Advertisement

iklan

14 Juli 2020: Inflasi AS, Perdagangan China, GDP Inggris

Data berdampak hari ini adalah CPI AS, neraca perdagangan China, GDP Inggris, dan indeks kepercayaan bisnis Australia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Selasa, 14 Juli 2020:

  • Hari libur bank-bank di Prancis (National Day).

  • Jam 08:30 WIB: indeks kepercayaan bisnis Australia versi NAB bulan Juni 2020 (Berdampak medium pada AUD).

Indeks kepercayaan bisnis ini dirilis oleh National Australia Bank (NAB) berdasarkan survei terhadap 350 pebisnis di luar sektor pertanian. Fokusnya adalah mengenai kondisi perekonomian Australia saat ini. Indeks ini adalah indikator awal untuk pengeluaran konsumen, perekrutan tenaga kerja, dan investasi. Angka indeks lebih besar 0 (nol) menunjukkan ekspansi bisnis, sedangkan di bawah 0 menunjukkan kontraksi.

14 Juli 2020: Inflasi AS, Perdagangan

Bulan Mei lalu, indeks kepercayaan bisnis NAB naik menjadi -20.0, lebih tinggi dari perkiraan -32.0, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Indeks business conditions naik dari -34 ke -24, sementara indeks tenaga kerja naik dari -34 ke -31. Untuk bulan Juni 2020, diperkirakan indeks akan kembali naik menjadi -15.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan AUD.

 

  • Waktu tentative: data neraca perdagangan China bulan Juni 2020 (Berdampak medium-tinggi pada AUD dan NZD).

Data yang dirilis oleh Customs General Administration of China (CGAC) ini mengukur perbedaan total nilai impor dan ekspor dalam periode waktu satu bulan dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

Jika nilai total ekspor lebih besar dari nilai total impor, maka neraca perdagangan mengalami surplus. Apabila sebaliknya, maka perdagangan mengalami defisit. Volume perdagangan China yang meningkat akan berdampak positif pada negara-negara partner dagangnya, terutama Australia, Selandia Baru, dan Kanada yang banyak mengekspor komoditi pertambangan serta bahan makanan olahan ke China.

14 Juli 2020: Inflasi AS, Perdagangan

Bulan Mei lalu, perdagangan China mengalami surplus sebesar USD62.93 miliar y/y, jauh lebih tinggi dari perkiraan surplus USD41.40 miliar, dan merupakan rekor surplus tertinggi sejak indikator ini dirilis tahun 1981. Ekspor turun 3.3% y/y menjadi USD206.81 miliar, sementara impor anjlok 16.7% y/y menjadi USD143.89 miliar.

Surplus perdagangan dengan Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar China naik dari USD22.90 miliar menjadi USD27.89 miliar y/y. Untuk bulan Juni 2020, diperkirakan perdagangan China y/y akan kembali surplus sebesar USD58.30 miliar. Surplus yang lebih tinggi dari perkiraan akan berdampak positif pada AUD dan NZD.

 

GDP dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara dan biasanya diumumkan per kuartal. Angka GDP menyatakan perubahan persentase nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan periode sebelumnya. Di Inggris, sektor yang menyumbang perubahan GDP adalah produksi, jasa, konstruksi, dan pertanian.

GDP Inggris dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) 3 kali per kuartal, yaitu sebagai data Preliminary, Second Estimate, dan Final. Preliminary adalah rilis awal sehingga lebih berdampak. Namun jika pada Second Release dan Final terjadi perubahan, maka keduanya bisa berdampak tinggi juga.

Masing-masing data GDP dihitung dalam basis kuartalan (q/q) dan tahunan (q/y). Mulai bulan Juli 2018, ONS Inggris juga merilis data GDP bulanan disamping GDP per kuartal. Dari semua jenis data tersebut, yang berdampak tinggi biasanya adalah data q/q dan bulanan. 

14 Juli 2020: Inflasi AS, Perdagangan

GDP Inggris kuartal pertama tahun 2020 (Final) mengalami kontraksi 2.2% (atau -2.2%), lebih rendah dari perkiraan -2.0%, dan menjadi yang terendah sejak kuartal ketiga tahun 1979. Sementara itu, GDP bulan Mei 2020 mengalami kontraksi hingga 20.4%, lebih rendah dari perkiraan -18.6%, dan merupakan yang terendah sejak indikator GDP bulanan ini dirilis pada bulan Juli 2018. Penurunan GDP disebabkan oleh merosotnya pengeluaran konsumen, pengeluaran pemerintah, serta investasi akibat terhentinya aktivitas ekonomi sehubungan dengan wabah COVID-19.

GDP Preliminary kuartal kedua 2020 akan dirilis 10 Agustus mendatang. Analis tidak memberikan perkiraan untuk GDP bulan Mei 2020 yang akan dirilis hari ini. Jika hasil rilis lebih tinggi dari bulan sebelumnya (-20.4%), maka akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Data inflasi ini dirilis oleh biro statistik tenaga kerja AS, mengukur persentase perubahan data CPI dibandingkan periode sebelumnya. CPI total dan CPI inti (Core CPI) yang tidak termasuk harga makanan dan energi dirilis secara bersamaan. Masing-masing data dihitung dalam basis month over month (m/m) yang dibandingkan dengan data bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya. Keduanya berdampak tinggi, terutama untuk data y/y.

The Fed memperhatikan data CPI total y/y dan CPI inti y/y sebagai acuan inflasi tahunan AS. Laju inflasi tahunan (y/y) maupun bulanan (m/m) selalu menjadi fokus pada setiap FOMC meeting, sehingga data inflasi setiap bulan akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi The Fed untuk memutuskan kenaikan suku bunga.

14 Juli 2020: Inflasi AS, Perdagangan

Bulan Mei lalu, CPI total y/y merosot ke +0.1%, lebih rendah dari perkiraan +0.2%, dan menjadi yang terendah sejak bulan September 2015. Sementara itu, CPI inti y/y bulan Mei adalah +1.2%, lebih rendah dari perkiraan +1.3%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Maret 2011. Turunnya inflasi tahunan bulan Mei 2020 terutama disebabkan oleh merosotnya harga bahan bakar hingga 33.8%, biaya transportasi yang merosot 8.7%, dan harga pakaian yang turun 7.9%.

CPI total untuk basis bulanan (m/m) turun 0.1% (atau -0.1%), lebih rendah dari perkiraan stagnan atau 0.0%, tetapi merupakan yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Sedangkan CPI inti m/m adalah -0.1%, lebih rendah dari perkiraan 0.0%.

Untuk bulan Juni 2020, diperkirakan CPI total y/y akan naik menjadi +0.6%, dan CPI total m/m akan naik menjadi +0.6%. CPI inti y/y diperkirakan turun ke +1.1%, sedangkan CPI inti m/m diperkirakan +0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
293225

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone