Advertisement

iklan

17 Januari 2020: GDP China, Retail Sales Inggris, Output Industri AS

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah GDP dan industri China, Retail Sales Inggris, output industri, Building Permits dan kepercayaan konsumen AS, serta pidato Harker Fed.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Jumat, 17 Januari 2020:

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi yang biasanya diumumkan per kuartal. Di China, data ini dirilis oleh biro statistik nasional. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya (quarter per year atau q/y), dan perubahan per kuartal (quarter per quarter atau q/q). Data pertumbuhan China bisa berdampak tinggi karena pengaruh China pada perekonomian global yang dianggap signifikan.

17 Januari 2020: GDP China, Retail

Sejak pertengahan tahun 2013, pertumbuhan ekonomi China (q/y) terus turun hingga kuartal ketiga tahun 2016 akibat perlambatan investasi di sektor manufaktur dan properti. Rebound baru mulai terjadi pada kuartal keempat tahun 2016. Tetapi sejak kuartal ketiga tahun 2017, GDP China stagnan pada +6.8% dan cenderung mengalami kontraksi.

Kuartal ketiga tahun 2019, data ini tumbuh 6.0%, lebih rendah dari perkiraan tumbuh 6.1%, dan masih menjadi yang terendah dalam 27 tahun terakhir. Sementara untuk basis per kuartal (q/q), ekonomi China tumbuh 1.5%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 1.6%. Merosotnya pertumbuhan kuartal ketiga 2019 terutama disebabkan oleh turunnya permintaan global akibat perang dagang dengan AS.

Untuk kuartal keempat tahun 2019, diperkirakan GDP China q/y akan tetap +6.0%, dan q/q juga tetap +1.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung berdampak positif pada AUD dan NZD.

 

  • Jam 09:00 WIB: data Industrial Production China bulan Desember 2019 (Berdampak medium-tinggi pada AUD dan NZD).

Indikator yang disebut juga dengan Industrial Output ini mengukur hasil produksi yang dihasilkan oleh sektor manufaktur, pertambangan, dan industri lainnya di China. Karena China merupakan partner dagang utama Australia, Kanada, dan Uni Eropa, maka perubahan output industri yang merupakan penggerak utama ekonomi China akan sangat mempengaruhi kondisi perekonomian kawasan-kawasan tersebut.

Industrial Production dianggap sebagai salah satu indikator awal bagi laju perekonomian China. Hasil rilis berupa persentase perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m), dan perubahan yang dibadingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

17 Januari 2020: GDP China, Retail

Bulan November 2019 lalu, output industri China y/y naik 6.2%, lebih tinggi dari perkiraan naik 5.1%, dan menjadi yang tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Sementara itu, data m/m naik 0.78%, tertinggi sejak bulan Maret 2019. Dibandingkan bulan sebelumnya, sektor manufaktur, pertambangan, dan kimia mengalami kenaikan, sedangkan produk sarana transportasi mengalami kontraksi.

Untuk bulan Desember 2019, diperkirakan output industri China y/y akan naik 5.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD dan NZD menguat.

 

  • Jam 16:30 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Desember 2019 (Berdampak tinggi pada GBP).

Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Di Inggris, indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Ada 2 jenis rilis yang diperhatikan: Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar. Masing-masing data berbasis bulanan atau month over month (m/m), dan berbasis tahunan atau year over year (y/y).

Penjualan ritel merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen, dan akan berdampak pada pertumbuhan serta tingkat inflasi. Di Inggris, yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total baik m/m maupun y/y.

17 Januari 2020: GDP China, Retail

Penjualan ritel total Inggris bulan November 2019 lalu turun 0.6% (atau -0.6%), lebih rendah dari perkiraan naik 0.3%, dan merupakan yang terendah sepanjang tahun 2019. Sementara itu, data dalam basis tahunan (y/y) naik 1.0% di bulan November, terendah sejak bulan April 2018. Penurunan terbesar terjadi pada penjualan toko makanan.

Untuk bulan Desember 2019, diperkirakan Retail Sales total m/m akan naik 0.5%, dan y/y akan naik 2.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Jumlah izin pembangunan rumah (Building Permits) adalah indikator awal bagi aktivitas pekerjaan konstruksi. Kontraktor perumahan harus memperoleh izin terlebih dahulu sebelum mulai membangun. Meningkatnya Building Permits menunjukkan naiknya investasi dan optimisme pelaku bisnis perumahan. Karena itu, indikator ini sering digunakan untuk memprediksi penjualan perumahan (New Home Sales) yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Bulan November 2019 lalu, jumlah izin pembangunan rumah di AS mencapai 1.47 juta, naik sebesar 0.9% dari bulan sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraan di 1.41 juta, dan masih menjadi yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

17 Januari 2020: GDP China, Retail

Sementara itu, Housing Starts yang merupakan indikator awal bagi pasar perumahan baru, mencapai 1.37 juta unit pada bulan November, atau naik 3.2% dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini juga lebih tinggi dari perkiraan 1.34 juta unit, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan. Kenaikan tersebut disebabkan oleh turunnya suku bunga perumahan setelah The Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 3 kali.

Untuk bulan Desember 2019, diperkirakan Building Permits akan kembali mencapai 1.47 juta, dan Housing Starts akan mencapai 1.38 juta unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 21:00 WIB: pidato anggota FOMC Patrick Harker (Berdampak medium pada USD).

Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia yang juga anggota FOMC, Patrick Harker, dijadwalkan berbicara mengenai outlook ekonomi di New Jersey Bankers Association Economic Leadership Forum. Isi pidato Harker bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 21:15 WIB: data Industrial Production AS bulan Desember 2019 (Berdampak medium pada USD).

Data ini dirilis oleh The Fed dan disebut juga dengan Factory Output. Pada dasarnya, Industrial Production mengukur perubahan volume output yang dihasilkan oleh sektor manufaktur, pertambangan, dan industri lainnya. Naik turunnya output produksi sangat bergantung pada siklus ekonomi, perubahan jumlah tenaga kerja, dan pendapatan konsumen.

Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m), dan perubahan yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Dalam hal ini, yang dianggap lebih berdampak adalah data m/m.

17 Januari 2020: GDP China, Retail

Output industri AS bulan November 2019 lalu naik 1.1%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.8%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Oktober 2017. Pada bulan November 2019, produk kendaraan bermotor dan suku cadangnya mengalami kenaikan. Dalam basis tahunan (y/y), laporan ini turun 0.8% (atau -0.8%), lebih baik dari bulan sebelumnya yang turun 1.3%.

Untuk bulan Desember 2019, diperkirakan output industri AS m/m akan stagnan atau 0.0%, dan y/y akan turun 1.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 22:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan (UoM) bulan Januari 2020 (Preliminary) (Berdampak medium pada USD).

Data yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) 2 kali setiap bulan ini mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis dan keuangan di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor disamping indeks Conference Board (CB) Consumer Confidence.

Disebut juga sebagai Thomson Reuters/University of Michigan's Consumer Sentiment, indeks ini dibuat berdasarkan survei terhadap 500 konsumen mengenai kondisi ekonomi AS saat ini dan yang akan datang. Data dirilis dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu Preliminary (data awal) dan Revised (data final). Indeks Preliminary dirilis lebih awal sehingga akan lebih berdampak.

17 Januari 2020: GDP China, Retail

Indeks UoM Consumer Sentiment AS bulan Desember 2019 final yang dirilis 20 Desember lalu menunjukkan angka 99.3, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 99.2, dan menjadi yang tertinggi sejak bulan Mei. Pada bulan Desember 2019, indeks current economic conditions mengalami kenaikan.

Indeks UoM Preliminary bulan Januari 2020 diperkirakan tetap 99.3. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.