Advertisement

iklan

15-16 September 2022: Retail Sales Dan Kepercayaan Konsumen AS

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah Retail Sales, Jobless Claims, dan indeks Empire State Manufacturing AS. Besok ada indeks kepercayaan konsumen AS dari UoM.

iklan

iklan

Kamis, 15 September 2022

  • Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Agustus 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan, dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan; hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Ada dua rilis yang diperhatikan, yakni penjualan ritel inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos) dan penjualan ritel total atau Advance Retail Sales. Masing-masing data menunjukkan perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, penjualan ritel bulanan lebih berdampak.

15-16 September 2022: Retail Sales Dan

Bulan Juli lalu, Advance Retail Sales AS m/m tidak mengalami perubahan atau stagnan (0.0%), lebih rendah dari perkiraan naik 0.1%, dan menjadi yang terendah sepanjang tahun ini. Penjualan ritel inti naik 0.4%, lebih tinggi dari perkiraan turun 0.1% (atau -0.1%), tetapi merupakan yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Sementara itu, Advance Retail Sales y/y naik 10.3%, tertinggi dalam 5 bulan.

Penurunan penjualan ritel bulan Juli 2022 terjadi pada stasiun bahan bakar, dealer kendaraan bermotor, dan toko pakaian. Sementara itu, penjualan di toko makanan, toko material bangunan, dan peralatan kesehatan mengalami kenaikan.

Untuk bulan Agustus 2022, diperkirakan Advance Retail Sales m/m akan turun 0.1%, Core Retail Sales m/m akan stagnan atau 0.0%, dan Advance Retail Sales y/y diperkirakan naik 9.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: indeks Empire State Manufacturing AS bulan September 2022 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Indikator ini disebut juga dengan New York Manufacturing Index dan dirilis oleh Federal Reserve Bank of New York. Indeks mengukur kondisi dan ekspektasi bisnis di kawasan industri New York dan sekitarnya, dibuat berdasarkan survei terhadap 200 pelaku industri mengenai kondisi bisnis saat ini dan harapan untuk waktu yang akan datang.

Angka indeks yang positif (lebih besar dari nol) mencerminkan kondisi bisnis semakin baik, sedangkan angka negatif mencerminkan kondisi yang menurun. Meski kawasan industri di New York relatif kecil, indeks manufakturnya dirilis lebih awal dari laporan Philly Fed Manufacturing dan ISM Manufacturing, sehingga bisa mencerminkan keadaan awal sektor manufaktur di AS. Pada gilirannya nanti, kondisi sektor ini bisa mempengaruhi tenaga kerja, pengeluaran konsumen, dan investasi.

15-16 September 2022: Retail Sales Dan

Bulan Agustus lalu, indeks Empire State Manufacturing merosot menjadi -31.3, jauh lebih rendah dari perkiraan +5.1, dan yang merupakan yang terendah sejak Mei 2020. Indeks new orders dan shipments mengalami kontraksi, sementara tenaga kerja mengalami kenaikan.

Untuk bulan September 2022, diperkirakan indeks akan naik menjadi -12.7. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 9 September 2022 (Berdampak medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Untuk itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

15-16 September 2022: Retail Sales Dan

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 6,000 menjadi 222,000 klaim, lebih rendah dari perkiraan 234,000 klaim, dan merupakan yang terendah sejak akhir Mei lalu. Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 233,000 klaim, terendah sejak bulan Juli.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan naik menjadi 225,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Jumat, 16 September 2022

  • Jam 21:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan (UoM) bulan September 2022 (Preliminary) (Berdampak tinggi pada USD).

Data ini dirilis oleh University of Michigan (UoM) 2 kali setiap bulan dan mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis serta keuangan di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor disamping Conference Board (CB) Consumer Confidence.

Disebut juga Thomson Reuters/University of Michigan's Consumer Sentiment, indeks ini dibuat berdasarkan survei terhadap 500 konsumen mengenai kondisi ekonomi AS saat ini dan yang akan datang. Data dirilis dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu sebagai Preliminary (data awal) dan Revised (data final). Indeks Preliminary dirilis lebih awal sehingga akan lebih berdampak dari data final.

15-16 September 2022: Retail Sales Dan

Indeks UoM Consumer Sentiment AS bulan Agustus menunjukkan angka 58.2 pada edisi Final, lebih tinggi dari perkiraan 55.2, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Indeks current economic conditions naik dari 58.1 menjadi 58.6, sementara indeks consumer expectations turun dari 47.3 menjadi 58.0.

Indeks UoM Preliminary bulan September 2022 diperkirakan naik menjadi 60.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
298235
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.