iklan

15-17 September 2020: FOMC Meeting, Retail Sales AS, CPI Inggris

Data berdampak hari ini adalah Jobless Claims Inggris. Besok ada Retail Sales AS dan CPI Inggris, sementara statement FOMC dan konferensi pers ketua The Fed berlangsung pada Kamis 17 September .

iklan

iklan

Selasa, 15 September 2020:

  • Jam 13:00 WIB: data Jobless Claims Inggris bulan Agustus 2020 (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

Jobless Claims Change atau Claimant Count Change mengukur perubahan jumlah klaim pengangguran guna memperoleh kompensasi dari pemerintah. Sementara itu, Claimant Count Rate menyatakan persentase perubahan Claimant Count Change yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Jumlah klaim yang tinggi menunjukkan peningkatan jumlah pengangguran dan akan berpengaruh pada pengeluaran konsumen. Data ini dirilis sebulan lebih cepat dari data tingkat pengangguran.

15-17 September 2020: FOMC Meeting,

Bulan Juli lalu, klaim tunjangan pengangguran di Inggris naik menjadi +94,400 klaim, jauh lebih tinggi dari perkiraan +9,700 klaim, dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang -28,100 klaim. Untuk bulan Agustus 2020, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali naik menjadi +100,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Rabu, 16 September 2020:

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas).

Masing-masing data dihitung secara month over month (m/m) atau dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) atau dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE.

Disamping CPI, pada waktu yang sama juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI). Laporan tersebut hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y). Meskipun demikian, dampak CPI jauh lebih tinggi dari PPI dan RPI.

15-17 September 2020: FOMC Meeting,

Bulan Juli lalu, inflasi tahunan Inggris naik 1.0%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.6%, dan menjadi yang tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Sementara itu, CPI inti bulan Juli y/y naik 1.8%, lebih tinggi dari perkiraan +1.3%, dan merupakan yang tertinggi dalam setahun terakhir. Naiknya inflasi tahunan disebabkan oleh peningkatan harga bahan bakar, makanan, dan peralatan rumah setelah dibukanya aktivitas ekonomi pasca lockdown.

Untuk basis bulanan (m/m), inflasi naik 0.4%, tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Diperkirakan, CPI total y/y untuk bulan Agustus 2020 akan naik 0.1%, m/m akan turun 0.6% (atau -0.6%), sedangkan CPI inti y/y akan naik 0.7%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Agustus 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan, dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Pada akhirnya, komponen tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel dibandingkan angka bulan sebelumnya.

Ada dua rilis yang diperhatikan, yakni penjualan ritel inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos), dan penjualan ritel total atau disebut juga Advance Retail Sales. Masing-masing data menunjukkan perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, penjualan ritel bulanan dianggap lebih berdampak.

15-17 September 2020: FOMC Meeting,

Bulan Juli lalu, Advance Retail Sales AS m/m turun menjadi +1.2%, lebih rendah dari perkiraan +2.0%, dan menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Penjualan ritel inti naik 1.9%, lebih tinggi dari perkiraan naik 1.3%, tetapi merupakan yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Di sisi lain, Advance Retail Sales bulan Juli y/y naik 2.7%, tertinggi dalam 5 bulan terakhir.

Kenaikan penjualan ritel terjadi pada stasiun bahan bakar, toko makanan, peralatan elektronik, dan perawatan kesehatan akibat dibukanya kembali aktivitas bisnis setelah lockdown akibat COVID-19.

Untuk bulan Agustus 2020, diperkirakan Advance Retail Sales m/m akan naik 1.0%, Core Retail Sales m/m akan naik 1.1%, dan Advance Retail Sales y/y diperkirakan naik 2.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Kamis, 17 September 2020:

  • Jam 01:00 WIB: hasil meeting FOMC :

1. Statement FOMC dan pengumuman suku bunga The Fed bulan Juni 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

FOMC memberikan statement mengenai kebijakan moneter bersamaan dengan pengumuman suku bunga. Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting, dan hasil voting secara individu serta komentar-komentarnya dimuat dalam statement FOMC yang dirilis seusai meeting. Selain suku bunga, statement juga berisi mengenai kebijakan lainnya dan perkiraan kondisi ekonomi di waktu mendatang yang bisa mempengaruhi kebijakan bank sentral.

15-17 September 2020: FOMC Meeting,

Pada meeting terakhir tanggal 29-30 Juli lalu, The Fed mempertahankan suku bunga pada level +0.00% hingga +0.25%. Tingkat suku bunga ini adalah rekor terendah sejak tahun 1971. Para pejabat bank sentral menegaskan kembali bahwa mereka akan menggunakan berbagai instrumen untuk mendukung perekonomian dalam masa pandemi ini. Wabah COVID-19 gelombang dua dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi jangka menengah.

Tingkat suku bunga diproyeksikan tetap pada level saat ini hingga perekonomian melewati masa krisis. Bank sentral menilai bahwa posisinya saat ini telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. Para pejabat bank sentral juga menyatakan untuk mempertahankan pembelian obligasi dan serangkaian program pinjaman.

Dalam notulen meeting, disebutkan bahwa The Fed tidak lagi menggunakan perangkat moneter yield curve control yang mempertahankan imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap rendah untuk jangka waktu yang lama. Dengan demikian, yield obligasi pemerintah AS berpotensi lebih tinggi di masa depan.

Pada simposium ekonomi di Jackson Hole akhir bulan Agustus lalu, ketua The Fed Jerome Powell mengumumkan kebijakan penerapan target inflasi rata-rata yang fleksibel, yang memungkinkan inflasi berjalan cukup di atas atau di bawah target 2% untuk beberapa waktu.

Pada meeting hari ini, diperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.00% hingga +0.25%. Meski demikian, penerapan target inflasi rata-rata menunjukkan bahwa The Fed sedang merencanakan stimulus moneter tambahan. Pelaku pasar juga menunggu pernyataan Jerome Powell dalam konferensi pers. Statement The Fed bisa dibaca di sini.


2
. Proyeksi ekonomi AS (Berdampak tinggi pada USD).

Dirilis empat kali dalam setahun, laporan ini meliputi proyeksi FOMC untuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran untuk dua tahun mendatang. Pada proyeksi terakhir yang dirilis tanggal 11 Juni lalu, The Fed menurunkan estimasi GDP untuk tahun ini, dari +2.0% menjadi -6.5%. Akan tetapi, GDP tahun 2021 diproyeksikan naik menjadi +5.0%.

PCE inflation tahun ini dan tahun depan diestimasikan turun, masing-masing menjadi +0.8% dan +1.6%. Tingkat pengangguran tahun ini diproyeksikan 9.3%, dan untuk tahun depan 6.5%, jauh lebih tinggi dari proyeksi Desember 2019 yang 3.5% dan 3.6%.

Dengan ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini akibat wabah COVID-19, diperkirakan proyeksi akan mengalami perubahan. Proyeksi ekonomi pada meeting terakhir bisa dibaca di sini, sementara untuk meeting hari ini bisa diunduh di sini.

 

  • Jam 01:30 WIB: konferensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Jerome Powell (Berdampak tinggi pada USD).

15-17 September 2020: FOMC Meeting,

Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keterangan Powell mengenai kemungkinan penambahan stimulus dan prospek suku bunga. Jika pernyataan dan komentar Powell dianggap hawkish, maka USD akan menguat. Sebaliknya, pernyataan yang dianggap dovish akan membuat USD cenderung melemah. Konferensi pers Jerome Powell bisa dipantau di sini.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
294223

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone