, Inflasi

 

 

Bulan April lalu, inflasi tahunan Inggris naik 2.4%, lebih rendah dari perkiraan naik 2.5%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Maret tahun lalu, sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI naik 0.4%, juga lebih rendah dari perkiraan naik 0.5%, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 0.1%.

Naiknya inflasi tahunan bulan April disebabkan oleh meningkatnya biaya transportasi (+2.4%), rekreasi (+3.5%), perawatan kesehatan (+2.7%), harga makanan dan minuman non alkohol (+2.7%), harga pakaian dan alas kaki (+1.7%), serta harga perlengkapan rumah (+2.7%). CPI inti bulan April y/y naik 2.1%, juga yang terendah sejak Maret tahun lalu.

Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan CPI total y/y akan kembali naik 2.4%, m/m akan naik 0.4%, dan CPI inti y/y akan naik 2.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 15:30 WIB: data PPI Inggris bulan Mei 2018 (Berdampak medium pada GBP).

Indikator ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan akan mempengaruhi inflasi di Inggris. Bulan April lalu, PPI m/m Inggris naik 0.4%, lebih rendah dari perkiraan naik 1.0%, tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang naik 0.1%. Sementara untuk y/y, Indeks Harga Produsen naik 2.7%, lebih tinggi dari perkiraan naik 2.3% dan sama dengan bulan sebelumnya. Kenaikan terutama disebabkan oleh harga karet, plastik, dan makanan. Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan PPI Input m/m akan naik 1.7% dan y/y diperkirakan naik 2.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 19:30 WIB: data PPI AS bulan Mei 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

Indikator yang juga disebut Finished Goods PPI atau Wholesale Prices ini mengukur inflasi di tingkat produsen, yaitu persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi di tingkat konsumen. Hal ini karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen akan dibebankan ke konsumen. Kriteria PPI juga mencakup jasa konstruksi, belanja pemerintah, dan ekspor.

Ada 2 data yang dirilis, yaitu PPI inti (Core PPI) dan PPI total, masing-masing untuk m/m (month over month) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan y/y (year over year) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya. PPI inti tidak termasuk harga makanan dan energi.


13-14 Juni 2018: FOMC Meeting, Inflasi

 

 

PPI total AS m/m bulan April lalu naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, dan menjadi yang terendah dalam 4 bulan terakhir. Sementara untuk basis tahunan (y/y), PPI total bulan Februari naik 2.6%, lebih rendah dari perkiraan naik 2.8%, dan merupakan yang terendah dalam 4 bulan terakhir. PPI inti bulan April m/m naik 0.2%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.3%.

Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan PPI total m/m akan naik 0.3%, dan PPI inti akan naik 0.2%. Sementara itu, PPI total y/y diperkirakan naik 2.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 8 Juni 2018 (Berdampak tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS. Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.


13-14 Juni 2018: FOMC Meeting, Inflasi

 

 

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri bertambah 2.07 juta barel, jauh lebih tinggi dari perkiraan berkurang 2.00 juta barel, dan lebih tinggi dari minggu sebelumnya yang berkurang 3.62 juta barel. Untuk minggu ini, persediaan minyak diperkirakan akan berkurang 1.40 juta barel. Jika persediaan minyak di AS lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia.

 

 

Kamis, 14 Juni 2018:

  • Jam 01:00 WIB: hasil meeting FOMC:

1. Statement FOMC dan pengumuman suku bunga The Fed bulan Juni 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

FOMC memberikan Statement mengenai kebijakan moneter rata-rata 8 kali dalam setahun, bersamaan dengan pengumuman suku bunga. Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara Voting, dan hasil Voting secara individu serta komentar-komentarnya dimuat dalam Statement FOMC yang dirilis seusai meeting. Selain suku bunga, Statement juga berisi mengenai kebijakan lainnya, dan perkiraan kondisi ekonomi di waktu mendatang yang bisa mempengaruhi kebijakan bank sentral.


13-14 Juni 2018: FOMC Meeting, Inflasi

 

 

Pada meeting terakhir 2-3 Mei lalu yang tidak disertai dengan konferensi pers, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 1.50% hingga 1.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Statement dianggap hawkish dengan mengedepankan Outlook ekonomi yang solid. Ada kalimat target inflasi simetris 2%, yang membuat The Fed masih mentoleransi inflasi di atas target. Rencana kenaikan suku bunga dalam tahun ini sebanyak 3 kali tidak berubah, meski pasar mengharapkan akan ada 4 kali kenaikan.

Pada pertemuan FOMC hari ini, diperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 0.25% ke level 1.75% hingga 2.00%. Perkiraan dari CME Fed Fund Futures untuk kenaikan ini telah mencapai 92.5%. Kemungkinan itu didukung oleh naiknya inflasi bulan Mei yang dirilis kemarin malam, tetapi asar telah men-discount kenaikan suku bunga kali ini. Yang ditunggu adalah proyeksi kenaikan dalam tahun ini (dot plot). Pada dot plot terakhir, masih akan ada sekali lagi kenaikan, diperkirakan pada bulan Desember nanti. Jika ada perubahan dot plot dengan 2 kali kenaikan lagi, maka USD akan menguat.

Pergerakan USD juga masih akan dipengaruhi oleh hasil Voting dan pernyataan serta komentar Jerome Powell pada konferensi pers, 30 menit setelah Statement dan proyeksi dirilis. Jika dianggap hawkish, maka USD akan menguat. Statement meeting hari ini bisa dibaca di sini.



2. Proyeksi ekonomi AS (Berdampak tinggi pada USD).

Laporan yang dirilis 4 kali dalam setahun ini meliputi proyeksi FOMC untuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran untuk dua tahun mendatang. Pada proyeksi terakhir yang dirilis tanggal 22 Maret lalu, The Fed merevisi naik estimasi pertumbuhan dari 2.5% ke 2.7%, tapi merevisi turun tingkat pengangguran dari 3.9% ke 3.8%.

Pada proyeksi ekonomi kali ini, diperkirakan akan ada revisi menyusul membaiknya data fundamental ekonomi AS akhir-akhir ini. Proyeksi pada meeting terakhir bisa dibaca di sini, dan untuk meeting hari ini bisa diunduh di sini.

 

  • Jam 01:30 WIB: konferensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Jerome Powell (Berdampak tinggi pada USD).

    13-14 Juni 2018: FOMC Meeting, Inflasi

 

 

Yang akan menjadi perhatian pelaku pasar adalah keterangan Powell mengenai frekuensi kenaikan suku bunga dalam tahun ini. Jika komentar dan pernyataan Powell dianggap hawkish, maka USD akan menguat, begitu pula sebaliknya. Konferensi pers Powell bisa dipantau di sini.

 

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Bagaimana reaksi Anda tentang analisa ini?


Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.