Advertisement

iklan

16 Desember 2019: PMI Manufaktur AS, Inggris Dan Eurozone

Data berdampak hari ini adalah Manufacturing PMI AS, Manufacturing dan Services PMI Inggris, Eurozone, Jerman, dan Prancis, output industri China, serta hasil Stress Test bank-bank di Inggris.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Senin, 16 Desember 2019:

  • Jam 09:00 WIB: data Industrial Production China bulan November 2019 (Berdampak medium-tinggi pada AUD dan NZD).

Indikator yang disebut juga dengan Industrial Output ini mengukur hasil produksi yang dihasilkan oleh sektor manufaktur, pertambangan, dan industri lainnya di China. Karena China merupakan partner dagang utama Australia, Kanada, dan Uni Eropa, maka perubahan output industri yang merupakan penggerak utama ekonomi China akan sangat mempengaruhi kondisi perekonomian ketiga kawasan tersebut.

Industrial Production dianggap sebagai salah satu indikator awal bagi laju perekonomian China. Hasil rilis berupa persentase perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m), dan perbandingan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

16 Desember 2019: PMI Manufaktur AS,

Bulan Oktober lalu, output industri China y/y naik 4.7%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 5.5%, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 5.8%. Sementara untuk m/m, data ini naik 0.17%, terendah sejak bulan Agustus 2014. Dibandingkan bulan sebelumnya, produksi peralatan transportasi, komputer, mesin, dan kimia mengalami kenaikan. Sementara itu, produk tekstil mengalami kontraksi.

Untuk bulan November 2019, diperkirakan output industri China y/y akan naik 5.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD dan NZD menguat.

 

  • Jam 15:15 WIB: indeks Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI Prancis bulan Desember 2019.
  • Jam 15:30 WIB: indeks Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI Jerman bulan Desember 2019.
  • Jam 16:00 WIB: indeks Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI kawasan Euro bulan Desember 2019 (Berdampak medium-tinggi pada EUR).

Indeks Purchasing Managers Index (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa ini dirilis oleh Markit dan didasarkan pada 5 indikator utama, yaitu: output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Data ini terdiri dari 2 versi yaitu Flash dan Final. Karena dirilis lebih awal, Flash dianggap lebih berdampak tinggi.

Indeks Flash PMI mulai dirilis sejak Maret 2008 dan merupakan estimasi indeks PMI yang dibuat berdasarkan hasil survei  terhadap 500 purchasing manager. Fokusnya adalah mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini untuk mendapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan. Oleh karena itu, indikator ini penting bagi investor dan para pelaku bisnis, juga sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur (dan jasa) sedang tinggi, sementara rilis di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Untuk bulan Desember 2019, indeks Flash Manufacturing PMI Prancis diperkirakan sedikit turun ke 51.5 dibandingkan bulan sebelumnya yang 51.7, sementara Flash Services PMI diprediksi turun ke 52.1 dibandingkan bulan sebelumnya yang 52.2. Untuk Flash Manufacturing PMI Jerman, diperkirakan ada kenaikan  ke 44.6 dibandingkan bulan sebelumnya yang 44.1.

16 Desember 2019: PMI Manufaktur AS,

Indeks Flash Manufacturing PMI kawasan Euro bulan Desember 2019 diperkirakan berada pada angka 47.3, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 46.9 (tertinggi dalam 3 bulan terakhir). Sementara untuk Flash Services PMI diperkirakan berada pada angka 52.0, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 51.9. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

  • Jam 16:30 WIB: indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Desember 2019 (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

Indeks PMI (Purchasing Managers Index) untuk sektor manufaktur ini dibuat dan dirilis oleh Markit setiap bulan, serta didasarkan pada 5 indikator utama, yaitu: produksi, ketersediaan produk (inventory), aktivitas pengiriman (delivery), jumlah pesanan (orders), dan jumlah tenaga kerja.

Di Inggris, indeks ini dibuat berdasarkan hasil survei terhadap 600 purchasing manager mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini, hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan. Oleh karena itu, indikator ini penting bagi investor dan para pelaku bisnis, serta sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, sementara rilis di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

16 Desember 2019: PMI Manufaktur AS,

Bulan November lalu, indeks Manufacturing PMI turun ke 48.9, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 48.8, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 49.6. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh merosotnya indeks new orders dan output produksi.

Untuk bulan Desember 2019, diperkirakan indeks akan naik menjadi 49.1. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 16:30 WIB: indeks Services PMI Inggris bulan Desember 2019 (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

Indeks Services PMI Inggris yang dirilis oleh Markit ini dibuat berdasarkan survei terhadap sejumlah purchasing manager di seluruh Inggris mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan.

Indeks PMI untuk sektor jasa didasarkan pada 5 indikator utama, yaitu: produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Angka indeks di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor jasa sedang tinggi, sedangkan di bawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

16 Desember 2019: PMI Manufaktur AS,

Bulan November lalu, indeks Services PMI turun ke 49.3, lebih rendah dari perkiraan 50.1, dan menjadi yang terendah sejak bulan Maret lalu. Penurunan tersebut disebabkan oleh merosotnya kepercayaan bisnis akibat ketidakpastian proses Brexit.

Untuk bulan Desember 2019, indeks diperkirakan sedikit naik menjadi 49.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 21:45 WIB: indeks Flash Manufacturing PMI AS versi Markit bulan Desember 2019 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Di AS, indeks Flash Manufacturing PMI yang dirilis oleh Markit kurang berdampak jika dibandingkan dengan indeks Manufacturing PMI rilisan Institute for Supply Management (ISM). Data ISM dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager, sedangkan Markit melakukan survei terhadap 600 purchasing manager di seluruh AS, sehingga hasil akhir laporan dari kedua lembaga tersebut belum tentu sama.

16 Desember 2019: PMI Manufaktur AS,

Menurut survei Markit, indeks Manufacturing PMI AS naik ke angka 52.6 pada bulan November lalu, lebih tinggi dari perkiraan 51.5, dan merupakan yang tertinggi sejak bulan April 2019. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya indeks output produksi dan new orders.

Untuk bulan Desember 2019, diperkirakan indeks akan tetap 52.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 23:00 WIB: hasil Bank Stress Test di Inggris dan BoE Financial Stability Report (Berdampak tinggi pada GBP).

Hasil Stress Test bank-bank di Inggris dan Financial Stability Report oleh BoE dirilis secara bersamaan. Stress Test menguji ketahanan bank-bank di Inggris terhadap krisis, sementara Financial Stability Report berisi pandangan bank sentral terhadap stabilitas sistem keuangan Inggris, potensi risikonya, dan perbaikan apa saja yang harus dilakukan. Laporan ini dirilis 2 kali dalam setahun.

Jika sebagian besar bank-bank Inggris lolos Stress Test, maka akan cenderung menyebabkan GBP menguat. Hasil rilis Stress Test bisa dibaca di sini, dan Financial Stability Report paruh kedua tahun 2019 bisa dibaca di sini.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
291307

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.