OctaFx

iklan

15 Februari 2019: Retail Sales Inggris Dan Inflasi China

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah Retail Sales Inggris, CPI dan PPI China, output industri, dan indeks kepercayaan konsumen AS versi UoM.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jumat, 15 Februari 2019:

Indikator CPI mengukur perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen yang lazim dibuat rujukan sebagai tingkat inflasi, sedangkan Producer Price Index (PPI) mengukur persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi di tingkat konsumen. Hal itu karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen pada akhirnya akan dibebankan juga ke konsumen.

Di China yang berdampak tinggi adalah CPI total y/y (inflasi tahunan). Tingkat inflasi yang tinggi cenderung membuat bank sentral China menerapkan uang ketat. Karena China adalah partner dagang utama Australia dan Selandia Baru, maka inflasi tinggi akan berdampak negatif pada AUD dan NZD. Sebaliknya, tingkat inflasi China yang rendah akan berdampak positif pada kedua mata uang komoditi tersebut.

15 Februari 2019: Retail Sales Inggris
Bulan Desember 2018 lalu, inflasi tahunan China naik 1.9%, lebih rendah dari perkiraan naik 2.1%, dan menjadi yang terendah dalam 6 bulan terakhir. Sementara dalam basis bulanan (m/m), inflasi stagnan atau 0.0%, lebih baik dari bulan sebelumnya yang -0.3%. Pada bulan Desember 2018, harga makanan naik 2.5%, biaya pendidikan naik 2.3%, harga pakaian naik 1.5%, harga bahan bakar dan sewa tempat tinggal naik 2.2%, dan biaya pelayanan kesehatan naik 2.5%. Sementara di tingkat produsen, PPI total y/y bulan Desember 2018 naik 0.9%, lebih rendah dari perkiraan naik 1.6%, dan merupakan yang terendah sejak September 2016.

Untuk bulan Januari 2019, diperkirakan CPI total y/y akan kembali naik 1.9%, CPI total m/m akan naik 0.5%, dan PPI total y/y akan naik 0.3%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan berdampak positif pada AUD dan NZD.

 

  • Jam 16:30 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Januari 2019 (Berdampak tinggi pada GBP).

Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Di Inggris, indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Ada 2 jenis rilis yang diperhatikan, yakni Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar. Masing-masing data dirilis untuk laporan month over month (m/m) atau persentase perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, serta laporan year over year (y/y) atau persentase perubahan yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Penjualan ritel merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan serta tingkat inflasi. Di Inggris, yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total, baik m/m maupun y/y.

15 Februari 2019: Retail Sales Inggris
Penjualan ritel total Inggris bulan Desember 2018 lalu turun 0.9% (atau -0.9%), lebih rendah dari perkiraan turun 0.8%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Mei 2017. Sementara untuk basis tahunan (y/y), Retail Sales total bulan Desember naik 3.0%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 3.4%. Pada bulan Desember 2018, penurunan penjualan terjadi pada toko non makanan seperti toko perlengkapan rumah yang turun 2.3%, dan toko-toko jenis lainnya yang turun hingga 6.3%.

Untuk bulan Januari 2019, diperkirakan Retail Sales total m/m akan naik 0.2%, dan y/y akan naik 3.4%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Data ini dirilis oleh The Fed dan disebut juga dengan Factory Output. Industrial Production mengukur perubahan volume output yang dihasilkan oleh sektor manufaktur, pertambangan, dan industri lainnya. Naik turunnya output produksi sangat bergantung pada siklus ekonomi, perubahan jumlah tenaga kerja, dan pendapatan konsumen.

Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m), dan dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Dari keduanya, yang lebih berdampak adalah data m/m.

15 Februari 2019: Retail Sales Inggris
Output industri AS bulan Desember 2018 lalu naik 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.2%, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.4%. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya produk-produk pertambangan dan manufaktur. Dalam basis tahunan (y/y), Industrial Production AS naik 4.0%, terendah dalam 3 bulan terakhir.

Untuk bulan Januari 2019, diperkirakan output industri AS m/m akan naik 0.1% dan y/y akan naik 3.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 22:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan (UoM) bulan Februari 2019 (Preliminary) (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Data yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) 2 kali setiap bulan ini mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis dan keuangan  di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor disamping indeks Conference Board (CB) Consumer Confidence.

Indeks ini disebut juga Thomson Reuters/University of Michigan's Consumer Sentiment, dan dibuat berdasarkan survei terhadap 500 konsumen mengenai kondisi ekonomi AS saat ini (current economic conditions) serta yang akan datang (future expectations). Laporan kepercayaan konsumen diterbitkan dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu Preliminary atau data awal dan Revised atau data final. Indeks Preliminary dirilis lebih awal, sehingga akan lebih berdampak.

15 Februari 2019: Retail Sales Inggris
Indeks UoM Consumer Sentiment AS bulan Januari 2019 final yang dirilis 1 Februari lalu berada pada angka 91.2, lebih tinggi dari perkiraan 90.8, tetapi menjadi yang terendah sejak tahun 2017. Pada bulan Januari 2019, indeks current economic conditions turun dari 116.1 pada data Preliminary ke 108.8, sementara indeks future expectations naik dari 78.3 ke 79.9.

Untuk indeks UoM Preliminary bulan Februari 2019, diperkirakan ada kenaikan ke angka 93.3. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.



Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.95 74.95 35
AUD/USD 0.6976 0.6976 15
EUR/CHF 1.1081 1.1081 -8
EUR/USD 1.1362 1.1362 -5
GBP/JPY 136.07 136.07 9
GBP/USD 1.2667 1.2667 -21
NZD/USD 0.6657 0.6657 17
USD/CAD 1.3167 1.3167 -1
USD/CHF 0.9752 0.9752 -4
USD/JPY 107.43 107.43 27
26 Jun 14:10