Advertisement

iklan

16 Juli 2020: ECB Meeting, GDP China, Dan Data AS

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah Statement dan konferensi pers ECB, GDP China, Retail Sales dan Jobless Claims AS, Jobless Claims Inggris, serta Employment Australia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kamis, 16 Juli 2020:

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di Australia yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlah tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Data ini dirilis bersamaan dengan persentase perubahan tingkat pengangguran. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan perubahan tingkat suku bunga. 

16 Juli 2020: ECB Meeting, GDP China,

Bulan Mei lalu, lapangan pekerjaan di Australia berkurang 227,700 jobs, lebih rendah dari perkiraan berkurang 1055,000 jobs, tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang berkurang 607,400 jobs (rekor terendah sejak tahun 1978). Sementara itu, tingkat pengangguran melonjak menjadi 7.1%, lebih tinggi dari perkiraan 6.9%, dan menjadi yang tertinggi sejak bulan Oktober 2001. Tingkat partisipasi bulan Mei berada pada angka 62.9%, terendah sejak Januari 2001.

Dengan pembukaan kembali aktivitas ekonomi, maka lapangan pekerjaan untuk bulan Juni 2020 diperkirakan bertambah 106,000 jobs. Meski demikian, tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 7.2%. Hasil rilis data pertambahan lapangan kerja yang lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu dan dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi yang biasanya diumumkan per kuartal. Di China, data ini dirilis oleh biro statistik nasional. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya (quarter per year atau q/y) dan perubahan per kuartal (quarter per quarter atau q/q). Data pertumbuhan China akan berdampak pada pasar karena pengaruh China pada perekonomian global yang cukup signifikan.

16 Juli 2020: ECB Meeting, GDP China,

Sejak pertengahan tahun 2013 hingga kuartal ketiga tahun 2016, pertumbuhan ekonomi China (q/y) terus turun akibat perlambatan investasi di sektor manufaktur dan properti. Perekonomian baru mulai rebound pada kuartal keempat tahun 2016. Tetapi sejak tahun 2018, GDP China kembali mengalami kontraksi.

Dengan adanya pandemi COVID-19, GDP China mengalami kontraksi hingga 6.8% (atau -6.8%) pada kuartal pertama tahun ini, lebih rendah dari perkiraan -6.2%, dan merupakan rekor terendah sejak indikator ini dirilis pada tahun 1989. Sementara untuk basis per kuartal (q/q), GDP mengalami kontraksi 9.8%, terendah dalam 10 tahun terakhir. Penurunan tajam terjadi pada sektor manufaktur otomotif, industri, dan jasa.

Dengan sudah dibukanya kembali aktivitas ekonomi, maka GDP China q/y untuk kuartal kedua tahun 2020 diperkirakan tumbuh 2.2%. Sementara itu, GDP q/q diprediksi tumbuh 9.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung berdampak positif pada semua mata uang utama dunia.

 

  • Jam 13:00 WIB: data tingkat pengangguran di Inggris bulan Mei 2020 (Berdampak medium pada GBP).

Indikator ini disebut juga dengan ILO Unemployment Rate, mengukur jumlah tenaga kerja usia produktif yang sedang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan selama kurun waktu 3 bulan terakhir. Disamping pertumbuhan dan tingkat inflasi tahunan, bank sentral (BoE) juga memperhatikan data tingkat pengangguran sebagai acuan dalam mengambil kebijakan, terutama untuk perubahan tingkat suku bunga.

Bulan April lalu, tingkat pengangguran di Inggris berada pada angka 3.9%, lebih rendah dari perkiraan 4.7%, tetapi sama dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, tingkat partisipasi berada pada angka 79.5%, terendah dalam 4 bulan terakhir. Untuk bulan Mei 2020, diperkirakan tingkat pengangguran akan naik menjadi 4.2%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 13:00 WIB: data Jobless Claims Inggris bulan Juni 2020 (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

Jobless Claims Change atau Claimant Count Change mengukur perubahan jumlah klaim pengangguran yang berujuan memperoleh kompensasi dari pemerintah. Sementara itu, Claimant Count Rate menyatakan persentase perubahan data Claiman Count Change yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlah klaim yang tinggi menunjukkan kenaikan jumlah pengangguran dan akan berpengaruh pada pengeluaran konsumen. Data ini dirilis sebulan lebih cepat daripada data tingkat pengangguran.

16 Juli 2020: ECB Meeting, GDP China,

Bulan Mei lalu, klaim tunjangan pengangguran di Inggris turun menjadi 528,900, masih lebih tinggi dari perkiraan 405,300 klaim. Bulan sebelumnya, klaim tunjangan pengangguran mencapai rekor tertinggi yaitu 1,032,700 klaim. Lonjakan disebabkan oleh banyaknya lapangan pekerjaan yang hilang akibat terhentinya aktivitas ekonomi oleh pandemi COVID-19. Untuk bulan Juni 2020, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali turun menjadi 250,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 18:45 WIB: hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan Juli 2020 dan Statement kebijakan moneter ECB (Berdampak tinggi pada EUR).

Suku bunga ditentukan dengan cara voting antara 6 anggota ECB Executive Board dan 15 dari 19 gubernur bank sentral negara-negara kawasan Euro. Hasil voting akan diumumkan 4 minggu setelah pertemuan dalam notulen meeting.

16 Juli 2020: ECB Meeting, GDP China,

Pada meeting terakhir 4 Juni lalu, ECB mempertahankan suku bunga acuan pada level 0.00% dan suku bunga deposito sebesar -0.50%. Keputusan tersebut sesuai dengan perkiraan pasar. Statement menyebutkan bahwa bank sentral memutuskan untuk menaikkan besaran stimulus program darurat pandemi COVID-19 sebesar €600 miliar, lebih tinggi dari perkiraan €500 miliar. Program ini akan berlangsung setidaknya hingga bulan Juni 2021.

Para pembuat kebijakan juga mengatakan bahwa dana PEPP akan diinvestasikan kembali setidaknya hingga akhir tahun 2022. Langkah ini bertujuan untuk mendukung perekonomian kawasan yang tengah dilanda krisis akibat pandemi COVID-19. Dalam notulen meeting disebutkan bahwa bank sentral siap mengurangi stimulus moneter jika dampak pandemi terhadap inflasi mulai berkurang.

Pada meeting hari ini, analis memperkirakan ECB masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada 0.00%. Jika ECB memangkas suku bunga acuan (menjadi negatif), diperkirakan EUR akan cenderung melemah. Fokus pasar juga akan tertuju pada proyeksi ekonomi kawasan dan konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde yang akan dilakukan 45 menit sesuai meeting. Statement meeting hari ini bisa di sini.


  • Jam 19:30 WIB: konferensi pers ECB yang dihadiri Presiden Christine Lagarde (Berdampak tinggi pada EUR).

16 Juli 2020: ECB Meeting, GDP China,
Konferensi pers terdiri atas dua bagian, yaitu pembacaan Statement kebijakan moneter dan proyeksi ekonomi, serta acara tanya jawab. Acara konferensi pers ECB bisa dipantau di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Juni 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan, dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Pada akhirnya, penjualan ritel akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Ada dua rilis yang diperhatikan, yakni penjualan ritel inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos) dan penjualan ritel total atau Advance Retail Sales. Masing-masing data diukur dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Diantara keduanya, penjualan ritel bulanan dinilai lebih berdampak.

16 Juli 2020: ECB Meeting, GDP China,

Bulan Mei lalu, Advance Retail Sales AS m/m melonjak 17.7%, jauh lebih tinggi dari perkiraan naik 7.9%, dan merupakan rekor tertinggi sejak tahun 1992. Penjualan ritel inti naik 12.4%, jauh lebih tinggi dari perkiraan naik 5.5%, dan menjadi rekor tertinggi sejak 1992. Sementara itu, Advance Retail Sales bulan Mei y/y turun 6.1% (atau -6.1%), lebih baik dari bulan sebelumnya yang turun 19.9%.

Kenaikan penjualan ritel terjadi pada stasiun bahan bakar, toko pakaian, peralatan elektronik, furnitur, dan dealer kendaraan bermotor setelah dibukanya kembali aktivitas bisnis pasca lockdown COVID-19. Untuk bulan Juni 2020, diperkirakan baik Advance Retail Sales maupun Core Retail Sales m/m akan naik 5.0%, sementara Advance Retail Sales y/y diperkirakan turun 3.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 10 Juli 2020 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Karena itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

16 Juli 2020: ECB Meeting, GDP China,

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 99,000 menjadi 1,314,000 klaim, lebih rendah dari perkiraan 1,375,000 klaim, dan menjadi yang terendah sejak melonjaknya klaim pada akhir Maret lalu akibat wabah COVID-19. Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 1,440,000 klaim.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali turun sebanyak 64,000 menjadi 1,250,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat. Sebaliknya, jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka USD akan cenderung melemah.


Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
293242

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone