15-19 Oktober 2018: Notulen FOMC Dan Retail Sales AS

Harga emas melonjak tajam minggu lalu, bersamaan dengan anjloknya pasar saham dan yield obligasi AS. Minggu ini, emas akan dipengaruhi notulen FOMC dan Retail Sales AS.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (12 Oktober 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas melonjak tajam bersamaan dengan anjloknya indeks harga saham dan yield obligasi AS Kamis minggu lalu. Dibuka di bawah level USD1200 per troy ounce, harga emas melesat hingga USD1226 per troy ounce, sebelum akhirnya ditutup di level 1217.73 pada hari Jumat. Hari Rabu dan Kamis minggu lalu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun hingga 5% atau sekitar 1300 poin, akibat kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga dan aksi jual saham-saham berbasis teknologi.

Indeks USD juga merosot hingga sempat berada di bawah level 95. Pelemahan Greenback berlanjut setelah rilis data CPI AS bulan September yang di bawah estimasi. Namun demikian, harga emas mengalami koreksi pada akhir pekan, menyusul rebound pasar saham dan indeks USD. Menguatnya pasar saham dan indeks USD juga didukung oleh beredarnya berita pertemuan presiden AS Donald Trump dan presiden China Xi Jinping pada bulan depan, yang bertujuan untuk merundingkan kembali masalah perdagangan kedua negara tersebut.

Secara teknikal, minggu ini emas masih akan bullish. Namun secara fundamental, logam mulia akan dipengaruhi oleh isi notulen meeting FOMC 26-27 September lalu, dan data Retail Sales AS bulan September yang diperkirakan naik dari 0.1% ke 0.7%.

Jika berlanjut menguat, resistance kuat XAU/USD ada pada level 1235 hingga 1245. Sedangkan jika melemah, support kuat ada pada level 1200.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 15-19 Oktober 2018:
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily: konsolidasi (terbentuk inside bar), dengan kecenderungan masih bullish. Resistance kuat pada level 1235 hingga 1245:

Harga berada pada kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.

Kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0).

Garis histogram indikator ADX berwarna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.

Level Pivot mingguan : 1208.81

Resistance : 1225.26 (level 61.8% Fibonacci Retracement) ; 1235.10 ; 1245.00 ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1212.71 (50% Fibonacci Retracement) ; 1200.17 (38.2% Fibonacci Retracement) ; 1185.00 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :

  • Titik Swing High : 1265.80 (harga tertinggi 9 Juli 2018).
  • Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.